
JOGJA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Sukoharjo, Ninin Karlina, menjadi salah satu fasilitator dalam kegiatan internasional bertajuk Unconference. Kegiatan tersebut diadakan Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS) UGM di Hotel UGM, Yogyakarta, Kamis-Jumat (24-25/4/2025).
Dalam kegiatan yang bertema Polarization and Its Discontent in the Southern Hemisphere: Mitigation Measures, Strategies and Policies tersebut, Ninin mewakili Peace Generation menjadi fasilitator di sesi Civil Society/Faith-Based Organizations.
Kegiatan tersebut bertujuan untuk memitigasi polarisasi di tengah masyarakat yang semakin menguat, dengan mendatangkan praktisi dan ahli dari berbagai daerah di Global South, meliputi Amerika Latin, Afrika, Timur Tengah, Asia Selatan, dan Asia Tenggara.
Harvard Ikut Serta
Beberapa kampus dari Amerika, Eropa, dan Australia turut hadir, di antaranya Harvard University, Los Angeles University Colombia, University of Birmingham UK, dan University of Western Australia. Selain kampus, hadir pula perwakilan pemerintahan dari Kementerian Keagamaan dan Kementerian Hukum dan HAM, serta berbagai organisasi sipil.
Ninin menyebut, hal ini ia gunakan sebagai sarana untuk membumikan, memperluas, dan menginternasionalisasi ideologi Muhammadiyah di berbagai forum eksternal Muhammadiyah. Mengutip Tanfidz Muktamar Muhammadiyah ke-48, ia menyebut Muhammadiyah perlu memainkan perannya bukan saja pada tingkat nasional tetapi juga pada tingkat global.

Muhammadiyah memiliki tanggung jawab besar untuk membangun tata kehidupan global yang adil, damai dan sejahtera. Muhammadiyah harus hadir untuk menampilkan wajah Islam yang benar-benar menjadi rahmat bagi seluruh alam (rahmatan li al-alamin).
“Masyarakat Islam Indonesia memiliki jati diri Islam yang moderat, ramah, dan santun. Akan tetapi dalam beberapa tahun terakhir ini muncul fenomena perilaku beragama yang keras dan ekstrem. Cara pandang keagamaan tersebut tentu tidak positif bagi kepentingan ukhuwah internal umat Islam maupun bagi persatuan bangsa, lebih-lebih dalam kehidupan beragama dan berbangsa yang majemuk.”
Dia menekankan pentingnya cara beragama yang benar-benar moderat secara autentik di tubuh umat Islam maupun agama lain untuk tidak jatuh pada posisi dan sikap ekstrem. Lebih lanjut, Direktur Peace Generation Solo itu menjelaskan Muhammadiyah perlu mendorong nilai-nilai yang damai dan berkeadilan.
Di tengah konflik global yang terus memanas, Indonesia perlu memainkan peran politik diplomasi untuk membantu mengurangi eskalasi dan dampak konflik. “Muhammadiyah sebagai organisasi Islam dengan sejarah yang cukup panjang, sumber daya yang lengkap dan cakap, serta jaringan internasional yang luas akan ikut serta secara aktif membantu usaha pemerintah untuk memainkan peran juru damai global melalui politik bebas-aktif, dengan ikut menyediakan sumber daya dan jaringan yang dimiliki,” ujar Ninin.
Prof. Aidul Fitriciada Azhari Jelaskan Putusan MK tentang Ijazah Gibran
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pakar hukum tata negara Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Aidul Fitriciada Azhari, menjelaskan bahwa putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara syarat pendidikan dan dokumen...
Kekeringan di Ngasinan, MIM 01 Manyaran Kirim Tangki Air Bersih
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 01 Manyaran, Karanggede, menyalurkan bantuan dua tangki air bersih kepada warga Dusun Ngasinan, Kecamatan Wonosegoro, Boyolali, Rabu (7/10/2026). Bantuan...
Pura Mangkunegaran Jadi Ruang Archfest 2026, Arsitek dan Mahasiswa Kolaborasi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ikatan Alumni Teknik Arsitektur (IATA), Program Studi S1 Arsitektur, dan Program Profesi Arsitek (PPAr) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersinergi dalam penyelenggaraan Archfest 2026....
RS PKU Muhammadiyah Surakarta Salurkan 12 Tangki Air ke Boyolali
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Surakarta bersama Lazismu KL RS PKU Muhammadiyah Surakarta, PDAM Surakarta, dan sejumlah pihak menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak...
Umrah ke Tanah Suci, Dwi Jatmiko Bawa Pengalaman Spiritual
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Menunaikan ibadah umrah menjadi pengalaman spiritual sekaligus pembelajaran mendalam bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab, Dwi Jatmiko. Dai Champions Standardisasi...
KBIH Al Kautsar Muhammadiyah Kelas Klego Gelar Manasik Haji Bagi 101 Calon Jemaah
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Kautsar Muhammadiyah Kabupaten Boyolali sukses menggelar praktik manasik haji mandiri untuk kelas Klego, Ahad (4/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan...
RS PKU Muhammadiyah Surakarta Tekankan Bahaya Bullying pada Acara MES Surakarta & Asbisindo Goes to School
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta turut ambil bagian dalam memeriahkan agenda Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta dan Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Goes to School...
Dari Solo ke Forum Asia Pasifik, Mahasiswa UMS Angkat Isu Sampah Pangan
JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Isu pengurangan food loss and food waste tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga beririsan dengan keadilan pangan, perubahan iklim, dan kebijakan publik....
Pemkot Solo-Transid Kolaborasi Aktifkan Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pemerintah Kota Solo menjalin kerja sama dengan komunitas Transid untuk mengoptimalkan perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang literasi warga. Kolaborasi tersebut ditandai...
Loyalitas Jadi Kunci Memajukan Pendidikan Muhammadiyah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Loyalitas dan pembiasaan perilaku positif menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan dan mencerahkan. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kedisiplinan, penguatan...
Baru 3 Tahun, Abqory Berhasil Selesaikan Lintasan Edu Fun Run UMS
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Seorang pelari berusia tiga tahun mencuri perhatian dalam gelaran Edu Fun Run Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu...
Kritik Tajam dari Boyolali: Agama Cuma Jadi Identitas, Tidak Ada Politik Nilai dalam Bernegara
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Keprihatinan terhadap kondisi demokrasi, politik hukum, ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat mendorong sejumlah elemen masyarakat di Boyolali menggelar diskusi perdana bernama Forum Harapan. Diskusi mengusung...






