Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kesehatan

Dokter UMS Ungkap Gejala dan Cara Pencegahan Penyakit HMPV di Indonesia

Fika Annisa, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 17 Januari 2025 19:00 WIB
Dokter UMS Ungkap Gejala dan Cara Pencegahan Penyakit HMPV di Indonesia
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dr. Iin Novita Nurhidayati Mahmuda. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Human Metapneumovirus (HMPV) dapat menyebabkan infeksi saluran pernapasan yang disebut sebagai flu-like illness, meskipun tidak setenar virus influenza atau COVID-19. Virus ini tergolong virus RNA dan memiliki hubungan kekerabatan dengan virus lain yang menyebabkan penyakit serupa, seperti Respiratory Syncytial Virus (RSV) dan virus influenza.

Hal tersebut dipaparkan Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dr. Iin Novita Nurhidayati Mahmuda, divisi Penyakit Tropik Infeksi. Menurut Iin, infeksi HMPV dan virus influenza lain meningkat kejadiannya di negara dengan empat musim, terutama saat musim dingin.Tetapi, HMPV tidak sepopuler virus influenza atau RSV, yang lebih sering menjadi penyebab utama flu.

“Di Indonesia, virus juga menjadi menjadi penyebab flu setelah virus influenza dan RSV. Negara negara tropis tidak pernah melaporkan peningkatan signifikan penyakit flu, artinya penyakit flu ada sepanjang tahu, dengan jumlah penderita dan keparahan seperti pola tahunan biasanya. Virus ini terutama pada anak-anak di bawah 5 tahun dan orang dewasa dengan gejala ringan, dapat sembuh sendiri dan tidak berbahaya,” ungkapnya Kamis, (16/1/2025).

Gejala yang ditimbulkan akibat infeksi HMPV mirip dengan flu biasa, seperti demam, batuk, pilek, sakit kepala, nyeri otot, dan bersin. Pada beberapa kasus, bisa juga muncul gejala tambahan seperti diare, konjungtivitis (mata merah), hingga mual dan muntah.

“Sebagian besar kasus infeksi HMPV pada individu sehat, masa inkubasi 3-5 hari, sembuh sempurna sendirinya dalam waktu 5 hingga 7 hari dengan perawatan suportif, seperti obat penurun panas, istirahat, vitamin dan makan minum bergizi,” jelas Dosen FK UMS itu.

Akibatkan Infeksi Lebih Serius

Namun, lanjutnya, pada individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah yang menderita diabetes tidak terkontrol, HIV, autoimun atau kanker, sakit paru atau ginjal, atau anak-anak dengan penyakit bawaan, malnutrisi, asma, infeksi ini bisa mengakibatkan infeksi yang lebih serius, yaitu bronkiolitis atau pneumonia.

“Bagi kelompok rentan ini, pengobatan spesifik dan perawatan medis diperlukan,” tambah dr. Iin. Meskipun HMPV sampai saat ini tidak pernah menyebabkan pandemi seperti COVID-19, sehingga masyarakat tidak perlu panik tapi tetap waspada, Iin mengingatkan virus ini menular melalui droplet dari batuk atau bersin.

“Cara pencegahannya dengan cuci tangan secara teratur, gunakan masker jika sedang sakit, hindari kontak dengan orang yang sakit, dan pastikan untuk menjaga kebersihan diri, menjaga daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi, cukup tidur, dan menghindari stres berlebih,” tegasnya.

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dr. Iin Novita Nurhidayati Mahmuda.

Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dr. Iin Novita Nurhidayati Mahmuda. (Humas)

Meskipun saat ini belum ada vaksin untuk HMPV, vaksin influenza yang tersedia dapat memberikan perlindungan terhadap virus flu yang lebih umum. Di negara dengan empat musim, vaksin influenza sering kali diberikan kepada anak-anak, orang tua, serta individu dengan kondisi medis tertentu, untuk mengurangi risiko infeksi virus flu yang berat.

“Bagi masyarakat Indonesia, vaksin influenza tidak terlalu umum karena kita tidak memiliki musim dingin. Namun, bagi individu yang berisiko tinggi atau yang akan bepergian ke negara dengan musim dingin, vaksin influenza sangat dianjurkan,” tambah Iin.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kesehatan menghimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Penularan HMPV di Cina masih seperti peningkatan angka kasus flu yang memang biasanya terjadi pada musim dingin.

“Kita bisa belajar dari pengalaman pandemi COVID-19. Jika kita menjaga kebersihan diri, menggunakan masker saat sakit, dan menjaga jarak, maka kita dapat mengurangi risiko penularan virus ini,” ujarnya. Yang terpenting, tambahnya, tetap berikhtiar menjaga kesehatan tubuh dan mematuhi protokol kesehatan yang sudah terbukti efektif, dan berdoa kepada Allah SWT akan selalu dilindungi dari segala penyakit dan marabahaya.

Berita Terbaru

Mengelola Stres

Mengelola stres bukan sekadar membuat pikiran lebih tenang, tetapi merupakan salah satu pilar utama kebugaran dan kesehatan. Dalam ilmu psikologi kesehatan dan psikoneuroimunologi (psychoneuroimmunology), stres...

Hari Anak Nasional, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Ajak Orang Tua Lebih Pahami Perasaan Anak

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Memperingati Hari Anak Nasional 2026, RS PKU Muhammadiyah Surakarta melalui Tim Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) dan Tim Stunting menggelar sharing session...

Transformasi Digital Berbuah Prestasi, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Sabet Penghargaan SBBI 2026

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – RS PKU Muhammadiyah Surakarta kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan Best Hospital Digital Experience dalam ajang Solopos Best Brand and Innovation (SBBI)...

Mahasiswa Farmasi Didorong Ciptakan Inovasi Kesehatan yang Berdampak

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya mendukung lahirnya inovasi bidang kesehatan melalui Seminar Nasional Gebyar Mahasiswa Farmasi 2026 bertema Empowering Health: From...

Seminar Nasional UMS, dr. Gia Pratama Tekankan Pentingnya Kenali Gejala Serangan Jantung

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menguatkan komitmennya meningkatkan literasi kesehatan masyarakat melalui Seminar Nasional Gebyar Mahasiswa Farmasi 2026 bertema Empowering Health: From Pharmaceutical...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Perluas Dukungan Layanan Kesehatan Mental Kota Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — RS PKU Muhammadiyah Surakarta memperkuat dukungan terhadap program kesehatan masyarakat Kota Surakarta melalui penguatan kerja sama dengan Posyandu Plus, program yang diinisiasi...

Mahasiswa UMS Sabet Gold Award di Malaysia dengan Nanospray Luka Diabetes

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Prestasi internasional kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Tim mahasiswa lintas program studi berhasil meraih Gold Award dalam kompetisi inovasi internasional...

IMM FKG UMS Edukasi Warga Sondakan Jaga Pola Hidup Sehat Usai Lebaran

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat pasca Lebaran menjadi fokus utama dalam kegiatan Promosi Kesehatan (Promkes) yang digelar Pimpinan Komisariat (PK) IMM Az-Zahrawi...

KBGO Dinilai jadi Ancaman Serius Kesehatan Mental

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Komisariat Adam Malik Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berkolaborasi dengan komisariat Averroes Fakultas Teknik (FT) UMS...

Urgensi Vaksinasi untuk Melindungi Diri dan Komunitas

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kesadaran menjaga kesehatan tubuh tidak hanya bergantung pada pola hidup sehat, tetapi juga pada pemahaman tentang sistem kekebalan tubuh. Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas...

Instalasi Gizi RS PKU Muhammadiyah Surakarta Resmi Bersertifikat Halal, Perkuat Layanan Islami

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Komitmen RS PKU Muhammadiyah Surakarta dalam menghadirkan pelayanan kesehatan berbasis nilai-nilai islami kembali diperkuat. Instalasi Gizi rumah sakit tersebut resmi mengantongi Sertifikat Halal dari...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Lulus Sertifikasi Sirsma Predikat “Istimewa”

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta resmi dinyatakan lulus Sertifikasi Standar Islami Rumah Sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah (Sirsma) dengan predikat Istimewa pada tanggal 4 Januari 2026. Sertifikat...