SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Menjelang mudik Lebaran, kondisi infrastruktur transportasi di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa kembali menjadi sorotan. Volume kendaraan yang meningkat signifikan di jalur-jalur utama seperti Pantura menjadi salah satu tantangan utama yang harus dihadapi pemerintah.
Menurut Prof. Zilhardi Idris, Dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), permasalahan ini tidak hanya sebatas infrastruktur fisik, tetapi juga melibatkan aspek manajemen lalu lintas dan koordinasi antar instansi pemerintah.
Masalah transportasi tidak hanya berkaitan dengan Kementerian Perhubungan atau PUPR saja, tetapi juga melibatkan koordinasi antara berbagai institusi di tingkat nasional maupun daerah. “Transportasi itu bukan hanya masalah infrastruktur, tapi juga melibatkan manusia. Jika pengelolaan dan koordinasi antar lembaga tidak berjalan dengan baik, masalah macet dan ketidaknyamanan pasti akan meningkat,” ujarnya saat ditemui di ruangannya, Rabu (26/3/2025).
Tak Terelakkan
Macet selama mudik lebaran tidak dapat terelakkan. Peningkatan volume kendaraan saat mudik semakin memperparah kemacetan, terutama di jalur-jalur utama. Kebijakan diskon tarif tol yang diterapkan sebagai insentif bagi pemudik, menurutnya, lebih bersifat strategi bisnis daripada solusi nyata dalam mengurangi beban lalu lintas.
“Diskon tol lebih sebagai upaya meningkatkan daya saing jalan tol dibandingkan jalan arteri. Ini bukan solusi jangka panjang dalam mengatasi kemacetan,” tambahnya. Masalah lain yang turut menjadi sorotan adalah kualitas infrastruktur di Indonesia, terutama di luar Pulau Jawa.

Ia menegaskan ketimpangan ini berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah, karena konektivitas yang buruk menghambat distribusi barang dan mobilitas masyarakat. Menurutnya, pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan dan berbasis pemerataan menjadi kunci utama dalam mengatasi persoalan ini.
“Perencanaan transportasi harus mempertimbangkan aspek lingkungan, keselamatan, dan dampak sosial. Tidak hanya membangun jalan baru, tetapi juga memastikan infrastruktur yang sudah ada tetap terpelihara dengan baik,” sebutnya.
Dalam kaitannya dengan transportasi umum, Zilhardi mengungkapkan secara teoritik transportasi publik lebih efisien daripada kendaraan pribadi. Namun, ia juga mengingatkan implementasinya di lapangan sangat bergantung pada komitmen pemerintah dan kesiapan infrastruktur yang memadai dan harus memperhatikan masalah fleksibilitas.
Oleh karena itu, menurutnya, pemerintah perlu meningkatkan kualitas layanan transportasi publik agar lebih menarik bagi masyarakat. Dia berharap bahwa pemerintah dan seluruh stakeholder terkait bisa bekerja lebih baik dalam merencanakan pembangunan infrastruktur yang lebih merata di seluruh Indonesia.
“Masalah transportasi bukan hanya soal kemacetan, tapi soal keadilan sosial dan pemerataan pembangunan. Kita harus pastikan bahwa setiap wilayah di Indonesia memiliki akses yang setara terhadap infrastruktur yang memadai,” tegasnya.
Krisis Iklim Bukan Isu Lebay, Wakil Ketua MPR RI Desak Percepatan Transisi Energi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Eddy Soeparno, menegaskan krisis iklim merupakan realitas global yang harus segera ditangani. Penegasan...
Buka Manasik Haji 2027, KBIHU Zamzam Colomadu Perkenalkan Website dan Paket Bimbingan
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — KBIHU Zamzam Cabang Colomadu meluncurkan website resmi (kbihuzamzam.com) bersamaan dengan pembukaan Bimbingan Manasik Haji, Ahad (26/4/2026), di Ruang Seminar lantai 5 Gedung...
Aset Dana Pensiun Nasional Tembus Rp1.700 T, ADPI Kumpul di UMS Bahas Strategi Investasi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menjadi tuan rumah kegiatan nasional dengan menyelenggarakan Seminar dan Rapat Anggota I 2026 Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun...
Hari Bumi, Akademisi UMS: Kenaikan Harga Plastik Bukan Sekadar Isu Lingkungan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Hari Bumi Sedunia tahun ini menyoroti isu yang kian kompleks seperti kenaikan harga plastik yang dampaknya tidak berhenti pada lingkungan, tetapi merambah...
Ustaz Dwi Jatmiko: Dua Kunci Bahagia Dunia dan Akhirat…
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Anggota Korps Mubalig Muhammadiyah Kota Solo, Ustaz Dwi Jatmiko hadir sebagai pembicara pada acara Pengajian Halal bihalal TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal, Joyosuran, Jl. Cikarang...
Menyelami Tradisi Berbagi THR saat Lebaran
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan tradisi berbagi. Salah satu yang paling dinantikan, terutama oleh anak-anak, adalah pembagian Tunjangan Hari...
Lapangan Ngasem Dipadati Ratusan Umat Islam saat Salat Idulfitri
NGASEM, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngasem, Colomadu, Karanganyar serta DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Baiturrahman mengadakan salat Idulfitri 1447 H yang dihadiri sekitar 750 umat Islam...
Salat Idulfitri di Gedung Juang Desa Degungan, Penuh Khidmat dan Pesan Ramadan
BANYUDONO, MUHAMMADIYAH.COM-Ribuan umat Islam memadati Gedung Juang Desa Degungan, Banyudono, Boyolali dalam pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan, Jumat...
Ribuan Umat Islam Padati Lapangan Kottabarat, Prof. Andri Nirwana Ajak Istikamah Usai Ramadan
KOTTABARAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ribuan umat Islam memadati Lapangan Kottabarat untuk melaksanakan salat Idulfitri 1447 H, Jumat (20/3/2026) pagi. Bertindak sebagai imam dan khatib, Prof. Andri Nirwana, Guru...
Regulasi Medsos Anak Disorot, Literasi Digital Jadi Kunci
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan Kebijakan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah preventif dalam...
Zakat Fitrah dan Dampak Sosialnya pada Masyarakat
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Zakat fitrah menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam menjelang Hari Raya Idulfitri. Setiap muslim yang mampu diwajibkan menunaikan zakat ini sebagai bentuk...
Tak Hanya Ibadah, Dosen UMS Dorong Masjid Jadi Pusat Dakwah dan Pendidikan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat layanan umat yang mengintegrasikan dakwah, kesehatan komunitas, dan pendidikan Islam....






