Sore itu, saya memperhatikan sekelompok siswa yang sedang melakukan uji coba produksi makanan. Dengan telaten dan penuh kecermatan, mereka mengatur komposisi-komposisi bahan makanan itu. Sesekali terlihat canda tawa khas ciri remaja usia SMA hanya untuk sekedar menghangatkan suasana. Rupanya mereka sedang mempersiapkan sebuah produk inovasi untuk diikutkan dalam sebuah kompetisi berbasis kreatifitas dan inovasi di kota Surakarta.
“Tekucang”, begitu saya dengar dari siswa. Tekucang rupanya akronim dari tepung kulit kacang. Tepung kacang ini nantinya akan menjadi bahan utama untuk membuat biskuit dan kue garpu. Untuk kedua produk kue makanan tersebut itu juga mereka punya sebutan akronim. Sebut saja “Biskucang” dan “Kugarkucang” untuk produk makanan olahan yang dikembangkan siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.
Pembuatan tepung kulit kacang ini ide awalnya terbesit dari salah satu anggota tim ketika ada fenomena nonton bareng (nobar) sepak bola di TV selalu ada kacang tanah rebus atau oven sebagai camilan. Dan mirisnya lagi, sudah dipastikan ada sampah menumpuk berupa kulit kacang. Limbah / sampah kulit kacang ini bisa tidak ya dimanfaatkan? Begitu pikiran siswa.
Setelah mencari referensi riset dan mempelajari tentang kulit kacang, ternyata ditemukan kandungan selulosa yang dapat membantu pencernaan manusia.
Berbekal referensi ilmiah dan kandungan yang bermanfaatd ari kulit kacang, maka dimulailah tahapan uji coba pembuatan produk. Mardian Dewi Pamungkas sebagai pendamping siswa menceritakan kepada saya bahwa proses trial and error pengolahan kulit kacang yang ditumbuk menjadi tepung dan selanjutnya dibuat kue lumayan cukup banyak. Sekitar 4-5 kali untuk pengujian tekstur pada 2 macam makanan kue yang dibuat siswa.
Ada biskuit dan kue kacang, ujar Dewi kepada saya. Tentu saja dipilihnya kedua jenis kue tersebut untuk pengujian tepung kacang kulit “tekucang” bisa digunakan untuk makanan rasa manis dan rasa asin.
Sementara itu, Nashira yang juga menjadi salah satu anggota tim menceritakan proses mereka mengolah kulit kacang menjadi tepung sampai pada kue.
Pertama, kulit kacang yang sudah dipilih di cuci terlebih dahulu dan dikeringkan untuk penurunan kadar air. Proses pengeringan bisa juga dengan pengovenan jika menginginkan efisiensi waktu. Kulit kacang yang sudah kering, kemudian ditumbuk. Oleh karena kami uji coba dalam skala kecil, maka kami blender kulit kacang tersebut dan disaring untuk mendapatkan tepung halus yang siap diolah.
Proses inovasi pembuatan kue dalam tim tentu melalui serangkaian diskusi dan saling memberikan masukan satu sama lain terkait kualitas mutu produk. Nashira, Anargya, Rafif dan Aisyah farah tentu memiliki pendapat dan selera masing-masing. Namun, mereka saling terbuka dan bertukar pikiran dalam hasil akhir produk. Tidak kenal lelah dalam mencoba produk kue makanan.
Pengolahan kue ini atas dasar inovasi kulit kacang, yang bagi sebagian besar masyarakat kulit kacang tentu terbuang sia-sia. Di tangan siswa-siswi inilah inspirasi “sampah” yang bisa dimanfaatkan untuk pangan alternatif bagi masyarakat. Inilah salah satu motivasi yang ada dalam benak tim.
Sekolah Gaya “Musikal”
Melihat, menyaksikan dan merenungkan apa yang dilakukan sekelompok siswa tersebut, pikiran saya teringat tulisan penuh hikmah Mustofa W Hasyim tentang pendidikan yang musikal dan puitis. Bahwasannya Al-Qur’an itu musikal dan puitis.
Disebut puitis karena style bahasanya indah dan mampu menggerakkan akal sehat manusia. Begitu juga disebut musikal karena jika Al-Qur’an di baca dengan disuarakan berdasarkan hukum tajwid, makhraj huruf, serta dibaca dengan qiroah bisa menghasilkan energi dan potensi yang menentramkan, menggetarkan dan menjadi instrumen penyadaran akan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi.
Al-Qur’an yang musikal dan puitis selalu menumbuhkan motivasi positif, optimisme menghadapi perubahan, dan menggerakkan pembacanya (manusia) menjadi produktif. Produktif dalam hal kebaikan, produktif dalam hal menambah ilmu pengetahuan, produktif menghasilkan metode-metode baru yang bermanfaat, produktif menghasilkan solusi baru dan terbarukan, produktif menghasilkan ekspresi etis dan ekspresi estetis.
Pengolahan “sampah” kulit kacang menjadi makanan alternatif yang bisa dinikmati masyarakat luas coba diperkenakan oleh keempat siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Mereka melakukan sesuatu hal yang dimulai dari mengamati, mempelajari, meneliti, melakukan uji coba dan menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah bagi kemaslahatan adalah tindakan nyata sebagai fungsi khalifah. Sekolah meng-elaborasi ide kreatif siswa dengan memberikan kesempatan siswa mengembangkan ide tersebut.
Kesempatan dan pendampingan yang dilakukan sekolah terhadap ide kreatif tersebut penting dalam proses pendidikan. Saya memperhatikan proses-proses yang dilakukan tim dalam kelompok tersebut penuh dengan semangat kebaruan, proses yang tidak merasa letih dalam uji coba untuk menghasilkan sesuatu yang baru, serta motivasi kuat siswa dalam berproses menggunakan akal pikiran, hati dan tindakan untuk kemaslahatan dan pengetahuan umum bagi masyarakat.
Melihat proses tersebut, maka tidak salah saya menyebut sekolah ini “musikal” yang menumbuhkan motivasi produktif pengembangan ilmu dan kemaslahatan.
Safari Dakwah Putaran Kelima, PCM Colomadu Perkuat Syiar Islam Berkemajuan
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sekitar 500 jemaah Muhammadiyah dan Aisyiyah menghadiri Pengajian Akbar Safari Dakwah PDM Solo Raya Putaran Kelima yang digelar Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM)...
Awal Tahun Ajaran, Murid SD Muhammadiyah 1 Solo Borong Prestasi Akademik dan Olahraga
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Awal Tahun Ajaran 2026/2027 menjadi momentum membanggakan bagi SD Muhammadiyah 1 Solo. Belasan murid sekolah yang berlokasi di Jalan Kartini No. 1...
Semarak Hari Anak Nasional, MA Muhammadiyah Solo Padukan Edukasi KUA dan Wisata Sejarah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah Solo menggelar rangkaian kegiatan edukatif dan inspiratif dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026. Kegiatan yang berlangsung...
Guru SD Muhammadiyah 1 Solo Dorong Pembelajaran Sastra Jawa Lebih Kritis
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Guru Bahasa Jawa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo, Ki Agung Sudarwanto, memperagakan teknik membedah geguritan (puisi Jawa) secara mendalam sebagai bagian dari...
Anak Diminta Waspada Modus Narkoba Lewat Makanan dan Minuman
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (NAPZA) kini tidak hanya menyasar remaja dan orang dewasa, tetapi juga anak-anak melalui berbagai modus, termasuk...
Hari Anak Nasional 2026, SD Muhammadiyah 1 Solo Ajak Siswa Bermain dan Sampaikan Aspirasi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SD Muhammadiyah 1 Ketelan memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 dengan menggelar kegiatan bertajuk Peringati Hari Anak Nasional dengan Senam Anak Hebat,...
MTs Muhammadiyah Surakarta Dukung Evaluasi Nasional Kinerja Guru Bersama BPKP
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – MTs Muhammadiyah Surakarta menjadi salah satu lokasi uji petik evaluasi kinerja guru madrasah yang dilaksanakan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Pusat...
Murid SD Muhammadiyah 16 Kota Solo Raih Juara 1 Lomba Menulis Cerita FLS3N
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Siswa SD Muhammadiyah 16 Karangasem, Kota Solo, Tabina Khansa Nirwasita, meraih juara 1 Lomba Menulis Cerita dalam ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa...
Gandeng Mafindo, MPLS SMP Muhammadiyah 7 Solo Bahas Sopan Santun Bermedia Sosial
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-SMP Muhammadiyah 7 Kota Solo menyelenggarakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Anak dengan tema “Membentuk Generasi Progresif yang Religius, Berwawasan Global, dan...
Siswa Baru SD Muhammadiyah 8 Jagalan Jalani MPLS dengan Lesehan Santai
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) merupakan salah satu agenda wajib yang dilakukan di awal tahun ajaran. Kegiatan yang membangun keakraban serta menanamkan nilai karakter...
Murid SD Muhammadiyah PK Kottabarat Sedekah Pohon dan Lepas Burung Perkutut di Balaikambang
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebanyak 480 murid SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, Kota Solo mengikuti puncak kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah dan Masa Pengenalan Kelas...
Bekali Siswa Cakap Digital, SD Muhammadiyah 8 Jagalan Gandeng Diskominfo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-SD Muhammadiyah 8 Jagalan, Kota Solo, bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Solo menyelenggarakan sosialisasi Bijak Bermedia Digital bagi 436 murid...







