Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Opini

Kemewahan Intelektual Mahasiswa Fakultas Agama Islam UMS

Tammam Sholahudin, Editor: Alan Aliarcham
Kamis, 20 Februari 2025 17:20 WIB
Kemewahan Intelektual Mahasiswa Fakultas Agama Islam UMS
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Tammam Sholahudin.

Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus membuktikan diri sebagai kawah candradimuka lahirnya insan akademik yang tidak hanya memahami agama secara tekstual, tetapi juga kontekstual. Mahasiswa FAI UMS menunjukkan intelektualitas bukan hanya soal memahami, tetapi juga menghasilkan gagasan yang dapat diwariskan dalam bentuk karya nyata.

Terbitnya buku Menggali Pesan Moral dan Spiritualitas dalam Al-Qur’an oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) FAI UMS, Amertakatha: Cerita Kita yang Abadi oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMP PAI) FAI UMS, serta Serba-Serbi Kemahasiswaan: Dari Refleksi hingga Aksi oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FAI UMS, menjadi bukti nyata tradisi intelektual bukan sekadar retorika, melainkan praktik yang terus digalakkan.

Jihad Intelektual Sebagai Inspirasi

Dalam dunia akademik, menulis bukan sekadar aktivitas menumpahkan kata-kata, melainkan bentuk refleksi kritis terhadap realitas. Mahasiswa FAI UMS memahami bahwa membaca dan menulis adalah bagian dari jihad intelektual yang harus terus diperjuangkan.

Melalui buku yang mereka hasilkan, mereka tidak hanya mendokumentasikan pemikiran, tetapi juga memberikan inspirasi bagi generasi selanjutnya untuk terus berpikir, menganalisis, dan menghasilkan solusi atas berbagai persoalan umat.

Buku Menggali Pesan Moral dan Spiritualitas dalam Al-Qur’an menampilkan tafsir ayat-ayat pilihan yang dikontekstualisasikan dengan kehidupan kontemporer, menunjukkan bahwa Islam selalu relevan dalam setiap zaman. Sementara itu, Amertakatha: Cerita Kita yang Abadi merekam jejak perjuangan para pengurus HMP PAI sebagai refleksi jihad intelektual yang tidak boleh terputus.

Sedangkan Serba-Serbi Kemahasiswaan: Dari Refleksi hingga Aksi menggambarkan dinamika organisasi mahasiswa sebagai laboratorium kepemimpinan yang membentuk karakter generasi muda Islam. Kemewahan intelektual bukan hanya soal melahirkan karya, tetapi juga bagaimana karya tersebut dapat memberi pengaruh dalam skala yang lebih luas.

Buku-buku yang diterbitkan mahasiswa FAI UMS tidak seharusnya hanya menjadi konsumsi internal, tetapi juga perlu didorong agar bisa sampai ke ruang publik yang lebih besar. Baik akademisi, aktivis dakwah, hingga masyarakat umum harus bisa merasakan manfaat dari pemikiran mahasiswa yang tertuang dalam buku-buku ini.

Selain itu, mahasiswa FAI UMS perlu terus berani berbicara di berbagai forum intelektual, baik dalam bentuk diskusi, seminar, maupun opini di media massa. Dengan begitu, mereka tidak hanya menjadi konsumen wacana, tetapi juga produsen gagasan yang dapat berkontribusi bagi peradaban Islam dan dunia.

Menjaga Tradisi, Menjawab Tantangan Zaman

Langkah mahasiswa FAI UMS dalam membangun tradisi literasi ini patut diapresiasi. Namun, tantangan ke depan tentu tidak mudah. Dalam era digital yang serba instan, godaan untuk meninggalkan budaya membaca dan menulis semakin besar. Oleh karena itu, gerakan intelektual ini harus terus dijaga dan ditumbuhkan.

Kemewahan intelektual bukan hanya tentang seberapa banyak buku yang diterbitkan, tetapi juga bagaimana buku-buku tersebut mampu mengubah pola pikir, memberikan pencerahan, serta membangun peradaban yang lebih baik.

Mahasiswa FAI UMS telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya hadir sebagai pembaca sejarah, tetapi juga sebagai penulis sejarah yang akan dikenang dalam perjalanan akademik dan keislaman di Indonesia. Saatnya mahasiswa terus membaca, menulis, dan berbicara. Karena peradaban Islam yang besar selalu lahir dari pena dan pemikiran yang tajam pemuda.

Berita Terbaru

Lulus Seleksi, Tapi Dibunuh Biaya

Setiap tahun, ribuan pelajar Indonesia merayakan satu momen yang dianggap sakral: pengumuman kelulusan seleksi masuk perguruan tinggi. Nama yang terpampang di layar seolah menjadi tiket...

Megahnya SPPG, Rapuhnya SD: Ironi dari Majalengka

Majalengka hari ini sedang berdiri di antara dua wajah pembangunan yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, berdiri bangunan SPPG yang megah, bersih, dan tampak...

Kasih Sayang Ayah, Fondasi Kuat bagi Tumbuh Kembang Anak Perempuan

Islam menempatkan anak dalam posisi yang sangat penting dalam konteks pendidikan, karena tugas suci ini termasuk fardlu ‘ain bagi setiap orang tua. Maka dosa besar...

Relevansi QS. Al-Mutaffifin dalam Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan ditargetkan...

Mengapa yang Kita Yakini Tak Selalu Kita Jalani?

Fenomena ini sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang pasti pernah mengalami momen ketika apa yang diyakini sebagai kebenaran ternyata tidak diikuti oleh tindakan nyata....

Hidup di Tengah Notifikasi: Mengapa Kita Mudah Lelah Secara Emosional?

Hidup manusia hari ini hampir tidak pernah benar-benar sepi. Sejak bangun tidur, tangan langsung mencari ponsel untuk melihat pesan, berita, media sosial, atau notifikasi yang...

Mengapa Al-Qur’an Penting dalam Isu Krisis Iklim Global?

Krisis iklim global saat ini tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga mencerminkan krisis cara pandang manusia terhadap alam. Berbagai solusi yang ditawarkan selama ini...

Syahadah di Media Sosial: Persaksian atau Pencitraan?

Sebuah informasi atau berita di dalam Islam, dinyatakan valid dan terverifikasi jika ditemukan adanya saksi mata. Persaksian ini disebut syahadah (pernyataan kebenaran) syarat akan ‘ilm...

Hidup Terlihat Sempurna, Lalu Mengapa Hati Serasa Kosong?

Fenomena sosial yang sering kita lihat dari berbagai sudut mulai dari sosial media, kehidupan sehari-hari atau bahkan di lingkungan sekitar kita. Banyak fenomena yang dapat...

Self-Love dan Konsep Syukur dalam Islam: Mencintai Diri sebagai Amanah Ilahi

Di era media sosial yang serba kompetitif, istilah self-love sering kali disalahpahami sebagai bentuk narsisme atau pemanjaan diri yang berlebihan. Namun, jika kita menggali lebih...

Child Grooming: Kejahatan Tersembunyi di Era Digital dan Tantangan terhadap Perlindungan Anak

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, terutama dalam etika berkomunikasi (Nurrohim, 2024). Internet dan media sosial memungkinkan interaksi tanpa batas ruang...

Valid Nggak Nih? Menguji Keaslian Konten Lewat Kacamata Langit

Daftar IsiSiapa “Si Fasiq” sekarang?Kenapa Otak Kita Gampang Termakan?Panduan Tabayyun dalam 60 DetikMenjadi kritis tidak harus menjadi jurnalis investigasi. Sebelum jempolmu menyentuh tombol share, luangkan 60...