
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Tim Deteksi Dini Skabies – Menuju Indonesia Bebas Skabies (DESKAB–MIBS), Pesma Internasional KH Mas Mansur UMS, dan dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar kegiatan Deteksi Dini dan Eradikasi Skabies sebagai bagian dari program nasional menuju Indonesia Bebas Skabies 2030, Minggu (23/11/2025).
Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin Indonesia (PERDOSKI) Cabang Surakarta, MPKU PP Muhammadiyah, PT Galenium Pharmasia Laboratories juga turut serta melakukan implementasi aktif kerja sama dalam bidang pengabdian kepada masyarakat ini.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari akademisi, organisasi profesi, hingga jejaring pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah dan sekitarnya. Dekan FK UMS, Flora Ramona Sigit Prakoeswa, dalam sambutannya menegaskan upaya pengendalian skabies sangat penting dilakukan secara masif dan terstruktur.
Ia menyoroti stigma yang selama ini melekat pada santri pesantren, seolah-olah skabies adalah penyakit khas santri. “Stigma tersebut harus dihentikan melalui program kerja berupa konseling, informasi, edukasi, pemeriksaan, serta pengobatan massal secara berkala dan terencana,” ungkapnya.
Dekan mengapresiasi program eradikasi skabies yang sudah berlangsung sebelumnya di Jawa Timur, dan nantinya akan berlanjut ke Jawa Barat, Sumatra Barat, serta daerah lainnya. Dekan didampingi Wakil Dekan 1 FK UMS, Ratih Pramuningtyas, Wakil Dekan 2 FK UMS, Erika Diana Risanti, dan Wakil Dekan 3 FK UMS, Sulistyani, berharap kader santri dapat terus belajar dan berperan aktif dalam menjaga kesehatan lingkungan pesantren.
Menurutnya, kemauan untuk menjadi pembelajar adalah pilihan, dan para santri memiliki potensi besar untuk turut serta menjadi bagian dari gerakan nasional bebas skabies. Selain memberikan sambutan, Dekan FK UMS juga menjadi narasumber penyuluhan bagi para Mahasantri Pesma Internasional KH Mas Mansur UMS.
Pemeriksaan Menyeluruh
Dalam paparannya, dijelaskan eradikasi skabies tidak bisa dilakukan secara parsial. Pemeriksaan harus dilakukan menyeluruh, termasuk pengobatan massal bagi ratusan santri yang terdeteksi. Setelahnya, santri dibekali pengetahuan untuk mencegah penularan kembali.
“Para santri yang telah dilatih juga diharapkan menjadi ujung tombak eradikasi skabies, khususnya di Jawa Tengah, melalui program pemberdayaan tenaga non medis, sebagai kader kulit sehat di setiap pesantren, dengan menggunakan instrumen berupa formulir untuk mendeteksi skabies,” paparnya.
Perwakilan Rektorat UMS, Azhar Alam, menegaskan kegiatan ini selaras dengan misi UMS dalam bidang Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, terutama dalam penguatan kaderisasi dan pelayanan masyarakat.
Ia menyampaikan Indonesia merupakan negara dengan kasus skabies terbanyak di dunia, sehingga gerakan bersama seperti ini sangat dibutuhkan. “Kolaborasi antara UMS, Muhammadiyah, tenaga kesehatan, dan pesantren dapat menjadi tonggak perubahan menuju perilaku hidup bersih dan sehat,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh kader santri untuk menjadi duta kesehatan di lingkungan masing-masing, sekaligus menghapus stigma bahwa santri identik dengan penyakit kulit. Dalam sambutannya, Azhar berbagi pengalaman pribadi sebagai alumni pesantren.
Ia menekankan edukasi sanitasi, kebersihan air, dan pengelolaan fasilitas bersama sangat penting dalam mencegah skabies. “Kebiasaan-kebiasaan kecil ini jika diterapkan secara disiplin dapat mengurangi risiko penularan secara signifikan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Perdoski Cabang Solo, Nur M Rachmat Mulianto, menjelaskan skabies merupakan masalah umum yang sering ditemui di pesantren. “Karena prevalensinya sangat tinggi, perlu dilakukan pelatihan bagi santri senior agar mampu melakukan deteksi dini terhadap gejala penyakit kulit, termasuk skabies,” tuturnya.

Tim Deteksi Dini Skabies – Menuju Indonesia Bebas Skabies (DESKAB–MIBS), Pesma Internasional KH Mas Mansur UMS, dan dan Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar kegiatan Deteksi Dini dan Eradikasi Skabies sebagai bagian dari program nasional menuju Indonesia Bebas Skabies 2030, Minggu (23/11/2025). (Humas)
Ia menjelaskan kegiatan kali ini merupakan lanjutan dari program pelatihan sebelumnya, dan pada kesempatan ini Perdoski akan melakukan konfirmasi diagnosis sekaligus tindakan pengobatan. Ia juga berharap kegiatan ini menjadi ibadah dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pesantren dan masyarakat.
Ketua Tim DESKAB–MIBS, Prof. Sandra Widaty, menambahkan Indonesia menempati peringkat pertama dunia dalam beban penyakit skabies berdasarkan Global Burden of Disease 2015. Oleh karena itu, kolaborasi lintas institusi diperlukan untuk menurunkan angka kasus dan meningkatkan kualitas hidup santri dan siswa di sekolah berasrama.
Ia menegaskan skabies bukan hanya persoalan medis, tetapi juga memengaruhi kenyamanan belajar dan produktivitas santri. Program deteksi dini, edukasi, dan eradikasi yang dilakukan bersama Perdoski, FK UMS, Muhammadiyah, dan mitra lainnya diharapkan menjadi model gerakan penanggulangan skabies di Indonesia.
Perwakilan MPKU PP Muhammadiyah, Husnan Nurjaman, menyampaikan keterlibatan Muhammadiyah dalam isu kesehatan, termasuk skabies, bukan sekadar bentuk kepedulian, tetapi merupakan bagian dari misi keagamaan Muhammadiyah dalam mewujudkan kemaslahatan umat. Menurutnya, keberagamaan yang sempurna harus diwujudkan melalui kerja nyata memecahkan persoalan masyarakat.
Ia menekankan mengurus kesehatan masyarakat merupakan tugas utama Muhammadiyah sejak awal berdiri, berdampingan dengan upaya pendidikan dan pelayanan sosial. Karena itu, MPKU PP Muhammadiyah mendukung penuh program pemberantasan skabies di pesantren-pesantren Muhammadiyah dan lembaga pendidikan lainnya.
Kegiatan ini turut melibatkan PT Galenium Pharmasia Laboratories sebagai mitra penyedia produk kesehatan untuk mendukung program pemberantasan skabies. Perwakilan Galenium, Agus Ahmad Yani, menyampaikan komitmen perusahaan untuk menyediakan produk berkualitas dan berperan aktif dalam edukasi kesehatan masyarakat bersama Muhammadiyah.
Ia menjelaskan Galenium berkomitmen untuk mendukung kenyamanan belajar santri melalui produk-produk yang aman dan efektif untuk kesehatan kulit. “Kolaborasi ini diharapkan dapat mempercepat upaya pemberantasan skabies di pesantren dan masyarakat luas,” ujarnya.
Teliti Risiko Jatuh Pasien Diabetes, Dosen UMS Raih Penghargaan di IPTRS Bangkok
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dwi Rosella Komala Sari, meraih penghargaan Outstanding Oral Presentation dalam International Physiotherapy Research Symposium...
Startup Karya Alumni UMS Ini Ingin Ubah Cara Ahli Gizi Indonesia Bekerja
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – NutriAI Pro, platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk profesi ahli gizi, resmi diluncurkan melalui webinar bertajuk “Resolusi Gizi Berbasis...
MDMC dan Aisyiyah Joyotakan Bersinergi, Bawa Layanan Kesehatan ke Permukiman Pascabanjir
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Sepekan setelah banjir melanda wilayah Solo dan sekitarnya pada 15/4/2026, sejumlah lembaga Muhammadiyah bersinergi memberikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak. Pemeriksaan kesehatan...
Hari Kartini, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Edukasi Ibu soal Perawatan Bayi
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – RS PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar edukasi kesehatan interaktif “Smart Mom: Panduan Aman Perawatan Bayi 0–1 Tahun” bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, Sabtu...
Hangatnya Syawalan Istri Pegawai RS PKU Muhammadiyah Surakarta
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Aula RS PKU Muhammadiyah Surakarta pada Selasa, (14/4/2026). Dalam momentum Syawal, sebanyak 32 istri dokter dan pejabat...
RS PKU Muhammadiyah Surakarta Gelar Sosialisasi Anti Fraud Pelayanan Kesehatan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—RS PKU Muhammadiyah Surakarta bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Surakarta dan BPJS Kesehatan Cabang Surakarta menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Anti Fraud dalam Pelayanan Kesehatan,...
Komunitas Grup Sehat dan Semangat RS PKU Muhammadiyah Surakarta Rayakan HUT Kelima
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Komunitas Grup Sehat dan Semangat (GSS) RS PKU Muhammadiyah Surakarta menggelar peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5 yang dirangkaikan dengan kegiatan halal bihalal serta...
Lewat Workshop, RS PKU Muhammadiyah Surakarta Tingkatkan Mutu dan Keselamatan Pasien
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—RS PKU Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan Workshop Implementasi Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien (PMKP), Rabu–Kamis, (1-2/4/2026) di Aula RS. Kegiatan ini dibuka Direktur RS PKU...
RS PKU Muhammadiyah Surakarta Semarakkan Ramadan lewat Kegiatan Sosial dan Keagamaan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—RS PKU Muhammadiyah Surakarta menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan berbagai kegiatan sosial dan keagamaan yang melibatkan direksi, civitas rumah sakit, serta masyarakat sekitar. Salah...
UMS Lantik 30 Dokter Baru, Siap Layani Pasien dengan Senyum dan Sabar
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Program Profesi Dokter (PPD) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar upacara pelantikan dan pengambilan sumpah profesi dokter ke-57, Rabu (4/3/2026), di Hotel...
Menyibak Tren Olahraga, Antara FOMO dan Investasi Kesehatan Jangka Panjang
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Fenomena olahraga yang viral di media sosial kian marak di kalangan generasi muda. Mulai dari gym, fun run, thrill run, hingga olahraga paddle, linimasa...
Padukan Sains dan Spiritualitas, FK UMS Cetak Dokter Profesional dan Berintegritas
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Menjadi dokter bukan sekadar mengenakan jas putih, tetapi tentang kesiapan ilmu, mental, dan integritas. Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menunjukkan bagaimana proses...





