
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Di tengah hiruk-pikuk dinamika politik di Indonesia dan nilai-nilai hukum yang semakin mengikis, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Pondok Hajjah Nuriah Shabran menawarkan solusi lewat Seminar Kebangsaan bertemakan “Revitalisasi Nilai Kebangsaan: Telaah Kritis Politik Hukum di Indonesia” di Ruang Pascasarjana UMS.
Kegiatan ini sebagai ajang edukasi kepada mahasiswa agar melek terhadap isu-isu politik dan dinamika pemerintahan di Indonesia. Karena mahasiswa merupakan Agent Of Change, yang tak bisa luput dari isu-isu yang marak, untuk menjadi solusi atas problematika bangsa dan negara.
Dalam Sambutannya, Oyan Sugianto, Selaku ketua panitia, membedah tema yang diusung pada seminar kebangsaan ini “Revitalisasi Nilai Kebangsaan: Telaah Kritis Politik Hukum di Indonesia”.
“Revitaslisasi Nilai Kebangsaan sebagai bentuk ikhitar atau upaya untuk terwjudnya eskalasi pemahaman-pemahaman ideologi kebangsaan. Sedangkan Telaah Kritis Politik Hukum di Indonesia untuk memahamkan bahwa pada abad ke-15 ada istilah bahwa politik adalah ilmu tertinggi dari segala ilmu, sehingga banyak kebijakan-kebijakan hukum yang keluar atas dasar kepentingan-kepentingan politik sendiri,” terangnya Rabu, (21/10/2025).
Jadi Teladan
Selaras dengan itu, Ketua Umum PK IMM Pondok Hajjah Nuriah Shabran, Muhammad Fikri Azka, menjelaskan bahwa banyak kader-kader IMM atau Muhammadiyah yang berdiaspora ke dunia perpolitakan dan pemerintahan, sehingga harus dijadikan teladan dan acuan untuk lebih melek terhadap dunia politik dan dinamika pemerintahan.
“Banyak dari kader-kader IMM atau Muhammadiyah yang sudah berkecimpung di dunia politik, sehingga bisa berdiaspora di pemerintahan. Maka langkah-langkah ini harus menjadi acuan bagi para kader IMM saat ini, agar lebih melek terhadap dinamika politik dan pemerintahan bangsa ini,” pungkasnya.
Dalam pemaparan materinya, Zia Khakim, menyampaikan kritik terhadap kondisi politik di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa demokrasi di Indonesia masih belum matang. Hal ini sejalan dengan pernyataan Buya Syafi’i Ma’arif yang menilai bahwa ketidakmatangan demokrasi di Indonesia disebabkan oleh kualitas politisi yang belum ideal serta maraknya praktik politisasi agama yang justru merusak nilai-nilai demokrasi itu sendiri.
Sebagai solusi atas persoalan tersebut, Zia menegaskan pentingnya keterlibatan langsung generasi muda, khususnya mahasiswa, dalam dunia politik. Ia menekankan bahwa mahasiswa memiliki peran sebagai agent of control pengawas jalannya kekuasaan.

Di tengah hiruk-pikuk dinamika politik di Indonesia dan nilai-nilai hukum yang semakin mengikis, Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Pondok Hajjah Nuriah Shabran menawarkan solusi lewat Seminar Kebangsaan bertemakan “Revitalisasi Nilai Kebangsaan: Telaah Kritis Politik Hukum di Indonesia” di Ruang Pascasarjana UMS. (Humas)
Dengan terlibat langsung dan berada dekat dengan pusat kekuasaan, maka akses untuk menyuarakan kebenaran akan lebih terbuka dan aspirasi masyarakat bisa lebih mudah didengar. Zia mencontohkan sosok Din Syamsuddin sebagai tokoh yang aktif mendorong perubahan dengan menempatkan kader-kader umat di posisi strategis melalui program kaderisasi, guna mencetak individu yang berwawasan global dan berdaya saing tinggi.
Senada dengan itu Anas Asy’ari Nasuha selaku pemateri yang kedua juga menjelaskan politik hukum di Indonesia sebagai refleksi kebangsaan. “Indonesia adalah negara hukum yang artinya ketika kita ingin menumbukan sebuah kebijakan atau menyuarakan suara yang menyangkut hak orang lain ada satu yang paling mahal yaitu tanda tangan karena berfungsi sebagai persetujuan dan bukti otensitas dokumen,” jelasnya.
Lebih lanjut, Anas menyampaikan hukum di Indonesia sering kali tumpul ke atas dan tajam ke bawah. “Hukum cenderung lemah terhadap rakyat kecil namun tegas terhadap pihak pemegang kekusaaan. Saya juga menyoroti bahwa banyak kebijakan hukum diwarnai oleh kepentingan politik. Oleh karena itu, menurut saya, aktivis mahasiswa perlu memahami kondisi dan arah politik di Indonesia agar bisa bersikap kritis dan tepat dalam menyikapi berbagai isu,” tutupnya.
Harapan diadakannya seminar kebangsaan yang dilaksanakan pada Selasa (21/10/2025) itu, agar para mahasiswa, yang sejatinya adalah seorang aktivis, tidak buta akan dunia politik. Karena dengan memahami dunia politik kita bisa tahu kebijakan-kebijakan nyeleneh yang dibuat oleh pemerintah, dan tugas kita sebagai mahasiswa adalah meluruskan kebijakan tersebut.
FORSAKADA Tinjau RS PKU Muhammadiyah Surakarta, Dukung Health Tourism Kota Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – RS PKU Muhammadiyah Surakarta menerima kunjungan kerja dan hospital tour dari pengurus dan anggota Forum Staf Ahli Kepala Daerah (FORSAKADA) Provinsi Jawa...
Pengurus Baru KM3 DPD IMM Jateng Dilantik, Fokus Rekonstruksi Arah Dakwah
SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah (KM3) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah resmi melantik pengurus baru periode 2026–2028 di...
Sekolah Gender DPD IMM Jateng Dorong Kader Perempuan Aktif di Ruang Publik
SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Bidang IMMawati Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah menggelar Sekolah Gender, Politik, dan Demokrasi di Hotel Laras Asri,...
Ustaz Dwi Jatmiko: Setiap Manusia Beriman Pasti Pernah Terluka
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ustaz Dwi Jatmiko menyampaikan materi “Hati Bercahaya Melepas luka, Mengobati Hati” saat mengisi Kuliah Subuh Muhammadiyah Gajahan, Kota Solo, di TK ABA, Patang Puluhan,...
Awalussanah MIM Digdaya Bolon, Wakil Dekan FKIP UMS Tekankan Adab Lebih dari Sekadar Prestasi
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Miftakhul Huda, hadir sebagai keynote speaker dalam Awalussanah...
Inovasi SafeTKI Antar Mahasiswa UMS Raih Silver Medal JDIE 2026 di Jepang
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukir prestasi di tingkat internasional. Tim mahasiswa UMS meraih Silver Medal pada ajang Japan Design, Idea, &...
Prodi Ilmu Komunikasi UMS Perluas Jejaring Internasional hingga Afrika Selatan
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan University...
Sambut Tahun Pelajaran Baru, SMP Muliska Perkuat Profesionalisme Guru
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Muliska) menggelar Workshop Pembelajaran sebagai bagian dari persiapan menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027, Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di...
Pandangan Muhammadiyah tentang Tahlilan dan Esensi Takziah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Perbincangan mengenai tradisi tahlilan kembali mencuat setelah sejumlah unggahan di media sosial menampilkan keluhan keluarga yang sedang berduka karena merasa terbebani menyediakan...
Kader IMM Didorong Jadi Pemimpin Transformasi Ekologis
SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Krisis ekologis bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi berakar pada cara pandang manusia terhadap alam. Karena itu, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) didorong...
Benchmarking ke Kampus Malaysia UKM, Rektor UMS Perkuat Kolaborasi Internasional
SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat daya saing global melalui pengembangan jejaring internasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan benchmarking Rektor...
BURT DPR RI Apresiasi Layanan Personalized Treatment RS PKU Muhammadiyah Surakarta
SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — RS PKU Muhammadiyah Surakarta menerima kunjungan kerja Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI untuk meninjau pelayanan kesehatan bagi peserta Program Jamkestama...






