Pada tahun 2024 ini, usia Muhammadiyah sudah memasuki 112 tahun. Muhammadiyah terus menunjukkan kiprah yang luar biasa di dunia pendidikan, sehingga menjadi salah satu organisasi yang berperan penting dalam memajukan pendidikan di Indonesia. Sejak awal berdirinya pada tahun 1912, Muhammadiyah telah membangun banyak sekolah, mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Selain itu, Muhammadiyah mengelola ribuan lembaga pendidikan, baik formal maupun informal, yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.
Kiprah Muhammadiyah dalam pendidikan tidak hanya terfokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan keislaman yang kuat. Muhammadiyah menanamkan nilai-nilai Islam berkemajuan dalam sistem pendidikannya, sehingga lulusannya diharapkan memiliki moral yang baik, berilmu pengetahuan, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat. Beberapa perguruan tinggi Muhammadiyah, seperti Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), telah dikenal secara nasional bahkan internasional, menunjukkan kualitas pendidikan yang diakui secara global.
Ini membuktikan bahwa Muhammadiyah memiliki visi tidak hanya menjadi pionir pendidikan di Indonesia, tetapi juga berkontribusi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa di tingkat global. Tidak ketinggalan pula, dalam pendidikan tingkat dasar dan menengah, Muhammadiyah terus giat untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar dapat setara menuju tingkat global.
Pimpinan Muhammadiyah wilayah Jawa Tengah melalui Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non-Formal (Dikdasmen dan PNF) sedang membuat progam sekolah International Class Program (ICP). Sekolah yang sudah berkembang akan berlabel ICP. Program ICP merupakan inisiatif pendidikan yang bertujuan untuk memperluas wawasan global siswa dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi tantangan di kancah internasional. Program ini biasanya diimplementasikan di tingkat sekolah dasar hingga menengah atas dengan pendekatan kurikulum yang mengintegrasikan standar nasional dan internasional. Dalam ICP, siswa belajar menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar di sebagian besar mata pelajaran, terutama pada sains, matematika, dan teknologi. Buku pendamping yang digunakan terbitan Mc Graw Hill dan kerja sama internasional dengan IISM (International Islamic School Malaysia) sebagai sister school.
Menurut Iwan Junaedi, (Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM Jawa Tengah) Program ICP ini penting. PWM Jawa Tengah menghendaki ada sekolah unggulan yang mendunia. Targetnya, di Jawa Tengah sekurang-kurangnya di setiap kabupaten ada 1 sekolah ICP. Saat ini, ditahun ajaran 2024/2025, sudah ada 95 sekolah di Jawa Tengah dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK yang mengimplementasikan program ICP. Majelis Dikdasmen dan PNF akan mendampingi dan memfasilitasi didalam mengimplementasi berjalananya program ICP.
Di Jawa Tengah, program International Class Program (ICP) di sekolah-sekolah Muhammadiyah telah berkembang pesat, terutama di kota-kota besar seperti Kota Solo. ICP Muhammadiyah di wilayah ini mengadopsi pendekatan pendidikan berstandar internasional, menggabungkan kurikulum nasional dengan pendekatan global yang berbasis bahasa Inggris di beberapa mata pelajaran utama, seperti sains dan matematika
Rancangan dan Implementasi Program ICP
Sebanyak 95 sekolah yang mengimplementasikan program ICP di Jawa Tengah berdasarkan asesmen dan usulan dari masing-masing kabupaten melalui Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM). Salah satu sekolah Muhammadiyah di Kota Solo yang termasuk dari 95 sekolah yaitu SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat. Salah satu sekolah tingkat SD di Solo yang diusulkan oleh PDM Kota Solo melalui Majelis Pendidikan.
Rancangan dan implementasi program ICP yang sudah disusun SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat meliputi: kompentensi, sarana penunjang, program kelas, dan program pembekalan guru. Pertama, tentang kompentensi lulusan. Kompetensi lulusan dirumuskan berdasarkan visi, misi dan tuntutan global, sehingga lulusan diharapkan mampu bersaing dan berkontribusi dalam kehidupan profesional maupun sosial. Berikut ini contoh lulusan kelas 1 ICP: mengenal dan menguasai minimal 150 kosakata bahasa Inggris, menguasai materi bahasa Inggris dasar, mempu menyebutkan benda-benda yang ada di sekolah dalam bahasa Inggris, mampu mengucapkan simple instruction, mampu mengucapkan kalimat izin dalam bahasa Inggris, dan mampu menulis kosa kata bahasa Inggris. Kompetensi lulusan kelas ICP dirancang di setiap kelas, mulai dari kelas I hingga kelas VI.
Yang kedua, terkait sarana penunjang, yaitu fasilitas, infrastruktur, atau peralatan yang disediakan untuk mendukung kelancaran proses pembelajaran dan kegiatan di lingkungan pendidikan. Sarana ini dirancang untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi kegiatan belajar mengajar, pengembangan keterampilan, serta pencapaian kompetensi yang diharapkan dari siswa. Fasilitas penunjang yang disediakan meliputi: kelas yang memadai, penambahan jam pembelajaran bahasa Inggris, guru yang mumpuni, referensi buku bacaan bahasa Inggris yang relevan, english club dan ICP show.
Yang ketiga, terkait program kelas. Program kelas adalah kegiatan atau struktur pembelajaran yang dirancang untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu dalam satu kelas. Program kelas yang dirancang meliputi: english atmosphere, english zone, daily vocabularies, english hours, diary progressive, spelling day, flash card, dan assessment. Program kelas dirancang untuk memenuhi beragam kebutuhan siswa, memfasilitasi perkembangan keterampilan tertentu, dan mendukung mereka dalam mencapai kompetensi akademis maupun non-akademis.
Yang keempat, terkait program pembekalan guru. Pembekalan ini bertujuan agar guru memiliki pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk mengajar dengan baik, membimbing siswa, serta menghadapi berbagai tantangan dalam dunia pendidikan. Program pembekalan guru yang dirancang meliputi: placement test, pelatihan bahasa Inggris, goes to kampung Inggris, assisting, teacher of English club, menghadirkan native speaker.
ICP menawarkan kurikulum yang lebih beragam dengan metode pembelajaran berbasis proyek dan pendekatan yang berorientasi pada pengembangan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas. Selain itu, program ini sering bekerja sama dengan lembaga pendidikan internasional dan berkolaborasi dalam program pertukaran pelajar, seminar global, atau kegiatan lintas budaya.
Melalui ICP, Muhammadiyah bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya berpengetahuan luas tetapi juga memiliki kompetensi internasional serta karakter islami yang kuat. Dengan demikian, siswa diharapkan mampu bersaing di dunia global sekaligus menjunjung nilai-nilai keislaman. Program ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah dalam memperkaya pendidikan Indonesia dan membangun generasi yang siap menghadapi era globalisasi. ICP menjadi embrio sekolah Muhammadiyah yang unggul mendunia.
Penulis adalah juara harapan pada lomba esai Milad ke-112 Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo.
Mengapa Pelecehan Masih Dianggap Biasa?
Setiap tahun, nama R.A. Kartini kembali diangkat ke permukaan. Perempuan mengenakan kebaya, kutipan-kutipan inspiratif dibagikan, dan narasi tentang emansipasi memenuhi ruang publik. Kita seolah sepakat...
Dekat Tapi Jauh : Saat Ibadah Tak Lagi Menghadirkan Makna
Judul “Dekat Tapi Jauh: Saat Ibadah Tak Lagi Menghadirkan Makna” menggambarkan jarak batin yang sering dialami banyak orang: ritual tetap dijalankan, tetapi rasa kedekatan dengan...
Tabayun di Era Digital: Belajar dari Haditsul Ifki untuk Melawan Hoaks
Di era digital yang serba cepat ini, arus informasi bergerak jauh melampaui kemampuan manusia untuk memverifikasinya. Dalam hitungan detik, sebuah kabar dapat menyebar luas melalui...
Lulus Seleksi, Tapi Dibunuh Biaya
Setiap tahun, ribuan pelajar Indonesia merayakan satu momen yang dianggap sakral: pengumuman kelulusan seleksi masuk perguruan tinggi. Nama yang terpampang di layar seolah menjadi tiket...
Megahnya SPPG, Rapuhnya SD: Ironi dari Majalengka
Majalengka hari ini sedang berdiri di antara dua wajah pembangunan yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, berdiri bangunan SPPG yang megah, bersih, dan tampak...
Kasih Sayang Ayah, Fondasi Kuat bagi Tumbuh Kembang Anak Perempuan
Islam menempatkan anak dalam posisi yang sangat penting dalam konteks pendidikan, karena tugas suci ini termasuk fardlu ‘ain bagi setiap orang tua. Maka dosa besar...
Relevansi QS. Al-Mutaffifin dalam Program MBG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) resmi diluncurkan pada 6 Januari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto. Program ini dikelola oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan ditargetkan...
Mengapa yang Kita Yakini Tak Selalu Kita Jalani?
Fenomena ini sangat akrab dalam kehidupan sehari-hari. Setiap orang pasti pernah mengalami momen ketika apa yang diyakini sebagai kebenaran ternyata tidak diikuti oleh tindakan nyata....
Hidup di Tengah Notifikasi: Mengapa Kita Mudah Lelah Secara Emosional?
Hidup manusia hari ini hampir tidak pernah benar-benar sepi. Sejak bangun tidur, tangan langsung mencari ponsel untuk melihat pesan, berita, media sosial, atau notifikasi yang...
Mengapa Al-Qur’an Penting dalam Isu Krisis Iklim Global?
Krisis iklim global saat ini tidak hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi juga mencerminkan krisis cara pandang manusia terhadap alam. Berbagai solusi yang ditawarkan selama ini...
Syahadah di Media Sosial: Persaksian atau Pencitraan?
Sebuah informasi atau berita di dalam Islam, dinyatakan valid dan terverifikasi jika ditemukan adanya saksi mata. Persaksian ini disebut syahadah (pernyataan kebenaran) syarat akan ‘ilm...
Hidup Terlihat Sempurna, Lalu Mengapa Hati Serasa Kosong?
Fenomena sosial yang sering kita lihat dari berbagai sudut mulai dari sosial media, kehidupan sehari-hari atau bahkan di lingkungan sekitar kita. Banyak fenomena yang dapat...






