
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Program Profesi Dokter (PPD) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar upacara pelantikan dan pengambilan sumpah profesi dokter ke-57, Rabu (4/3/2026), di Hotel Mercure Solo Baru. Pada kesempatan tersebut, UMS meluluskan 30 dokter baru, sehingga hingga saat ini total alumni dokter FK UMS mencapai 1.664 orang.
Wakil Rektor IV UMS, Prof. EM Sutrisna, dalam sambutannya mendorong para dokter baru untuk mulai memetakan arah perjalanan hidup dan karier mereka. Ia menekankan pentingnya keberanian untuk bersaing, baik dengan melanjutkan studi magister maupun mengambil pendidikan profesi spesialis.
“Kita harapkan terus berprogres, maju terus, agresif dan progresif. Silakan pilih jalan pengabdian, baik di pelayanan maupun pendidikan,” ujarnya. Pada pelantikan dokter baru ini, Widji Astuti Damayanti menjadi lulusan terbaik dengan IPK 3.83. Untuk lulusan termuda adalah Putri Wahyu Wijayanti dengan IPK 3.78 dan lulus saat usia 24 tahun 11 bulan.
Ketua BPH UMS, Marpuji Ali, turut berpesan agar para dokter baru menjadi pribadi unggul dan teladan. Ia mengingatkan pentingnya menghormati orang lain dalam setiap situasi. “Dalam merawat dan melayani pasien, hendaklah dilayani dengan baik, ramah, dan dengan senyum. Jika ada pasien yang bersikap kurang menyenangkan, kalian harus mampu menahan diri dan tidak terbawa arus,” pesannya.
Sumpah Profesi
Menurutnya, pasien memiliki beragam karakter dan sikap. Namun dengan telah mengucapkan sumpah profesi, para dokter baru diharapkan memberikan pelayanan terbaik serta tetap menjalankan kewajiban kepada Allah dan sesama manusia. “Insya Allah Anda akan menjadi dokter-dokter yang terhormat,” tambahnya.
Sementara itu, Dekan FK UMS, Flora Ramona Sigit Prakoeswa, berharap lulusan dapat menjadi “dokter paket lengkap” yang kompeten, santun, dan berintegritas. Ia menjelaskan kompetensi akademik atau Intelligence Quotient (IQ) memang penting karena diperoleh melalui pendidikan dan pengajaran.
Namun, terdapat dua aspek lain yang tak kalah penting, yakni Emotional Quotient (EQ) dan Spiritual Quotient (SQ). “IQ membentuk kompetensi akademik, tetapi EQ membentuk kematangan emosi. Sedangkan SQ adalah landasan spiritual, bahwa apa pun yang kita lakukan, baik dilihat maupun tidak dilihat orang, tetap diniatkan sebagai pengabdian kepada Allah,” jelasnya.

Program Profesi Dokter (PPD) Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menggelar upacara pelantikan dan pengambilan sumpah profesi dokter ke-57, Rabu (4/3/2026), di Hotel Mercure Solo Baru. Pada kesempatan tersebut, UMS meluluskan 30 dokter baru, sehingga hingga saat ini total alumni dokter FK UMS mencapai 1.664 orang. (Humas)
Ia menambahkan, refleksi dan evaluasi diri akan membentuk pribadi yang memiliki wawasan dan kedalaman berpikir (insight) yang baik. Lebih lanjut, ia mengingatkan para dokter baru agar menyusun strategi dalam menentukan langkah berikutnya dengan fokus, kemudian segera mengeksekusinya secara konsisten dan persisten.
“Eksekusi itu butuh konsistensi dan persistensi. Konsisten artinya dikerjakan terus-menerus, persisten artinya ketika ada hambatan harus dihadapi dan dicari solusinya,” ungkapnya. Tahap berikutnya adalah evaluasi, yakni menilai apakah strategi atau pelaksanaan yang dilakukan sudah tepat atau perlu diperbaiki.
Ia menegaskan setelah resmi menjadi dokter, proses belajar tidak boleh berhenti. “Seorang dokter adalah never-ending learner, pembelajar sepanjang hayat. Karena kesehatan dan kedokteran akan menjadi tanggung jawab anda,” tegasnya. Ia pun menutup dengan mengingatkan bahwa menjadi dokter bukan berarti berada di posisi tertinggi, melainkan menjadi pelayan dan pengabdi masyarakat.
Perwakilan wali wisudawan, orang tua dari dr. Distya Ayu Renatasari, Iptu (Purn.) Darmono, menyampaikan rasa bahagianya atas capaian putrinya yang telah menyelesaikan studi di FK UMS dan lulus Uji Kompetensi Mahasiswa Program Profesi Dokter (UKMPPD) dengan baik.
Ia menegaskan pencapaian tersebut bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan hidup yang sesungguhnya. “Anak-anakku harus mempertanggungjawabkan gelar dokter yang diraih hari ini. Kami sebagai orang tua berharap anak-anak kami menjadi pribadi yang pintar dan cerdas, sekaligus menjaga sikap, etika, kaidah, dan moral kedokteran,” tuturnya. Ia meyakini, dengan bekal tersebut para lulusan dokter UMS akan menjadi sosok yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.
FHIP UMS Jadi Rujukan FES UNJAYA Perkuat Tata Kelola Pendidikan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Hukum dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Surakarta (FHIP UMS) terus memperkuat tata kelola pendidikan tinggi melalui pertukaran pengalaman dan praktik baik dengan...
PKB Pendidikan Akuntansi UMS Hubungkan Kompetensi Kampus dengan Dunia Kerja
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menuntaskan rangkaian Praktik Kerja Bisnis (PKB) di berbagai...
Hadapi Disrupsi Digital, UMS Perkuat Manajemen Risiko Perguruan Tinggi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat tata kelola perguruan tinggi melalui penerapan manajemen risiko di tengah perubahan lingkungan pendidikan tinggi dan disrupsi digital. Penguatan...
Senam Hamil Bersama Fisioterapi UMS, Ibu Hamil Baki Belajar Jaga Kebugaran
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Profesi Fisioterapis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan edukasi dan pendampingan senam hamil kepada 30 ibu hamil di sejumlah posyandu Kecamatan Baki, Sukoharjo....
FEB UMS dan MSU Malaysia Bahas Peluang Kerja Sama Pendidikan dan Riset
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat jejaring internasional melalui kunjungan perwakilan Management & Science University (MSU) Malaysia, Kamis (13/8/2026)....
Oven Pengering UMS Pangkas Waktu Produksi Jamur Kuping di Polokarto
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberdayakan kelompok pembudidaya jamur kuping Lembah Spora di Desa Polokarto, Sukoharjo, melalui penerapan teknologi tepat guna dan pemasaran...
Kuliah PTI di UMS Makin Relevan, Kurikulum Disiapkan Hadapi Era AI
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat kualitas pendidikan melalui pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja. Program Studi...
Beasiswa Hafidz Al-Qur’an UMS Buka Jalan Mahasiswa Kembangkan Prestasi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) 2026 terus menunjukkan tingginya minat calon mahasiswa. Hingga 14 Agustus 2026, jumlah pendaftar mencapai...
Bukan Cuma Kuliah, UMS Buka Jalan Mahasiswa Raih Pengalaman Internasional
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat langkah menuju perguruan tinggi berdaya saing global melalui Program Global Exposure. Program ini menjadi bagian dari...
Kembangkan Inovasi Pembelajaran IPA, UMS Kukuhkan Dua Doktor Baru
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengukuhkan dua doktor baru dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) melalui Sidang Ujian Promosi Doktor, Kamis (13/8/2026)....
BiblioBattle 2026 UMS Dorong Budaya Literasi dan Berpikir Kritis
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat pembelajaran yang mendorong budaya literasi, pemikiran kritis, dan kolaborasi akademik. Komitmen tersebut...
Cegah Risiko Jatuh, Mahasiswa Fisioterapi UMS Skrining Keseimbangan Lansia
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Profesi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan edukasi dan skrining keseimbangan kepada anggota Prolanis Anggrek Mojolaban melalui kegiatan bertajuk...






