Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Opini

Embrio Sekolah Muhammadiyah Unggul Mendunia

Andi Arfianto, Editor: Sholahuddin
Rabu, 27 November 2024 19:05 WIB
Embrio Sekolah Muhammadiyah Unggul Mendunia
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Andi Arfianto (Dok. pribadi).

Pada tahun 2024 ini, usia Muhammadiyah sudah memasuki 112 tahun. Muhammadiyah terus menunjukkan kiprah yang luar biasa di dunia pendidikan, sehingga menjadi salah satu organisasi yang berperan penting dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Sejak awal berdirinya pada tahun 1912, Muhammadiyah telah membangun banyak sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Selain itu, Muhammadiyah mengelola ribuan lembaga pendidikan, baik formal maupun informal, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Kiprah Muhammadiyah dalam pendidikan tidak hanya terfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keislaman yang kuat. Muhammadiyah menanamkan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam sistem pendidikannya, sehingga lulusannya diharapkan memiliki moral yang baik, berilmu pengetahuan, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat. Beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah, seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), telah dikenal secara nasional bahkan internasional, menunjukkan kualitas pendidikan yang diakui secara global.

Ini membuktikan bahwa Muhammadiyah memiliki visi tidak hanya menjadi pionir pendidikan di Indonesia, tetapi juga berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di tingkat global. Tidak ketinggalan pula, dalam pendidikan tingkat dasar dan menengah, Muhammadiyah terus giat untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat setara menuju tingkat global.

Pimpinan Muhammadiyah wilayah Jawa Tengah melalui Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen dan PNF) sedang membuat progam sekolah International Class Program (ICP). Sekolah yang sudah berkembang akan berlabel ICP. Program ICP merupakan inisiatif pendidikan yang bertujuan untuk memperluas wawasan global siswa dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di kancah internasional. Program ini biasanya diimplementasikan di tingkat sekolah dasar hingga menengah atas dengan pendekatan kurikulum yang mengintegrasikan standar nasional dan internasional. Dalam ICP, siswa belajar menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di sebagian besar mata pelajaran, terutama pada sains, matematika, dan teknologi. Buku pendamping yang digunakan terbitan Mc Graw Hill dan kerja sama internasional dengan IISM (International Islamic School Malaysia) sebagai sister school.

Menurut Iwan Junaedi, (Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah) Program ICP ini penting. PWM Jawa Tengah menghendaki ada sekolah unggulan yang mendunia. Targetnya, di Jawa Tengah sekurang-kurangnya di setiap kabupaten ada 1 sekolah ICP. Saat ini, ditahun ajaran 2024/2025, sudah ada 95 sekolah di Jawa Tengah dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK yang mengimplementasikan program ICP. Majelis Dikdasmen dan PNF akan mendampingi dan memfasilitasi didalam mengimplementasi berjalananya program ICP.

Di Jawa Tengah, program International Class Program (ICP) di sekolah-sekolah Muhammadiyah telah berkembang pesat, terutama di kota-kota besar seperti Kota Solo. ICP Muhammadiyah di wilayah ini mengadopsi pendekatan pendidikan berstandar internasional, menggabungkan kurikulum nasional dengan pendekatan global yang berbasis bahasa Inggris di beberapa mata pelajaran utama, seperti sains dan matematika

Rancangan dan Implementasi Program ICP

Sebanyak 95 sekolah yang mengimplementasikan program ICP di Jawa Tengah berdasarkan asesmen dan usulan dari masing-masing kabupaten melalui Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). Salah satu sekolah Muhammadiyah di Kota Solo yang termasuk dari 95 sekolah yaitu SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat. Salah satu sekolah tingkat SD di Solo yang diusulkan oleh PDM Kota Solo melalui Majelis Pendidikan.

Rancangan dan implementasi program ICP yang sudah disusun SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat meliputi: kompentensi, sarana penunjang, program kelas, dan program pembekalan guru. Pertama, tentang kompentensi lulusan. Kompetensi lulusan dirumuskan berdasarkan visi, misi dan tuntutan global, sehingga lulusan diharapkan mampu bersaing dan berkontribusi dalam kehidupan profesional maupun sosial. Berikut ini contoh lulusan kelas 1 ICP: mengenal dan menguasai minimal 150 kosakata bahasa Inggris, menguasai materi bahasa Inggris dasar, mempu menyebutkan benda-benda yang ada di sekolah dalam bahasa Inggris, mampu mengucapkan simple instruction, mampu mengucapkan kalimat izin dalam bahasa Inggris, dan mampu menulis kosa kata bahasa Inggris. Kompetensi lulusan kelas ICP dirancang di setiap kelas, mulai dari kelas I hingga kelas VI.

Yang kedua, terkait sarana penunjang, yaitu fasilitas, infrastruktur, atau peralatan yang disediakan untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran dan kegiatan di lingkungan pendidikan. Sarana ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kegiatan belajar mengajar, pengembangan keterampilan, serta pencapaian kompetensi yang diharapkan dari siswa. Fasilitas penunjang yang disediakan meliputi: kelas yang memadai, penambahan jam pembelajaran bahasa Inggris, guru yang mumpuni, referensi buku bacaan bahasa Inggris yang relevan, english club dan ICP show.

Yang ketiga, terkait program kelas. Program kelas adalah kegiatan atau struktur pembelajaran yang dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu dalam satu kelas. Program kelas yang dirancang meliputi: english atmosphere, english zone, daily vocabularies, english hours, diary progressive, spelling day, flash card, dan assessment. Program kelas dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan siswa, memfasilitasi perkembangan keterampilan tertentu, dan mendukung mereka dalam mencapai kompetensi akademis maupun non-akademis.

Yang keempat, terkait program pembekalan guru. Pembekalan ini bertujuan agar guru memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk mengajar dengan baik, membimbing siswa, serta menghadapi berbagai tantangan dalam dunia pendidikan. Program pembekalan guru yang dirancang meliputi: placement test, pelatihan bahasa Inggris, goes to kampung Inggris, assisting, teacher of English club, menghadirkan native speaker.

ICP menawarkan kurikulum yang lebih beragam dengan metode pembelajaran berbasis proyek dan pendekatan yang berorientasi pada pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Selain itu, program ini sering bekerja sama dengan lembaga pendidikan internasional dan berkolaborasi dalam program pertukaran pelajar, seminar global, atau kegiatan lintas budaya.

Melalui ICP, Muhammadiyah bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya berpengetahuan luas tetapi juga memiliki kompetensi internasional serta karakter islami yang kuat. Dengan demikian, siswa diharapkan mampu bersaing di dunia global sekaligus menjunjung nilai-nilai keislaman. Program ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam memperkaya pendidikan Indonesia dan membangun generasi yang siap menghadapi era globalisasi. ICP menjadi embrio sekolah Muhammadiyah yang unggul mendunia.

Penulis adalah juara harapan pada lomba esai Milad ke-112 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo.

Berita Terbaru

TKA Bukan Momok

Tes Kemampuan Akademik (TKA) dirancang sebagai instrumen asesmen yang menjalankan tiga fungsi utama, yaitu assessment of learning untuk menggambarkan capaian belajar peserta didik, assessment for...

Berbuka atau Balas Dendam? Ancaman Lonjakan Gula Darah di Bulan Ramadan

Azan Magrib berkumandang. Dalam hitungan menit, meja dipenuhi kolak, es buah, sirup, kurma berlumur madu, gorengan, dan minuman manis berwarna mencolok. Setelah hampir 13 jam...

Begadang Tarawih, Bangun Sahur, Lalu Tumbang

Ramadan selalu membawa perubahan ritme. Masjid lebih hidup, silaturahmi lebih hangat, dan malam terasa lebih panjang. Namun, di banyak rumah, perubahan itu juga berarti satu...

Penerapan KHGT, Babak Baru Peradaban Kalender Islam

Di era modern ini, hampir seluruh dunia sepakat menggunakan kalender berbasis matahari, yakni Kalender Gregorian. Pergantian hari ditetapkan pada pukul 00.00, dan pergantian bulan serta...

Evolusi Sistem Asesmen Pendidikan di Indonesia: Dari UN hingga TKA

Perjalanan sistem ujian di Indonesia mencerminkan dinamika kebijakan pendidikan nasional yang terus berupaya mencari format terbaik untuk mengukur dan meningkatkan mutu pendidikan. Sejak kemerdekaan hingga...

Membangun Ranting dan Cabang Muhammadiyah Unggulan

Ada banyak sorotan dan kritik yang menurut saya penting berkaitan dengan kondisi Muhammadiyah di abad kedua ini. Salah satu yang menonjol adalah kritik tentang krisis...

Saat Mimpi Seorang Anak Patah di Ujung Tali

Pagi itu seharusnya seperti pagi lain bagi seorang anak berusia sepuluh tahun. Usia di mana dunia masih dipenuhi warna pensil, tawa teman sekolah, dan mimpi...

Pesan Mbah Moen pada Guru: Lelah Itu Datang Saat Niat Mulai Bergeser

Banyak guru hari ini mengajar dengan tubuh di kelas, tetapi hatinya tertinggal di rumah kelelahan. Bukan hanya lelah fisik karena jam mengajar, administrasi, dan tuntutan...

Guru Honorer vs Petugas MBG: Saat Kelayakan Gaji Menjadi Cermin Kejanggalan Sosial

Di ruang publik Indonesia hari ini, muncul perbandingan yang terasa menampar nurani: gaji guru honorer kerap kalah dari petugas MBG (Makan Bergizi Gratis). Bukan untuk...

Behavioral Addiction: Saat Pornografi Ubah Cara Kerja Otak Manusia

Daftar IsiBehavioral Addiction dalam Psikologi ModernOtak yang Terlatih pada Stimulus InstanKesehatan Mental dan Relasi yang TergangguAl-Qur’an dan Penjagaan KesadaranKecanduan sebagai Masalah KesadaranMembebaskan Otak, Mengembalikan MartabatTidak...

Indonesia Darurat Kesehatan Mental

Masyarakat Indonesia saat ini banyak mengalami permasalahan yang mendera. Kenakalan remaja yang tiada henti sepeprti tawuran antar-pelajar, bullying, geng motor dan perilaku lainnya menjadi berita...

Guru Bukan Penjaga Toko, Tapi Penjemput Masa Depan

Sekolah swasta tidak hidup dari “menunggu”, tetapi dari “menjemput”. Ini kenyataan yang kadang pahit, namun harus diakui bersama, terutama oleh para guru. Di tengah persaingan...

Leave a comment