Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Tajuk

Membangun Negeri dengan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah

Soleh Amini Yahman, Editor: Sholahuddin
Jumat, 31 Januari 2025 06:40 WIB
Membangun Negeri dengan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Buku Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah. (Foto istimewa).

Dalam kehidupan warga Muhammadiyah, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) menjadi pegangan utama dalam menjalani setiap aspek kehidupan. PHIWM bukan sekadar seperangkat aturan, selain itu merupakan panduan yang menyelaraskan perilaku individu dan keluarga dengan nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan sunah. Dengan berpegang teguh pada pedoman ini, setiap warga Muhammadiyah diharapkan dapat mewujudkan kehidupan yang harmonis dan islami dalam berbagai aspek kehidupan.

Sebagai panduan moral dan etika, PHIWM mencakup berbagai ranah kehidupan, mulai dari kehidupan pribadi, keluarga, bermasyarakat, hingga dalam bidang profesi dan kebangsaan. Pedoman ini mengajarkan bagaimana warga Muhammadiyah harus bersikap dalam kehidupan sehari-hari agar mencerminkan pribadi Islami yang sesungguhnya. Dengan menjadikan PHIWM sebagai acuan, individu dan keluarga Muhammadiyah dapat menjalankan aktivitas mereka dengan berlandaskan nilai-nilai Islam yang murni.

Dalam lingkup keluarga, PHIWM memainkan peran yang sangat penting. Keluarga merupakan unit terkecil dalam masyarakat yang menjadi tempat pertama dalam pembentukan karakter Islami. Oleh karena itu, menanamkan nilai-nilai Islam dalam keluarga menjadi tanggung jawab utama setiap orang tua. Akidah yang kokoh harus menjadi dasar dalam keluarga. Orang tua bertanggung jawab untuk mengenalkan dan mengajarkan keimanan kepada anak-anak sejak dini. Selain itu, ibadah juga harus menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan keluarga. Melaksanakan salat berjemaah, membaca Al-Qur’an bersama, serta berdoa sebagai keluarga merupakan wujud nyata dari penerapan PHIWM dalam kehidupan keluarga.

PHIWM juga menekankan pentingnya akhlak yang mulia dalam keluarga. Orang tua dituntut memberikan keteladanan yang baik dengan bersikap jujur, sabar, rendah hati, dan penuh kasih sayang kepada anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Dalam pengambilan keputusan keluarga, prinsip musyawarah harus diterapkan agar tercipta suasana yang harmonis dan demokratis dalam lingkup keluarga.

Selain dalam ranah keluarga, PHIWM juga memberikan pedoman dalam aspek ekonomi keluarga. Islam mengajarkan bahwa mencari rezeki harus dilakukan dengan cara yang halal dan thayyib. Oleh karena itu, setiap kepala keluarga harus memastikan sumber penghasilan mereka berasal dari usaha yang bersih dan penuh berkah. Selain itu, prinsip hidup sederhana, menghindari pemborosan, serta berbagi dengan sesama melalui zakat, infak, dan sedekah juga menjadi bagian penting dari penerapan PHIWM dalam ekonomi keluarga.

Tak hanya dalam lingkup keluarga, PHIWM juga menekankan pentingnya kepedulian sosial. Warga Muhammadiyah didorong membangun kesadaran akan pentingnya membantu sesama, baik melalui kegiatan sosial maupun melalui kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Sikap peduli dan berbagi harus ditanamkan sejak dini kepada anak-anak agar mereka tumbuh menjadi individu yang memiliki empati dan rasa tanggung jawab terhadap sesama.

Sangat Ditekankan

Dalam kehidupan pribadi, penerapan PHIWM juga sangat ditekankan. Seorang warga Muhammadiyah harus memiliki komitmen tinggi dalam menjalankan ibadah wajib dan sunah sebagai bentuk hubungan yang erat dengan Allah SWT. Selain itu, menjaga akhlak dalam pergaulan menjadi keharusan agar setiap individu selalu mencerminkan kepribadian yang jujur, amanah, dan sopan dalam berinteraksi dengan orang lain. Semangat untuk terus belajar dan mengembangkan diri juga menjadi bagian dari PHIWM. Setiap warga Muhammadiyah didorong terus meningkatkan ilmu pengetahuan demi kemajuan diri dan masyarakat.

Pada akhirnya, penerapan PHIWM dalam kehidupan keluarga dan pribadi menjadi langkah awal dalam mewujudkan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya menuju terbangunnya negeri yang baldhatun toyibatun warabbur ghofur. Maknanya, sebuah negeri yang sejahtera, makmur, penuh keberkahan, dan warganya hidup dalam kebaikan serta kedamaian. Selain itu, juga memiliki pemimpin dan rakyat yang beriman, bersyukur, serta mendapat ampunan dan rahmat Allah. Dalam konteks kehidupan sekarang, ungkapan ini menggambarkan sebuah negara yang ideal, masyarakat hidup tenteram, memiliki cukup rezeki, dan tetap taat kepada Tuhan.

Dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, setiap keluarga Muhammadiyah dapat menjadi teladan dalam membangun masyarakat yang harmonis, islami, dan penuh berkah. PHIWM bukan sekadar teori dan hapalan, harus pula menjadi bagian nyata dalam kehidupan setiap individu agar Islam dapat benar-benar hadir dalam setiap aspek kehidupan. Salam unggul dan berkemajoean!

Rekomendasi Redaksi

Berita Terbaru

Fitri dalam Kesederhanaan Muhammadiyah

Setiap kali bulan Ramadan berakhir, umat Islam memasuki momentum spiritual yang sarat makna yaitu Idulfitri. Hari raya ini bukan sekadar penanda selesainya ibadah puasa, tetapi...

Sekolah Muhammadiyah sebagai Laboratorium Pengaderan Organisasi

Kita ketahui bersama bahwa ada dua jenis organisasi, yakni organisasi kader dan organisasi massa. Keduanya berbeda dalam hal kuantitas dan kualitas. Organisasi kader lebih menekankan...

Memprihatinkan, Indeks Persepsi Korupsi Indonesia Merosot

Beberapa hari lalu, Transparency International Indonesia  (TII) merilis hasil riset terbaru tentang Indeks Persepsi Korupsi (IPK). Hasil riset ini selalu dipublikasikan setiap awal tahun untuk...

Memperluas Dakwah Ekonomi Persyarikatan

Salah satu keputusan Muktamar ke-47 Muhammadiyah di Makassar tahun 2015 adalah perlunya memperluas gerakan ekonomi Persyarikatan, selain gerakan pendidikan dan kesehatan. Penguatan di bidang ekonomi...

Menyiapkan Generasi Adaptif dan Kompetitif

Hal menarik di era Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) saat ini adalah adanya kebijakan penerapan mata pelajaran (mapel) Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). KKA...

Kurikulum untuk Mencipakan Kecerdasan Unggul

Menurut laporan Unesco, fenomena disinformasi digital telah menjadi ancaman yang serius terhadap kohesi sosial dan kualitas demokrasi di berbagai negara. Persoalan ini bukan sekadar masalah...

Muhammadiyah, Jalan Pembebasan dan Pemuliaan Manusia

Di tengah himpitan kolonialisme awal abad ke-20, ketika bangsa ini terlelap dalam kebodohan dan kemiskinan, sebuah cahaya pembaruan menyala dari Kampung Kauman, Yogyakarta. Muhammadiyah lahir...

Persepsi Positif tentang Muhammadiyah itu Juga Amanah…

Dalam beberapa hari ini, Muhammadiyah memperoleh apresiasi positif di dunia maya. Aksi kemanusiaan Persyarikatan untuk membantu korban banjir dan tanah longsor di Aceh dan Sumatra...

Artificial Intelligence di Tengah Pusaran Jurnalisme Dakwah Muhammadiyah

Hampir seluruh sendi kehidupan telah memanfaatkan AI (Artificial Intelligence). AI merupakan evolusi dari teknologi komputer yang dikembangkan pertama kali oleh Alan Turing. AI mengalami kemandegan...

Muhammadiyah, Anak Muda, dan Manusia yang tak Lagi Bicara

Di indekos yang eksklusif tak jauh dari pusat Kota Solo, seorang kawan bercerita. Ia tak kenal satu pun tetangganya. Padahal sudah dua bulan tinggal di...

Inovasi atau Mati

Hampir tiap tahun kita mendengar berita ada sekolah yang ditutup atau dimerger dikarenakan tidak mendapatkan murid. Kalaupun ada murid sangat minimalis untuk mengatakan tidak memenuhi...

Teori Vygotsky, Live in Society dan Pendidikan Islam

SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Kota Solo, baru saja selesai menjalankan program Live in Society, Jumat- Sabtu (7-8/11/2025), bagi siswa kelas X. Program Live in...