
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Lembaga Pengembangan Pondok, Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPPIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seminar Nasional Call for Paper Risalah Islam Berkemajuan dalam Dakwah dan Pendidikan dengan tema “Membangun Masa Depan Pendidikan Berkualitas: Reaktualisasi Institusi dan Pola Kaderisasi Muhammadiyah”.
Pada acara itu, Ketua Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo, Mohamad Ali menekankan, sekolah Muhammadiyah harus menjadi sekolah yang berkemajuan, mencerahkan, dan menggembirakan.
Kegiatan seminar ini berlangsung di Auditorium Mohamad Djazman UMS, Kamis (6/6/2024) dan disiarkan secara langsung di akun resmi youtube UMS. Wakil Rektor IV UMS Prof. Em Sutrisna, menegaskan bahwa kurikulum Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) menjadi pedoman berperilaku bagi sivitas akademika di kampus.
“Tentu kita semua berharap kaitannya dengan kehidupan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) di kampus UMS. Kita sudah mencanangkan AIK itu sebagai ruh dan living value kehidupan sivitas akademika UMS. Sehingga yang terkena kewajiban AIK bukan hanya mahasiswa saja, dosen dan tendik pun juga kena kewajiban AIK,” tutur Em Sutrisna.
Dia juga menyampaikan, di kampus ini AIK menjadi syarat untuk kenaikan pangkat atau jabatan tertentu. Untuk menjadikan AIK menjadi ruh dari sivitas akademika, beberapa upaya dilakukan. Di antaranya kajian tiap pekan pada hari Selasa yaitu Kajian Tarjih bersama Ustaz Syamsul Hidayat, Kajian Qiyamul Lail setiap hari Jumat jam 03 WIB pagi, Webinar Kemuhammadiyahan, Baitul Arqam untuk dosen, tendik, dan pimpinan, munadhoroh, serta Kajian Tafsir Quran.
Baca juga: Pendidikan Muhammadiyah yang Berkemajuan
Wakil Rektor IV UMS itu juga menyampaikan AIK itu adalah usaha-usaha untuk mewujudkan kampus yang islami, bukan hanya kampus yang modern dan mendunia. Melainkan juga kampus yang mensyiarkan nilai-nilai Islam. UMS bukan kampus yang eksklusif karena mahasiswanya tidak homogen dari satu agama saja melainkan ada juga mahasiswa yang dari dari agama lain. Maka kemudian AIK diambil sebagai living value atau nilai-nilai kehidupan bagi mahasiswa tersebut.
Seminar ini menekankan pada bagaimana institusi pendidikan Muhammadiyah bisa lebih adaptif terhadap perkembangan zaman memastikan nilai-nilai keislaman dan keunggulan akademik tetap terjaga. Selain itu, mengeksplorasi pola kaderisasi Muhammadiyah untuk menghasilkan pemimpin-pemimpin masa depan yang berkualitas dan berintegritas. Pada seminar tersebut kemudian menghadirkan tiga narasumber.

Para narasumber seminar (berdiri di depan) saat berfoto bersama. (Humas UMS).
Peningkatan Kualitas
Pembicara pertama adalah Mohamad Ali, Direktur Perguruan Muhammadiyah Kottabarat, Wakil Dekan I Fakultas Agama Islam (FAI) UMS, sekaligus Ketua Majelis Pendidikan PDM Solo. Dia menyampaikan, terdapat empat konstruksi sekolah Muhammadiyah Berkemajuan menurut Risalah Islam Berkemajuan. Empat kata kunci tersebut adalah menggembirakan, berkemajuan, gerakan ilmu, dan inklusif-multikulturalisme.
“Jadi sekolah berkemajuan itu harus menjadi yang mencerahkan dan menggembirakan. Jadi ketika kita mendirikan sekolah Muhammadiyah itu bukan sekadar untuk mencari uang,” tutur Ali. Dia menegaskan, institusi pendidikan harus menjadi wahana mencari ilmu yang mencerahkan dan menggembirakan. Jadi ketika sekolah itu membuat karyawan dan siswanya itu merasa tercerahkan dan bergembira melakukannya.
Sedangkan narasumber kedua adalah Maskuri, Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah (LP2M) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Dia menjelaskan dengan jumlah perkembangan yang cukup menggembirakan, dia meminta agar pengurus Muhammadiyah tidak berbangga hanya dengan jumlah. Tapi bagaimana peningkatan kualitas lima tahun ke depan, dan output-nya adalah menghasilkan kader lulusan yang unggul. Dia juga menerangkan kekuatan, kelemahan, peluang, serta tantangan yang dihadapi oleh pesantren-pesantren di bawah Muhammadiyah.
Narasumber ketiga adalah Bachtiar Dwi Kurniawan, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dia menerangkan kembali cara mewujudkan tujuan Muhammadiyah yang kemudian diharapkannya menjadi amal saleh dari founding father dan kader. Untuk menguatkan kader, dilakukan dengan reformasi kaderisasi melalui ideologisasi, internasionalisasi, dan diaspora.
Mahasiswa UMS Gagas Gerakan Udara Bersih untuk Pelajar lewat GerakDampak Academy
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Abi Umaroh, mahasiswa Magister Ilmu Hukum (MIH) Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP)...
UMS Nilai Penguatan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Nasional
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada 2026 dinilai berpotensi menghambat upaya peningkatan budaya literasi di Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan...
Mahasiswa Geografi UMS Gagas Program Mengajar Desa di Karanganyar
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggagas program Pengabdian Mengajar Desa di Desa Segorogunung, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan yang...
Mahasiswa UMS Bentuk Lembaga Ibu Sigap, Dorong Desa Blimbing Mandiri Cegah Stunting
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membentuk Lembaga Ibu Sigap di...
UMS Kenalkan Teknologi Tepat Guna, Dongrak Produktivitas Batik Desa Wisata Jarum
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong penguatan industri kreatif berbasis masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna bagi perajin batik di Desa Wisata...
UMS Perkuat Kesejahteraan Pegawai lewat BPJS, Dakes, dan Layanan Konseling
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat layanan bagi dosen dan tenaga kependidikan melalui peningkatan program kesejahteraan, layanan kesehatan, hingga dukungan kesehatan mental....
UMS Dampingi Desa Wisata Jarum Kembangkan Produk Ecoprint Berdaya Saing
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Salah satunya diwujudkan lewat pelatihan kewirausahaan, penamaan...
Pendaftar PMB UMS 2026 Meningkat, Persaingan Masuk Kampus Kian Ketat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Minat masyarakat melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus meningkat. Hingga Senin (27/7/2026) pukul 14.00 WIB, jumlah pendaftar Penerimaan Mahasiswa Baru...
FT UMS Kenalkan Industri Batik Ramah Lingkungan kepada Mahasiswa Internasional
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional melalui kegiatan field study membatik di Batik MY,...
Dosen PAI UMS Raih Penghargaan Publikasi Internasional Terbaik di AICIRE 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas academica Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) UMS,...
Atlet UMS Sumbang Emas untuk Indonesia di Kejuaraan Asia Pencak Silat 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Atlet Tapak Suci UMS, Kirana Tias Savira, berhasil mempersembahkan medali emas...
Lantik 79 Dokter Baru, FK UMS Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melantik dan mengambil sumpah 79 dokter baru Angkatan LIX Tahun 2026 dalam prosesi di...






