Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Sekolah

Sekolah yang Musikal

Hendro Susilo (Kelompok Studi Tajdid Pendidikan), Editor: Yusuf R. Yanuri
Jumat, 26 Mei 2023 23:32 WIB
Sekolah yang Musikal

Sore itu, saya memperhatikan sekelompok siswa yang sedang melakukan uji coba produksi makanan. Dengan telaten dan penuh kecermatan, mereka mengatur komposisi-komposisi bahan makanan itu. Sesekali terlihat canda tawa khas ciri remaja usia SMA hanya untuk sekedar menghangatkan suasana. Rupanya mereka sedang mempersiapkan sebuah produk inovasi untuk diikutkan dalam sebuah kompetisi berbasis kreatifitas dan inovasi di kota Surakarta.

“Tekucang”, begitu saya dengar dari siswa. Tekucang rupanya akronim dari tepung kulit kacang. Tepung kacang ini nantinya akan menjadi bahan utama untuk membuat biskuit dan kue garpu. Untuk kedua produk kue makanan tersebut itu juga mereka punya sebutan akronim. Sebut saja “Biskucang” dan “Kugarkucang” untuk produk makanan olahan yang dikembangkan siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta.

Pembuatan tepung kulit kacang ini ide awalnya terbesit dari salah satu anggota tim ketika ada fenomena nonton bareng (nobar) sepak bola di TV selalu ada kacang tanah rebus atau oven sebagai camilan. Dan mirisnya lagi, sudah dipastikan ada sampah menumpuk berupa kulit kacang. Limbah / sampah kulit kacang ini bisa tidak ya dimanfaatkan? Begitu pikiran siswa.

Setelah mencari referensi riset dan mempelajari tentang kulit kacang, ternyata ditemukan kandungan selulosa yang dapat membantu pencernaan manusia.

Berbekal referensi ilmiah dan kandungan yang bermanfaatd ari kulit kacang, maka dimulailah tahapan uji coba pembuatan produk. Mardian Dewi Pamungkas sebagai pendamping siswa menceritakan kepada saya bahwa proses trial and error pengolahan kulit kacang yang ditumbuk menjadi tepung dan selanjutnya dibuat kue lumayan cukup banyak. Sekitar 4-5 kali untuk pengujian tekstur pada 2 macam makanan kue yang dibuat siswa.

Ada biskuit dan kue kacang, ujar Dewi kepada saya. Tentu saja dipilihnya kedua jenis kue tersebut untuk pengujian tepung kacang kulit “tekucang” bisa digunakan untuk makanan rasa manis dan rasa asin.

Sementara itu, Nashira yang juga menjadi salah satu anggota tim menceritakan proses mereka mengolah kulit kacang menjadi tepung sampai pada kue.

Pertama, kulit kacang yang sudah dipilih di cuci terlebih dahulu dan dikeringkan untuk penurunan kadar air. Proses pengeringan bisa juga dengan pengovenan jika menginginkan efisiensi waktu. Kulit kacang yang sudah kering, kemudian ditumbuk. Oleh karena kami uji coba dalam skala kecil, maka kami blender kulit kacang tersebut dan disaring untuk mendapatkan tepung halus yang siap diolah.

Proses inovasi pembuatan kue dalam tim tentu melalui serangkaian diskusi dan saling memberikan masukan satu sama lain terkait kualitas mutu produk. Nashira, Anargya, Rafif dan Aisyah farah tentu memiliki pendapat dan selera masing-masing. Namun, mereka saling terbuka dan bertukar pikiran dalam hasil akhir produk. Tidak kenal lelah dalam mencoba produk kue makanan.

Pengolahan kue ini atas dasar inovasi kulit kacang, yang bagi sebagian besar masyarakat kulit kacang tentu terbuang sia-sia. Di tangan siswa-siswi inilah inspirasi “sampah” yang bisa dimanfaatkan untuk pangan alternatif bagi masyarakat. Inilah salah satu motivasi yang ada dalam benak tim.

Sekolah Gaya “Musikal”

Melihat, menyaksikan dan merenungkan apa yang dilakukan sekelompok siswa tersebut, pikiran saya teringat tulisan penuh hikmah Mustofa W Hasyim tentang pendidikan yang musikal dan puitis. Bahwasannya Al-Qur’an itu musikal dan puitis.

Disebut puitis karena style bahasanya indah dan mampu menggerakkan akal sehat manusia. Begitu juga disebut musikal karena jika Al-Qur’an di baca dengan disuarakan berdasarkan hukum tajwid, makhraj huruf, serta dibaca dengan qiroah bisa menghasilkan energi dan potensi yang menentramkan, menggetarkan dan menjadi instrumen penyadaran akan tugas manusia sebagai khalifah di muka bumi.

Al-Qur’an yang musikal dan puitis selalu menumbuhkan motivasi positif, optimisme menghadapi perubahan, dan menggerakkan pembacanya (manusia) menjadi produktif. Produktif dalam hal kebaikan, produktif dalam hal menambah ilmu pengetahuan, produktif menghasilkan metode-metode baru yang bermanfaat, produktif menghasilkan solusi baru dan terbarukan, produktif menghasilkan ekspresi etis dan ekspresi estetis.

Pengolahan “sampah” kulit kacang menjadi makanan alternatif yang bisa dinikmati masyarakat luas coba diperkenakan oleh keempat siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Mereka melakukan sesuatu hal yang dimulai dari mengamati, mempelajari, meneliti, melakukan uji coba dan menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah bagi kemaslahatan adalah tindakan nyata sebagai fungsi khalifah. Sekolah meng-elaborasi ide kreatif siswa dengan memberikan kesempatan siswa mengembangkan ide tersebut.

Kesempatan dan pendampingan yang dilakukan sekolah terhadap ide kreatif tersebut penting dalam proses pendidikan. Saya memperhatikan proses-proses yang dilakukan tim dalam kelompok tersebut penuh dengan semangat kebaruan, proses yang tidak merasa letih dalam uji coba untuk menghasilkan sesuatu yang baru, serta motivasi kuat siswa dalam berproses menggunakan akal pikiran, hati dan tindakan untuk kemaslahatan dan pengetahuan umum bagi masyarakat.

Melihat proses tersebut, maka tidak salah saya menyebut sekolah ini “musikal” yang menumbuhkan motivasi produktif pengembangan ilmu dan kemaslahatan.

Berita Terbaru

Tim Futsal SD Mapan Juara I dan Best Player Turnamen LSBO PDM Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim futsal SD Muhammadiyah 8 Jagalan Solo atau SD Mapan meraih dua penghargaan dalam Turnamen Futsal yang diselenggarakan Lembaga Seni Budaya dan Olahraga...

SD Muhammadiyah PK Solo Ajak Murid Sulap Galon Bekas Jadi Minipond

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 66 murid kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Parents’ Day bertajuk “Kreasi Minipond Ekosistem dari Galon Bekas”...

International Native Speaker Latih Kepercayaan Diri Siswa SD Muhammadiyah 14 Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Solo menggelar kegiatan International Native Speaker bertema “Speak Globally, Shine Brightly!” pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula...

Sempat Sakit, Siswa SMP Muhammadiyah 7 Colomadu Raih Gelar di Ajang Badminton

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Muhammad Fakhri Pratama, siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu, meraih juara II cabang bulu tangkis tunggal putra dalam Lomba Sayap...

Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...

SMP Muhammadiyah 1 Simpon Raih 375 Prestasi dalam 93 Hari

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- SMP Muhammadiyah 1 Simpon Solo mencatatkan 375 prestasi dalam kurun waktu 93 hari. Capaian tersebut berasal dari berbagai bidang akademik dan nonakademik, mulai...

Sekolah Muhammadiyah di Solo Perkuat Tata Kelola Arsip

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sekolah-sekolah Muhammadiyah di Kota Solo mengikuti Workshop Kearsipan Sekolah Muhammadiyah untuk memperkuat tata kelola administrasi dan pengelolaan dokumen kelembagaan. Kegiatan yang menghadirkan Rudi...

Kemah Bakti Hizbul Wathan MTs Muhammadiyah Solo Tanamkan Peduli Alam

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- MTs Muhammadiyah Solo menggelar Kemah Bakti Hizbul Wathan (HW) selama tiga hari di Bumi Perkemahan Al Amin, Ngargoyoso, Kamis–Sabtu (22–24/10/2026). Kegiatan ini diikuti...

Parents’ Day, SD Muhammadiyah PK Solo Ajak Murid Jadi Donutpreneur

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 81 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Parents’ Day bertajuk “Junior Donutpreneur: Sweet Success” di Ruang...

Milad Keenam, SMP Mutu Colomadu Perkuat Kolaborasi Sekolah dan Orang Tua

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu (SMP Mutu) memperingati milad ke-6 dengan melibatkan sekitar 250 peserta, terdiri atas siswa kelas VII, VIII, dan...

SD Muhammadiyah PK Banyudono Gelar Parenting Harmoni

BOYOlALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Paguyuban Wali Murid Kelas VI A SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Banyudono menggelar kegiatan Parenting Harmoni di kediaman Ketua Paguyuban, Dyah Retnaningsih, Sabtu...

Rayakan Milad ke-29, Guru IGABA Karanggede Hadir di GOR Jatidiri Semarang

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Guru TK/BA ‘Aisyiyah yang tergabung dalam Ikatan Guru ‘Aisyiyah Bustanul Athfal (IGABA) se-Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, resmi menghadiri puncak peringatan Milad ke-29 IGABA di...