Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tajuk

Mendinamisasi Gerakan Literasi di Ranting Muhammadiyah

Hendro Susilo, Editor: Sholahuddin
Jumat, 10 Januari 2025 00:16 WIB
Mendinamisasi Gerakan Literasi di Ranting Muhammadiyah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Salah satu kegiatan Live in Society 2024 siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat. (Istimewa).

Pada akhir tahun 2024, ada yang menarik dari program sebuah Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) yang bersinergi dengan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) di Kota Solo. SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo (SMA Muh PK) melaksanakan program Live in Society bagi siswa kelas X yang bekerja sama dengan beberapa PRM di Kota Solo. Program Live in Society sendiri adalah kegiatan siswa kelas X untuk belajar pengabdian pada masyarakat. Sekolah menggandeng 10 PRM untuk menjadi laboratorium siswa dalam aksi nyata pemberdayaan masyarakat. Kesepuluh ranting yang bekerjasama dengan sekolah itu antara lain PRM Sumber,  Kottabarat, Serengan, Nusukan, Keprabon, Banyuanyar, Semanggi, Pajang, Pajang Utara, Sriwedari, dan Jebres Timur.

Beragam kegiatan dilakukan oleh siswa kelas X. Siswa dibagi menjadi 10 kelompok untuk merancang kegiatan dakwah kemasyarakatan di tingkat ranting. Setiap kelompok wajib mendesain Rumah Baca di tiap ranting untuk memperkuat gerakan literasi. Selain membuat rumah baca, tiap kelompok juga merancang kegiatan lain yang sesuai kearifan dan kebutuhan ranting setempat. Pembentukan rumah baca ini dimaksudkan untuk menggerakkan literasi masyarakat di daerah sekitar ranting.

Kegiatan Live in Society 2024 ini didesain untuk melatih kepemimpinan siswa sekaligus menumbuhkan karakter problem solver dalam diri siswa. Siswa diajak untuk mengenal aktivitas dakwah ranting sekaligus mengidentifikasi tantangan yang dihadapi. Setelah itu, siswa merumuskan kegiatan yang akan dilaksanakan berdasarkan hasil pengamatan dan diskusi dengan PRM untuk diwujudkan dalam bentuk proposal pengabdian masyarakat yang didanai pihak sekolah.

Menyambut Baik

Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo pun menyambut baik program ini. Pihak sekolah dan LPCRPM PDM Kota Solo bekerja sama dalam menentukan dan  memfasilitasi sepuluh ranting untuk dijadikan tempat belajar bagi siswa. Harapan besar dari program ini adalah sinergi dan bahu-membahu dalam dinamisasi gerakan dakwah di akar rumput. Saya mencatat ada program siswa di kelompok PRM Jebres Timur selain membuat rumah baca (perpustakaan mini) untuk masyarakat (jemaah), kelompok siswa juga membuat profil masjid Muhammadiyah yang di kelola PRM dalam bentuk video digital.

Contoh kegiatan di atas, menggambarkan pola hubungan yang saling menguntungkan. Bagi SMA Muh PK memberikan pengalaman kepada siswa dalam pembentukan karakter kepemimpinan dan pengabdian sekaligus pengalaman dalam implementasi Al-Maun dan Al-Alaq. Selain itu,  siswa dilatih kemampuan komunikasi, kemampuan negosiasi, kemampuan mengorganisasi kegiatan, kemampuan mengolah isu di masyarakat, serta kemampuan dalam menyusun proposal program pemberdayaan yang dibutuhkan saat perkuliahan nanti. Sementara bagi PRM, selain sebagai laboratorium bagi siswa, ranting sedikit terbantu dalam menggerakan dakwah di wilayahnya. Salah satu contoh adalah hadirnya Rumah Baca (perpustakaan mini) di ranting dan video profil masjid Muhammadiyah di ranting.

Kegiatan kolaborasi AUM dan ranting  dalam sebuah program memberikan ruang luas untuk tindak lanjutnya. Saya contohkan, misalnya dengan adanya perpustakaan mini yang ada di 10 ranting bisa menjadi embrio gerakan literasi dan pembentukan Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) di tingkat PRM yang tentunya difasilitasi oleh PRM dan MPI PDM Kota Solo. Harapannya kegiatan literasi dan dakwah di tingkat ranting semakin dinamis dan berkelanjutan. Semoga….

Berita Terbaru

Turun ke Bawah, Rangkul Anak Muda

Proses pengaderan Persyarikatan di arus bawah, di Cabang dan Ranting, masih menjadi persoalan serius, khususnya di lingkungan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo. Umumnya, pengurus...

Jangan Antikritik

Pesan jangan antikritik ini sampaikan Pak Marpuji Ali saat acara “Silaturahim dan Buka Bersama” yang diikuti oleh seluru GTK (Guru dan Tenaga Kependidikan) Perguruan Muhammadiyah...

Kompak Menyongsong Kemajuan

Memasuki abad kedua perjalanannya, Muhammadiyah menghadapi tantangan yang berbeda dengan masa-masa awal kelahirannya. Pada era Kiai Haji Ahmad Dahlan tantangan utamanya adalah kebodohan, kemiskinan, dan...

Selamat Datang SMP Muhammadiyah PKBS Kota Solo

Dalam AD/ART Persyarikatan Muhammadiyah tentang identitas organisasi disebutkan bahwa Muhammadiyah sebagai gerakan Islam, dakwah amar ma’ruf nahi munkar dan tajdid. Haedar Nashir, Ketua Umum Pimpinan...

Paradoks Kaum Muda di Muhammadiyah

Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) merilis hasil riset perihal ketertarikan kaum muda, generasi Z dan milenial, terhadap gerakan Muhammadiyah. Riset bertajuk...

Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah

Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...

Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi

Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...

Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot

Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia  (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...

Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan

Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...

Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif

Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...

Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul

Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...

Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia

Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...