
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Di tengah optimisme pasar yang ditandai dengan menguatnya IHSG atau Indeks Harga Saham Gabungan, Ekonom Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Anton Agus Setyawan, mengingatkan sektor ritel domestik masih menghadapi tekanan berat.
Daya beli yang belum pulih sepenuhnya dan perubahan perilaku belanja masyarakat dinilai menjadi faktor utama yang membebani ritel konvensional. Menurutnya, pergeseran belanja ke platform digital membuat banyak pedagang pasar tradisional kehilangan transaksi.
“Bahkan di pasar-pasar tradisional, pedagang fashion datang hanya untuk ngobrol karena hampir tidak ada transaksi. Masyarakat desa sekalipun belanjanya lewat online,” ujarnya, Senin (15/12/2025). Masalahnya, dominasi produk impor di platform e-commerce membuat industri manufaktur domestik tidak menikmati efek peningkatan transaksi digital.
Produk fesyen murah dari luar negeri membanjiri pasar dan memotong mata rantai industri tekstil nasional, sehingga kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja juga rendah. Ia menilai upaya pemerintah menekan thrifting dan pengetatan impor pakaian merupakan langkah yang tepat untuk melindungi industri dalam negeri.
Namun penegakan aturan harus cermat agar tidak melanggar kesepakatan perdagangan bebas. Jika ekosistem marketplace dapat didominasi produk lokal, efek rambatannya akan jauh lebih panjang dan berkelanjutan bagi industri dalam negeri.
Masih Wait and See
Di lapangan, perubahan perilaku konsumen dan lemahnya daya beli saling menguatkan tekanan pada sektor ritel. Banyak pelaku usaha memilih menunda ekspansi setelah periode panjang wait and see, dan baru sebagian kecil industri yang mulai bergerak. Kondisi ini membuat pemulihan ritel tidak dapat mengandalkan momentum pasar modal semata.
Dibanding sektor ritel, efek kebijakan fiskal seperti penurunan suku bunga dan penyaluran kredit Rp 200 triliun masih membutuhkan waktu untuk terasa. Industri juga belum agresif mengambil pembiayaan baru karena kondisi global masih tidak stabil. “Perlu waktu sampai sektor riil menangkap kembali kepercayaan pasar. Setidaknya kita lihat lagi di triwulan pertama 2026,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya rekayasa kebijakan untuk mencegah banjir produk impor di platform digital. Kebijakan perlindungan industri, menurutnya, harus ditempatkan sebagai agenda mendesak karena hanya itu yang dapat mengembalikan fungsi manufaktur sebagai penyerap tenaga kerja besar.
Kendati demikian, ia melihat adanya peluang jangka panjang jika pemerintah mampu menyeimbangkan perlindungan industri dengan transformasi digital. Pemulihan ritel juga harus melibatkan penguatan industri hulu agar rantai pasok domestik kembali hidup dan menyehatkan struktur ekonomi nasional secara menyeluruh.
Meski banyak tantangan, Anton menyebut perbaikan bertahap mulai terlihat di beberapa sektor, termasuk pertanian yang ikut terdorong oleh program pangan nasional. Namun pemulihan menyeluruh tetap membutuhkan arah kebijakan yang konsisten dan berpihak pada industri dalam negeri.
Menurutnya, euforia IHSG hari ini tidak boleh menutup pandangan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia sesungguhnya berada pada sektor riil. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pertumbuhan ekonomi 2026 sangat bergantung pada kemampuan pemerintah mendorong aktivitas industri, mengendalikan impor, dan memulihkan daya beli masyarakat.
Ustaz Dwi Jatmiko: Dua Kunci Bahagia Dunia dan Akhirat…
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Anggota Korps Mubalig Muhammadiyah Kota Solo, Ustaz Dwi Jatmiko hadir sebagai pembicara pada acara Pengajian Halal bihalal TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal, Joyosuran, Jl. Cikarang...
Menyelami Tradisi Berbagi THR saat Lebaran
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan tradisi berbagi. Salah satu yang paling dinantikan, terutama oleh anak-anak, adalah pembagian Tunjangan Hari...
Lapangan Ngasem Dipadati Ratusan Umat Islam saat Salat Idulfitri
NGASEM, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngasem, Colomadu, Karanganyar serta DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Baiturrahman mengadakan salat Idulfitri 1447 H yang dihadiri sekitar 750 umat Islam...
Salat Idulfitri di Gedung Juang Desa Degungan, Penuh Khidmat dan Pesan Ramadan
BANYUDONO, MUHAMMADIYAH.COM-Ribuan umat Islam memadati Gedung Juang Desa Degungan, Banyudono, Boyolali dalam pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan, Jumat...
Ribuan Umat Islam Padati Lapangan Kottabarat, Prof. Andri Nirwana Ajak Istikamah Usai Ramadan
KOTTABARAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ribuan umat Islam memadati Lapangan Kottabarat untuk melaksanakan salat Idulfitri 1447 H, Jumat (20/3/2026) pagi. Bertindak sebagai imam dan khatib, Prof. Andri Nirwana, Guru...
Regulasi Medsos Anak Disorot, Literasi Digital Jadi Kunci
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan Kebijakan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah preventif dalam...
Zakat Fitrah dan Dampak Sosialnya pada Masyarakat
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Zakat fitrah menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam menjelang Hari Raya Idulfitri. Setiap muslim yang mampu diwajibkan menunaikan zakat ini sebagai bentuk...
Tak Hanya Ibadah, Dosen UMS Dorong Masjid Jadi Pusat Dakwah dan Pendidikan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat layanan umat yang mengintegrasikan dakwah, kesehatan komunitas, dan pendidikan Islam....
Paradoks Era Digital: Demokratis, tapi Krisis Etika
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perkembangan teknologi digital membuka ruang kebebasan baru bagi masyarakat dalam menyuarakan suara, menyampaikan pengalaman, hingga mengawasi kekuasaan. Namun, di balik peluang tersebut, muncul persoalan...
Ustaz Adi Sulistyo Isi Kajian Bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah Kota Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kajian bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah PDM Kota Solo, Jumat (13/03/2026), diisi oleh Ustaz Adi Sulistyo yang menyampaikan materi tentang kriteria...
Mahasantri Pondok Shabran UMS Inisiasi Ramadhan Island Fest 1447 H di Raja Ampat
RAJA AMPAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mahasantri Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang juga Dai Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LDK PP Muhammadiyah), Ari Hardianto, menggagas penyelenggaraan...
Bank Jateng Syariah KCPS UMS Gelar Jalan Senja Bersama Mitra UMKM
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Jalan Senja yang digelar oleh Bank Jateng Syariah KCPS UMS bersama para pelaku UMKM di wilayah Menco Raya, Kartasura, Sukoharjo, Rabu...





