Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tarjih & Tajdid

Kaderisasi, Bergembira, dan Melayani: Catatan Sisi Lain Syiar Muktamar

Hendro Susilo (PDPM Kota Surakarta), Editor: Yusuf R. Yanuri
Jumat, 14 Oktober 2022 05:49 WIB
Kaderisasi, Bergembira, dan Melayani: Catatan Sisi Lain Syiar Muktamar

“Tanam-tanamkan Muhammadiyah di jiwa kita, sehingga kebermanfaatan akan semarak dan menyemarakkan seluruh bangsa dan negara!,” ujar Ustadz Adi Hidayat.

Kutipan di atas diambil dari tulisan berjudul “Benarkah kita sudah Muhammadiyah”? yang ditulis oleh Faiz Albar Darmawan dari PCIM Mesir. Tulisan tersebut merupakan refleksi dan ringkasan singkat tabligh akbar Ustaz Dr Adi Hidayat, Lc, MA dalam rangka syiar Muktamar Muhammadiyah ke 48 di Edutorium UMS.

Tulisan yang detail terkait konten tausiyah ditambah dengan pandangan pribadi penulis menjadikan tulisan itu memiliki kekuatan batin (ruh) dalam membangun semangat bermuhammadiyah.

Saya pun ikut menyaksikan acara yang meriah tersebut. Ramai sekali warga Muhammadiyah berbondong-bondong hadir di lokasi untuk menyemarakan syiar Muktamar bulan November mendatang.

Di tengah keramaian tersebut, pandangan saya terhenti di pintu masuk Edutorium dan melihat jajaran personil Kokam menyambut tamu-tamu yang hadir. Saya cukup lama berhenti di pintu masuk oleh karena melihat 3 personil “Kokam Cilik” yang ikut bertugas menyambut tamu yang hadir.

Di sela-sela “Kokam Cilik” bertugas, saya menyempatkan untuk ngobrol-ngobrol bahkan foto selfie bersama mereka. Terlihat guratan wajah yang gembira di mata mereka. Salah satu dari mereka masih duduk di bangku SD kelas 1 dan lainnya kelas 6 SD.

Bukan hanya saya saja yang ber-foto Selfie dengan mereka. Ternyata ada juga warga ibu-ibu Aisyiyah yang sempat minta foto bersama mereka dengan memasang wajah senyum. Dan Kokam cilik-pun melayani berfoto dengan senang hati dan memasang senyum sumringah namun tetap terlihat gagah.

Kaderisasi: Menggembirakan dan Melayani

Melihat fenomena tersebut, pikiran saya menerawang dan teringat kata ‘kaderisasi’. Muhammadiyah yang mengemban misi dakwah dan tajdid memerlukan subjek atau pelaku gerakan. Kader merupakan anggota Muhammadiyah yang memiliki kualitas dan tugas khusus. Sedangkan yang mengorganisasi dalam sistem adalah tugas pimpinan Muhammadiyah.

Kaderisasi sendiri merupakan proses yang melahirkan kader, atau dengan kata lain merupakan usaha pembentukan seorang kader. Dan, perkaderan bagi Muhammadiyah adalah investasi mewujudkan cita-cita persyarikatan.

Bermuhammadiyah itu berislam yang menggembirakan. Tantangan dakwah semakin kompleks, sehingga prinsip menggembirakan dan memudahkan perlu dipegang. Dakwah itu mengajak, bukan menghakimi.

Surat Al-Nahl ayat 125 menjadi refleksi kita dalam berdakwah, “Serulah manusia ke jalan Tuhanmu dengan cara hikmah, pelajaran yang baik, dan berdiskusilah dengan mereka dengan cara yang baik pula.”

Bergembira adalah perintah Alquran, “Katakanlah, dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan.”

Menjadi kader Muhammadiyah berarti berusaha untuk terus selalu menggembirakan amal sholeh. Gembira dalam kegiatan kemanusiaan, gembira dalam kegiatan kajian ilmu, gembira dalam bersilaturahmi, gembira dalam berzakat. Dan, memang urusan setiap muslim itu menggembirakan. Ketika mendapat kenikmatan senantiasa besryukur, pun ketika ada halangan senantiasa bersabar.

Prinsip melayani dengan sepenuh hati untuk negeri sering kita dengar. Muhammadiyah telah membuktikan baktinya untuk negeri. Melayani kemanusiaan sebagai bentuk dakwah pencerahan dan aktualisasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan menjadi perhatian persyarikatan.

Muhammadiyah dan kemanusiaan menjadi hal yang tidak bisa dilepaskan. Perjalanan panjang Muhammadiyah dalam melayani kemanusiaan tercatat dalam sejarah. Semangat melayani inilah yang menjadikan Muhammadiyah tumbuh berkembang. Teologi Al-Maun telah menjadi spirit dalam melayani kemanusiaan sehingga Muhammadiyah berkembang hingga abad kedua,dan InshaAllah seterusnya.

Melihat “Kokam Cilik” yang bergembira dan tulus ikhlas melayani para tamu yang hadir dalam sebuah acara Muhammadiyah, saya belajar tentang “bergembira dan melayani”.

Betapa kedua nilai tersebut menjadi dasar spirit kita menjadi kader Muhammadiyah. Tantangan dakwah Muhammadiyah ke depan semakin kompleks tentunya. Perlu proses kaderisasi yang mampu menghasilkan kader yang senantiasa bergembira, memajukan,dan ikhlas dalam berjuang mencapai cita-cita persyarikatan.

Ketiga “Kokam Cilik” telah memberikan inspirasi dan suntikan semangat bagi kita untuk bermuhammadiyah dengan bergembira dan ikhlas melayani. 

Berita Terbaru

Dari GWO Sriwedari, Belajar Jadi Manusia Seutuhnya

Dua kali saya menyaksikan tampilan seni budaya dalam bentuk drama dan pagelaran seni daerah nusantara persembahan dari siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Gelaran...

Membangun Amal Usaha Muhammadiyah Unggulan

Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang bergerak atas semangat al-Ma’un dan Al-Ashr (dari etos ke spirit peradaban) dan berkhidmat untuk membangun kemanusiaan, keumatan, kebangsaan, dan internasional...

Apa yang Bisa Dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah dalam Menghadapi Penurunan Jumlah Warganya?

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pernyataan Denny JA mengenai penurunan yang signifikan dalam jumlah warga Muhammadiyah dalam 20 tahun terakhir merupakan isu yang perlu dipertimbangkan dengan serius...

Historical Walking, Ikhtiar Pembumian Nilai Kemuhammadiyahan

Sepanjang yang saya ketahui, ada dua buku yang mengupas perjalanan Sejarah Muhammadiyah kota Surakarta. Pertama, Matahari Terbit di Kota Bengawan yang ditulis oleh Dr Mohamad...

Mindful Learning dalam Pembelajaran Kimia

Materi kimia sangatlah menarik. Bila seorang guru mampu membangkitkan minat dan motivasi siswa, materi kimia bisa menjadi sarana berpikir kritis, kreatif, membentuk karakter ilmiah dan...

STEM and Digitalisation (3): Manpower Development, Coaching Students, and Reflective Thinking

Diskusi dan sharing pengelolaan pendidikan bersama akademisi Nanyang Polytechnic Singapura berlanjut sampai hari ke -10. Tema Pengembangan sumber daya manusia untuk pertumbuhan ekonomi, membangun cara...

Melekat Kelas Baru

Di awal tahun pelajaran baru, satuan pendidikan menyiapkan awal tahun pelajaran. Kegiatan awal tahun ditandai adanya berbagai kegiatan. Salah satunya adalah masa pengenalan lingkungan sekolah...

STEM and Digitalisation (2): Menciptakan Iklim dan Ekosistem Inovasi

Baca seri pertama dari artikel ini di sini Hari ke-2, 3, dan 4 pelatihan, kami berdialog dan sharing dengan Mr Yoon Eng Tong dalam forum...

Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)

RESENSI BUKU Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan) Judul Buku : Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)...

STEM And Digitalisation (1): Refleksi Teachers Course di Nanyang Polytechnic Singapura

Hari ini, Senin 17 Juli 2023 saya berkesempatan untuk belajar secara langsung bersama Dr Judy Emily dari Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore untuk mendalami model pendidikan...

Romansa Guru Penggerak

Program guru penggerak merupakan bagian dari program merdeka belajar episode ke lima yang digagas oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Program guru pengerak adalah...

Buku Merawat Intelektualisme Muhammadiyah Telah Terbit

Kabar gembira bagi para aktivis dan kader Muhammadiyah di kota Solo. Pasalnya, buku karya Dr Mohamad Ali yang merupakan catatan–catatan sejarah pergerakan Muhammadiyah di kota...

Leave a comment