Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Abdul Mu’ti: Eco Bhinneka Jadi Komitmen Muhammadiyah Peduli Kelestarian Lingkungan…

Dzikrina Farah Adiba, Editor: Sholahuddin
Sabtu, 30 Maret 2024 09:30 WIB
Abdul Mu’ti: Eco Bhinneka Jadi Komitmen Muhammadiyah Peduli Kelestarian Lingkungan…
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Sekretaris Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, saat menyampaikan sambutan pada acara Buka Puasa dan Dialog yang diselenggarakan oleh Program Eco Bhinneka di Jakarta, Rabu (27/3/2024). (Istimewa).

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Abdul Mu’ti, mengatakan program Eco Bhinneka menjadi bagian dari komitmen Muhammadiyah untuk mengajak apapun latar belakang keyakinannya turut hidup berdampingan dengan damai dan peduli terhadap kelestarian lingkungan.

Program Eco Bhinneka adalah program yang well grounded. Gerakan ini berbasis komunitas, dan lebih mengedepankan kegiatan berbasis budaya. Program ini mengeksplorasi berbagai local wisdom yang ada di Indonesia ini sebagai sebuah kekayaan dan sebuah modal besar untuk semuanya bisa bersama-sama. Abdul Mu’ti menyampaikan hal itu pada acara Buka Bersama dan Dialog bertajuk “Bersaudara dalam Damai dan Bahagia” di Jakarta, Rabu (27/3/2024) sore.

Eco Bhinneka merupakan nama program yang diinisiasi oleh Muhammadiyah sebagai wujud dari program JISRA (Joint Initiative for Strategic Religious Action) yang didukung oleh Faith to Action Network. Sejak 2022, Eco Bhinneka bekerja di empat wilayah di Indonesia: Pontianak (Kalimantan Barat), Ternate (Maluku Utara), Solo (Jawa Tengah), dan Banyuwangi (Jawa Timur). Program ini mendorong umat lintas iman menggunakan value of faith-nya masing-masing untuk merawat kerukunan beragama atau berkeyakinan, melalui ragam inisiatif aksi bersama, untuk mencegah kerusakan lingkungan.

Sementara itu, Direktur Program Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan, mengatakan kerusakan lingkungan dan krisis iklim terus terjadi karena keserakahan manusia. “Karena terjadi keserakahan manusia, maka manusia harus kembali pada nilai dasar agama dan keyakinannya,” ungkapnya. Menurutnya, kondisi krisis iklim dan bumi yang mulai mendidih, menjadi fenomena global yang membutuhkan banyak pihak untuk bekerja sama. Dengan menggunakan value of faith, lanjut dia, Eco Bhinneka mengajak kawan-kawan berbagai lintas agama dan keyakinan, untuk bergerak bersama.

Menurut Hening, dalam membangun perdamaian atau peace building, tak bisa dipisahkan dengan ekologi. Pada saat bicara tentang lingkungan, maka hal itu adalah jalan untuk bersama-sama mencapai perdamaian, jalan  antarumat lintas agama dan kepercayaan bekerja bersama dalam konteks kemanusiaan.

Saling Bekerjasama

Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Lambert Grijns, yang turut hadir pada acara itu mengapresiasi nilai-nilai dari berbagai agama dalam melestarikan lingkungan yang telah diungkapkan oleh perwakilan peserta dalam dialog acara ini. “Isu lingkungan mampu menghubungkan kita semua, karena lingkungan dan dunia di mana tempat tinggal kita, adalah ciptaan Tuhan yang harus kita hargai dan jaga bersama,” kata Lambert. Menurutnya, dengan perspektif kemanusiaan, umat lintas iman dapat saling bekerja sama mencegah kerusakan lingkungan.

Acara ini juga dihadiri oleh tim Politik DFAT Australia, Kate Fletcher, yang mengelola isu lintas iman. Menurut Kate, karena Australia dan Indonesia adalah bertetangga, maka tentu kondisi lingkungan saat ini bisa berdampak kepada kedua negara. Australia dan Indonesia akan bekerjasama dalam bidang ini, untuk melindungi lingkungan dan bumi kita, yang merupakan hadiah dari Tuhan.

Peserta Buka Bersama dan Dialog Program Eco Bhinneka memamerkan boks untuk makanan yang bisa digunakan secara berulang. Program ini untuk mengurangi sampah. (Istimewa).

Pertemuan ini mendapatkan sambutan yang hangat dari berbagai tokoh lintas iman, seperti yang diungkapkan oleh Aldi Destian, perwakilan dari Agama Khonghucu. Dia mengatkan, “Saya senang bisa diundang hadir di acara ini karena bertemu dengan teman-teman dari lintas agama,  sempat sharing terkait apa itu kebhinnekaan, dan bisa ikut menikmati makanan buka puasa di bulan Ramadan ini,” kata Aldi. Hal serupa diungkapkan oleh Pdt. Alfriani perwakilan dari Agama Kristen. “Di sini kita seperti saudara, tidak memandang beda agama, tapi kita memiliki tujuan yang sama untuk alam, untuk kemanusiaan,” ungkapnya.

Terkait merawat lingkungan, beberapa peserta juga sepakat bahwa umat lintas iman perlu bergerak bersama. Seperti yang disampaikan Juliana Ojong dari perwakilan Agama Buddha dan Engkus Ruswana dari perwakilan Penghayat Kepercayaan, “Semoga semua makhluk berbahagia. Namun bagaimana kita membuat semua makhluk bahagia? tentu saja dengan merawat bumi kita ini bersama,” kata Juliana. “Kita bisa bekerja sama merawat lingkungan dengan melihat kembali nilai-nilai yang ada di masyarakat adat, dan menggunakannya di kehidupan modern ini,” ucap Engkus.

Sepanjang acara, para peserta diperbolehkan membuat story di akun Instagramnya masing-masing. Selain direpost oleh Instagram @ecobhinneka, story menarik juga akan mendapatkan hadiah spesial dari Eco Bhinneka. Acara ditutup dengan makan bersama. Tim Eco Bhinneka Muhammadiyah menyajikan makanan di dalam kemasan atau box cantik yang bisa digunakan secara berulang, sehingga minim sampah.

Buka Bersama dan Dialog yang berlangsung bisa disaksikan ulang live streaming-nya di youtube tvMu Channel. Sebanyak 130 orang peserta menghadiri acara ini di Aula Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat. Mereka berasal dari Kedutaan Besar Belanda, Local Partner JISRA Indonesia, tokoh dan pegiat lintas iman, organisasi atau NGO yang bekerja untuk isu kerukunan umat beragama, keluarga besar karyawan PP Muhammadiyah Kantor Jakarta, serta perwakilan majelis, lembaga, dan Ortom PP Muhammadiyah.

Berita Terbaru

Paradoks Era Digital: Demokratis, tapi Krisis Etika

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perkembangan teknologi digital membuka ruang kebebasan baru bagi masyarakat dalam menyuarakan suara, menyampaikan pengalaman, hingga mengawasi kekuasaan. Namun, di balik peluang tersebut, muncul persoalan...

Ustaz Adi Sulistyo Isi Kajian Bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah Kota Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kajian bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah PDM Kota Solo, Jumat (13/03/2026), diisi oleh Ustaz Adi Sulistyo yang menyampaikan materi tentang kriteria...

Mahasantri Pondok Shabran UMS Inisiasi Ramadhan Island Fest 1447 H di Raja Ampat

RAJA AMPAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mahasantri Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang juga Dai Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LDK PP Muhammadiyah), Ari Hardianto, menggagas penyelenggaraan...

Bank Jateng Syariah KCPS UMS Gelar Jalan Senja Bersama Mitra UMKM

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Jalan Senja yang digelar oleh Bank Jateng Syariah KCPS UMS bersama para pelaku UMKM di wilayah Menco Raya, Kartasura, Sukoharjo, Rabu...

Negara vs Big Tech: Dosen FHIP UMS Soroti Kedaulatan Digital Indonesia

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Langkah tegas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam memberikan peringatan keras kepada raksasa teknologi Meta dinilai sebagai momentum krusial penegasan kedaulatan digital nasional. Peringatan...

Tokoh Masyarakat Apresiasi Silaturahmi Ramadan UMS, Dorong Kolaborasi Dakwah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kegiatan Pengajian Ramadan dan Silaturahmi yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat apresiasi positif dari para tokoh masyarakat dan takmir masjid di sekitar kampus....

Menurunnya Minat Menjadi Anggota BEM, Pembina Soroti Tantangan Aktivisme 4.0

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) melaksanakan pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS yang bertempat di Aula Gedung...

Pelantikan Pengurus BEM FKIP UNS: Dekan dan Wakil Dekan Mendorong Mahasiswa Berkarakter “Juara”

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) secara resmi melantik 181 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS dalam sebuah prosesi...

Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jateng Pacu Akselerasi Dakwah Digital

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Jurnalistik merupakan bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar yang dilakukan melalui tulisan. Profesi ini dinilai sangat mulia, bahkan telah dicontohkan oleh KH Ahmad...

Andy Ratmanto Sampaikan Kultum Salat Tarawih di Masjid Al-Hikmah Danukusuman

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Majelis Kader Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM Banjarsari, Kota Solo, Andy Ratmanto, belum lama ini menyampaikan kultum salat Tarawih di Masjid Al-Hikmah yang dikelola...

FGM Boyolali Siapkan Halal Bihalal Guru Muhammadiyah Se-Kabupaten

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali menggelar rapat koordinasi persiapan Halal Bihalal Guru Muhammadiyah se-Kabupaten Boyolali baik guru SD/MIM, SLTP/MTSM/ SLTA Muhammadiyah pada Selasa...

Membangun Cabang dan Ranting Perlu Kolaborasi

Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo, Sumanto, mengatakan lembaganya sudah menyiapkan indikator-indikator untuk memonitor perkembangan Muhammadiyah...

Leave a comment