Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Kembangkan Ekonomi Lokal, Tim Dosen UMS Gagas Digitalisasi UMKM

Fika Annisa, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 5 Maret 2025 15:01 WIB
Kembangkan Ekonomi Lokal, Tim Dosen UMS Gagas Digitalisasi UMKM
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - tim dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan P2AD atau Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan dengan judul Pengembangan Ekonomi Lokal Melalui Digitalisasi UMKM sebagai Strategi Penanggulangan Stunting di Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. (Humas)

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo memiliki tantangan dalam hal kesehatan anak-anak, khususnya masalah stunting. Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya.

Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, tim dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan P2AD atau Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan dengan judul Pengembangan Ekonomi Lokal Melalui Digitalisasi UMKM sebagai Strategi Penanggulangan Stunting di Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

Kegiatan ini diinisiasi dan dikoordinasi Dewi Novita Sari, dosen Fakultas Geografi UMS dan Prof. Kuswaji Dwi Priyono dari Fakultas Geografi UMS. Peningkatan kapasitas tersebut dilaksanakan pada Rabu, 26 Februari 2025 di Balai Desa Tegalmade yang dihadiri oleh lebih dari 50 peserta, terdiri dari Ibu-Ibu PKK Desa Tegalmade, kader Aisyiyah, perangkat desa, serta perwakilan TNI dan POLRI kecamatan Mojolaban.

”Program ini juga bertujuan untuk mendorong digitalisasi produk UMKM, khususnya produk olahan lokal yang memiliki nilai gizi tinggi dan keunikan khas Desa Tegalmade. Produk-produk ini diharapkan dapat menarik minat tidak hanya di pasar lokal tetapi juga di pasar global melalui platform e-commerce,” ungkap Dewi dalam kegiatan tersebut, Senin (3/3/2025).

Pembuatan Akun Toko

Pendampingan ini, lanjutnya, juga akan mencakup strategi untuk menangkap peluang besar baik secara offline maupun online, sehingga UMKM desa dapat berkembang lebih luas dan berkelanjutan. Materi pertama diisi dengan pelatihan pembuatan akun toko dengan beberapa aplikasi e-commerce oleh Dewi Novita Sari.

Selanjutnya pelatihan pembuatan NIB izin usaha oleh Nur Hidayah, seorang dosen dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMS. Kemudian materi ketiga mengenai kependudukan dan pentingnya program Keluarga Berencana (KB) dalam upaya peningkatan gizi anak yang disampaikan Nirma Lila Anggani, dosen Fakultas Geografi.

Kegiatan ditutup materi mengenai stunting dan pengolahan serta kandungan lidah buaya oleh Sudrajah Warajati Kisnawaty, M.Gz., pakar dari Fakultas Ilmu Kesehatan UMS. Dewi Novita Sari berharap peserta dapat mengaplikasikan ilmu yang didapatkan, serta mendorong terciptanya lebih banyak inovasi dalam pengelolaan produk makanan lokal di tingkat desa.

tim dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan P2AD atau Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan dengan judul Pengembangan Ekonomi Lokal Melalui Digitalisasi UMKM sebagai Strategi Penanggulangan Stunting di Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo.

tim dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan P2AD atau Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan dengan judul Pengembangan Ekonomi Lokal Melalui Digitalisasi UMKM sebagai Strategi Penanggulangan Stunting di Desa Tegalmade, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo. (Humas)

Ke depannya, pelatihan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan, seiring dengan semakin berkembangnya produk lokal lidah buaya. Menurut Kepala Desa Tegalmade, Wawan Rubianto mengungkapkan beberapa faktor yang mempengaruhi stunting di Desa Tegalmade meliputi kurangnya pengetahuan gizi, rendahnya akses terhadap pangan bergizi, dan kurang optimalnya program kesehatan yang tersedia.

“Kondisi saat ini menurun, tingkat stunting pada anak-anak balita masih relatif tinggi,” ujarnya. Ibu-ibu PKK memiliki peran penting dalam keluarga. Namun belum semua memiliki pengetahuan yang memadai tentang gizi dan kesehatan anak. Program kesehatan yang ada belum sepenuhnya efektif dalam menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Kondisi lainnya yang tak kalah penting adalah peningkatan potensi desa utamanya di sektor pertanian. Desa Tegalmade memiliki potensi besar di bidang pertanian, namun belum sepenuhnya teroptimalkan. Pertanian merupakan salah satu sektor utama yang menopang ekonomi desa.

Namun masih terdapat beberapa kendala seperti metode pertanian tradisional, kurangnya akses terhadap teknologi pertanian modern, dan keterbatasan pengetahuan tentang teknik pengolahan produk aloe vera yang dapat mencegah stunting.

“Kami berencana mengembangkan produk lokal dari tanaman lidah buaya untuk menjadi salah satu produk unggulan dari Desa Tegalmade. Akan tetapi, masih memiliki keterbatasan dalam hal mengetahui kandungan gizi dan cara pengolahannya,” papar Ari selaku penggerak PKK Desa Tegalmade.

Berita Terbaru

Krisis Iklim Bukan Isu Lebay, Wakil Ketua MPR RI Desak Percepatan Transisi Energi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Eddy Soeparno, menegaskan krisis iklim merupakan realitas global yang harus segera ditangani. Penegasan...

Buka Manasik Haji 2027, KBIHU Zamzam Colomadu Perkenalkan Website dan Paket Bimbingan

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — KBIHU Zamzam Cabang Colomadu meluncurkan website resmi (kbihuzamzam.com) bersamaan dengan pembukaan Bimbingan Manasik Haji, Ahad (26/4/2026), di Ruang Seminar lantai 5 Gedung...

Aset Dana Pensiun Nasional Tembus Rp1.700 T, ADPI Kumpul di UMS Bahas Strategi Investasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menjadi tuan rumah kegiatan nasional dengan menyelenggarakan Seminar dan Rapat Anggota I 2026 Perkumpulan Asosiasi Dana Pensiun...

Hari Bumi, Akademisi UMS: Kenaikan Harga Plastik Bukan Sekadar Isu Lingkungan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Hari Bumi Sedunia tahun ini menyoroti isu yang kian kompleks seperti kenaikan harga plastik yang dampaknya tidak berhenti pada lingkungan, tetapi merambah...

Ustaz Dwi Jatmiko: Dua Kunci Bahagia Dunia dan Akhirat…

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Anggota Korps Mubalig Muhammadiyah Kota Solo, Ustaz Dwi Jatmiko hadir sebagai pembicara pada acara Pengajian Halal bihalal TK ‘Aisyiyah Bustanul Athfal, Joyosuran, Jl. Cikarang...

Menyelami Tradisi Berbagi THR saat Lebaran

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana Hari Raya Idulfitri selalu identik dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan tradisi berbagi. Salah satu yang paling dinantikan, terutama oleh anak-anak, adalah pembagian Tunjangan Hari...

Lapangan Ngasem Dipadati Ratusan Umat Islam saat Salat Idulfitri

NGASEM, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Ngasem, Colomadu, Karanganyar serta DKM (Dewan Kemakmuran Masjid) Baiturrahman mengadakan salat Idulfitri 1447 H yang dihadiri sekitar 750 umat Islam...

Salat Idulfitri di Gedung Juang Desa Degungan, Penuh Khidmat dan Pesan Ramadan

BANYUDONO, MUHAMMADIYAH.COM-Ribuan umat Islam memadati Gedung Juang Desa Degungan, Banyudono, Boyolali dalam pelaksanaan salat Idulfitri 1447 H yang berlangsung dengan penuh khidmat dan kekhusyukan, Jumat...

Ribuan Umat Islam Padati Lapangan Kottabarat, Prof. Andri Nirwana Ajak Istikamah Usai Ramadan

KOTTABARAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ribuan umat Islam memadati Lapangan Kottabarat untuk melaksanakan salat Idulfitri 1447 H, Jumat (20/3/2026) pagi. Bertindak sebagai imam dan khatib, Prof. Andri Nirwana, Guru...

Regulasi Medsos Anak Disorot, Literasi Digital Jadi Kunci

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan Kebijakan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah preventif dalam...

Zakat Fitrah dan Dampak Sosialnya pada Masyarakat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Zakat fitrah menjadi salah satu ibadah wajib bagi umat Islam menjelang Hari Raya Idulfitri. Setiap muslim yang mampu diwajibkan menunaikan zakat ini sebagai bentuk...

Tak Hanya Ibadah, Dosen UMS Dorong Masjid Jadi Pusat Dakwah dan Pendidikan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat layanan umat yang mengintegrasikan dakwah, kesehatan komunitas, dan pendidikan Islam....