Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kesehatan

Urgensi Vaksinasi untuk Melindungi Diri dan Komunitas

Maysali, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 11 Maret 2026 22:16 WIB
Urgensi Vaksinasi untuk Melindungi Diri dan Komunitas
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Kesadaran menjaga kesehatan tubuh tidak hanya bergantung pada pola hidup sehat, tetapi juga pada pemahaman tentang sistem kekebalan tubuh. Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Iin Novita Nurhidayati Mahmuda, menjelaskan tubuh manusia memiliki dua jenis sistem kekebalan, yakni imunitas alami dan imunitas yang didapat. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kesadaran menjaga kesehatan tubuh tidak hanya bergantung pada pola hidup sehat, tetapi juga pada pemahaman tentang sistem kekebalan tubuh. Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Iin Novita Nurhidayati Mahmuda, menjelaskan tubuh manusia memiliki dua jenis sistem kekebalan, yakni imunitas alami dan imunitas yang didapat.

Menurutnya, imunitas alami dimiliki oleh setiap orang yang sehat. Sistem ini bekerja secara otomatis ketika tubuh terpapar patogen seperti virus atau bakteri. “Kalau orang itu sehat, ketika terkena paparan patogen, maka tubuh akan mampu melawannya. Orang yang sehat disebut imunokompeten, artinya sistem imunnya bagus dan tidak mudah sakit,” jelasnya, Rabu (11/3/2026).

Akan tetapi tidak semua orang memiliki kondisi sistem kekebalan tubuh yang kuat. Pada sebagian individu, sistem kekebalan tubuh bisa menurun atau mengalami defisiensi imun. Kondisi ini membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi, bahkan dari patogen yang pada orang sehat tidak menimbulkan penyakit serius.

Seringkali kelompok rentan seperti lansia atau penderita penyakit tertentu, misalnya diabetes, penyakit jantung, maupun gangguan paru-paru, mengalami defisiensi imun. Selain imunitas alami, tambahnya, manusia juga dapat memperoleh imunitas yang didapat, misalnya setelah sembuh dari suatu penyakit.

Ketika seseorang pernah terinfeksi dan berhasil pulih, tubuh akan memiliki memori imun terhadap penyakit tersebut. Di sisi lain, imunitas juga bisa diperoleh melalui vaksinasi. Menurut Iin, vaksin merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit menular yang sangat penting dalam dunia kesehatan.

“Namun ada penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan vaksinasi. Harapannya, pertama kita tidak terkena penyakit tersebut. Kedua, jika pun terkena, gejalanya menjadi lebih ringan. Jadi tujuan vaksin adalah mencegah terjadinya penyakit atau jika terkena, penyakitnya tidak berat dan bisa cepat sembuh,” ujarnya.

Vaksin bekerja dengan cara menstimulasi tubuh untuk membentuk kekebalan terhadap patogen tertentu. Patogen tersebut bisa berupa virus maupun bakteri. Melalui proses ini, tubuh akan memiliki respons imun yang lebih cepat ketika suatu saat terpapar penyakit yang sama.

Ia menambahkan bahwa vaksin menjadi sangat penting untuk penyakit yang penyebarannya cepat dan luas, bahkan berpotensi menimbulkan pandemi. “Pada orang-orang dengan kondisi tubuh yang lemah, angka kematian menjadi lebih tinggi. Di situlah pentingnya vaksinasi,” kata Iin.

Bentuk Kekebalan Kelompok

Selain melindungi individu, vaksinasi berperan dalam membentuk kekebalan kelompok atau herd immunity. Ketika semakin banyak orang yang divaksin, maka risiko penyebaran penyakit di suatu komunitas akan semakin kecil.

“Dengan vaksin, kita mendapatkan imunitas untuk diri sendiri dan juga imunitas komunitas. Artinya jika semakin banyak orang yang divaksin, maka komunitas tersebut akan semakin terlindungi. Ini juga melindungi orang-orang yang belum bisa divaksin. Itulah tujuan vaksinasi,” tekannya.

Dalam praktiknya, terdapat beberapa jenis vaksin. Sebagian vaksin berasal dari patogen yang dilemahkan sehingga mampu merangsang pembentukan kekebalan tubuh. Namun vaksin yang berasal dari virus hidup yang dilemahkan tidak diberikan kepada semua orang. Misalnya tidak dianjurkan untuk ibu hamil, pasien HIV yang belum mendapatkan pengobatan, pasien transplantasi, atau pasien yang sedang menjalani kemoterapi dan radiasi.

Selain itu, terdapat pula vaksin yang dibuat menggunakan teknologi genetika dan biologi molekuler. Vaksin jenis ini tidak menggunakan virus hidup, melainkan hanya bagian tertentu dari patogen yang dapat memicu pembentukan kekebalan. “Vaksin jenis ini bisa diberikan kepada hampir semua orang, hanya saja disesuaikan dengan usia atau kelompok tertentu,” tambahnya.

Di Indonesia sendiri, sejumlah vaksin termasuk dalam program imunisasi wajib, seperti vaksin campak, DPT, polio, BCG, dan hepatitis B. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah menekan angka kejadian penyakit menular. Meski demikian, Iin mengakui bahwa gerakan antivaksin masih menjadi tantangan dalam upaya meningkatkan cakupan imunisasi.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan harus mengedepankan dialog dan edukasi yang tepat.“Kita harus fokus pada solusi, bukan konflik. Hindari perdebatan yang keras. Jika mereka belum bisa menerima penjelasan, kita bisa melibatkan pihak lain yang lebih dipercaya,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya penyampaian informasi yang benar berdasarkan data ilmiah dan penelitian. Edukasi juga dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti kegiatan komunitas, seminar, workshop, hingga pemanfaatan media sosial secara bijak. Dengan pemahaman yang tepat, diharapkan masyarakat semakin menyadari bahwa vaksin tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitar yang lebih rentan terhadap penyakit.

Berita Terbaru

Instalasi Gizi RS PKU Muhammadiyah Surakarta Resmi Bersertifikat Halal, Perkuat Layanan Islami

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Komitmen RS PKU Muhammadiyah Surakarta dalam menghadirkan pelayanan kesehatan berbasis nilai-nilai islami kembali diperkuat. Instalasi Gizi rumah sakit tersebut resmi mengantongi Sertifikat Halal dari...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Lulus Sertifikasi Sirsma Predikat “Istimewa”

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta resmi dinyatakan lulus Sertifikasi Standar Islami Rumah Sakit Muhammadiyah ‘Aisyiyah (Sirsma) dengan predikat Istimewa pada tanggal 4 Januari 2026. Sertifikat...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Tambah Wakil Direktur, Genjot Manajemen Rumah Sakit

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—RS PKU Muhammadiyah Surakarta resmi melantik Soffin Arfian sebagai Wakil Direktur Pelayanan Medis, Pemasaran & Diklat pada Senin, (9/2/2026). Pelantikan dilakukan oleh Ketua PDM...

RS PKU Muhammadiyah Surakarta Kirim Tim EMT untuk Respons Bencana di Aceh

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU Muhammadiyah Surakarta kembali menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan dengan menugaskan enam personel Tim Emergency Medical Team (EMT) untuk membantu penanganan respons bencana...

Dosen Unimus Luncurkan “Intervensi Video Self-Management Hipertensi” untuk Pengelolaan Stres Pasien

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prima Trisna Aji, meluncurkan video edukasi bernama Intervensi Video Self-Management Hipertensi yang dirancang khusus untuk menurunkan...

Tim Pengabdian KESMAS UMS Gandeng Puskesmas Gilingan Cegah Anemia Ibu Hamil Lewat ANECMA

SURAKARTA – Program Studi Kesehatan Masyarakat (KESMAS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalin kolaborasi dengan Puskesmas Gilingan dalam upaya memperkuat pencegahan anemia pada ibu hamil. Kerja...

Jadi Narasumber KPPTI 2025, Rektor UMS Paparkan Konsep Kampus Berdampak–Berkelanjutan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Harun Joko Prayitno, menjadi salah satu narasumber dalam Konferensi Puncak Pendidikan Tinggi Indonesia (KPPTI) 2025, sebuah forum nasional...

RS PKU Muhammadiyah Solo Dikunjungi Disbudpar Solo, Sosialisasi Layanan Unggulan dan Hospital Tour

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Bertepatan dengan Miladnya yang ke-98, RS PKU Muhammadiyah Solo menerima kunjungan istimewa dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Solo dalam rangka Sosialisasi Layanan...

RS PKU Muhammadiyah Solo Rayakan Milad ke-98 dengan Berbagi Souvenir dan Apel

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—RS PKU Muhammadiyah Solo menggelar rangkaian kegiatan sebagai bentuk rasa syukur dan wujud kepedulian kepada pasien serta pengunjung rumah sakit. Pada momen yang juga...

Fun Walk Meriahkan Milad ke-98 RS PKU Muhammadiyah Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Ribuan karyawan beserta keluarga RS PKU Muhammadiyah Solo memeriahkan kegiatan Fun Walk “Sehat, Kompak, Penuh Warna” pada Minggu (16/11/2025) dalam rangka memperingati Milad ke-113...

UMS Lengkapi Fasilitas Kesehatan, Siap Kontribusi Angkat Derajat Kesehatan Nasional

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Hal ini disampaikan Direktur Rumah Sakit Rumah Sakit AR...

Peringati Hari Kanker Payudara Dunia, RS PKU Muhammadiyah Solo Gelar “Move for Hope”

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—RS PKU Muhammadiyah Solo bersama Komunitas Penyintas Kanker Payudara “Grup Sehat Semangat (GSS)” menyelenggarakan kegiatan Move for Hope: Yoga dan Edukasi Kesehatan, Minggu (26/10/2025)....