
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menghadirkan terobosan baru dalam upaya pencegahan Tuberkulosis (TBC) dan adaptasi iklim dengan memasang sistem panel surya di Rusunawa I Begalon Panularan.
Instalasi energi bersih ini merupakan bagian dari program Srawung Sains, kolaborasi lintas disiplin yang menggabungkan teknologi, kesehatan masyarakat, ilmu komunikasi, dan pemberdayaan warga untuk mewujudkan Kampung Peduli TBC yang berketahanan iklim.
Program ini digerakkan oleh Pusat Studi Penyakit Kronis (CDRC) UMS dengan melibatkan tim dari Prodi Kesehatan Masyarakat, Arsitektur, Teknik Elektro, dan Ilmu Komunikasi. Kegiatan didanai Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi – Kemendiktisaintek melalui program Tera Saintek yang berjudul “Srawung Sains: Community Innovation Hub dengan Pendekatan Sirkular Saintek Inklusif, Nudge, dan Gamifikasi untuk Eliminasi Tuberkulosis di Rumah Susun Panularan Surakarta.”
Ketua Projek Srawung Sains sekaligus Ketua CRDC UMS Dwi Linna Suswardany, menerangkan TBC adalah penyakit yang sangat dipengaruhi lingkungan. Rumah yang gelap, lembap, dan minim ventilasi berisiko jauh lebih tinggi menjadi tempat transmisi bakteri Mycobacterium tuberculosis.
“Dalam hunian padat seperti rumah susun, keterbatasan ruang publik yang terang dan sehat kerap mendorong warga beraktivitas di koridor atau di dalam kamar yang lebih minim sirkulasi udara, sehingga meningkatkan risiko penularan penyakit berbasis udara,” ujar Dwi Linna, Selasa (16/12/2025).
Pengukuran yang dilakukan Dian Islami, Laboran Prodi Kesehatan Masyarakat UMS bersama mahasiswa menemukan sebelum intervensi, kelembapan ruang bawah/basement mencapai rata-rata 80%. Ini melebihi standar sehat menurut Standar Baku Mutu Kesehatan Lingkungan (SBMKL Indoor) Permenkes No. 2 Tahun 2023, yakni 40-60%.
Pencahayaan rata-rata sudah bagus, namun di salah satu titik hanya 22,75 lux, jauh di bawah baku minimal 60 lux. Lalu suhu rata-rata mencapai 30,5°C. “Lingkungan memberi pesan yang sangat jelas untuk kita tindak lanjuti,” kata Dwi Linna.
Sejumlah riset internasional dalam jurnal kesehatan global menunjukkan bahwa paparan udara lembap, kurang cahaya, dan sirkulasi udara yang buruk bukan hanya membuat jamur tumbuh, tetapi juga membuat bakteri Mycobacterium tuberculosis bertahan lebih lama di udara, melemahkan daya tahan paru.
Titik Awal Perubahan
Bagi warga dengan TB laten, kondisi seperti itu bisa menjadi pemicu berubahnya penyakit yang ‘diam’ menjadi aktif (meningkatkan risiko progresi TB laten). Projek Srawung Sains lalu hadir dengan solusi pemasangan panel surya di Rusunawa I Panularan sebagai titik awal dari perubahan yang lebih luas.
Energi bersih membuka peluang pengembangan jangka panjang yang menyentuh berbagai aspek kehidupan warga seperti penerangan koridor dan tangga untuk meningkatkan rasa aman, ventilasi bertenaga surya guna menurunkan kelembapan dan jamur, hingga dapur komunal yang mendukung praktik memasak sehat, pelatihan gizi, dan produksi jamu keluarga.
Ketua RT 07 RW 3 Rusunawa I Panularan, Dariningsih, mengapresiasi solusi yang diberikan oleh Srawung Sains. “Kehadiran panel surya membawa perubahan nyata dalam keseharian warga. Energi matahari kini menopang sebagian penerangan dan pompa air, sekaligus membantu menekan biaya listrik bulanan,” ungkap Dariningsih.
Kapasitas yang terinstall saat ini 5,2 kWp. Ke depan, masih bisa bertambah karena kapasitas inverter 6,2 kW. Ruang komunal dan Dapur Komunal bertenaga surya ini juga berpotensi mendorong tumbuhnya usaha berbasis komunitas mulai dari katering sehat hingga olahan jamu serta menyediakan ruang belajar dan co-working sederhana bagi anak-anak dan remaja rusun.
Model ini bahkan disiapkan sebagai proyek percontohan yang dapat direplikasi di kawasan padat lainnya di Indonesia. Pengalaman dari berbagai negara menunjukkan, ruang komunal berbasis energi surya tidak hanya menurunkan risiko penyakit yang terkait dengan hunian lembap, tetapi juga meningkatkan partisipasi sosial dan memperkuat kapasitas warga dalam memecahkan persoalan kesehatan mereka sendiri. Teknologi, dalam konteks ini, berfungsi sebagai pemantik perubahan sosial.
“Ini tidak hanya tentang sumber listrik, energi surya membuka kesempatan baru, kesempatan untuk menghadirkan ruang yang lebih sehat, lebih aman, dan memberi warga kendali atas kualitas hidup mereka,” ujar Hasyim Asy’ari, anggota Projek Srawung Sains.
Bagi UMS, Projek Srawung Sains yang didanai melalui Tera Saintek Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sain dan Teknologi ini membuka mata bahwa upaya pengendalian TBC dan adaptasi perubahan iklim dapat berjalan beriringan.
Pengalaman ini diharapkan dapat menginspirasi kelurahan lain, baik di hunian vertikal maupun kampung kota, untuk mengembangkan ruang hidup yang lebih sehat, berketahanan iklim, dan berdaya melalui kolaborasi lintas sektor.
Di tengah tantangan Tuberkulosis dan krisis iklim yang kian kompleks, cahaya dari panel surya di Rusunawa I Panularan menjadi penanda sederhana bahwa perubahan besar kerap berawal dari langkah-langkah kecil yang dirancang bersama (ko-kreasi), dijalankan bersama, dan dijaga bersama secara berkelanjutan.
Hangatnya Syawalan Istri Pegawai RS PKU Muhammadiyah Surakarta
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Aula RS PKU Muhammadiyah Surakarta pada Selasa, (14/4/2026). Dalam momentum Syawal, sebanyak 32 istri dokter dan pejabat...
RS PKU Muhammadiyah Surakarta Gelar Sosialisasi Anti Fraud Pelayanan Kesehatan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—RS PKU Muhammadiyah Surakarta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surakarta dan BPJS Kesehatan Cabang Surakarta menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Fraud dalam Pelayanan Kesehatan,...
Komunitas Grup Sehat dan Semangat RS PKU Muhammadiyah Surakarta Rayakan HUT Kelima
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Komunitas Grup Sehat dan Semangat (GSS) RS PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal serta...
Lewat Workshop, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Tingkatkan Mutu dan Keselamatan Pasien
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—RS PKU Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan Workshop Implementasi Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Rabu–Kamis, (1-2/4/2026) di Aula RS. Kegiatan ini dibuka Direktur RS PKU...
RS PKU Muhammadiyah Surakarta Semarakkan Ramadan lewat Kegiatan Sosial dan Keagamaan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—RS PKU Muhammadiyah Surakarta menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang melibatkan direksi, civitas rumah sakit, serta masyarakat sekitar. Salah...
UMS Lantik 30 Dokter Baru, Siap Layani Pasien dengan Senyum dan Sabar
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Program Profesi Dokter (PPD) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar upacara pelantikan dan pengambilan sumpah profesi dokter ke-57, Rabu (4/3/2026), di Hotel...
Menyibak Tren Olahraga, Antara FOMO dan Investasi Kesehatan Jangka Panjang
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Fenomena olahraga yang viral di media sosial kian marak di kalangan generasi muda. Mulai dari gym, fun run, thrill run, hingga olahraga paddle, linimasa...
Padukan Sains dan Spiritualitas, FK UMS Cetak Dokter Profesional dan Berintegritas
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Menjadi dokter bukan sekadar mengenakan jas putih, tetapi tentang kesiapan ilmu, mental, dan integritas. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menunjukkan bagaimana proses...
Begadang Tarawih, Bangun Sahur, Lalu Tumbang
Ramadan selalu membawa perubahan ritme. Masjid lebih hidup, silaturahmi lebih hangat, dan malam terasa lebih panjang. Namun, di banyak rumah, perubahan itu juga berarti satu...
Dosen Spesialis Medikal Bedah Unimus Luncurkan Buku Ajar untuk Kendalikan Kekambuhan Hipertensi
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Inovasi intervensi non-farmakologis kembali lahir dari dunia akademis. Dosen Spesialis Medikal Bedah Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Prima Trisna Aji, resmi meluncurkan buku ajar berjudul...
Virus Nipah Viral, Perlukah Masyarakat Indonesia Khawatir?
Belakangan ini, virus Nipah kembali menjadi perbincangan publik. Berbagai pemberitaan dan unggahan di media sosial menyebut virus ini sebagai penyakit berbahaya dengan tingkat kematian tinggi....
Ketika Influencer Menjadi Dokter Dadakan
Di beranda ponsel kita, influencer dengan kulit bening dan badan ideal menawarkan “jalan pintas” seperti: kapsul penurun berat badan yang “aman karena herbal”, gummy peningkat...





