
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pelemahan tajam dalam beberapa pekan terakhir yang mendorong otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengambil langkah ekstrem berupa penghentian sementara perdagangan.
Langkah ini diambil untuk meredam gejolak pasar dan mengurangi potensi kerugian yang lebih besar di tengah situasi ekonomi global dan domestik yang tidak menentu. “Penghentian sementara ini langkah yang tepat. Risiko investasi saat ini sangat tinggi, dan pasar cenderung tidak rasional. Investor lebih memilih bersikap wait and see sambil menunggu arah kebijakan ekonomi pemerintah,” ujar Prof. Zulfikar, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Senin (21/4/2025).
Menurutnya, pelemahan IHSG tidak bisa dilepaskan dari tekanan global seperti perang dagang, gejolak suku bunga Amerika Serikat, serta fluktuasi nilai tukar rupiah. Namun, ia juga menilai faktor domestik turut memperburuk situasi, terutama persoalan struktural seperti defisit transaksi berjalan, ketergantungan pada impor, dan rendahnya produktivitas nasional.
Zulfikar juga menyoroti kondisi pasar yang tidak sehat akibat ketimpangan antara penawaran dan permintaan saham. Ia menyebut kondisi tersebut memperlihatkan bahwa portofolio apapun saat ini menjadi tidak menguntungkan karena situasi bid-ask yang tidak masuk akal.
Risiko Investasi Tinggi
Hal ini di mana penawaran saham sangat tinggi namun permintaan sangat rendah akibat keraguan investor terhadap prospek perusahaan dan menandakan bahwa risiko investasi saat ini sangat tinggi dan tidak rasional.
“Kita sedang menghadapi situasi bid-ask yang tidak masuk akal. Penawaran saham sangat tinggi, tapi permintaan sangat rendah karena investor ragu terhadap prospek perusahaan. Banyak emiten butuh dana, tapi investor menahan diri, Bid-nya sangat tinggi, sementara ask-nya rendah. Ini menandakan risiko sangat tinggi dan tidak rasional untuk berinvestasi dalam situasi seperti ini,” jelasnya.
Menurut Zulfikar, investor kini tengah menanti sinyal deregulasi dari pemerintah. Mereka menimbang apakah kebijakan ke depan akan menguntungkan investor, perusahaan, atau hanya salah satunya. “Sebenarnya investor sedang wait and see tentang deregulasi apa yang akan dilakukan pemerintah, apakah menguntungkan investor dan perusahaan bersama-sama, atau hanya perusahaan saja,” imbuhnya.
Ia menyebut dampak anjloknya IHSG tidak begitu terasa di masyarakat. Meskipun perdagangan saham dihentikan sementara, dia menilai tidak terjadi guncangan besar di masyarakat atau ekonomi domestik. Ia menyarankan sudah saatnya pemerintah kembali fokus pada fondasi ekonomi nasional, yakni ekonomi kerakyatan.
Dia menilai meski UMKM berperan besar dalam perekonomian nasional, sektor ini masih sering terabaikan dalam kebijakan ekonomi. Pemerintah, kata dia, cenderung lebih memprioritaskan pelaku usaha besar dan menengah.

Padahal, negara-negara seperti China dan India berhasil menjaga stabilitas ekonomi domestik justru dengan memperkuat UMKM. Ia menegaskan pentingnya transformasi berbasis inovasi dan teknologi agar UMKM Indonesia tak hanya bertahan, tapi juga mampu bersaing di pasar global.
“Indonesia seharusnya bisa lebih fokus pada ekonomi kerakyatan, seperti yang dilakukan oleh negara-negara besar seperti China dan India. Negara-negara tersebut, berhasil memperkuat sektor UMKM mereka, yang pada gilirannya membantu ekonomi domestik tetap kokoh,” ungkapnya, seraya menekankan perlunya dukungan penuh dari negara untuk mendorong digitalisasi, orientasi ekspor, dan daya saing produk lokal.
Di sisi lain, ia mengkritik inkonsistensi kebijakan pemerintah dalam perdagangan internasional, termasuk kontradiksi antara semangat berdikari dan kebijakan impor yang longgar. Ia pun mendorong pemerintah agar mulai serius menatap masa depan dengan mengembangkan sektor ekonomi hijau, terutama melalui hilirisasi sumber daya alam dan penguatan teknologi ramah lingkungan.
Dalam menghadapi ketidakpastian global, Zulfikar menyimpulkan bahwa Indonesia membutuhkan kebijakan ekonomi yang lebih inklusif, berbasis kerakyatan, dan berorientasi ekspor. “Kalau UMKM diperkuat dan difasilitasi dengan tepat, ekonomi kita tidak harus ikut goyah di tengah badai global,” ujarnya.
BikersMu Sleman Rayakan Milad Ke-1 dengan Aksi Sosial dan Dakwah di Jalanan
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – BikersMu Chapter Sleman memperingati milad pertama dengan menggelar touring dakwah yang dipadukan dengan bakti sosial, layanan kesehatan gratis, dan pengajian di kawasan...
Guru Besar UMS: Investasi Rp1.010 T Buktikan RI Masih jadi Magnet Investasi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 yang mencapai Rp1.010,6 triliun dinilai menjadi sinyal positif terhadap daya saing nasional di tengah dinamika...
PP Muhammadiyah Restui KucingMu, Siapkan Langkah Menuju Klinik hingga Rumah Sakit Hewan
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu) yang sempat viral setelah meluncurkan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) khusus kucing kini mendapat dukungan dari Pimpinan Pusat...
Hari Anak Nasional 2026, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Penuhi Hak Anak
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli menjadi momentum bagi keluarga dan masyarakat untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak. Guru Besar...
Dosen UMS Ungkap Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ainur Rhain, bersama tim peneliti mengungkap temuan baru mengenai manuskrip...
Delegasi Belanda Apresiasi Model Perdamaian Lintas Iman Muhammadiyah Berbasis Aksi Lingkungan
JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pendekatan Muhammadiyah dalam membangun perdamaian melalui aksi lingkungan lintas iman mendapat apresiasi dari Delegasi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Pendekatan tersebut dinilai mampu...
Gelombang Panas Global Kian Ekstrem, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Adaptasi Iklim
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa dalam beberapa pekan terakhir kembali memunculkan kekhawatiran terhadap dampak perubahan iklim. Suhu yang...
Menang di Trofeo Wonorejo Cup, Doskar UMS FC Bawa Pulang Gelar Juara
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut ambil bagian dalam pertandingan eksibisi Wonorejo Cup IV bertajuk “Piala Bersama 2026” melalui tim sepak bola Doskar...
PDM Boyolali Lantik Pengurus BikersMu, Perkuat Dakwah lewat Komunitas Otomotif
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali resmi melantik Pengurus BikersMu Chapter Boyolali periode 2026–2028 pada Selasa (16/6/2026). Pelantikan yang digelar di Dukuh Kemel,...
Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...
Pertamax Naik ke Rp16.250, Pengamat UMS Soroti Beban Kelas Menengah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Isu yang ramai dibicarakan mulai dari ancaman inflasi...
Muhammadiyah Investasikan Rp800 Miliar untuk Bangun Pabrik Infus
MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pabrik infus milik Persyarikatan, PT Suryavena Farma Indonesia, Kamis (11/6/2026), di...






