Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Opini

Pembelajaran Karakter Anak Usia Dini

Zaki Setiawan, Editor: Sholahuddin
Jumat, 5 Januari 2024 14:58 WIB
Pembelajaran Karakter Anak Usia Dini
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Tangkapan layar Buletin Tajdid Pendidikan Oktober 2023 edisi 13 Tahun 2023.

Anak  mempunyai potensi bersifat kognitif dan afektif. Pendidikan karakter bertujuan membentuk manusia utuh atau holistik mulai dari aspek pemikiran dan perasaan. Pribadi yang utuh dengan karakter kuat dapat diusahakan melalui pendidikan karakter. Nilai kebajikan, kepercayaan dan role model yang baik menjadi bagian dari pendidikan karakter. Kepedulian terhadap sesama manusia dan lingkungan sekitar harus menjadi bagian dari karakter anak sehingga berkembang ke arah yang positif. Ini harus diusahakan melalui pendidikan karakter. Beberapa metode pembelajaran dalam pendidikan karakter akan diulas sebagai berikut :

  1. Mengajarkan

Anak harus memahami konsep nilai yang menjadi rujukan karakter tertentu. Lingkungan berperan penting dalam pemahaman konseptual pendidikan karakter. Pengajaran karakter merupakan langkah memberi pemahaman pada anak mengenai nilai moral, kebaikan dan keutamaan. Pengajaran karakter mempunyai dua manfaat yakni memberikan pengetahuan konseptual dan menjadi pembanding atas pengetahuan yang sudah dimiliki anak. Oleh sebab itu, proses mengajar harus bersifat interaktif dan tidak boleh monolog.

  1. Keteladanan

Seorang anak belajar lebih banyak dari sesuatu yang disaksikan oleh dirinya sendiri. Keteladanan (role model) menjadi penting karena siswa melihat karakter guru. Guru harus memiliki karakter yang diajarkan terlebih dahulu sebelum mengajar. Siswa akan melihat dan meniru yang dilakukan oleh guru.

Keteladanan ini tidak hanya dari guru namun dari mana saja mulai dari orang tua, teman sekolah, karyawan sekolah, dsb. Semua orang yang terhubung dengan siswa dapat menjadi teladan di sekolah. Berdasarkan hal tersebut maka siswa membutuhkan lingkungan pendidikan yang kondusif untuk mempelajari karakter.

  1. Menentukan Prioritas

Prioritas harus ditetapkan untuk membentuk karakter siswa sehiungga evaluasi bisa dilakukan dengan jelas. Pendidikan karakter juga tidak akan fokus jika tanpa prioritas. Prioritas memudahkan guru menilai keberhasilan pendidikan karakter. Pendidikan karakter merupakan kumpulan nilai yang diyakini dan realisasi dari visi sekolah. Sekolah harus menentukan standar nilai untuk siswa. Nilai dan Visi harus dipahami seluruh anggota sekolah mulai siswa, guru dan karyawan. Apabila lembaga ingin menentukan perilaku standar yang menjadi ciri lembaga maka karakter lembaga tersebut juga harus bisa dipahami oleh seluruh sivitas akademika.

  1. Praksis Prioritas

Metode lain yang penting dalam pendidikan karakter adalah bukti pelaksanaan karakter yang diprioritaskan. Lembaga pendidikan harus membuat sistem yang memverifikasi realisasi prioritas yang disepakati.

  1. Refleksi

Refleksi merupakan pantulan dari diri sendiri. Seluruh anggota harus menyadari bahwa seluruh tindakan sesuai dengan etika yang disepakati dan  harus menjadi bagian dari kesadaran diri.  Refleksi ini disebut dengan proses bercermin. Sivitas akademika mematutkan diri pada konsep yang diyakini bersama.

  1. Metode Bercerita

Hal terpenting dalam metode ini adalah guru harus bisa membuat kesimpulan bersama dengan siswa. Karakter dalam tokoh protagonis yang bisa ditiru oleh siswa dan karakter dari tokoh antagonis harus dihindari dan tidak ditiru. Maka , guru dapat mengambil hikmah dari cerita keberhasilan tokoh utama yang berasal dari pesohor yang berjuang sebelum mencapai keberhasilan.

  1. Metode Diskusi

Masalah yang berhubungan dengan pendidikan karakter dapat didiskusikan sehingga pembelajaran karakter menjadi lebih menarik. Diskusi akan  membantu siswa terbiasa menyampaikan pendapat yang lebih mengena. Diskusi dilakukan dalam suasana yang  rileks dan informal namun tetap terarah. Guru dapat menggali pendapat dari siswa yang pemalu, pendiam  atau jarang bicara.

  1. Metode Simulasi

Metode simulasi atau role playing dilakukan agar siswa bisa mendapatkan keterampilan tertentu yang bersifat profesional atau bermanfaat bagi kehidupan sehari hari. Selain itu, simulasi untuk memperoleh pemahaman konsep atau prinsip atau untuk memecahkan sebuah masalah.

  1. Metode Pembelajaran Kooperatif

Pembelajaran kooperatif dianggap yang paling efektif untuk implementasi pendidikan karakter. Sejumlah nilai karakter bisa dikembangkan menjadi beberapa nilai seperti mandiri, kerja sama, terbuka, menghargai pendapat orang lain, tenggang rasa, analitis, santun, logis, kritis, dinamis dan juga kreatif.

  1. Metode Talk Show

Talk Show merupakan metode percakapan di antara dua pihak atau lebih. Talk show membahas sebuah topik pembahasan dan diarahkan pada sebuah tujuan yang dikehendaki. Siswa akan mengikuti topik percakapan tersebut dengan seksama dan penuh perhatian. Hal tersebut bisa disebabkan karena berbagai faktor seperti:

  1. Permasalahan ditampilkan dengan dinamis. Dialog tersebut akan mendorong kedua belah pihak terus memperhatikan dan meneruskan pola pikir sehingga bisa menemukan sesuatu yang baru. Salah satu pihak akan meyakinkan pada lawan bicara dan audiens mengenai pandangan yang dikemukakan.
  2. Audiens dan lawan bicara akan tertarik untuk mengikuti percakapan dengan tujuan untuk mengetahui kesimpulan, menghindari dari kebosanan dan bisa meningkatkan semangat
  3. Membangkitkan perasaan dan kesan audiens sehingga bisa member dampak pedagogis dalam jiwa dan mengarahkannya pada tujuan akhir dari pendidikan.
  4. Metode Pembiasaan

Metode pembiasaan merupakan metode yang secara sengaja dilakukan secara berulang kali sehingga menjadi kebiasaan. Metode pembiasaan ini memiliki inti pengalaman. Inti dari kebiasaan ini adalah pengulangan dan pembiasaan. Menurut para pakar,  maka metode pembiasaan ini sangat efektif dalam pembinaan karakter dan kepribadian anak. Misalnya, orang tua yang membiasakan anaknya untuk bangun pagi, maka seorang anak juga akan menjadi rutinitas bangun pagi tersebut menjadi sebuah kebiasaan.

Selain beberapa metode dalam pendidikan karakter yang sudah kami sebutkan di atas, masih ada dua metode penting lain yang harus diterapkan dalam pendidikan karakter yakni

  1. Metode Live In

Seorang anak memiliki pengalaman hidup bersama orang lain secara langsung dalam situasi yang sangat berbeda dengan kehidupan sehari hari.

  1. Metode Janji dan Ancaman

Janji terhadap kesenangan, kenikmatan akhirat yang disertai dengan bujukan dan ancaman karena dosa yang dilakukan dengan tujuan agar anak bisa mematuhi aturan Tuhan namun dengan titik penekanan yang berbeda.

Penulis adakah pengurus Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo.

Sumber : Buletin Tajdid Pendidikan Oktober 2023 edisi 13 Tahun 2023

Berita Terbaru

Fenomena Phubbing yang Merusak Kehangatan Keluarga

Perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan gadget tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga digunakan untuk bekerja, mencari informasi, hiburan, hingga...

Krisis Empati di Era Media Sosial: Ketika Jempol Lebih Cepat daripada Hati

Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Berbagai platform seperti Instagram, TikTok, X, dan Facebook memungkinkan seseorang berinteraksi dengan orang...

SAGU SAMU, Gerakan Bersama Menjemput Masa Depan Sekolah

Sekolah swasta hidup dan berkembang karena kepercayaan masyarakat. Kepercayaan itu diwujudkan dalam bentuk hadirnya peserta didik yang memilih sekolah kita sebagai tempat belajar dan bertumbuh....

Mendesain Pelepasan dan Mendesain Cari Murid

Membuat acara pelepasan siswa yang meriah memang penting. Menata panggung, menyusun susunan acara, mengundang tamu, hingga mendokumentasikan kegiatan bisa dilakukan dalam hitungan hari atau minggu....

Pendidikan, Kepemimpinan, dan Masa Depan Bangsa: Refleksi dari Indonesia dan Iran

Pendidikan bukan sekadar urusan sekolah, melainkan fondasi kualitas sumber daya manusia dan kepemimpinan suatu bangsa. Jika ingin melihat masa depan sebuah negara, lihatlah bagaimana negara...

Hardiknas 2026: Sekolah Makin Banyak, Tapi Kenapa Masa Depan Anak Muda Terasa Makin Gelap?

Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional. Anak-anak memakai seragam terbaik, guru berdiri di lapangan sekolah, pidato tentang masa depan bangsa kembali...

Mengapa Pelecehan Masih Dianggap Biasa?

Setiap tahun, nama R.A. Kartini kembali diangkat ke permukaan. Perempuan mengenakan kebaya, kutipan-kutipan inspiratif dibagikan, dan narasi tentang emansipasi memenuhi ruang publik. Kita seolah sepakat...

Dekat Tapi Jauh : Saat Ibadah Tak Lagi Menghadirkan Makna

Judul “Dekat Tapi Jauh: Saat Ibadah Tak Lagi Menghadirkan Makna” menggambarkan jarak batin yang sering dialami banyak orang: ritual tetap dijalankan, tetapi rasa kedekatan dengan...

Tabayun di Era Digital: Belajar dari Haditsul Ifki untuk Melawan Hoaks

Di era digital yang serba cepat ini, arus informasi bergerak jauh melampaui kemampuan manusia untuk memverifikasinya. Dalam hitungan detik, sebuah kabar dapat menyebar luas melalui...

Lulus Seleksi, Tapi Dibunuh Biaya

Setiap tahun, ribuan pelajar Indonesia merayakan satu momen yang dianggap sakral: pengumuman kelulusan seleksi masuk perguruan tinggi. Nama yang terpampang di layar seolah menjadi tiket...

Megahnya SPPG, Rapuhnya SD: Ironi dari Majalengka

Majalengka hari ini sedang berdiri di antara dua wajah pembangunan yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, berdiri bangunan SPPG yang megah, bersih, dan tampak...

Kasih Sayang Ayah, Fondasi Kuat bagi Tumbuh Kembang Anak Perempuan

Islam menempatkan anak dalam posisi yang sangat penting dalam konteks pendidikan, karena tugas suci ini termasuk fardlu ‘ain bagi setiap orang tua. Maka dosa besar...