Wednesday, 25 May 2022
HOTLINE: (0271) 653 025 / 081234 567 890
  • Home
  • Catatan Dialog Kader : “Mengokohkan Kader Berkemajuan”
Catatan Dialog Kader :  “Mengokohkan Kader Berkemajuan”

Catatan Dialog Kader : “Mengokohkan Kader Berkemajuan”

 

 

Oleh : Hendro Susilo

Majelis Pustaka PDM  Kota Surakarta/ Aktivis Pemuda Muh. Kota Surakarta

 

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Majelis Pendidikan Kader PDM Kota Surakarta mengundang Prof. Dr.Abdul Mu’ti,M.Ed (Pimpinan Pusat Muhammadiyah)  untuk berdialog dan membicarakan tema perkaderan dan songsong Muktamar Muhammadiyah ke 48 di balai dakwah Muhammadiyah Surakarta,Sabtu (22/01/2022) . Dalam dialog tersebut, ada hal yang menarik untuk dikaji dan menjadi highlight. Hemat penulis, pembingkaian pengkaderan Muhammadiyah di era informasi perlu perhatian dan format yang lebih segar.

Dalam paparannya, Prof Abdul Mu’ti mengemukakan bahwa sampai sekarang eksistensi organisasi Muhammadiyah masih terjaga dan bisa mencapai usia 1 abad lebih. Banyak organisasi lain yang sudah tidak eksis lagi. Eksistensi Muhammadiyah terjaga dikarenakan gerakan tajdid yang dilakukan, baik berupa purifikasi dalam hal akidah dan ibadah maupun reformasi dalam urusan muamalah duniawiyah.

Abdul Mu’ti menilai, gerakan dakwah Muhammadiyah di era informasi perlu diperkuat. Era Big data saat ini perlu di respon dengan cerdas oleh Muhammadiyah. Teknologi yang canggih dan kumpulan data yang lebih kompleks, menjadi tantangan bagi Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah berbasis data. Data tentang kekuatan amal usaha Muhammadiyah menjadi penting sebagai dasar pengambilan kebijakan yang diambil organisasi.

Dalam konteks ini, Muhammadiyah memerlukan kader-kader yang handal dan memiliki kompetensi untuk berperan dalam persyarikatan. Ber-Muhammadiyah berarti melangkah untuk maju. Branding Islam Berkemajuan mendorong kader-kader Muhammadiyah melakukan gerakan pencerahan melalui proses transformasi yang bersifat membebaskan, mencerahkan, dan memajukan kehidupan yang lebih baik dan utama. Maka, tema muktamar “memajukan Indonesia, mencerahkan semesta” tidak terlalu mewah dan melangit, namun sangat berarti bagi anggota Muhammadiyah se-Dunia dan penyemangat untuk merawat Indonesia.

 

 

 

Mengokohkan Perkaderan

 

Mengapa harus ada perkaderan Muhammadiyah? Secara konseptual, sebuah organisasi memerlukan kader sebagai penggerak roda organisasi untuk mencapai tujuan. Dan Muhammadiyah menempatkan pengkaderan termasuk program strategis Muhammadiyah. Tujuan pengkaderan Muhammadiyah adalah membentuk kader yang memiliki semangat, integritas, dan kompetensi untuk berperan di persyarikatan, kehidupan umat, berbangsa dan bernegara serta berkiprah di percaturan dunia. Mengingat strategisnya sebuah pengkaderan, maka metodologi perkaderan harus adaptif dengan kondisi kekinian.

Dalam perkembangan zaman yang terjadi, ada nilai-nilai yang berubah dan ada nilai-nilai yang tetap. Nilai tetap merupakan nilai dasar seperti kejujuran,keadilan,humanisme,dan lain sebagainya. Sedangkan Nilai yang berubah menyangkut nilai instrumental mengikuti perkembangan zaman yang bersifat dinamis dan kreatif. Dalam konteks inilah, format perkaderan perlu dirumuskan. Perkaderan merupakan proses alih nilai yang dikembangkan dalam rangka perubahan perilaku. Nilai yang sifatnya pengetahuan (kognitif), misalnya bisa menggunakan teknologi yang bisa dbaca kapan saja, sedangkan nilai yang sifatnya pembentukan integritas dan komitmen menggunakan metode dialog tatap muka.

Jalur kaderisasi di Muhammadiyah melalui beberapa sektor seperti jalur keluarga, jalur amal usaha, jalur organisasi otonom dan program khusus MPK baik formal maupun non formal. Secara ontologis, hakikat pengkaderan Muhammadiyah adalah education (tarbiyah) dan dakwah. Dalam tulisan ini, penulis akan meng-highlight jalur Amal Usaha Muhammadiyah. Amal usaha merupakan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Muhammadiyah untuk menunjang perwujudan tujuan persyarikatan. Diantara amal usaha ini adalah bidang pendidikan, sehingga wajar salah satu fungsi pendidikan Muhammadiyah adalah sebagai media kaderisasi.

Dalam dialog kader bersama Abdul Mu’ti, beliau mengingatkan bahwa kemajuan sebuah amal usaha disokong oleh adanya kader yang memiliki militansi dan memiliki jiwa melayani. Penulis teringat apa yang telah disampaikan oleh Prof. Haedar Nashir terkait kekuatan amal usaha Muhammadiyah. Beliau mengutarakan bahwa Muhammadiyah dengan lembaga pendidikannya mampu bertahan selama 1 abad lebih dan masih diikhtiarkan untuk mampu bertahan dan berkembang sampai saat ini. Ini menunjukkan bahwa ada “sesuatu” yang hidup dalam Muhammadiyah, ada kekuatan yang terus menggelora dalam tubuh Muhammadiyah.

Kekuatan yang dapat membuat amal usaha Muhammadiyah terus hidup dan terus berkelanjutan diantaranya pertama, ruh Islam yang menjadi pondasi gerakan. Ruh Islam sebagai sumber inspirasi, sumber optimisme, dan menjadi api yang menggelorakan jiwa untuk mengemban amanah di amal usaha. Kedua adalah Misi dakwah dan tajdid, menyebarluaskan nilai-nilai Islam dalam kehidupan dan melakukan pembaharuan melahirkan karya yang lebih baik. Dakwah dan tajdid perlu diberikan asupan pemahaman dalam dunia pendidikan yang harus terus diperbaharui.

Kekuatan ketiga adalah keikhlasan, jiwa ikhlas merupakan karakter Muhammadiyah. Akumulasi keikhlasan inilah yang akan membawa kemajuan AUM dan pergerakkan Muhammadiyah. Keempat adalah kekuatan sistem modern, yang menjadikan Muhammadiyah terus beradaptasi dalam perkembangan zaman dan memiliki budaya organisasi yang ditopang kejujuran,sidiq, amanah, dan sebagainya. Hidup di tengah zaman yang terus berubah dan dengan nilai dasar yang dimiliki Muhammadiyah,telah mampu menjadikan Muhammadyah adaptif dan mampu melakukan perubahan-perubahan.

Kekuatan lainnya adalah hasil dari Muhammadiyah untuk masyarakat luas. Indikasinya adalah kehadiran lembaga pendidikan Muhammadiyah diterima di seluruh pelosok negeri. Muhammadiyah memiliki sikap inklusif dan membawa rahmatan lil alamin. Dari aspek value Muhammadiyah, menjadikan Muhammadiyah memiliki karakter pembeda yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Berdasarkan uraian diatas, Pengkaderan di Muhammadiyah merupakan program strategis untuk melanjutkan gerakan dakwah Muhammadiyah. Permasalahan eksistensi perkaderan, perlu format kerangka pembinaan yang menghasilkan kader berjiwa Islam Berkemajuan, kader yang mempunyai integritas (militansi ), dan kader yang memiliki kompetensi untuk menjawab tantangan zaman yang akan menopang dakwah Muhammadiyah dalam mencerahkan semesta.

Ditulis oleh :

INFORMASI TERKAIT

All
/ 23 Mei 2022

Mantap, UMS Bangun Griya Mahasiswa Berlantai 4

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Peletakan batu pertama atau ground breaking Griya Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dilakukan, Sabtu (21/05). Pada kesempatan tersebut hadir di lokasi Ketua BPH UMS, Dahlan Rais, M.Hum...
/ 2 Mei 2022

Ribuan Jamaah Hadiri Shalat Idul Fitri 1443 H di Gedung Edutorium UMS

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan Sholat Idul Fitri 1443 H di halaman Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan UMS, Senin (2/5/22), dengan Imam dan Khatib Dr. Hakimuddin Salim,...
/ 22 April 2022

PRA Semanggi Meriahkan Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48 dengan Santunan Yatim

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dalam rangka memeriahkan Muktamar Muhammadiyah-‘Aisyiyah ke-48, Pimpinan Ranting ‘Aisyiyah Semanggi Cabang Kota Bengawan Surakarta mengadakan Santunan Anak Yatim oleh Majelis Kesejahteraan Sosial. Kegiatan ini  bertujuan mengamalkan Surat...
Dahlan Rais : Kepemimpinan Akan Berkembang Sesuai Perkembangan Zaman
Tak Berkategori
/ 22 April 2022

Dahlan Rais : Kepemimpinan Akan Berkembang Sesuai Perkembangan Zaman

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Panitia Pusat Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah kembali mengelar “Muktamar Talk” untuk menyongsong Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah ke-48 yang akan dilaksanakan di Surakarta pada 18-20 November 2022. “Muktamar Talk”...
/ 18 April 2022

PCM dan PRM Se-Solo Raya Ngaji Bareng di Edutarium

  SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi tuan rumah Pengajian Ramadhan 1443H Pimpinan Cabang Muhammadiyah/’Aisyiyah dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah/’Aisyiyah se-Solo Raya pada Sabtu, 16 April 2022, yang dilaksanakan...

Diskusi

Galeri Video

GALERI FOTO