Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right

Catatan Dialog Kader : “Mengokohkan Kader Berkemajuan”

Tim Redaksi, Editor: Sugiharko Sahid
Selasa, 25 Januari 2022 17:32 WIB
Catatan Dialog Kader :  “Mengokohkan Kader Berkemajuan”

 

Oleh : Hendro Susilo

Majelis Pustaka PDM  Kota Surakarta/ Aktivis Pemuda Muh. Kota Surakarta

 

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Majelis Pendidikan Kader PDM Kota Surakarta mengundang Prof. Dr.Abdul Mu’ti,M.Ed (Pimpinan Pusat Muhammadiyah)  untuk berdialog dan membicarakan tema perkaderan dan songsong Muktamar Muhammadiyah ke 48 di balai dakwah Muhammadiyah Surakarta,Sabtu (22/01/2022) . Dalam dialog tersebut, ada hal yang menarik untuk dikaji dan menjadi highlight. Hemat penulis, pembingkaian pengkaderan Muhammadiyah di era informasi perlu perhatian dan format yang lebih segar.

Dalam paparannya, Prof Abdul Mu’ti mengemukakan bahwa sampai sekarang eksistensi organisasi Muhammadiyah masih terjaga dan bisa mencapai usia 1 abad lebih. Banyak organisasi lain yang sudah tidak eksis lagi. Eksistensi Muhammadiyah terjaga dikarenakan gerakan tajdid yang dilakukan, baik berupa purifikasi dalam hal akidah dan ibadah maupun reformasi dalam urusan muamalah duniawiyah.

Abdul Mu’ti menilai, gerakan dakwah Muhammadiyah di era informasi perlu diperkuat. Era Big data saat ini perlu di respon dengan cerdas oleh Muhammadiyah. Teknologi yang canggih dan kumpulan data yang lebih kompleks, menjadi tantangan bagi Muhammadiyah dalam menjalankan dakwah berbasis data. Data tentang kekuatan amal usaha Muhammadiyah menjadi penting sebagai dasar pengambilan kebijakan yang diambil organisasi.

Dalam konteks ini, Muhammadiyah memerlukan kader-kader yang handal dan memiliki kompetensi untuk berperan dalam persyarikatan. Ber-Muhammadiyah berarti melangkah untuk maju. Branding Islam Berkemajuan mendorong kader-kader Muhammadiyah melakukan gerakan pencerahan melalui proses transformasi yang bersifat membebaskan, mencerahkan, dan memajukan kehidupan yang lebih baik dan utama. Maka, tema muktamar “memajukan Indonesia, mencerahkan semesta” tidak terlalu mewah dan melangit, namun sangat berarti bagi anggota Muhammadiyah se-Dunia dan penyemangat untuk merawat Indonesia.

 

 

Mengokohkan Perkaderan

Mengapa harus ada perkaderan Muhammadiyah? Secara konseptual, sebuah organisasi memerlukan kader sebagai penggerak roda organisasi untuk mencapai tujuan. Dan Muhammadiyah menempatkan pengkaderan termasuk program strategis Muhammadiyah. Tujuan pengkaderan Muhammadiyah adalah membentuk kader yang memiliki semangat, integritas, dan kompetensi untuk berperan di persyarikatan, kehidupan umat, berbangsa dan bernegara serta berkiprah di percaturan dunia. Mengingat strategisnya sebuah pengkaderan, maka metodologi perkaderan harus adaptif dengan kondisi kekinian.

Dalam perkembangan zaman yang terjadi, ada nilai-nilai yang berubah dan ada nilai-nilai yang tetap. Nilai tetap merupakan nilai dasar seperti kejujuran,keadilan,humanisme,dan lain sebagainya. Sedangkan Nilai yang berubah menyangkut nilai instrumental mengikuti perkembangan zaman yang bersifat dinamis dan kreatif. Dalam konteks inilah, format perkaderan perlu dirumuskan. Perkaderan merupakan proses alih nilai yang dikembangkan dalam rangka perubahan perilaku. Nilai yang sifatnya pengetahuan (kognitif), misalnya bisa menggunakan teknologi yang bisa dbaca kapan saja, sedangkan nilai yang sifatnya pembentukan integritas dan komitmen menggunakan metode dialog tatap muka.

Jalur kaderisasi di Muhammadiyah melalui beberapa sektor seperti jalur keluarga, jalur amal usaha, jalur organisasi otonom dan program khusus MPK baik formal maupun non formal. Secara ontologis, hakikat pengkaderan Muhammadiyah adalah education (tarbiyah) dan dakwah. Dalam tulisan ini, penulis akan meng-highlight jalur Amal Usaha Muhammadiyah. Amal usaha merupakan kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan Muhammadiyah untuk menunjang perwujudan tujuan persyarikatan. Diantara amal usaha ini adalah bidang pendidikan, sehingga wajar salah satu fungsi pendidikan Muhammadiyah adalah sebagai media kaderisasi.

Dalam dialog kader bersama Abdul Mu’ti, beliau mengingatkan bahwa kemajuan sebuah amal usaha disokong oleh adanya kader yang memiliki militansi dan memiliki jiwa melayani. Penulis teringat apa yang telah disampaikan oleh Prof. Haedar Nashir terkait kekuatan amal usaha Muhammadiyah. Beliau mengutarakan bahwa Muhammadiyah dengan lembaga pendidikannya mampu bertahan selama 1 abad lebih dan masih diikhtiarkan untuk mampu bertahan dan berkembang sampai saat ini. Ini menunjukkan bahwa ada “sesuatu” yang hidup dalam Muhammadiyah, ada kekuatan yang terus menggelora dalam tubuh Muhammadiyah.

Kekuatan yang dapat membuat amal usaha Muhammadiyah terus hidup dan terus berkelanjutan diantaranya pertama, ruh Islam yang menjadi pondasi gerakan. Ruh Islam sebagai sumber inspirasi, sumber optimisme, dan menjadi api yang menggelorakan jiwa untuk mengemban amanah di amal usaha. Kedua adalah Misi dakwah dan tajdid, menyebarluaskan nilai-nilai Islam dalam kehidupan dan melakukan pembaharuan melahirkan karya yang lebih baik. Dakwah dan tajdid perlu diberikan asupan pemahaman dalam dunia pendidikan yang harus terus diperbaharui.

Kekuatan ketiga adalah keikhlasan, jiwa ikhlas merupakan karakter Muhammadiyah. Akumulasi keikhlasan inilah yang akan membawa kemajuan AUM dan pergerakkan Muhammadiyah. Keempat adalah kekuatan sistem modern, yang menjadikan Muhammadiyah terus beradaptasi dalam perkembangan zaman dan memiliki budaya organisasi yang ditopang kejujuran,sidiq, amanah, dan sebagainya. Hidup di tengah zaman yang terus berubah dan dengan nilai dasar yang dimiliki Muhammadiyah,telah mampu menjadikan Muhammadyah adaptif dan mampu melakukan perubahan-perubahan.

Kekuatan lainnya adalah hasil dari Muhammadiyah untuk masyarakat luas. Indikasinya adalah kehadiran lembaga pendidikan Muhammadiyah diterima di seluruh pelosok negeri. Muhammadiyah memiliki sikap inklusif dan membawa rahmatan lil alamin. Dari aspek value Muhammadiyah, menjadikan Muhammadiyah memiliki karakter pembeda yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Berdasarkan uraian diatas, Pengkaderan di Muhammadiyah merupakan program strategis untuk melanjutkan gerakan dakwah Muhammadiyah. Permasalahan eksistensi perkaderan, perlu format kerangka pembinaan yang menghasilkan kader berjiwa Islam Berkemajuan, kader yang mempunyai integritas (militansi ), dan kader yang memiliki kompetensi untuk menjawab tantangan zaman yang akan menopang dakwah Muhammadiyah dalam mencerahkan semesta.

Berita Terbaru

Kader Posyandu Karangasem Dibekali Edukasi Kesehatan Siklus Hidup

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kapasitas kader Posyandu di Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Solo, melalui program pengabdian kepada masyarakat berbasis...

Tiba-tiba Ingat Seseorang, Benarkah Dia Juga Memikirkan Kita?

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pernah tiba-tiba teringat seseorang, lalu tidak lama kemudian orang tersebut menghubungi atau muncul di hadapan kita? Sebagian orang menganggap pengalaman itu sebagai tanda...

Mahasiswa UMS Kenalkan Tes Keseimbangan Fukuda pada Lansia di Karanganyar

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMP) Fisioterapi mengenalkan pemeriksaan keseimbangan Fukuda kepada lansia di Desa Jetis, Kecamatan Jatiyoso,...

Tim P2M UMS Kenalkan Prinsip 3R kepada Siswa MI Muhammadiyah Gedongan

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Pengabdian Masyarakat Berbasis Pengembangan Persyarikatan Muhammadiyah (P2M) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengedukasi siswa MI Muhammadiyah Gedongan tentang pemilahan sampah melalui program Gerakan...

Belajar Warisan Budaya, Murid SD Muhammadiyah PK Praktik Membatik di Laweyan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 82 murid kelas II SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo belajar membatik secara langsung di Batik Puspita Mekar, Kampung Batik Laweyan,...

Tapak Suci SD Mapan Juara Umum Pencak Silat Piala Wali Kota 2026

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kontingen Tapak Suci SD Muhammadiyah 8 Jagalan atau SD Mapan meraih gelar juara umum kelompok usia dini dalam Kejuaraan Pencak Silat Piala Wali...

PESMA UMS Latih Mahasantri Public Speaking dan Personal Branding

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pesantren Mahasiswa (PESMA) Internasional KH Mas Mansur Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasantri dengan keterampilan berbicara di depan umum (public speaking) dan membangun...

RS UMS A.R. Fachrudin Perkuat Kemitraan dengan Mandiri Taspen

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menjalin kerja sama dengan PT Bank Mandiri Taspen untuk mendukung pemanfaatan layanan kesehatan bagi...

RS UMS A.R. Fachrudin Periksa Pertumbuhan Murid TK Surya Mentari

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menggelar pemeriksaan kesehatan bagi sekitar 80 murid KB dan TK Alam Muhammadiyah Surya Mentari...

Grup Band Mess in Balance Tuntaskan “Sacred of Ignin Tour” di Lima Kota

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Band rock asal Kota Solo, Mess in Balance (MIB), telah menuntaskan rangkaian tur bertajuk “Sacred of Ignis Tour” di lima kota, yakni Jakarta, Depok,...

Mahasiswa dan Alumni UMS Bersatu Membangun Kepedulian melalui Organisasi Al-Barokah

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa dan alumni Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam organisasi Al-Barokah mengadakan kegiatan sosial di Panti Disabilitas Anugrah, Kepoh RT 05/06, Desa Tohudan,...

HMP PBSI FKIP UMS Selenggarakan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMP PBSI), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menyelenggarakan kegiatan Latihan...