Ketua Majelis Pendidikan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo, Mohamad Ali, mengemukan tiga strategi untuk memajukan pendidikan yang dikelola persyarikatan. Strategi makro ini untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan di Kota Solo yang kian berat.
Tiga strategi tersebut, pertama, bahwa sekolah Muhammadiyah harus melek teknologi, terutama para pengelolanya. Hal ini sejalan dengan model pendidikan berbasis STEM atau metode pembelajaran berpilar pada science, technology, engineering and math. Menurut penyandang gelar doktor bidang pendidikan ini, penguasaan teknologi harus menjadi tradisi untuk memajukan sekolah Muhammadiyah. Kedua, sekolah-sekolah Muhammadiyah harus berkolaborasi atau saling berjejaring satu sama lain. Sekolah-sekolah dari tingkat TK, SD, SMP hingga SMA harus dimaknai sebagai kamar-kamar yang terintegrasi dan saling menguatkan di dalam rumah besar Muhammadiyah. Ketiga, sekolah-sekolah Muhammadiyah harus berprestasi.
“Kalau tidak berprestasi, sekolah Muhammadiyah akan ditinggalkan masyarakat,” ujar Ali dalam perbingan dengan jurnalis Langkah Baru, Hendro Susilo, yang disiarkan via saluran Youtube, TalkMu, belum lama ini. Kalau sekolah Muhammadiyah tidak maju, lanjut Ali, masyarakat tidak akan tertarik. Mereka akan memilih sekolah gratis yang ditawarkan sekolah-sekolah negeri. Dia berpendapat masyarakat bersedia membayar biaya sekolah jika masyarakat memperoleh imbalan sepadan berupa layanan pendidikan yang berkualitas dan bermutu. Kalau mereka tidak mendapatkan layanan unggul dari sekolah yang dikelola persyarikatan, masyarakat akan lari.
Pada tataran praksis, dari tiga strategi tersebut akan diturunkan ke tataran yang lebih operasional. Majelis Pendidikan PDM Kota Solo akan melihat lebih detail tentang problem yang dihadapi setiap sekolah yang dikelola persyarikatan. Penanganan berbagai problem itu akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Yang pasti, tegas Ali, tidak boleh para pengelola sekolah Muhammadiyah hanya diam dan tidak melakukan apa-apa. Berbagai strategi yang akan dijalankan Majlis Pendidikan ini semata-mata untuk menjawab berbagai tantangan berat yang dihadapi sekolah-sekolah Muhammadiyah, khususnya di Kota Solo.
Reposisi
Saat ditanya jurnalis Langkah Baru, Hendro Susilo, perihal tantangan di dunia pendidikan, Mohamad Ali mengurai beberapa fenomena penting yang perlu diperhatikan. Di antaranya adanya desentralisasi pengelolaan pendidikan. Saat ini setiap daerah baik kabupaten maupun kota, bahkan hingga kecamatan, bisa mendirikan sekolah, baik SMP maupun SMA. Dulu para pelajar harus pergi ke kota untuk sekolah. Sekarang mereka bisa sekolah di lokasi tempat tinggal masing-masing. “Jadi kalau sekolah di kota tidak berkualitas, tidak akan bisa menarik mereka untuk bersekolah ke kota,” jelas Ali.
Apalagi persaingan di dunia pendidikan di Kota Solo sangat ketat. Pemerintah dalam beberapa tahun terakhir mendirikan sekolah-sekolah baru. Solo yang sudah berjubel sekolah ini, kata Ali, masih ditambah sekolah baru. Pada situasi ini, kompetisi setiap sekolah untuk bisa mendapatkan siswa jauh lebih ketat. “Ini jadi tantangan Muhammadiyah,” kata Ali menegaskan.
Menghadapi situtasi seperti itu, pendidikan di Muhammadiyah harus bisa melakukan reposisi. Selama ini, jelasnya, sebagian pengelola sudah merasa “nyaman” dengan posisi sekolah Muhammadiyah menjadi pilihan kedua. Orangtua mengirim anaknya ke sekolah persyarikatan karena tidak diterima di sekolah pilihan utama. Tempo dulu kondisi seperti itu tidak apa-apa. Tapi situasi sekarang tidak bisa dibiarkan karena problemnya sekarang berbeda. Belum lagi sekolah sekolah negeri yang kian menjadi sekolah populis, gratis dan bisa diakses secara mudah.
Kalau sekolah Muhammadiyah tidak melakukan reposisi dari sekolah kelas medioker menjadi ke sekolah berkualitas, maka sekolah akan tinggal menjadi museum karena taka da masyarakat yang melirik. Muhammadiyah harus bisa melakukan reposisi dari sekolah kelas dua menjadi sekolah kelas excellent (unggul) dan berkualitas. Sehingga akan menjadi pilihan masyarakat,” tegas Ali.
Pada periode Muktamar ke-48 ini, Muhammadiyah mencanangkan membentuk sekolah-sekolah unggulan. Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah menargetkan setiap kabupaten/kota paling tidak ada satu kelas ICP (International Class Program). ICP adalah kelas yang kurikulumnya tidak hanya mengacu ke kurikulum nasional tapi juga kurikulum Cambridge atau biasa disebut kurikulum CIPP (context, input, process, product). Bahasa yang digunakan di kelas menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa internasional.
“Untuk tahun pertama ini target dari Majelis Dikdasmen dan PNF Jawa Tengah adalah minimal ada 28 kelas ICP untuk seluruh Jawa Tengah. Target 5 tahun di setiap kota /kabupaten minimal ada 1 kelas ICP. Sehingga minimal ada 35 kelas ICP,” jelas Kepala SMP Muhammadiyah Program Khusus Solo, Muhdiyatmoko, kepada Langkah Baru.
Muhammadiyah Dorong Kesatuan Waktu Ibadah Lewat KHGT
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Gagasan penyatuan kalender Hijriah terus mengemuka dalam diskursus umat Islam global. Salah satu konsep yang kini dikembangkan adalah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebuah...
PP Muhammadiyah Tunjuk UMS Kembangkan Infrastruktur Geospasial Persyarikatan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menugaskan Biro Pengembangan Organisasi (BPO) untuk melaksanakan rapat koordinasi dengan Rektor dan Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)...
Prodi PAI UMS adakan Pelatihan Deep Learning untuk Guru ISMUBA Sekolah Muhammadiyah di Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam rangka mendukung pengembangan kompetensi guru di bidang teknologi, Majelis Pendidikan Kota Solo bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama...
Cetak Siswa Berpikir Komputasional, Pujiono Bekali Guru dengan Koding dan AI
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pujiono, narasumber sekaligus anggota Tim Fasilitator Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan penguasaan koding dan kecerdasan artifisial (AI) merupakan bekal penting bagi...
Rapat Pleno PWM Jateng 2025 di UMS Ulas Konsolidasi dan Peluang Pengembangan Program
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Rapat Pleno Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, (19/11/2025). Pertemuan digelar di Ruang Rapat Badan Pembina...
Sinergi UMS-MPKSDI PP Muhammadiyah, Kuatkan Kapasitas Instruktur dan Fasilitator Baitul Arqam
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Coaching TIM Instruktur & Fasilitator Baitul Arqam UMS. Kegiatan yang digelar...
Agus Taufiqurahman Buka Bimtek Pembelajaran Koding dan AI Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam Koding dan Kecerdasan Artifisial, Rabu (12/11/2025) di Hotel Mercure Solo...
Rakornas MPKSDI di UMS Susun Gagasan Baru Sekolah Kader Muhammadiyah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rakornas dengan menggandeng Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai tuan rumah. Dalam Rakornas...
Mafindo-MPI PDM Solo Berkolaborasi Selenggarakan Pelatihan Cek Fakta
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) menggandeng Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Kota Solo menyelenggarakan Pelatihan Periksa Fakta, Storytelling dan Penggunaan AI,...
Majelis Tablig PDM Solo Kupas Gerakan Ilmu sebagai Wujud Islam Berkemajuan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo menyelenggarakan kajian internal bersama Korps Mubalig Muhammadiyah (KMM) pada Jumat (5/9/2025) malam. Kegiatan yang dihadiri 15 peserta...
FGM Boyolali Rapat Koordinasi Bahas Workshop Joyful Learning
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali melaksanakan rapat koordinasi di SD Muhammadiyah PK Boyolali, Rabu, 3 September 2025. Rapat dipimpin Sekretaris FGM, Dwitya Nadia...
Pemberdayaan Ekonomi di Cabang dan Ranting Jadi Bahasan Utama di FGD MPI PDM Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membangun Cabang dan Ranting, Masjid Unggul PDM...






