
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kajian bakda Subuh di Masjid Balai Muhammadiyah PDM Kota Solo, Jumat (13/03/2026), diisi oleh Ustaz Adi Sulistyo yang menyampaikan materi tentang kriteria standar seorang Muslim sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad Saw.
Dalam kajian tersebut, Ustaz Adi Sulistyo mengutip hadis yang diriwayatkan dari Thalhah bin Ubaidillah tentang seorang Arab Badui yang datang menemui Rasulullah di Madinah untuk menanyakan tentang ajaran Islam. Dalam dialog tersebut, Rasulullah menjelaskan bahwa Islam mewajibkan seorang Muslim menunaikan salat lima waktu dalam sehari semalam. Orang Arab Badui tersebut kemudian bertanya apakah ada kewajiban lain selain salat. Rasulullah menjawab bahwa tidak ada kewajiban lainnya, kecuali jika seseorang ingin menambah dengan salat sunah.
Rasulullah juga menjelaskan kewajiban berpuasa di bulan Ramadan. Ketika ditanya apakah ada kewajiban puasa lainnya, Rasulullah kembali menjawab tidak ada, kecuali puasa sunah bagi yang ingin menambah amal ibadah. Selain itu, seorang Muslim juga diwajibkan menunaikan zakat apabila hartanya telah mencapai nisab, serta dianjurkan memperbanyak sedekah.
Mendengar penjelasan tersebut, orang Badui itu berkata, “Demi Allah, aku akan melaksanakan semua itu.” Rasulullah kemudian bersabda, “Ia akan beruntung jika ia berkata jujur.” Ustaz Adi Sulistyo menjelaskan bahwa orang Arab Badui dikenal hidup berpindah-pindah tempat, mencari wilayah yang lebih subur untuk bertahan hidup. Kehidupan mereka keras dan penuh tantangan, bahkan mereka harus menempuh perjalanan jauh hingga sampai ke Madinah untuk bertanya langsung kepada Rasulullah tentang ajaran Islam.
Dari hadis tersebut, ia menyimpulkan bahwa terdapat kriteria minimal ajaran Islam yang menjadi standar bagi seorang Muslim. Pertama, ibadah harian berupa salat lima waktu yang dapat dilengkapi dengan salat sunnah. Kedua, ibadah tahunan berupa puasa Ramadan selama satu bulan penuh yang juga dapat ditambah dengan puasa sunah. Ketiga, ibadah harta tahunan berupa zakat apabila telah mencapai nisab, serta memperbanyak sedekah kepada yang membutuhkan.
Menurutnya, standar minimal ini sebenarnya merupakan hal yang sederhana dalam ajaran Islam. Namun dalam realitas kehidupan saat ini, masih banyak orang yang belum mampu menjalankannya secara konsisten. “Fenomena yang sering kita lihat, misalnya di kafe atau tempat nongkrong, banyak orang yang tidak mengingat waktu salat. Padahal hal itu merupakan standar dasar seorang Muslim,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai Islam terkadang belum benar-benar melekat dalam hati dan pikiran sebagian umat. Akibatnya, standar dasar yang seharusnya mudah justru dianggap sebagai sesuatu yang berat, terutama bagi generasi muda. Ustaz Adi Sulistyo berharap momentum Ramadan dapat menjadi kesempatan untuk meningkatkan keimanan dan memperbaiki kualitas ibadah.
“Semoga di sisa Ramadan ini kita dapat meningkatkan keimanan dan lebih konsisten menjalankan ajaran Islam yang menjadi kewajiban kita,” pungkasnya.
Paradoks Era Digital: Demokratis, tapi Krisis Etika
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Perkembangan teknologi digital membuka ruang kebebasan baru bagi masyarakat dalam menyuarakan suara, menyampaikan pengalaman, hingga mengawasi kekuasaan. Namun, di balik peluang tersebut, muncul persoalan...
Mahasantri Pondok Shabran UMS Inisiasi Ramadhan Island Fest 1447 H di Raja Ampat
RAJA AMPAT, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Mahasantri Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang juga Dai Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LDK PP Muhammadiyah), Ari Hardianto, menggagas penyelenggaraan...
Bank Jateng Syariah KCPS UMS Gelar Jalan Senja Bersama Mitra UMKM
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Jalan Senja yang digelar oleh Bank Jateng Syariah KCPS UMS bersama para pelaku UMKM di wilayah Menco Raya, Kartasura, Sukoharjo, Rabu...
Negara vs Big Tech: Dosen FHIP UMS Soroti Kedaulatan Digital Indonesia
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Langkah tegas Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam memberikan peringatan keras kepada raksasa teknologi Meta dinilai sebagai momentum krusial penegasan kedaulatan digital nasional. Peringatan...
Tokoh Masyarakat Apresiasi Silaturahmi Ramadan UMS, Dorong Kolaborasi Dakwah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kegiatan Pengajian Ramadan dan Silaturahmi yang diselenggarakan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendapat apresiasi positif dari para tokoh masyarakat dan takmir masjid di sekitar kampus....
Menurunnya Minat Menjadi Anggota BEM, Pembina Soroti Tantangan Aktivisme 4.0
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) melaksanakan pelantikan pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS yang bertempat di Aula Gedung...
Pelantikan Pengurus BEM FKIP UNS: Dekan dan Wakil Dekan Mendorong Mahasiswa Berkarakter “Juara”
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret (FKIP UNS) secara resmi melantik 181 pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FKIP UNS dalam sebuah prosesi...
Pesantren Jurnalistik Muhammadiyah Jateng Pacu Akselerasi Dakwah Digital
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Jurnalistik merupakan bagian dari dakwah amar makruf nahi mungkar yang dilakukan melalui tulisan. Profesi ini dinilai sangat mulia, bahkan telah dicontohkan oleh KH Ahmad...
Andy Ratmanto Sampaikan Kultum Salat Tarawih di Masjid Al-Hikmah Danukusuman
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Majelis Kader Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM Banjarsari, Kota Solo, Andy Ratmanto, belum lama ini menyampaikan kultum salat Tarawih di Masjid Al-Hikmah yang dikelola...
FGM Boyolali Siapkan Halal Bihalal Guru Muhammadiyah Se-Kabupaten
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali menggelar rapat koordinasi persiapan Halal Bihalal Guru Muhammadiyah se-Kabupaten Boyolali baik guru SD/MIM, SLTP/MTSM/ SLTA Muhammadiyah pada Selasa...
Membangun Cabang dan Ranting Perlu Kolaborasi
Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo, Sumanto, mengatakan lembaganya sudah menyiapkan indikator-indikator untuk memonitor perkembangan Muhammadiyah...
Kisah tentang RotiMu…
Shabran Bakery. Dari namanya, bagi warga Muhammadiyah Kota Solo, bisa menebak siapa pengelola industri roti ini. Ya, Shabran Bakery adalah industri roti rumahan yang dikelola...





