Oleh : Hendro Susilo
Majelis Pustaka PDM Kota Surakarta/ Aktivis Pemuda Muh. Kota Surakarta
SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Majelis Pendidikan Kader PDM Kota Surakarta mengundang Prof. Dr.Abdul Mu’ti,M.Ed (Pimpinan Pusat Muhammadiyah) untuk berdialog dan membicarakan tema perkaderan dan songsong Muktamar Muhammadiyah ke 48 di balai dakwah Muhammadiyah Surakarta,Sabtu (22/01/2022) . Dalam dialog tersebut, ada hal yang menarik untuk dikaji dan menjadi highlight. Hemat penulis, pembingkaian pengkaderan Muhammadiyah di era informasi perlu perhatian dan format yang lebih segar.
Dalam paparannya, Prof Abdul Mu’ti mengemukakan bahwa sampai sekarang eksistensi organisasi Muhammadiyah masih terjaga dan bisa mencapai usia 1 abad lebih. Banyak organisasi lain yang sudah tidak eksis lagi. Eksistensi Muhammadiyah terjaga dikarenakan gerakan tajdid yang dilakukan, baik berupa purifikasi dalam hal akidah dan ibadah maupun reformasi dalam urusan muamalah duniawiyah.
Abdul Mu’ti menilai, gerakan dakwah Muhammadiyah di era informasi perlu diperkuat. Era Big data saat ini perlu di respon dengan cerdas oleh Muhammadiyah. Teknologi yang canggih dan kumpulan data yang lebih kompleks, menjadi tantangan bagi Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah berbasis data. Data tentang kekuatan amal usaha Muhammadiyah menjadi penting sebagai dasar pengambilan kebijakan yang diambil organisasi.
Dalam konteks ini, Muhammadiyah memerlukan kader-kader yang handal dan memiliki kompetensi untuk berperan dalam persyarikatan. Ber-Muhammadiyah berarti melangkah untuk maju. Branding Islam Berkemajuan mendorong kader-kader Muhammadiyah melakukan gerakan pencerahan melalui proses transformasi yang bersifat membebaskan, mencerahkan, dan memajukan kehidupan yang lebih baik dan utama. Maka, tema muktamar “memajukan Indonesia, mencerahkan semesta” tidak terlalu mewah dan melangit, namun sangat berarti bagi anggota Muhammadiyah se-Dunia dan penyemangat untuk merawat Indonesia.
Mengokohkan Perkaderan
Mengapa harus ada perkaderan Muhammadiyah? Secara konseptual, sebuah organisasi memerlukan kader sebagai penggerak roda organisasi untuk mencapai tujuan. Dan Muhammadiyah menempatkan pengkaderan termasuk program strategis Muhammadiyah. Tujuan pengkaderan Muhammadiyah adalah membentuk kader yang memiliki semangat, integritas, dan kompetensi untuk berperan di persyarikatan, kehidupan umat, berbangsa dan bernegara serta berkiprah di percaturan dunia. Mengingat strategisnya sebuah pengkaderan, maka metodologi perkaderan harus adaptif dengan kondisi kekinian.
Dalam perkembangan zaman yang terjadi, ada nilai-nilai yang berubah dan ada nilai-nilai yang tetap. Nilai tetap merupakan nilai dasar seperti kejujuran,keadilan,humanisme,dan lain sebagainya. Sedangkan Nilai yang berubah menyangkut nilai instrumental mengikuti perkembangan zaman yang bersifat dinamis dan kreatif. Dalam konteks inilah, format perkaderan perlu dirumuskan. Perkaderan merupakan proses alih nilai yang dikembangkan dalam rangka perubahan perilaku. Nilai yang sifatnya pengetahuan (kognitif), misalnya bisa menggunakan teknologi yang bisa dbaca kapan saja, sedangkan nilai yang sifatnya pembentukan integritas dan komitmen menggunakan metode dialog tatap muka.
Jalur kaderisasi di Muhammadiyah melalui beberapa sektor seperti jalur keluarga, jalur amal usaha, jalur organisasi otonom dan program khusus MPK baik formal maupun non formal. Secara ontologis, hakikat pengkaderan Muhammadiyah adalah education (tarbiyah) dan dakwah. Dalam tulisan ini, penulis akan meng-highlight jalur Amal Usaha Muhammadiyah. Amal usaha merupakan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Muhammadiyah untuk menunjang perwujudan tujuan persyarikatan. Diantara amal usaha ini adalah bidang pendidikan, sehingga wajar salah satu fungsi pendidikan Muhammadiyah adalah sebagai media kaderisasi.
Dalam dialog kader bersama Abdul Mu’ti, beliau mengingatkan bahwa kemajuan sebuah amal usaha disokong oleh adanya kader yang memiliki militansi dan memiliki jiwa melayani. Penulis teringat apa yang telah disampaikan oleh Prof. Haedar Nashir terkait kekuatan amal usaha Muhammadiyah. Beliau mengutarakan bahwa Muhammadiyah dengan lembaga pendidikannya mampu bertahan selama 1 abad lebih dan masih diikhtiarkan untuk mampu bertahan dan berkembang sampai saat ini. Ini menunjukkan bahwa ada “sesuatu” yang hidup dalam Muhammadiyah, ada kekuatan yang terus menggelora dalam tubuh Muhammadiyah.
Kekuatan yang dapat membuat amal usaha Muhammadiyah terus hidup dan terus berkelanjutan diantaranya pertama, ruh Islam yang menjadi pondasi gerakan. Ruh Islam sebagai sumber inspirasi, sumber optimisme, dan menjadi api yang menggelorakan jiwa untuk mengemban amanah di amal usaha. Kedua adalah Misi dakwah dan tajdid, menyebarluaskan nilai-nilai Islam dalam kehidupan dan melakukan pembaharuan melahirkan karya yang lebih baik. Dakwah dan tajdid perlu diberikan asupan pemahaman dalam dunia pendidikan yang harus terus diperbaharui.
Kekuatan ketiga adalah keikhlasan, jiwa ikhlas merupakan karakter Muhammadiyah. Akumulasi keikhlasan inilah yang akan membawa kemajuan AUM dan pergerakkan Muhammadiyah. Keempat adalah kekuatan sistem modern, yang menjadikan Muhammadiyah terus beradaptasi dalam perkembangan zaman dan memiliki budaya organisasi yang ditopang kejujuran,sidiq, amanah, dan sebagainya. Hidup di tengah zaman yang terus berubah dan dengan nilai dasar yang dimiliki Muhammadiyah,telah mampu menjadikan Muhammadyah adaptif dan mampu melakukan perubahan-perubahan.
Kekuatan lainnya adalah hasil dari Muhammadiyah untuk masyarakat luas. Indikasinya adalah kehadiran lembaga pendidikan Muhammadiyah diterima di seluruh pelosok negeri. Muhammadiyah memiliki sikap inklusif dan membawa rahmatan lil alamin. Dari aspek value Muhammadiyah, menjadikan Muhammadiyah memiliki karakter pembeda yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Berdasarkan uraian diatas, Pengkaderan di Muhammadiyah merupakan program strategis untuk melanjutkan gerakan dakwah Muhammadiyah. Permasalahan eksistensi perkaderan, perlu format kerangka pembinaan yang menghasilkan kader berjiwa Islam Berkemajuan, kader yang mempunyai integritas (militansi ), dan kader yang memiliki kompetensi untuk menjawab tantangan zaman yang akan menopang dakwah Muhammadiyah dalam mencerahkan semesta.
PCPM Kota Bengawan Tutup Safari Dakwah Ramadan 1447 H, Takmir Masjid: Luar Biasa!
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masjid Al Falah Baluwarti menjadi tempat berlabuh akhir Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan, Kota Solo, setelah bertempur sejak awal Ramadan dalam program...
UMKM Maju, Ekonomi Kuat dan Keberkahan di Bulan Ramadan
Kolaborasi hebat antara Takmir Masjid Nurul Hidayah Semanggi dengan Pimpinan Cabang Pemudaa Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan, Kota Solo, berhasil menggelar Festival Ramadan #3 2026 dengan...
Selama Ramadan, Masjid Al-Munir UMPKU Siapkan Iftar Gratis
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Semarak menyambut Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah mulai terasa di Masjid Al Munir UMPKU di kampus dua, tepatnya di Jl. Kolonel Sutarto, Jebres, Kota...
Belajar Mendalam pada Ramadan
Pembelajaran mendalam (deep learning) adalah pendekatan pedagogis yang menitik beratkan pada kedalaman pemahaman dan penguasaan konsep, tidak lagi pada luasnya materi atau hapalan fakta semata. Siswa yang...
Ruang Imajiner: Ahmad Dahlan, Hasyim Asy’ari, dan Rakyat Membahas Penentuan 1 Syawal 2026
Malam itu, langit terasa berbeda. Takbir belum berkumandang, tetapi perdebatan sudah riuh di mana-mana. Di masjid, di grup WhatsApp, bahkan di warung kopi, satu pertanyaan...
Ketika Silaturahmi Berubah Jadi Panggung Kesombongan
Idulfitri seharusnya menjadi momen paling sakral dalam perjalanan spiritual seorang Muslim. Setelah sebulan penuh berpuasa, menahan diri, dan melatih keikhlasan, hari kemenangan itu datang sebagai...
Berikut Lokasi Salat Idulfitri yang Digelar Muhammadiyah Kota Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan Idulfitri 1447 Hijriah jatuh pada Jumat (20/3/2026). Keputusan tersebut mengacu kepada Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT) yang mulai...
Idulfitri : Kembali dalam Pelukan Fitrah
Malam-malam terakhir Ramadan selalu terasa berbeda. Ada haru yang sulit dijelaskan, seolah waktu berjalan lebih cepat dari biasanya. Doa-doa dipanjatkan dengan lebih lirih, istighfar diulang...
Puasa Sepanjang Tahun
Saat bulan Ramadan berlalu, pertanyaan penting yang patut diajukan adalah: what’s next? Apakah puasa selesai bersama berakhirnya Ramadan, atau justru di situlah puasa yang sesungguhnya...
Buka Bersama PCPM Kobeng: Perkuat Ukhuwah dalam Bulan Penuh Berkah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kota Bengawan menggelar buka bersama pada Selasa (17/3/2026). Kegiatan yang bertempat di lantai 3 Masjid Nurul Hidayah Mojo Semanggi...
Gembleng Karakter Sejak Dini, Siswa Kelas I SD Muhammadiyah PK Solo Ikuti Pesantren Ramadan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sebanyak 84 murid kelas I SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Pesantren Ramadan 1447 Hijriah guna menanamkan nilai religiusitas dan kemandirian...
Regulasi Medsos Anak Disorot, Literasi Digital Jadi Kunci
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan Kebijakan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah preventif dalam...






