PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Ancaman bencana alam di Indonesia tidak hanya dipengaruhi faktor alam, tetapi juga oleh cara manusia menata ruang dan wilayah. Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Annisa Trisnia Sasmi, menegaskan pentingnya penataan ruang berbasis tingkat kerawanan bencana wilayah untuk menekan risiko korban jiwa dan kerugian material di masa depan.
Menurutnya, kawasan dengan tingkat bahaya tinggi seharusnya tidak dijadikan wilayah permukiman padat. Sebaliknya, wilayah tersebut lebih tepat difungsikan sebagai kawasan lindung atau konservasi. “Area yang berbahaya itu sebaiknya difokuskan untuk hutan lindung, konservasi, atau bahkan geowisata. Jangan dipaksakan untuk permukiman, karena risikonya sangat besar,” ujarnya Selasa (30/12/2025).
Sementara itu, kawasan dengan tingkat kerawanan sedang masih dapat dikembangkan secara terbatas, misalnya untuk permukiman dengan kepadatan rendah seperti kawasan pedesaan. Adapun wilayah dengan tingkat kerawanan rendah dapat dimanfaatkan untuk aktivitas dengan mobilitas tinggi, termasuk pusat administrasi dan kawasan perkotaan.
“Kalau kerawanannya sedang, bisa dikembangkan untuk permukiman yang tidak terlalu padat. Tetapi harus tetap berbasis kajian risiko. Penataan ruang harus mengikuti peta bencana, bukan sebaliknya,” tegasnya.

Akademisi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Annisa Trisnia Sasmi.
Ia menilai, salah satu persoalan utama di Indonesia adalah penataan ruang yang belum sepenuhnya berbasis mitigasi. Akibatnya, bencana kerap terjadi berulang di wilayah yang sama, seperti banjir tahunan di sejumlah kota besar.
Selain tata ruang, tingkat kerentanan juga diperparah oleh kepadatan penduduk yang tinggi, isu ekologi, serta aktivitas pembangunan dan industri yang belum sepenuhnya sejalan dengan daya dukung lingkungan. “Ancaman alamnya sudah tinggi, tapi kerentanan manusianya juga tinggi. Kalau ini tidak dibenahi, dampak bencana akan selalu besar,” katanya.
Ia menegaskan, mitigasi bencana harus menjadi bagian integral dari kebijakan pembangunan nasional dan daerah. Penguatan kapasitas masyarakat, pemetaan kawasan rawan bencana, serta konsistensi penegakan tata ruang menjadi kunci membangun ketahanan jangka panjang. “Mitigasi bukan hanya soal tanggap darurat, tapi bagaimana kita merencanakan masa depan wilayah secara bijak dan berkeadilan,” ujarnya.
Perkuat Dakwah Persyarikatan, UMS Latih Guru AUM Gatak Menulis Feature
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPPA) Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak menggelar pelatihan menulis...
Prodi Arsitektur UMS Ajak Orang Tua Perkuat Dukungan Kesehatan Mental Mahasiswa
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Dialog Akademik Bersama Orang Tua/Wali Mahasiswa 2026 secara daring, Rabu (15/7/2026)....
Leadership Training PTMA, UMS Berbagi Praktik Baik Branding dan PMB
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berbagi praktik baik dalam penguatan branding, reputasi, dan strategi penerimaan mahasiswa baru (PMB) pada Leadership Training Pimpinan Perguruan...
Mahasiswa Farmasi Didorong Ciptakan Inovasi Kesehatan yang Berdampak
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya mendukung lahirnya inovasi bidang kesehatan melalui Seminar Nasional Gebyar Mahasiswa Farmasi 2026 bertema Empowering Health: From...
PPK Ormawa IMM FIK UMS Latih Warga Musuk Olah Alpukat Jadi Selai dan Teh
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melatih masyarakat...
Pendidikan Matematika FKIP UMS Susun Kurikulum Fleksibel untuk Lulusan Berdaya Saing
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat komitmennya menghadirkan pendidikan yang relevan dengan...
Libatkan Pakar UNY dan UNS, Penjas FKIP UMS Matangkan Kurikulum Adaptif
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Pendidikan Jasmani Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat mutu pendidikan melalui kegiatan Review Dokumen...
Program Seribu Peta Desa UMS Perkuat Perencanaan Pembangunan Desa Waru
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ketersediaan data geospasial yang akurat menjadi kebutuhan penting dalam mendukung pembangunan desa yang terarah dan berkelanjutan. Namun, masih banyak desa yang belum...
PPK Ormawa IMM FKIP UMS Gandeng BPBD Perkuat Ketangguhan Banjir Desa Carikan
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tingginya risiko banjir di Desa Carikan, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, mendorong perlunya kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat kapasitas masyarakat menghadapi bencana. Menjawab...
Program One Dosen One AUM Perkuat Pendampingan Amal Usaha Muhammadiyah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya memperkuat Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) melalui program One Dosen/Tenaga Kependidikan,...
KKN FIK UMS Bekali Warga Purbayan Penanganan Tersedak dan Gigitan Ular
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Kelompok 28 menggelar sosialisasi dan demonstrasi penanganan kegawatdaruratan...
UMS Kembangkan Presensi Digital untuk Pengajian Muhammadiyah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Transformasi digital tidak hanya merambah dunia pendidikan dan industri, tetapi juga mulai diterapkan dalam pengelolaan organisasi kemasyarakatan. Menjawab kebutuhan tata kelola dakwah...







