Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan semesta alam. Dialah yang menggenggam seluruh kehidupan kita, yang Maha Mengetahui isi hati, yang tidak pernah meninggalkan hamba-Nya walau satu detik pun.
Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya yang setia mengikuti sunahnya hingga akhir zaman.
Sahabat pendengar Radio Mentari FM yang dirahmati Allah Swt. di mana pun Anda berada—di rumah, di tempat kerja, di perjalanan—semoga Allah selalu menjaga kita semua dalam iman dan kesehatan.
Pada kesempatan malam hari kali ini, kita akan berbincang santai namun mendalam dengan tema “Menjadi Muslim Tangguh di Tengah Ujian Zaman.”
Tema ini sangat dekat dengan kehidupan kita. Karena hampir tidak ada satu pun dari kita yang hidup tanpa ujian.
Pantun:
Pergi ke taman memetik delima,
Tak lupa singgah menunaikan salat.
Ujian datang jangan berputus asa,
Muslim tangguh kuat iman dan taat.
Di era penuh ujian ini, kemaksiatan tampak biasa, kebenaran sering dianggap aneh, dan godaan dunia begitu menggoda seorang mukmin dituntut untuk menjadi tangguh, kuat dalam iman, kokoh dalam prinsip, dan lembut dalam akhlak.
Sahabat pendengar radio Mentari FM, sering kali kita bertanya dalam hati,
“Kenapa hidup terasa berat?”
“Kenapa masalah datang bertubi-tubi?”
“Kenapa setelah salat dan doa, masalah belum juga selesai?”
Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah menjawab pertanyaan ini jauh sebelum kita lahir. Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:
“Apakah manusia mengira akan dibiarkan berkata: ‘Kami beriman’, sementara mereka tidak diuji?” (QS. Al ‘Ankabut ayat 2)
Ayat ini menegaskan bahwa ujian adalah tanda iman, bukan tanda kebencian Allah Swt.
Hidup hari ini tidak ringan. Tekanan ekonomi, krisis moral, derasnya arus informasi, dan godaan gaya hidup sering membuat hati lelah.
Ujian itu macam-macam bentuknya.
Ada yang diuji dengan ekonomi—rezeki terasa sempit.
Ada yang diuji dengan keluarga—anak sulit diatur, rumah tangga tidak tenang.
Ada yang diuji dengan kesehatan.
Ada pula yang diuji dengan hatinya—mudah marah, iri, kecewa, dan putus asa.
Dan zaman sekarang, ujian iman semakin berat. Kita hidup di zaman serba cepat, serba terbuka, serba menggoda.
Kehidupan yang kita jalani hari ini tidak selalu mudah. Masalah datang silih berganti, ujian seakan tidak pernah berhenti. Ada yang diuji dengan ekonomi, kesehatan, keluarga, bahkan dengan keimanan.
Islam tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, tetapi Islam mengajarkan bagaimana menjadi kuat saat masalah datang. Itulah yang disebut muslim tangguh.
Pertama: Sabar
Allah Swt.berfirman:
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah ayat 153)
Sabar bukan berarti diam tanpa usaha. Sabar artinya tetap taat meski hati sedang berat, tetap shalat meski masalah belum selesai. Orang sabar mungkin menangis, tapi tidak meninggalkan Allah. Orang sabar boleh lelah, tapi tidak putus asa. Ayat ini menegaskan bahwa ujian adalah bagian dari iman.
Muslim yang Tangguh tidak bertanya mengapa aku diuji? Tetapi bertanya apa yang Allah SWT ingin aku pelajari dari ujian ini?
Kedua: Tawakal
Tawakal itu bukan pasrah tanpa usaha. Tawakal itu usaha maksimal, hati berserah total.
Setelah ikhtiar, kita serahkan hasilnya kepada Allah Swt. Karena Allah Swt. lebih tahu mana yang terbaik, bukan mana yang tercepat.
Ketiga: Tidak Mudah Mengeluh
Mengeluh kepada manusia sering membuat hati semakin lelah.
Namun, mengadu kepada Allah Swt. justru menenangkan jiwa.
Allah Swt. senang mendengar keluhan hamba-Nya dalam doa.
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
“Akan datang suatu zaman, orang yang berpegang pada agamanya seperti menggenggam bara api.” (HR. Tirmidzi)
Zaman ini adalah zaman ujian iman.
Karena itu, jaga iman dengan hal-hal sederhana tapi istiqamah:
- Jaga salat tepat waktu
- Kurangi maksiat kecil yang sering diremehkan
- Pilih tontonan dan bacaan
- Perbanyak zikir walau singkat
- Berteman dengan orang-orang baik
Ingat, iman itu naik dan turun, dan tugas kita adalah menjaganya agar tidak padam.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar Ra’d ayat 28)
Banyak orang mencari ketenangan ke mana-mana. Padahal kunci ketenangan ada pada kedekatan dengan Allah Swt.
Biasakan:
- Istigfar di sela aktivitas
- Membaca shalawat
- Membaca Al-Qur’an walau satu ayat
- Bersedekah walau sedikit.
Karena sering kali, masalah tidak langsung hilang, tapi hati kita yang dibuat kuat oleh Allah Swt.
Sahabat pendengar radio Mentari FM yang dimuliakan Allah Swt.,
Jika hari ini hidup terasa berat,
jika doa belum terjawab,
jika air mata sering jatuh diam-diam…
Pendengar radio Mentari FM yang dirahmati Allah Swt.,
Ingatlah:
Allah Swt. tidak pernah salah memilih hamba untuk sebuah ujian.
Mari kita menjadi Muslim yang tangguh, yang imannya tidak runtuh oleh keadaan, dan hatinya tetap bergantung kepada Allah dalam kondisi apa pun. Bahwa ujian bukan tanda Allah Swt. membenci, justru sering kali ujian adalah tanda Allah sedang memperhatikan hamba-Nya. Zaman sekarang yang serba cepat, serba mudah, tapi juga penuh godaan. Zaman di mana maksiat terasa ringan, dan ketaatan justru terasa berat.
Karena sering kali, Allah Swt. tidak langsung menghilangkan masalah kita, tapi Allah Swt. menguatkan hati kita untuk menghadapinya. Ketangguhan Muslim bukan terletak pada harta, jabatan, atau popularitas, melainkan pada iman yang kokoh. Rasulullah Saw. Bersabda, “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya baik baginya.
Muslim yang Tangguh itu tidak boleh menyerah.
Muslim yang Tangguh itu tidak boleh berhenti melangkah.
Di tengah ujian zaman, ibadah adalah charger iman.
Salat itu akan selalu dapat menenangkan jiwa.
Penutup
Dari seluruh pembahasan yang telah kita dengarkan, dapat kita simpulkan bahwa ujian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan seorang muslim. Ujian bukanlah tanda kebencian Allah Swt., melainkan bukti keimanan dan bentuk kasih sayang Allah Swt., untuk mendekatkan hamba-Nya kepada-Nya.
Muslim tangguh bukanlah orang yang hidupnya tanpa masalah, tetapi orang yang tetap menjaga iman, ibadah, dan harapan kepada Allah Swt. meskipun berada dalam kondisi sulit. Ketangguhan seorang muslim terletak pada kesabaran, tawakal, dan keyakinannya bahwa setiap ujian pasti mengandung hikmah.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Tulisan tersebut adalah materi pengajian di Radio Mentari FM
Pengajian di Masjid Darul Hayat Solo, Mubaligh Muhammadiyah: Bersyukur Itu Ibadah 24 Jam
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Anggota Korps Mubaligh Muhammadiyah (KMM) Cabang Solo Utara, Dwi Jatmiko, menyampaikan pengajian bertema “Charging Power Ketakwaan” di Masjid Darul Hayat Banyuanyar RT...
Bukan Sekadar Harta, Ini Warisan Terbaik Orang Tua Menurut Tafsir Al-Kahfi Ayat 82
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Orang tua kerap bersusah payah demi kebaikan hidup anaknya, rela bekerja keras pagi hingga malam demi menyiapkan kenyamanan hidup anak. Namun dalam...
Mendidik Anak dengan Kesabaran dalam Perspektif Al-Qur’an
Pendidikan kesabaran (ṣabr) sebagai salah satu nilai fundamental dalam Al-Qur’an sangat penting untuk pengembangan karakter manusia, terutama dalam konteks pendidikan. Pendidikan karakter sebaiknya diterapkan sejak ...
Berkomunikasi di Era Digital: Masihkah Kita Menjaga Etika Al-Qur’an?
Kondisi masyarakat Indonesia yang semakin modern menyebabkan berkembangnya pula teknologi digital. Bersamaan dengan itu teknologi kini bukan hanya menghasilkan sebuah kecanggihan informasi namun menjadi sarana...
Relevansi Tafsir Al-Qur’an dalam Menjawab Krisis Moral Generasi Z
Perkembangan teknologi digital yang sangat pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, khususnya bagi Generasi Z yang lahir dan tumbuh di tengah kemajuan tersebut....
Ketika Masalah Datang Bertubi-Tubi: Belajar Sabar dari Al-Qur’an
Setiap orang pasti pernah berada pada titik di mana masalah datang silih berganti. Terkadang satu masalah saja sudah cukup membuat seseorang merasa lelah, apalagi jika...
Memahami Al-Qur’an di Era Modern: Pentingnya Pendekatan Kontekstual dalam Kehidupan Kontemporer
Al-Qur’an merupakan hidup bagi umat Islam sepanjang zaman. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tidak mengatur hubungan manusia dengan tuhan-Nya, tetapi juga mengatur hubungan manusia dalam...
Mengupas Bahasa Langit Secara Membumi: Sebuah Artikel tentang Ilmu Tafsir Al-Qur’an
Daftar IsiApa Itu Ilmu Tafsir?Sejarah Singkat: Dari Lisan Nabi hingga Era DigitalRagam Pendekatan TafsirTafsir di Era Kita: Relevansi di Tengah Laju ZamanTafsir sebagai Perjalanan SpiritualDaftar...
Relevansi Tafsir Kontemporer dalam Isu Kesetaraan Gender
Perkembangan wacana keislaman di era modern menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk memahami Al-Qur’an secara lebih kontekstual. Hal ini terutama terlihat dalam pembahasan isu gender dan...
Membaca Tafsir Al-Qur’an di Era Teknologi: Adaptasi dan Relevansi
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam cara memahami ajaran agama. Salah satu perubahan yang paling signifikan terlihat...
Ketentuan Fidyah dan Qadha Puasa dalam Islam
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ibadah puasa Ramadan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, dalam kondisi tertentu seperti sakit, perjalanan jauh, atau usia lanjut, Islam...
Orang Bertakwa Pasti Meyakini Kebenaran Al-Qur’an
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Puasa Ramadan target utamanya adalah membentuk insan bertakwa. Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko...






