Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

UMS Kokohkan Panggungharjo jadi Desa Mandiri Budaya Berkelanjutan

Yusuf, Editor: Alan Aliarcham
Minggu, 15 Desember 2024 08:37 WIB
UMS Kokohkan Panggungharjo jadi Desa Mandiri Budaya Berkelanjutan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Desa Panggungharjo di Kalurahan Sewon, Bantul, Yogyakarta, semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu desa wisata berbasis budaya yang berkelanjutan berkat Festival Desa Wisata yang didukung oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Desa Panggungharjo di Kalurahan Sewon, Bantul, Yogyakarta, semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu desa wisata berbasis budaya yang berkelanjutan berkat Festival Desa Wisata yang didukung oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Kegiatan itu ditopang pendanaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dalam ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat.

Sebagai bagian dari program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan topik “Pengembangan Kawasan Karangkitri sebagai Generator Desa Wisata Berkelanjutan di Desa Panggungharjo,” program ini diprakarsai oleh kolaborasi akademisi dari dua universitas.

Mereka yakni Wisnu Setiawan, dari Program Studi Arsitektur UMS; Afif Ari Wibowo dari Fakultas Geografi UMS; serta Hijrah Purnama Putra dari Program Studi Teknik Lingkungan Universitas Islam Indonesia (UII).

“Festival Desa Wisata merupakan sebuah kegiatan yang bertujuan untuk mempromosikan potensi wisata lokal dan memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata secara berkelanjutan,” kata Wisnu Setiawan, Jumat, (13/12/2024). Festival Desa Wisata Panggungharjo, lanjutnya, diharapkan dapat menjadi model bagi desa wisata berkelanjutan di Indonesia, terutama dalam memanfaatkan potensi lokal secara kreatif dan inovatif.

Perubahan Positif

Afif Ari Wibowo juga menerangkan bahwa dengan melalui pendekatan pengembangan budaya lokal yang berkelanjutan, Desa Panggungharjo berhasil membuktikan bahwa kolaborasi yang solid dapat membawa perubahan positif bagi masyarakat desa sekaligus menciptakan daya tarik wisata yang autentik.

Festival yang berlangsung pada Sabtu, (23/11/2024) itu, dibuka dengan pemaparan Masterplan Desa Panggungharjo yang disampaikan Kamituwo Panggungharjo, Hosni Bimo Wicaksono, yang menjelaskan bahwa masterplan tersebut menjadi dokumen strategis yang menjadi acuan pengembangan desa. “Konsepnya terinspirasi oleh filosofi sumbu keistimewaan Yogyakarta, dengan Situs Panggung Krapyak yang terletak di bagian utara desa sebagai titik awal perencanaan,” Bimo.

Bimo mewujudkan konsep tersebut melalui formasi Rasi Bintang Pari yang dikenal sebagai Gubuk Penceng pada masyarakat Jawa, sebagai representasi dari filosofi Sedulur Papat Kalima Pancer. Filosofi itu menggambarkan keseimbangan antara empat elemen penjuru arah dengan satu pusat koordinasi yang terletak di kawasan pemerintahan desa.

Desa Panggungharjo di Kalurahan Sewon, Bantul, Yogyakarta, semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu desa wisata berbasis budaya yang berkelanjutan berkat Festival Desa Wisata yang didukung oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Desa Panggungharjo di Kalurahan Sewon, Bantul, Yogyakarta, semakin memperkokoh posisinya sebagai salah satu desa wisata berbasis budaya yang berkelanjutan berkat Festival Desa Wisata yang didukung oleh Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). (Humas)

Empat elemen dalam filosofi tersebut diwujudkan melalui pengembangan empat kawasan utama, yaitu Panggung Krapyak sebagai ikon sejarah dan budaya, Kawasan Karangkitri sebagai pusat pengembangan keberlanjutan, Kampoeng Mataraman sebagai ruang interaksi sosial budaya, serta Situs Yoni Karanggede yang memiliki nilai spiritual dan sejarah tinggi.

“Semua elemen ini dikoordinasikan dari pusat pemerintahan desa, yang menjadi Pancer sebagai representasi dari pusat energi dalam filosofi tersebut,” papar Kamituwo Panggungharjo. Salah satu mitra menyatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat positif dan perlu dilanjutkan. Menurutnya, festival ini tidak hanya mengenalkan potensi wisata lokal, tetapi juga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

Di penghujung acara, peserta memberikan testimoni terkait pengalaman mereka. Sebagian besar peserta mengaku mendapatkan wawasan baru tentang pengelolaan desa wisata berbasis masyarakat. Acara ini juga dianggap menjadi sarana untuk memperkuat sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan akademisi dalam pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Share:

Berita Terbaru

PDM Boyolali Lantik Pengurus BikersMu, Perkuat Dakwah lewat Komunitas Otomotif

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali resmi melantik Pengurus BikersMu Chapter Boyolali periode 2026–2028 pada Selasa (16/6/2026). Pelantikan yang digelar di Dukuh Kemel,...

Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...

Pertamax Naik ke Rp16.250, Pengamat UMS Soroti Beban Kelas Menengah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Isu yang ramai dibicarakan mulai dari ancaman inflasi...

Muhammadiyah Investasikan Rp800 Miliar untuk Bangun Pabrik Infus

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pabrik infus milik Persyarikatan, PT Suryavena Farma Indonesia, Kamis (11/6/2026), di...

Akademisi UMS Ingatkan Pentingnya Kepastian Teknis dalam Ekspor Satu Pintu

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Akbar Pratama Kartika menilai kebijakan ekspor satu pintu yang melibatkan Badan Usaha...

Indonesia Open 2026 Banyak Beri Pelajaran soal Teknologi dan Analisis Olahraga

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Perhelatan Indonesia Open 2026 yang menghadirkan atlet-atlet bulu tangkis terbaik dunia dinilai menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempelajari perkembangan pembinaan olahraga...

Jurus Mahasiswa UMS Tenangkan Sapi Sebelum Penyembelihan Kurban

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Penyembelihan hewan kurban di Lapangan Timur Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (28/5/2026), menjadi pengalaman berharga bagi...

UMS Dampingi Anak Migran Indonesia di Sabah, Ajarkan Kelola Uang Saku dan Dasar Komputer

SABAH, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM KI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penguatan literasi keuangan dan pelatihan dasar komputer bagi siswa...

PCA Gatak Gelar Pengajian Safari Dakwah dan Pelepasan Calon Jemaah Haji

GATAK, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Siang yang cerah, usai Salat Jumat, Jumat (08/05/2026), gedung Tirta Wirejo, Wironanggan dipadati  jemaah pengajian Safari Dakwah dan jemaah calon haji Kecamatan Gatak, Sukoharjo tahun...

Padukan Syiar dan Tadabur Alam, Santri Pondok KHAD MTs Muhammadiyah Surakarta Rihlah ke Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pondok Putra KH Ahmad Dahlan (KHAD) MTs Muhammadiyah Surakarta melaksanakan kegiatan Rihlah dan Tadabur Alam di Kabupaten Gunungkidul, Sabtu–Minggu (9–10/5/2026). Kegiatan ini...

Melaju Bersama Dakwah, BikersMu Surakarta Gelar Touring ke Pacitan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Lebih dari 50 warga Muhammadiyah dan simpatisan yang tergabung dalam komunitas BikersMu Surakarta menggelar touring ke Pantai Buyutan dan Pantai Kasap, Pacitan,...

Atlet Panahan Kota Solo Ikuti Lomba Degradasi untuk Porprov Jateng

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Para atlet panahan Kota Solo, Minggu (3/5/2026) melaksanakan kegiatan lomba degradasi. Degradasi akan dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama bulan Mei dan tahap kedua bulan...