Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Diskusi dengan MPR, Dosen UMS Soroti Pentingnya Ekonomi Kreatif untuk Diplomasi Budaya

Fika Annisa, Editor: Alan Aliarcham
Senin, 10 Maret 2025 16:23 WIB
Diskusi dengan MPR, Dosen UMS Soroti Pentingnya Ekonomi Kreatif untuk Diplomasi Budaya
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Diskusi Aktual Kebangsaan bertajuk Ekonomi Kreatif: Inspirasi Anak Muda Produktif digelar di Ruang Delegasi MPR RI, Gedung MPR/DPR RI, Jakarta,. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Ekonomi kreatif menjadi salah satu sektor yang terus berkembang di Indonesia, namun pengembangannya di tingkat desa masih menghadapi berbagai tantangan.

Kurangnya akses terhadap teknologi, permodalan, dan regulasi yang mendukung menjadi hambatan utama bagi anak muda yang ingin berkontribusi di sektor ini. Oleh karena itu, Diskusi Aktual Kebangsaan bertajuk Ekonomi Kreatif: Inspirasi Anak Muda Produktif digelar di Ruang Delegasi MPR RI, Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, guna merumuskan solusi konkret bagi ekosistem ekonomi kreatif berbasis desa.

Acara ini menghadirkan para pelaku ekonomi kreatif dari berbagai sub-sektor, termasuk Dosen Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Hardika Dwi Hermawan. Selain itu, Wakil Ketua MPR RI, Edi Baskoro Yudhoyono, juga hadir untuk menyerap aspirasi yang nantinya akan disampaikan kepada pemerintah sebagai rekomendasi kebijakan.

“Pertemuan ini adalah ruang diskusi terbuka yang dilakukan untuk mendorong inovasi yang berakar pada kolaborasi antar pemangku kepentingan. Melalui diskusi yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas kreatif, forum ini diharapkan dapat melahirkan ide-ide segar yang relevan dan aplikatif,” ungkap Hardika, Senin (10/3/2025).

Pendekatan Kolaboratif

Dengan pendekatan kolaboratif, lanjutnya, ekonomi kreatif dapat berkembang menjadi sektor yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. Pada kesempatan tersebut, terdapat lima poin rekomendasi pengembangan ekonomi kreatif yang disampaikan Hardika:

  1. Peningkatan Akses Teknologi dan Infrastruktur Digital

Infrastruktur digital yang memadai menjadi kunci agar ekonomi kreatif desa dapat berkembang dan bersaing di pasar nasional maupun global.

  1. Regulasi dan Skema Pendanaan yang Mendukung

Dibutuhkan kebijakan yang berpihak pada pelaku ekonomi kreatif desa, termasuk akses permodalan dan insentif bagi usaha kreatif berbasis komunitas.

  1. Beasiswa Pendidikan yang Terintegrasi dengan Ekonomi Kreatif

Beasiswa pendidikan harus selaras dengan pengembangan ekonomi kreatif, sehingga penerimanya dapat berkontribusi secara nyata dalam membangun ekosistem ekraf di desa.

Diskusi Aktual Kebangsaan bertajuk Ekonomi Kreatif: Inspirasi Anak Muda Produktif digelar di Ruang Delegasi MPR RI, Gedung MPR/DPR RI, Jakarta,

Diskusi Aktual Kebangsaan bertajuk Ekonomi Kreatif: Inspirasi Anak Muda Produktif digelar di Ruang Delegasi MPR RI, Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, (Humas)

  1. Pelatihan dan Pendampingan Berkelanjutan

Kolaborasi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan komunitas menjadi langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif.

  1. Perluasan Jaringan Pasar dan Proteksi Pasar Lokal

Pemerintah perlu mendorong kerja sama dengan diaspora untuk memperluas jaringan pasar serta melindungi produk lokal dari persaingan dengan barang impor.

Selain itu, Hardika Dwi Hermawan menyoroti pentingnya menjadikan ekonomi kreatif sebagai alat diplomasi budaya, sebagaimana yang telah dilakukan oleh Korea Selatan dengan industri kuliner dan hiburannya. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar dalam memanfaatkan produk kreatifnya sebagai identitas diplomasi internasional.

Diskusi yang berlangsung selama tiga jam pada hari Selasa, (4/3/2025) itu dihadiri oleh 17 perwakilan dari seluruh Indonesia yang berasal dari berbagai sub-sektor ekonomi kreatif. Harapan utama dari forum ini adalah agar rekomendasi yang dihasilkan dapat diimplementasikan dalam kebijakan nyata yang mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis desa.

Sebagai tindak lanjut, MPR RI akan menyampaikan catatan rekomendasi kepada pemerintah agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar berpihak pada pengembangan ekonomi kreatif. Dengan adanya sinergi antara pemangku kebijakan dan pelaku ekonomi kreatif, diharapkan sektor ini dapat menjadi pilar utama dalam pembangunan ekonomi nasional.

“Bismillah, semoga ekonomi kreatif di desa semakin maju dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas,” pungkas Hardika.

Berita Terbaru

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Salurkan 12 Tangki Air ke Boyolali

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- RS PKU Muhammadiyah Surakarta bersama Lazismu KL RS PKU Muhammadiyah Surakarta, PDAM Surakarta, dan sejumlah pihak menyalurkan bantuan air bersih bagi warga terdampak...

Umrah ke Tanah Suci, Dwi Jatmiko Bawa Pengalaman Spiritual

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Menunaikan ibadah umrah menjadi pengalaman spiritual sekaligus pembelajaran mendalam bagi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Bahasa Arab, Dwi Jatmiko. Dai Champions Standardisasi...

KBIH Al Kautsar Muhammadiyah Kelas Klego Gelar Manasik Haji Bagi 101 Calon Jemaah

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Kautsar Muhammadiyah Kabupaten Boyolali sukses menggelar praktik manasik haji mandiri untuk kelas Klego, Ahad (4/10/2026). Kegiatan yang dipusatkan...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Tekankan Bahaya Bullying pada Acara MES Surakarta & Asbisindo Goes to School

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta turut ambil bagian dalam memeriahkan agenda Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Surakarta dan Perkumpulan Bank Syariah Indonesia (Asbisindo) Goes to School...

Dari Solo ke Forum Asia Pasifik, Mahasiswa UMS Angkat Isu Sampah Pangan

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Isu pengurangan food loss and food waste tidak hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga beririsan dengan keadilan pangan, perubahan iklim, dan kebijakan publik....

Pemkot Solo-Transid Kolaborasi Aktifkan Perpustakaan Kampung dan Taman Cerdas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pemerintah Kota Solo menjalin kerja sama dengan komunitas Transid untuk mengoptimalkan perpustakaan kampung dan taman cerdas sebagai ruang literasi warga. Kolaborasi tersebut ditandai...

Loyalitas Jadi Kunci Memajukan Pendidikan Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Loyalitas dan pembiasaan perilaku positif menjadi bagian penting dalam membangun pendidikan Muhammadiyah yang berkemajuan dan mencerahkan. Komitmen tersebut perlu diwujudkan melalui kedisiplinan, penguatan...

Baru 3 Tahun, Abqory Berhasil Selesaikan Lintasan Edu Fun Run UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Seorang pelari berusia tiga tahun mencuri perhatian dalam gelaran Edu Fun Run Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Minggu...

Kritik Tajam dari Boyolali: Agama Cuma Jadi Identitas, Tidak Ada Politik Nilai dalam Bernegara

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Keprihatinan terhadap kondisi demokrasi, politik hukum, ekonomi hingga kesejahteraan masyarakat mendorong sejumlah elemen masyarakat di Boyolali menggelar diskusi perdana bernama Forum Harapan.  Diskusi mengusung...

Pelari dari Jawa Barat Tempuh 5K, Edu Fun Run FKIP UMS Dinilai Kondusif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyemarakkan Hari Jadi ke-68 melalui Edu Fun Run FKIP UMS 2026 bertema “Move for...

Pelajar Didorong Jadi Agen Pengawasan Kawasan Tanpa Rokok

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Magister Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Abi Umaroh, menggagas Youth Clean Air Movement for Tobacco Control (YCAM-TC) 2026 untuk melibatkan pelajar...

Ketika Usia Bertambah, Jangan Biarkan Makna Hidup Berkurang

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti berkarya dan mengabdi. Masa pensiun justru dapat menjadi fase baru untuk memperbanyak syukur, menjaga kesehatan, memperluas kebermanfaatan,...