
Manusia hidup menetap dan tak terlepas dari lingkungan hidupnya. Lingkungan itu merupakan tempat manusia menggantungkan hidup. Seperti halnya tempat tinggal, tempat sumber makan, hingga menjadi sarana untuk beraktivitas sehari-hari sehingga kita perlu memastikan bahwa ada kelestarian lingkungan sehat dan berkelanjutan ke depannya.
Melihat latar belakang tersebut, perlu upaya untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada generasi muda (gen Z dan gen Alpha) terkait kelestarian lingkungan. Salah satu cara untuk menumbuhkan kesadaran itu dengan melakukan pendidikan lingkungan hidup (PLH). Pendidikan lingkungan hidup ini penting untuk diajarkan sedini mungkin. Di sekolah-sekolah perlu ada gerakan bersama sebagai upaya menanamkan pengetahuan dan keterampilan cara hidup yang memperhatikan lingkungan di sekitarnya.
Di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Solo, saya menjumpai praktik-praktik pembelajaran dan pembiasaan pendidikan lingkungan hidup. Di beberapa titik area sekolah, terdapat tempat sampah khusus botol plastik. Sampah yang bersifat anorganik, dikumpulkan khusus dalam rangka kepedulian terhadap lingkungan. Hal ini diutarakan Ganda Setya Gunawan selaku tim kesiswaan sekolah. Ganda menjelaskan, adanya tempat sampah khusus botol plastik ini merupakan tindak lanjut dari sebuah FGD (Focus Group Discussion) antara pengurus IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) SMA Muhammadiyah PK Solo dengan Tajdid Pendidikan Institute, sebuah lembaga sosial yang bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat.
Ke depan, pengelolaan sampah anorganik bisa bekerjasama dengan pihak ketiga untuk memanfaatkan sampah-sampah residu agar bisa didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat dan bernilai ekonomis. Masih menurut Ganda, upaya tersebut sekaligus menjadi media pembelajaran bagi siswa terkait lingkungan hidup. Dapat menumbuhkan kreativ itas pemanfaatan barang bekas menjadi barang bermanfaat dan bernilai ekonomis dengan kerja sama yang dilakukan dalam bidang pendidikan lingkungan hidup.
Dalam kegiatan akademik dan pembelajaran pun, siswa diajarkan dan praktik langsung dalam pengolahan sampah organik. Seperti yang terlihat di kelas laboratorium IPA, saya melihat aktivitas pembelajaran siswa yang sedang praktik membuat pupuk organik dari bahan-bahan sisa sayuran dan kulit buah. Sekelompok siswa terlihat sedang mempersiapkan bahan limbah dapur seperti kulit bawang, kulit buah, gula jawa dan air cucian beras. Mereka terlihat memotong-motong kecil kulit buah dan bawang, lalu menambahkan gula jawa dan sedikit larutan EM 4 dan disimpan dalam botol untuk menunggu pupuk organik siap digunakan.
Kesadaran Siswa
Rahel Aulia, guru yang mendampingi kegiatan siswa menjelaskan kegiatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan kesadaran kepada siswa bahwa sampah organik yang tiap hari dihasilkan dapur, dapat dimanfaatkan untuk pupuk yang dapat menyuburkan tanaman yang kita tanam. Harapannya, praktik sederhana ini bisa menjadi motivasi bagi siswa untuk rajin menanam tanaman dan tidak khawatir terhadap persediaan pupuk, karena pupuk organik bisa dibuat sendiri secara sederhana di rumah.
Dari kegiatan di atas, sekolah memiliki peran strategis dan penting dalam implementasi pendidikan lingkungan hidup. PLH ini akan berdampak menumbuhkan kesadaran akan kesejahteraan lingkungan. Kesejahteraan lingkungan bermakna menghargai hubungan antara diri kita sendiri, ruang tempat kita tinggal dan bekerja, serta planet bumi ini.
PLH memang sebaiknya dilakukan sejak dini di sekolah. Hal ini tentunya akan melibatkan serta menumbuhkan perhatian dan pemahaman dari siswa tentang bagaimana lingkungan sekitar kita berdampak pada kesehatan. Siswa akan berpikir bagaimana tindakan yang akan berdampak pada lingkungan sehingga kita dapat mengambil tindakan yang mendorong keberlanjutan lingkungan hidup yang sehat. Salah satu cara sederhana yang ditanamkan SMA Muhammadiyah PK kepada siswanya adalah bagaimana siswa mendukung kesehatan lingkungan yakni dengan cara mengetahui jenis sampah apa yang dibuang dan cara pemanfaatan limbah baik organik maupun anorganik untuk mempraktikkan kesejahteraan lingkungan yang sehat.
Pemuda Muhammadiyah Kota Bengawan Gelar Festival Ramadan #3, Bukti Geliat Ekonomi dan Dakwah
Sinergi apik tercipta di lingkungan Masjid Nurul Hidayah pada Rabu (18/02/2026) yang penuh berkah. Kolaborasi strategis ini melibatkan Takmir Masjid dan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah...
Media Afiliasimu dan Agenda Muhammadiyah
Para pengelola media yang tergabung pada Media Afiliasi Muhammadiyah (Afiliasimu) sepakat menjadikan medianya sebagai ujung tombak penyebaran agenda dan informasi persyarikatan. Pada Jambore Media Afiliasi...
Langkah Besar Muhammadiyah Menyatukan Kalender Hijriyah
Muhammadiyah menorehkan sejarah dengan meluncurkan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) per 1 Muharram 1446 H yang jatuh pada Minggu (7/7/2024). Mulai tanggal itu, Muhammadiyah menggunakan...





