
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Indonesia berada dalam bayang-bayang ancaman bencana besar, mulai dari gempa megathrust hingga bencana hidrometeorologi seperti banjir dan siklon tropis. Kondisi ini berdasarkan letak geografis Indonesia yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik dunia dan berada tepat di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).
Hal itu membuat potensi bencana tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya dapat ditekan melalui mitigasi bencana yang konsisten dan berkelanjutan. Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Annisa Trisnia Sasmi, menjelaskan megathrust merupakan zona subduksi antara Lempeng Indo-Australia dan Eurasia yang membentang panjang di selatan Indonesia.
Zona ini menyimpan energi besar akibat pergerakan lempeng yang terus berlangsung, meskipun pergerakannya sekitar 70 mm per tahun. “Pergerakan lempeng ini kecil tetapi terjadi terus-menerus. Energi yang tersimpan lama-kelamaan akan dilepaskan dalam bentuk gempa bumi. Karena itu, masyarakat yang hidup di sekitar jalur megathrust harus siap hidup berdampingan dengan gempa,” ujarnya, Kamis (18/12/2025).
Gempa megathrust umumnya memiliki magnitudo besar dan berpusat di laut. Jika terjadi pada kedalaman yang relatif dangkal hingga menengah, gempa jenis ini berpotensi memicu tsunami, sebagaimana yang pernah terjadi di Aceh pada (2004) dan Pangandaran (2006).
Namun hingga kini, belum ada teknologi yang mampu memprediksi secara pasti kapan gempa besar akan terjadi. “Gempa itu seperti kematian. Pasti terjadi, tapi kita tidak pernah tahu kapan. Daripada hidup dalam ketakutan, yang paling rasional adalah mempersiapkan diri,” tegas Annisa.
Selain ancaman geologi, Indonesia juga menghadapi risiko tinggi bencana hidrometeorologi. Sebagai negara tropis dan maritim, Indonesia memiliki curah hujan tinggi yang dipengaruhi angin muson, fenomena Intertropical Convergence Zone (ITCZ), serta dinamika atmosfer di wilayah ekuator.
Picu Hujan Lebat
Kondisi ini kerap memicu hujan ekstrem, banjir, longsor, hingga angin kencang, terutama pada akhir dan awal tahun. Ia menjelaskan bibit siklon tropis, meskipun belum menjadi siklon penuh, tetap harus diwaspadai. Bibit siklon dapat memicu hujan lebat, angin kencang, dan fluktuasi muka air laut akibat perbedaan tekanan udara, suhu, serta meningkatnya suhu permukaan laut.
“Bibit siklon ini harus diwaspadai. Kita memang belum bisa memastikan kapan berkembang menjadi siklon, tapi tanda-tandanya bisa dikenali dari dinamika atmosfer dan parameter cuaca,” katanya. Dari sisi risiko, ancaman bencana di Indonesia diperparah oleh faktor kerentanan.
Kepadatan penduduk yang tinggi, penataan ruang yang belum optimal, serta persoalan ekologi dan aktivitas industri yang kurang terkendali membuat dampak bencana sering kali lebih besar. “Ancaman alamnya tinggi, tapi kerentanan manusianya juga tinggi. Kalau ancamannya besar dan adaptasi manusianya rendah, maka dampaknya pasti signifikan,” jelasnya.
Dalam konteks penanggulangan bencana, ia menegaskan peran strategis lembaga-lembaga negara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berfungsi sebagai koordinator utama penanganan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai pelaksana di daerah.
Selain itu Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bertugas memantau perubahan cuaca, informasi terkait aktivitas kegempaan dan tsunami, serta menginfokan potensi bahaya melalui Early Warning System (EWS). Sementara itu lembaga riset seperti BRIN menyediakan basis data dan kajian ilmiah untuk pengambilan kebijakan.
Ia menekankan mitigasi bencana harus dilakukan secara berulang dan berkelanjutan melalui tiga tahap utama: pra-bencana, tanggap darurat, dan pasca bencana. Fokus pra-bencana meliputi penguatan kapasitas masyarakat, edukasi, simulasi evakuasi, pemetaan kawasan rawan, serta penataan ruang berbasis risiko.
“Mitigasi tidak bisa sekali jalan. Setelah bencana selesai, kita harus kembali ke tahap awal, memperbaiki, mengevaluasi, dan memperkuat kesiapsiagaan. Ini siklus seumur hidup, karena kita hidup berdampingan dengan potensi bencana,” ujarnya.
Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...
Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...
Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...
Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...
Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...
Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...
Teknik Mesin UMS Bahas Inovasi Material Berkelanjutan di ICOAMS 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 untuk...
Abdidaya Ormawa 2026, UMS Boyong Tiga Penghargaan Nasional
MAKASSAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar,...
FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...
Dosen University of Gothenburg Swedia Berbagi Inovasi AI di UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menghadirkan Imelda Taraj dari University of Gothenburg, Swedia, dalam program Visiting...
FEB UMS Inisiasi Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan NCKU Taiwan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjajaki kerja sama akademik dengan College of Management, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan....
Siswa SMA Muhammadiyah PK Solo Rasakan Kuliah di FEB UMS
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 23 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat mengikuti program Sit In University di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta...






