Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Kajian Agama

Menjadi Muslim yang Tangguh

Andy Ratmanto, Editor: Sholahuddin
Sabtu, 10 Januari 2026 17:42 WIB
Menjadi Muslim yang Tangguh
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Andy Ratmanto. [Dok. pribadi].

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan semesta alam. Dialah yang menggenggam seluruh kehidupan kita, yang Maha Mengetahui isi hati, yang tidak pernah meninggalkan hamba-Nya walau satu detik pun.

Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad ﷺ, kepada keluarga beliau, para sahabat, serta seluruh umatnya yang setia mengikuti sunahnya hingga akhir zaman.

Sahabat pendengar Radio Mentari FM yang dirahmati Allah Swt. di mana pun Anda berada—di rumah, di tempat kerja, di perjalanan—semoga Allah selalu menjaga kita semua dalam iman dan kesehatan.

Pada kesempatan malam hari kali ini, kita akan berbincang santai namun mendalam dengan tema “Menjadi Muslim Tangguh di Tengah Ujian Zaman.”

Tema ini sangat dekat dengan kehidupan kita. Karena hampir tidak ada satu pun dari kita yang hidup tanpa ujian.

Pantun:

Pergi ke taman memetik delima,

Tak lupa singgah menunaikan salat.

Ujian datang jangan berputus asa,

Muslim tangguh kuat iman dan taat.

Di era penuh ujian ini, kemaksiatan tampak biasa, kebenaran sering dianggap aneh, dan godaan dunia begitu menggoda seorang mukmin dituntut untuk menjadi tangguh,  kuat dalam iman, kokoh dalam prinsip, dan lembut dalam akhlak.

Sahabat pendengar radio Mentari FM, sering kali kita bertanya dalam hati,

“Kenapa hidup terasa berat?”

“Kenapa masalah datang bertubi-tubi?”

“Kenapa setelah salat dan doa, masalah belum juga selesai?”

Allah Subhanahu wa Ta’ala sudah menjawab pertanyaan ini jauh sebelum kita lahir. Dalam Al-Qur’an Allah SWT berfirman:

“Apakah manusia mengira akan dibiarkan berkata: ‘Kami beriman’, sementara mereka tidak diuji?” (QS. Al ‘Ankabut ayat 2)

Ayat ini menegaskan bahwa ujian adalah tanda iman, bukan tanda kebencian Allah Swt.

Hidup hari ini tidak ringan. Tekanan ekonomi, krisis moral, derasnya arus informasi, dan godaan gaya hidup sering membuat hati lelah.

Ujian itu macam-macam bentuknya.

Ada yang diuji dengan ekonomi—rezeki terasa sempit.

Ada yang diuji dengan keluarga—anak sulit diatur, rumah tangga tidak tenang.

Ada yang diuji dengan kesehatan.

Ada pula yang diuji dengan hatinya—mudah marah, iri, kecewa, dan putus asa.

Dan zaman sekarang, ujian iman semakin berat. Kita hidup di zaman serba cepat, serba terbuka, serba menggoda.

Kehidupan yang kita jalani hari ini tidak selalu mudah. Masalah datang silih berganti, ujian seakan tidak pernah berhenti. Ada yang diuji dengan ekonomi, kesehatan, keluarga, bahkan dengan keimanan.

Islam tidak menjanjikan hidup tanpa masalah, tetapi Islam mengajarkan bagaimana menjadi kuat saat masalah datang. Itulah yang disebut muslim tangguh.

Pertama: Sabar

Allah Swt.berfirman:

“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al Baqarah ayat 153)

Sabar bukan berarti diam tanpa usaha.  Sabar artinya tetap taat meski hati sedang berat, tetap shalat meski masalah belum selesai. Orang sabar mungkin menangis, tapi tidak meninggalkan Allah.  Orang sabar boleh lelah, tapi tidak putus asa.  Ayat ini menegaskan bahwa ujian adalah bagian dari iman.

Muslim yang Tangguh tidak bertanya mengapa aku diuji? Tetapi bertanya apa yang Allah SWT ingin aku pelajari dari ujian ini?

Kedua: Tawakal

Tawakal itu bukan pasrah tanpa usaha.  Tawakal itu usaha maksimal, hati berserah total.

Setelah ikhtiar, kita serahkan hasilnya kepada Allah Swt.  Karena Allah Swt. lebih tahu mana yang terbaik, bukan mana yang tercepat.

Ketiga: Tidak Mudah Mengeluh

Mengeluh kepada manusia sering membuat hati semakin lelah.

Namun, mengadu kepada Allah Swt. justru menenangkan jiwa.

Allah Swt. senang mendengar keluhan hamba-Nya dalam doa.

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

“Akan datang suatu zaman, orang yang berpegang pada agamanya seperti menggenggam bara api.”  (HR. Tirmidzi)

Zaman ini adalah zaman ujian iman.

Karena itu, jaga iman dengan hal-hal sederhana tapi istiqamah:

  1. Jaga salat tepat waktu
  2. Kurangi maksiat kecil yang sering diremehkan
  3. Pilih tontonan dan bacaan
  4. Perbanyak zikir walau singkat
  5. Berteman dengan orang-orang baik

Ingat, iman itu naik dan turun, dan tugas kita adalah menjaganya agar tidak padam.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.” (QS. Ar Ra’d ayat 28)

Banyak orang mencari ketenangan ke mana-mana.  Padahal kunci ketenangan ada pada kedekatan dengan Allah Swt.

Biasakan:

  1. Istigfar di sela aktivitas
  2. Membaca shalawat
  3. Membaca Al-Qur’an walau satu ayat
  4. Bersedekah walau sedikit.

Karena sering kali, masalah tidak langsung hilang, tapi hati kita yang dibuat kuat oleh Allah Swt.

Sahabat pendengar radio Mentari FM yang dimuliakan Allah Swt.,

Jika hari ini hidup terasa berat,

jika doa belum terjawab,

jika air mata sering jatuh diam-diam…

Pendengar radio Mentari FM yang dirahmati Allah Swt.,

Ingatlah:

Allah Swt. tidak pernah salah memilih hamba untuk sebuah ujian.

Mari kita menjadi Muslim yang tangguh, yang imannya tidak runtuh oleh keadaan, dan hatinya tetap bergantung kepada Allah dalam kondisi apa pun.  Bahwa ujian bukan tanda Allah Swt. membenci, justru sering kali ujian adalah tanda Allah sedang memperhatikan hamba-Nya.  Zaman sekarang yang serba cepat, serba mudah, tapi juga penuh godaan. Zaman di mana maksiat terasa ringan, dan ketaatan justru terasa berat.

Karena sering kali, Allah Swt. tidak langsung menghilangkan masalah kita, tapi Allah Swt. menguatkan hati kita untuk menghadapinya.  Ketangguhan Muslim bukan terletak pada harta, jabatan, atau popularitas, melainkan pada iman yang kokoh.  Rasulullah Saw. Bersabda, “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukmin. Semua urusannya baik baginya.

Muslim yang Tangguh itu tidak boleh menyerah.

Muslim yang Tangguh itu tidak boleh berhenti melangkah.

Di tengah ujian zaman, ibadah adalah charger iman.

Salat itu akan selalu dapat menenangkan jiwa.

Penutup

Dari seluruh pembahasan yang telah kita dengarkan, dapat kita simpulkan bahwa ujian adalah bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan seorang muslim. Ujian bukanlah tanda kebencian Allah Swt., melainkan bukti keimanan dan bentuk kasih sayang Allah Swt., untuk mendekatkan hamba-Nya kepada-Nya.

Muslim tangguh bukanlah orang yang hidupnya tanpa masalah, tetapi orang yang tetap menjaga iman, ibadah, dan harapan kepada Allah Swt. meskipun berada dalam kondisi sulit. Ketangguhan seorang muslim terletak pada kesabaran, tawakal, dan keyakinannya bahwa setiap ujian pasti mengandung hikmah.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Tulisan tersebut adalah materi pengajian di Radio Mentari FM

Rekomendasi Redaksi

Berita Terbaru

Mengapa Aku Berpuasa: Refeleksi Ramadan 1447 H

Puasa merupakan salah satu praktik spiritual paling tua dalam sejarah peradaban manusia. Hampir semua tradisi agama mengenal bentuk pengendalian diri melalui pembatasan makan, minum, atau...

Tablig Akbar UMS Soroti Peran Masjid dalam Membangun Kehidupan Warga

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar tablig akbar di Masjid Sudalmiyah Rais, Senin (9/3/2026) sebagai rangkaian dari Gema Kampus Ramadan 1447 H. Kegiatan tersebut menghadirkan...

Masjid Baiturrahman Nusukan Gelar Peringatan Nuzulul Qur’an

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Memasuki pertengahan bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Masjid Baiturrahman, Cangakan, Nusukan Banjarsari, menggelar Pengajian Nuzulul Qur’an pada Sabtu (7/3/2026). Kegiatan Nuzulul Quran...

Belajar Metode Pendidikan Islam Ala Luqman Al-Hakim dalam Surat Luqman Ayat 13

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dalam sejarah Islam terdapat sosok pendidik karakter inspiratif. Luqman Al-Hakim namanya, ceritanya dijelaskan secara komprehensif dalam Al-Qur’an pada surat Luqman. Dosen Ilmu Qur’an dan...

Puasa : Regulasi Diri dan Etika Digital

Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Islam yang tidak hanya berdimensi ritual, tetapi juga memiliki makna psikologis dan sosial yang mendalam. Di sisi lain,...

Di Meja Berbuka, Kita Menyulam Cinta dan Takwa

Ramadan di Indonesia selalu menghadirkan wajah yang khas. Ia bukan hanya bulan ibadah individual seperti puasa, tarawih, dan tilawah, tetapi juga ruang sosial yang hidup....

Meneropong Sejarah Perubahan Kiblat dan Konsep Umat Wasathan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Sejarah perubahan kiblat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah dijelaskan dalam QS Al-Baqarah. Dosen Ilmu Quran dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah...

Ramadan Berdaya, Kuliah Subuh Desa Demangan Bangkitkan Spirit Kepedulian

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Subuh di Masjid Desa Demangan Sambi Boyolali terasa lebih hidup dan khidmat. Ratusan jamaah memadati saf untuk mengikuti Kuliah Subuh bertema “Ramadhan Berdaya,...

Tarhib Ramadan Masjid Al-Jannah Tegalgiri, Wayang Golek Pitutur Kupas Keutamaan Bulan Suci

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid Al-Jannah Dukuh Kajar, Tegalgiri, Nogosari menggelar kegiatan Tarhib Ramadan yang dikemas melalui pagelaran Wayang Golek Pitutur, Sabtu (14/2/2026) malam. Kegiatan dalam rangka menyambut...

Menyambut Ramadan 1447 H: Saatnya Kembali Menata Hati

Setiap kali bulan Ramadan mendekat, ada getaran batin yang berbeda dalam diri seorang Muslim. Seolah-olah jiwa ini dipanggil untuk pulang kepada kesadaran terdalam sebagai hamba...

Mencerahkan, Kajian AIK di PCM Grogol Kupas Thaharah dari Dimensi Akidah

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menyelenggarakan Kajian Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) yang bertempat di MCC LKSA Muhammadiyah Cabang Grogol, Sukoharjo, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini...

Pengajian Sabtu Legi, PRA Malangjiwan Angkat Tema Isra Mi’raj

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Malangjiwan menyelenggarakan pengajian rutin Sabtu Legi di Masjid Al Huda Trowangsan, Malangjiwan, Sabtu (24/1/2026). Acara dengan penceramah Ustaz Hananto ini...