Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Ancaman Megathrust hingga Siklon Tropis, Pakar UMS Tekankan Mitigasi Berkelanjutan

Alvian, Editor: Alan Aliarcham
Jumat, 19 Desember 2025 19:44 WIB
Ancaman Megathrust hingga Siklon Tropis, Pakar UMS Tekankan Mitigasi Berkelanjutan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Annisa Trisnia Sasmi.

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Indonesia berada dalam bayang-bayang ancaman bencana besar, mulai dari gempa megathrust hingga bencana hidrometeorologi seperti banjir dan siklon tropis. Kondisi ini berdasarkan letak geografis Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia dan berada tepat di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).

Hal itu membuat potensi bencana tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya dapat ditekan melalui mitigasi bencana yang konsisten dan berkelanjutan. Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Annisa Trisnia Sasmi, menjelaskan megathrust merupakan zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang membentang panjang di selatan Indonesia.

Zona ini menyimpan energi besar akibat pergerakan lempeng yang terus berlangsung, meskipun pergerakannya sekitar 70 mm per tahun. “Pergerakan lempeng ini kecil tetapi terjadi terus-menerus. Energi yang tersimpan lama-kelamaan akan dilepaskan dalam bentuk gempa bumi. Karena itu, masyarakat yang hidup di sekitar jalur megathrust harus siap hidup berdampingan dengan gempa,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).

Gempa megathrust umumnya memiliki magnitudo besar dan berpusat di laut. Jika terjadi pada kedalaman yang relatif dangkal hingga menengah, gempa jenis ini berpotensi memicu tsunami, sebagaimana yang pernah terjadi di Aceh pada (2004) dan Pangandaran (2006).

Namun hingga kini, belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara pasti kapan gempa besar akan terjadi. “Gempa itu seperti kematian. Pasti terjadi, tapi kita tidak pernah tahu kapan. Daripada hidup dalam ketakutan, yang paling rasional adalah mempersiapkan diri,” tegas Annisa.

Selain ancaman geologi, Indonesia juga menghadapi risiko tinggi bencana hidrometeorologi. Sebagai negara tropis dan maritim, Indonesia memiliki curah hujan tinggi yang dipengaruhi angin muson, fenomena Intertropical Convergence Zone (ITCZ), serta dinamika atmosfer di wilayah ekuator.

Picu Hujan Lebat 

Kondisi ini kerap memicu hujan ekstrem, banjir, longsor, hingga angin kencang, terutama pada akhir dan awal tahun. Ia menjelaskan bibit siklon tropis, meskipun belum menjadi siklon penuh, tetap harus diwaspadai. Bibit siklon dapat memicu hujan lebat, angin kencang, dan fluktuasi muka air laut akibat perbedaan tekanan udara, suhu, serta meningkatnya suhu permukaan laut.

“Bibit siklon ini harus diwaspadai. Kita memang belum bisa memastikan kapan berkembang menjadi siklon, tapi tanda-tandanya bisa dikenali dari dinamika atmosfer dan parameter cuaca,” katanya. Dari sisi risiko, ancaman bencana di Indonesia diperparah oleh faktor kerentanan.

Kepadatan penduduk yang tinggi, penataan ruang yang belum optimal, serta persoalan ekologi dan aktivitas industri yang kurang terkendali membuat dampak bencana sering kali lebih besar. “Ancaman alamnya tinggi, tapi kerentanan manusianya juga tinggi. Kalau ancamannya besar dan adaptasi manusianya rendah, maka dampaknya pasti signifikan,” jelasnya.

Dalam konteks penanggulangan bencana, ia menegaskan peran strategis lembaga-lembaga negara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berfungsi sebagai koordinator utama penanganan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai pelaksana di daerah.

Selain itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bertugas memantau perubahan cuaca, informasi terkait aktivitas kegempaan dan tsunami, serta menginfokan potensi bahaya melalui Early Warning System (EWS). Sementara itu lembaga riset seperti BRIN menyediakan basis data dan kajian ilmiah untuk pengambilan kebijakan.

Ia menekankan mitigasi bencana harus dilakukan secara berulang dan berkelanjutan melalui tiga tahap utama: pra-bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana. Fokus pra-bencana meliputi penguatan kapasitas masyarakat, edukasi, simulasi evakuasi, pemetaan kawasan rawan, serta penataan ruang berbasis risiko.

“Mitigasi tidak bisa sekali jalan. Setelah bencana selesai, kita harus kembali ke tahap awal, memperbaiki, mengevaluasi, dan memperkuat kesiapsiagaan. Ini siklus seumur hidup, karena kita hidup berdampingan dengan potensi bencana,” ujarnya.

Berita Terbaru

Student Exchange ke Uzbekistan, Dua Mahasiswa UMS Temukan Sistem Belajar Berbeda

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dua mahasiswa Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Weny Anggelina Setya Ningrum dan Vika Yulvani, mendapatkan pengalaman...

Produktif Menulis, Prima Trisna Aji Terima Penghargaan Buku ISBN Terproduktif UNIMUS 2026

SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Konsistensi mengubah pengalaman akademik, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat menjadi karya pengetahuan membawa dosen spesialis Keperawatan Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS), Prima Trisna...

Citroguard 3in1, Inovasi Mahasiswa UMS Hadirkan Pengusir Nyamuk Berbahan Alami

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan Citroguard 3in1, sebuah inovasi produk multifungsi berbahan alami yang dirancang sebagai alternatif pengusir nyamuk sekaligus aromaterapi dan pengharum...

Antisipasi Blackout Total, Mahasiswa UMS Rancang Protokol Kesiapsiagaan Layanan Kota

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Lima mahasiswa Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengembangkan gagasan Blackout Protocol, sebuah konsep protokol kontingensi kota untuk menghadapi pemadaman...

AI Bantu Hakim Susun Putusan, Guru Besar UMS Tekankan Pentingnya Integritas

PONTIANAK, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Perkembangan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) mulai memengaruhi cara kerja berbagai profesi, termasuk di lingkungan peradilan. Teknologi tersebut dapat membantu hakim mencari...

Masta PMB UMS 2026 Kenalkan Bahasa Isyarat kepada Ribuan Mahasiswa Baru

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sekitar 8.195 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat pengalaman berbeda dalam rangkaian Masa Ta’aruf Penyambutan Mahasiswa Baru (Masta PMB) dan Ekspo Unit...

Ribuan Mahasiswa Baru Meriahkan Ekspo UKM UMS 2026, Kenali Minat dan Bakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ribuan mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memadati Gedung Edutorium KH Ahmad Dahlan dalam Ekspo Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) 2026. Kegiatan tersebut menjadi...

725 Mahasiswa Baru FKIP UMS Ikuti Masta IMM, Didorong Jadi Akademisi Humanis

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 725 mahasiswa baru Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti Masa Ta’aruf Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (Masta IMM) sebagai...

Dari Karya ke Etalase Digital, UMS Dampingi Guru SLB Kembangkan Wirausaha Siswa

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat keberlanjutan program Difabel Berwirausaha melalui pelatihan bagi guru SLB Anugerah...

Awardee Beasiswa BAZNAS di UMS Dibekali Bahasa Asing untuk Hadapi Dunia Global

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kemampuan bahasa asing menjadi salah satu bekal yang diperkuat Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bagi mahasiswa penerima Beasiswa Cendekia BAZNAS (BCB). Melalui mentoring yang...

Pondok Shabran UMS Perkuat Literasi untuk Cetak Kader Ulama Adaptif

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 186 mahasantri Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengawali perkuliahan Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 melalui Stadium General di Aula...

Seboto Smart Farming UMS Masuk Tahap Monev, Teknologi IoT Pertanian Ditinjau

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (HMP PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalani Monitoring dan...