Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Analisis Berita

Pemuda Muhammadiyah Kota Bengawan Gelar Festival Ramadan #3, Bukti Geliat Ekonomi dan Dakwah

Candra Cahyadi, Editor: Sholahuddin
Jumat, 20 Februari 2026 11:05 WIB
Pemuda Muhammadiyah Kota Bengawan Gelar Festival Ramadan #3, Bukti Geliat Ekonomi dan Dakwah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ketua LPCRPM PDM Kota Solo, Sumanto (empat dari kiri), saat memotong pita dimulainya Festival Ramadan #3 tahun 2026. [Istimewa].

Sinergi apik tercipta di lingkungan Masjid Nurul Hidayah pada Rabu (18/02/2026) yang penuh berkah. Kolaborasi strategis ini melibatkan Takmir Masjid dan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan, Kota Solo, yang bahu-membahu menyukseskan acara. Mereka sukses menggelar perhelatan akbar tahunan bertajuk Opening Festival Ramadan #3 dan Pasar Sore Ramadan 1447 H. Acara ini menjadi bukti nyata bagaimana semangat bulan suci dapat dikemas dalam kegiatan yang produktif dan inspiratif. Antusiasme warga terlihat sangat tinggi menyambut inisiasi positif yang digerakkan secara masif oleh elemen pemuda ini.

Peran PCPM Kota Bengawan menjadi kunci utama dan roh dalam keberhasilan acara ini. Para pemuda ini tidak hanya bertindak sebagai pelaksana teknis, tetapi juga sebagai motor penggerak kreativitas dakwah komunitas yang visioner. Mereka merancang konsep pasar sore agar relevan dengan kebutuhan ekonomi masyarakat sekitar masjid yang membutuhkan wadah usaha. Energi muda yang disalurkan dalam kegiatan ini membawa nuansa segar dan dinamis bagi syiar Islam di wilayah tersebut. Kehadiran mereka membuktikan bahwa pemuda memiliki kapasitas besar dalam memimpin perubahan sosial yang berdampak langsung bagi umat.

Rangkaian seremoni pembukaan ini dipandu secara apik oleh Muhammad Zainal Ma’arif, sebagai pembawa acara. Kapasitasnya sebagai Sekretaris PCPM Kota Bengawan membuat jalannya acara terasa begitu terstruktur dan penuh semangat muda. Pada kesempatan tersebut, ia memaparkan secara singkat namun komprehensif mengenai ragam agenda yang akan menyemarakkan Festival Ramadan #3. Agenda kebermanfaatan tersebut meliputi Pasar Sore Ramadan, Kajian Da’i Muda yang rutin digelar setiap menjelang waktu berbuka, hingga sesi dongeng akbar. Selain itu, festival ini juga mengagendakan kegiatan sosial berupa penggalangan donasi untuk Palestina sebagai wujud nyata kepedulian umat Islam secara global.

Memasuki sesi sambutan, suasana semakin khidmat ketika K.H. Muqorrobin Zuhdi memberikan pesan pembuka. Selaku Pembina Takmir Masjid Nurul Hidayah, K.H. Muqorrobin Zuhdi menyampaikan apresiasi mendalam atas kolaborasi gemilang yang diinisiasi oleh para generasi muda. Dia dengan lantang mengobarkan semangat seluruh hadirin untuk terus berbenah diri dalam memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah.  K.H. Muqorrobin Zuhdi mengajak seluruh elemen masyarakat agar tidak pernah lelah bergerak dan bersinergi demi mewujudkan misi besar memakmurkan masjid. Pesan inspiratif dari sang kiai ini menjadi fondasi spiritual yang kuat bagi panitia agar senantiasa meluruskan niat dalam setiap langkah dakwahnya.

Sambutan hangat dan penuh arahan turut disampaikan oleh tokoh sentral Muhammadiyah di wilayah tersebut, Ghofar Isma’il, selaku Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Bengawan. Dia memberikan motivasi kepada seluruh hadirin. Beliau menekankan pentingnya menjaga konsistensi dalam memakmurkan masjid melalui beragam kegiatan yang memberdayakan masyarakat. Dukungan moral dari pimpinan cabang ini menjadi penyemangat tersendiri bagi para panitia pelaksana yang didominasi anak muda. Visi beliau sejalan dengan tujuan acara untuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban dan solusi umat.

Sinergi lintas sektoral juga terlihat harmonis dengan kehadiran para pemangku kebijakan wilayah setempat. Ketua RW 06 Mojo hadir membersamai warganya dalam pembukaan festival yang meriah dan guyub ini. Lurah Mojo pun turut menyempatkan diri untuk hadir memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif warga. Meskipun kehadiran Lurah Mojo ini cukup singkat karena harus memantau wilayah lain, namun atensinya sangat dihargai oleh panitia. Hal ini menunjukkan harmonisasi yang kuat dan saling mendukung antara ormas keagamaan dengan pemerintah lokal.

Suasana Pasar Sore Ramadan 1447 H di kompleks Masjid Nurul Hidayah, Rabu (18/02/2026). [Istimewa].

Setelah sesi sambutan resmi para tokoh selesai, acara dilanjutkan dengan sesi tausiyah penyegar iman yang disampaikan oleh Sumanto, Ketua Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo. Dia menitikberatkan pesannya pada urgensi masjid untuk senantiasa memaksimalkan fungsinya secara holistik bagi umat. Menurut Sumanto, masjid yang ideal bukan hanya harus makmur secara fisik, tetapi juga wajib mampu memakmurkan perekonomian dan keilmuan jemaahnya. Sumanto menegaskan transformasi masjid yang progresif ini tentu sangat membutuhkan dorongan energi, inovasi, dan kepedulian dari para kawula muda. Dia secara khusus memuji manuver nyata Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah Kota Bengawan di bawah komando tangguh Candra Cahyadi, yang berhasil menerjemahkan gagasan tersebut.

Mengapresiasi Kerja Panitia

Prosesi pembukaan acara berlangsung dengan khidmat, tertib, dan penuh rasa syukur. Selanjutnya, Sumanto mendapat kehormatan khusus untuk melakukan seremoni potong pita. Simbolisasi potong pita ini menandakan dimulainya seluruh rangkaian kegiatan festival selama bulan Ramadan 1447 H. Prosesi bersejarah ini didampingi secara langsung oleh Ghofar Isma’il, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Bengawan. Turut serta mendampingi dalam barisan tersebut adalah Bapak Ketua RW 06 Mojo sebagai perwakilan pemangku wilayah yang terus mendukung penuh kegiatan warganya. Kehadiran shohibul hajat turut melengkapi momen ini, yakni Ketua PCPM Kota Bengawan, Candra Cahyadi, bersama Ketua Bidang Ekonominya, Sugeng. Tidak ketinggalan, jajaran shohibul bait yang terdiri dari Ketua Pembina dan Ketua Takmir Masjid Nurul Hidayah juga turut menyemarakkan barisan peresmian yang penuh suka cita ini.

Para tokoh sangat mengapresiasi kerja keras panitia yang mampu menghidupkan suasana masjid dengan kegiatan yang variatif. Momen ini menjadi titik awal semangat beribadah sekaligus bermuamalah bagi seluruh jamaah yang hadir sore itu.

Setelah prosesi formal usai, para tokoh dan pejabat melakukan peninjauan langsung ke lapangan. Rombongan berjalan santai menyusuri stan-stan pedagang yang memenuhi area Pasar Sore Ramadan dengan penuh antusias. Interaksi hangat terjadi saat para pejabat bertegur sapa dan berdialog dengan para pelaku UMKM lokal. Kegiatan ini secara nyata menggerakkan roda perekonomian warga kecil di sekitar lingkungan masjid yang sangat membutuhkan pelanggan. Para pedagang merasa sangat terbantu dan bersyukur dengan adanya wadah berjualan yang difasilitasi gratis ini.

Rangkaian acara pembukaan hari itu ditutup dengan suasana kekeluargaan yang sangat kental dan menyentuh hati. Seluruh elemen masyarakat, panitia, dan tokoh undangan berkumpul untuk agenda buka puasa bersama di serambi masjid. Masjid Nurul Hidayah menjadi saksi kehangatan silaturahmi yang terjalin erat antarwarga tanpa memandang status sosial. Momen berbuka ini meleburkan segala sekat dan menyatukan hati seluruh hadirin dalam keberkahan bulan Ramadan. Kebersamaan seperti inilah yang menjadi inti dan ruh dari semangat Festival Romadan yang sesungguhnya.

Harapan besar digantungkan pada keberlanjutan acara Festival Ramadan #3 ini untuk masa-masa mendatang. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi katalisator kebangkitan ekonomi umat di tingkat akar rumput secara berkelanjutan. Selain dampak ekonomi, ikatan persaudaraan antarwarga dipastikan akan semakin kokoh, harmonis, dan saling peduli. Peran aktif pemuda dalam melayani umat menjadi warisan berharga yang patut dicontoh oleh wilayah lainnya. Pada akhirnya, kebermanfaatan yang nyata dan luas bagi masyarakat adalah tujuan utama dari seluruh ikhtiar ini.

Beragam program telah disiapkan untuk memeriahkan Festival Ramadan 1447 H, di antaranya:

  1. Safari Dakwah Ramadan
  2. Kajian menjelang berbuka
  3. Tadarus Al-Qur’an
  4. Pasar Sore Ramadan
  5. Mendongeng Akbar

Sinergi antara Pemuda Muhammadiyah dan Masjid Nurul Hidayah Mojo diharapkan mampu menghadirkan Ramadan yang lebih hidup, penuh makna, serta memberikan dampak positif bagi masyarakat Pasar Kliwon dan sekitarnya. Dengan dibukanya Festival Ramadan 1447 H ini, seluruh elemen masyarakat diajak untuk bersama-sama memakmurkan masjid, meningkatkan ibadah, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum perubahan menuju pribadi dan lingkungan yang lebih baik.

Ramadan Menguatkan Ukhuwah, Pemuda Bergerak, Masjid Makmur.

Satukan Ukhuwah, Sebar Kebaikan Tanpa Batas

Berita Terbaru

Media Afiliasimu dan Agenda Muhammadiyah

Para pengelola media yang tergabung pada Media Afiliasi Muhammadiyah (Afiliasimu) sepakat menjadikan medianya sebagai ujung tombak penyebaran agenda dan informasi persyarikatan.  Pada Jambore Media Afiliasi...

Langkah Besar Muhammadiyah Menyatukan Kalender Hijriyah

Muhammadiyah menorehkan sejarah dengan meluncurkan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) per 1 Muharram 1446 H yang jatuh pada Minggu (7/7/2024). Mulai tanggal itu, Muhammadiyah menggunakan...

Pembelajaran Baik tentang Pendidikan Lingkungan Hidup di SMA Muh PK Kottabarat

Manusia hidup menetap dan tak terlepas dari lingkungan hidupnya. Lingkungan itu merupakan tempat manusia menggantungkan hidup. Seperti halnya tempat tinggal, tempat sumber makan, hingga menjadi...