
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim peneliti Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan inovasi berbasis Internet of Things (IoT) bernama Smart Monitoring Green Action (SMOGRA) untuk mendorong terbentuknya perilaku peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar.
Inovasi tersebut dirancang sebagai sistem digital yang mampu mencatat, memantau, dan memberikan penghargaan terhadap aktivitas ramah lingkungan yang dilakukan siswa di sekolah.
Ketua tim peneliti, Rini Kuswati, menjelaskan penelitian ini akan dilaksanakan selama dua tahun, yakni 2026–2027. Melalui pendekatan yang menggabungkan teknologi digital, pendidikan karakter, dan ekonomi hijau, SMOGRA diharapkan menjadi model pembelajaran lingkungan yang lebih efektif dan relevan bagi generasi muda.
“Anak-anak saat ini merupakan generasi digital yang lebih tertarik pada aktivitas interaktif, berbasis permainan (gamification), dan teknologi. Karena itu, kami menghadirkan pendekatan baru yang tidak hanya mengajarkan pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga mendorong siswa untuk mempraktikkannya secara langsung,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Rini menilai pendidikan lingkungan hidup di sekolah selama ini masih banyak berfokus pada aspek pengetahuan. Tantangan yang dihadapi saat ini adalah membentuk perilaku nyata yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.
SMOGRA mengintegrasikan berbagai teknologi seperti RFID, smart card, timbangan pintar, dashboard digital, dan aplikasi seluler untuk memantau aktivitas pengelolaan sampah secara real time.

Tim peneliti Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan inovasi berbasis Internet of Things (IoT) bernama Smart Monitoring Green Action (SMOGRA) untuk mendorong terbentuknya perilaku peduli lingkungan pada siswa sekolah dasar.
Melalui sistem tersebut, siswa akan memperoleh poin digital atau eco-points setiap kali melakukan tindakan ramah lingkungan, seperti memilah sampah organik dan anorganik, menyetorkan sampah daur ulang, maupun berpartisipasi dalam kegiatan kebersihan sekolah.
Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan berbagai kebutuhan edukatif, seperti buku, alat tulis, bibit tanaman, dan perlengkapan pembelajaran lainnya.
Penelitian ini juga menjadi respons terhadap tantangan pengelolaan sampah di sekolah, termasuk limbah makanan yang dihasilkan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sistem pemantauan digital tersebut diharapkan membantu sekolah mengelola sampah secara lebih efektif sekaligus menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini.
Implementasi SMOGRA akan dilakukan di SD Muhammadiyah 24 Gajahan Solo dengan melibatkan sekitar 120 siswa kelas IV hingga VI, guru, tenaga pendidik, orang tua, komite sekolah, serta mitra bank sampah dan komunitas lingkungan.
Tim peneliti terdiri atas akademisi dari berbagai disiplin ilmu. Selain Rini Kuswati, penelitian ini melibatkan Herry Purnama dari UMS, Elyas Palantei dari Universitas Hasanuddin, serta Phisca Aditya Rosyadi dari Universitas Ahmad Dahlan.
Dalam praktiknya, siswa terlebih dahulu memilah sampah berdasarkan jenisnya. Sampah kemudian ditimbang menggunakan perangkat pintar yang dilengkapi sensor, sementara siswa melakukan pemindaian kartu RFID sebagai identitas pengguna.
Catat Jenis dan Berat Sampah
Sistem akan mencatat jenis dan berat sampah secara otomatis, kemudian mengirimkan data ke server untuk ditampilkan pada dashboard sekolah. Berdasarkan kontribusinya, siswa memperoleh eco-points yang dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah edukatif.
“Sampah yang terkumpul juga akan diproses lebih lanjut. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos, sedangkan sampah anorganik disalurkan ke bank sampah untuk didaur ulang. Dengan demikian, sistem ini turut mendukung penerapan konsep ekonomi sirkular di lingkungan sekolah,” katanya.
Penelitian SMOGRA direncanakan memperoleh pendanaan melalui skema kolaborasi LPDP-PTMA bersama SD Muhammadiyah 24 Gajahan Solo dan Majelis Pendidikan PDM Kota Surakarta. Dana yang diajukan mencapai Rp331,2 juta untuk tahun pertama dan Rp365,5 juta untuk tahun kedua.
Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan perangkat IoT, pembuatan aplikasi dan dashboard digital, pengujian teknologi, pelatihan pengguna, publikasi ilmiah internasional, pendaftaran hak kekayaan intelektual, hingga implementasi sistem pada sekolah percontohan.
Rini berharap SMOGRA dapat menjadikan sekolah tidak hanya sebagai tempat belajar akademik, tetapi juga laboratorium pembentukan karakter peduli lingkungan.
“Dalam jangka panjang, SMOGRA diharapkan menjadi inovasi yang dapat diterapkan secara lebih luas untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya pada bidang pendidikan berkualitas, kota berkelanjutan, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta penanganan perubahan iklim,” ujarnya.
Guru SD Muhammadiyah 1 Solo Dorong Pembelajaran Sastra Jawa Lebih Kritis
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Guru Bahasa Jawa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Ki Agung Sudarwanto, memperagakan teknik membedah geguritan (puisi Jawa) secara mendalam sebagai bagian dari...
Anak Diminta Waspada Modus Narkoba Lewat Makanan dan Minuman
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) kini tidak hanya menyasar remaja dan orang dewasa, tetapi juga anak-anak melalui berbagai modus, termasuk...
Hari Anak Nasional 2026, SD Muhammadiyah 1 Solo Ajak Siswa Bermain dan Sampaikan Aspirasi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SD Muhammadiyah 1 Ketelan memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan menggelar kegiatan bertajuk Peringati Hari Anak Nasional dengan Senam Anak Hebat,...
MTs Muhammadiyah Surakarta Dukung Evaluasi Nasional Kinerja Guru Bersama BPKP
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – MTs Muhammadiyah Surakarta menjadi salah satu lokasi uji petik evaluasi kinerja guru madrasah yang dilaksanakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat...
Murid SD Muhammadiyah 16 Kota Solo Raih Juara 1 Lomba Menulis Cerita FLS3N
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Siswa SD Muhammadiyah 16 Karangasem, Kota Solo, Tabina Khansa Nirwasita, meraih juara 1 Lomba Menulis Cerita dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa...
Gandeng Mafindo, MPLS SMP Muhammadiyah 7 Solo Bahas Sopan Santun Bermedia Sosial
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-SMP Muhammadiyah 7 Kota Solo menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak dengan tema “Membentuk Generasi Progresif yang Religius, Berwawasan Global, dan...
Siswa Baru SD Muhammadiyah 8 Jagalan Jalani MPLS dengan Lesehan Santai
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan salah satu agenda wajib yang dilakukan di awal tahun ajaran. Kegiatan yang membangun keakraban serta menanamkan nilai karakter...
Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Sedekah Pohon dan Lepas Burung Perkutut di Balaikambang
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebanyak 480 murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, Kota Solo mengikuti puncak kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dan Masa Pengenalan Kelas...
Bekali Siswa Cakap Digital, SD Muhammadiyah 8 Jagalan Gandeng Diskominfo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-SD Muhammadiyah 8 Jagalan, Kota Solo, bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Solo menyelenggarakan sosialisasi Bijak Bermedia Digital bagi 436 murid...
SD Muhammadiyah 1 Solo Ajak Wali Murid Bersinergi Wujudkan Generasi Berkemajuan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SD Muhammadiyah 1 Solo mengajak wali murid berperan aktif mendampingi pendidikan anak melalui sosialisasi program sekolah Tahun Ajaran 2026/2027 bertajuk Growing Together,...
Matamuda MTs Muhammadiyah Solo Bekali Murid Anti-Perundungan dan Jiwa Kepemimpinan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Hari ketiga Masa Ta’aruf Murid Madrasah (Matamuda) dan Forum Ta’aruf dan Orientasi Siswa (FORTASI) di MTs Muhammadiyah Solo berlangsung edukatif dengan menghadirkan...
SD Muhammadiyah 1 Solo Deklarasikan Sekolah Anti-Perundungan saat MPLS
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SD Muhammadiyah 1 Solo menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun...






