Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Refleksi

Urgensi Konsolidasi Sekolah Unggul Muhammadiyah

Dr. Mohamad Ali, Editor: Sholahuddin
Minggu, 17 November 2024 09:19 WIB
Urgensi Konsolidasi Sekolah Unggul Muhammadiyah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ketua Majelis Pendidikan Mohamad Ali.

Pada tanggal 23 – 25 November 2024 akan berlangsung Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) calon sekolah/madrasah unggul Muhammadiyah yang berlangsung di Pusdiklat ASN Kementrian Pendidikan Depok, Jawa Barat. Peserta berasal dari unsur kepala sekolah (pengelola) berjumlah 450 orang yang diseleksi dari jumlah keseluruhan 5.600-an sekolah madrasah, dan Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) serta seluruh Ketua Majelis Dikdasmen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) yang menjadi penyelenggara atau pembina sekolah bersangkutan. Berdasarkan data yang masuk di meja  panitia, 600 peserta telah registrasi dan siap untuk menjadi peserta.

Pembicara dan narasumber merupakan ahli di bidangnya masing-masing dan para praktisi pendidikan yang bereputasi nasional dan internasional, berasal dari dalam dan luar negeri. Kegiatan ini rencana akan dibuka oleh Sekretaris umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang sekaligus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah dalam kabinet Merah Putih, Prof. Abdul Mu’ti.

Tidak semua sekolah atau madrasah Muhammadiyah diundang, hanya mereka yang memiliki potensi besar untuk berkembang dan dikembangkan menjadi sekolah yang benar-benar unggul. Seleksi awal untuk menentukan calon sekolah unggul adalah dari sisi jumlah siswa minimal 400 anak, kecuali sekolah yang dirancang khusus dengan jumlah siswa terbatas, dan atau sekolah baru yang memiliki prospek cerah dalam 4 tahun ke depan dan mampu berkembang menjadi sekolah unggul yang benar-benar diminati dan dicari oleh masyarakat.

Rapat koordinasi nasional sekolah unggul merupakan peristiwa yang langka dan sangat strategis sebagai wahana konsolidasi sekolah unggul Muhammadiyah sedemikian rupa sehingga mampu menumbuhkan rasa percaya diri para pengelola dan penyelenggara pendidikan Muhammadiyah. Seperti diketahui, Muhammadiyah menghadirkan beragam sekolah untuk mencerdasakan anak-anak bangsa, mulai dari anak-anak dari strata bawah yang tidak mampu membayar sampai dengan sekolah elit yang berbayar. Jarang sekali sekolah swasta yang mampu melakukan hal itu. Sebagian besar sekolah swasta yang muncul belakangan memfokuskan pada pelayanan anak-anak kelas menengah atas yang mampu membayar.

Berbagi Pengalaman Keberhasilan

Sekolah Muhammadiyah pada umumnya tumbuh dari bawah, tumbuh dari sekolah kecil yang kemudian atas prakarsa pengelola ataupun penyelenggara yang kreatif dan inovatif dapat tumbuh menjadi sekolah unggul secara bertahap. Dengan demikian sekolah unggul Muhammadiyah telah berhasil melalui perjalanan yang panjang dan berliku untuk dapat sampai pada kondisi keunggulan seperti saat sekarang ini.

Tentu saja pencapaian keunggulan ini harus dipahami sebagai suatu proses yang belum selesai, sebuah proses untuk menuju pada tangga-tangga keunggulan yang lain dan titik puncak keunggulan tidak akan pernah mengenal kata akhir karena kehidupan itu bersifat dinamis dan aspirasi pelanggan ataupun stakeholder juga terus berubah. Dengan demikian para pengelola dan penyelenggara pendidikan tidak boleh berpuas diri dengan raihan keunggulan yang dicapai. Capaian ini harus dilihat sebagai modal berharga untuk tumbuh menjadi sekolah yang semakin maju, profesional, dan modern.

Pada awal tahun 2005, ketika itu penulis esai ini merupakan Kepala SD Muhammadiyah Program Khsusus (PK) Kottabarat, Solo,  sempat mengenal dan berteman baik dengan seorang perintis pengembangan SD Muhammadiyah Mutual Kota Magelang bernama bapak Muhroji. Beliau seorang PNS yang menjadi kepala sekolah di situ, dan mendedikasikan energinya untuk melakukan perubahan sekolah yang amat berarti, sehingga sekolah mampu keluar dari situasi krisis kepercayaan masyarakat yang ditandai dengan penurunan jumlah yang signifikan.

Apa yang dilakukan beliau terbilang unik yaitu mengajak guru-guru secara bergantian untuk melakukan jalan-jalan mengunjungi satu sekolah ke sekolah lain. Kalau dalam bahasa sekarang dikenal dengan istilah amati, tiru, dan modifikasi (ATM). Mungkin karena dianggap terlalu sering jalan-jalan sampai diperingatkan pimpinan Majelis Dikdasmen. Terlepas dari itu, step by step sekolah itu tumbuh menjadi sekolah yang diminati masyarakat. Bahkan, belakangan ini, konon sudah berdiri dua SD Mutual di Magelang. Ini menunjukkan bahwa prakarsa dan kerja keras bapak Muhroji dan teman berhasil mengangkat kualitas sekolah yang awalnya sekaratul mau menjadi sekolah unggul dan berkemajuan.

Perjalanan SD Mutual dari sekolah biasa kemudian tumbuh menjadi sekolah unggul seperti capaian saat ini merupakan pengalaman keberhasilan yang sangat exciting bagi para pelaku yang turut berjibaku di kancah. Pengalaman amat berharga ini tidak bisa dikalimatkan dengan kata-kata dan nilainya tidak akan pernah bisa dikonversi menjadi setumpuk uang. Pengalaman demikian meminjam istilah kaum sufi sebagai puncak pengalaman rohania tajalli, tersingkapnya cahaya yang mendatangkan kebahagiaan tiada tara.

Hampir semua pengelola ataupun penyelenggara sekolah Muhammadiyah yang mengalami lika-liku proses perintisan dari bawah bertumbuh dan menjadi besar akan mengalami pengalaman spiritual demikian. Rakornas sekolah Muhammadiyah unggul ini menjadi salah satu wahana bertukar pengalaman sukses antar satu pengelola dengan pengelola yang lain.

Lebih dari itu, rakornas juga menjadi ruang untuk saling belajar tentang berbagai dimensi keunggulan yang dicapai sekolah Muhammadiyah yang pada urutannya dapat memperkuat keunggulan yang telah ada sebelumnya. Keunggulan sekolah bukanlah berwajah tunggal, misal keunggulan dalam bidang tahfidz. Keunggulan sekolah berwajah jamak dan bersifat prismatik yang setiap sudutnya memancarkan cahaya keunggulan, mulai dari penampilan fisik gedung sampai pada penampilan guru, mulai dari mata pelajaran Ismuba sampai sains dan matematika, mulai dari intrakulikuler sampai ekstrakulikuler dan seterusnya.

Penemuan Prototype Sekolah Unggulan

Dari hasil identifikasi atas data sekolah Muhammadiyah unggul dapat diketahui bahwa sebagian besar berada di pulau Jawa. Sebaran sekolah Muhammadiyah unggul di Jawa juga tidak merata karena terkonsentrasi di bagian tengah (Jawa Tengah dan DIY) dan bagian timur (Jawa Timur), sementara di Jawa bagian barat seperti Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat kehadiran sekolah Muhammadiyah unggul sangat terbatas. Ketidakmerataan sebaran sekolah Muhammadiyah unggul ini harus menjadi perhatian Majelis Dikdasmen-PNF PP Muhammadiyah.

Kelahiran sekolah Muhammadiyah unggul pada umumnya atas prakarsa pimpinan sekolah ataupun pimpinan Mejelis Dikdasmen setempat yang tidak sudi terus berada di zona nyaman dan memiliki imaginasi tentang kemajuan. Ketika orang-orang yang tengah mengalami kegelisahan ini bertemu maka meledaklah gerakan mewujudkan sekolah Muhammadiyah unggul. Demikianlah pola umum kelahiran sekolah Muhammadiyah unggul. Ringkasnya, kelahirannya bukan by design melalui sistem perencanaan yang terstruktur dan sistematis, tetapi lebih pada keberhasilan case by case.

Rancang bangun sekolah Muhammadiyah unggul perlu disiapkan lebih sistematis dengan desain yang bagus. Untuk merancang itu bisa dilakukan secara induktif melalui serangkaian riset untuk mengidentifikasi nilai-nilai Muhammadiyah mana yang menggerakkan keunggulan, model kepala sekolah seperti apa yang mampu menggerakkan sekolah, demikian pula profil guru-guru maupun daya dukung majelis Dikdasmen seperti yang diperlukan.

Melalui kerja-kerja riset seperti ini akan terbangun model ideal prototype sekolah Muhammadiyah unggul. Tentu saja tidak hanya satu model, tetapi banyak model. Dengan cara demikian sekolah Muhammadiyah yang tengah meniti jalan menuju sekolah unggul memiliki referensi cukup untuk menentukan model mana yang lebih cocok dengan kerangka pengembangan sekolahnya.

Ringkasnya, pengembangan sekolah Muhammadiyah unggul ke depan harus lebih sistematis dan by design dengan cara menjadikan sekolah Muhammadiyah yang benar-benar unggul (level paripurna) menjadi pusat unggulan. Direncanakan ada kategorisasi sekolah Muhammadiyah unggul, yaitu mulai dari pratama, madya, dan paripurna.

Sekolah yang sudah pada level keunggulan paripurna dijadikan pusat keunggulan dan perlu menggandeng Perguruan Tinggi Muhammadiyah untuk melakukan riset bersama-partisipatif dalam rangka menemukan konsep, karakteristik, proses dan strategi menuju sekolah unggul. Penemuan prototype sekolah Muhammadiyah unggul akan memudahkan proses diseminasi keunggulan.

Penulis adalah Ketua Majelis Pendidikan PDM Kota Solo.

Berita Terbaru

MBG, Syirik dan Tauhid

Rakus, licik, dan jahat. Tiga kata ini sering saya sampaikan ketika dimintai pendapat mengenai politik anggaran program MBG (Makan Bergizi Gratis). Jika melihat pola perencanaan...

Menemukan Diri dalam Keheningan Puasa

Setiap tahun Ramadhan datang dengan suasana yang hampir selalu sama, tetapi rasanya tetap berbeda. Jalanan menjelang maghrib lebih ramai, masjid kembali hidup dengan suara tadarus,...

Sunnatullah: Sumber Islam Berkemajuan?

“Secara tradisional, akidah berfokus pada pertanyaan “apakah Tuhan ada?”, namun dalam Islam Berkemajuan tantangannya melampaui itu, menuju aktualisasi iman dalam kehidupan modern,” demikian disampaikan Prof. ...

Cinta Ditolak, Parang Bertindak: Ketika Romantisme Berubah Jadi Celaka

Kabar dari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau mengguncang ruang publik: seorang mahasiswa diduga membacok mahasiswi di ruang ujian karena cintanya ditolak....

Bencana Bukan Takdir Semata: Di Mana Salah Kelola, di Situ Petaka

Setiap kali bencana terjadi, kalimat yang paling cepat beredar di ruang publik adalah: “Ini sudah takdir.” Ia terdengar menenangkan, religius, dan seolah penuh kepasrahan. Namun,...

Catatan Akhir Tahun: Negeri Ini Lelah, Rakyat Ini Letih

Setiap akhir tahun selalu datang dengan ritual yang sama: kilas balik, rangkuman peristiwa, dan harapan baru. Kalender ditutup, resolusi disusun, dan optimisme kembali diproduksi. Namun,...

Reduksi Konsep “Ad-Diin Al-Islam”

Secara sosiologis, historis, dan bahkan politis kata ad-diin telah menjadi fakta sosial yang diterjemahkan sebagai agama—suka tidak suka, setuju atau tidak setuju. Ada hegemoni, kita...

Muhammadiyah dan Rokok…

Sebagai anggota Muhammadiyah, saya bangga terhadap sikap tegas Persyarikatan terhadap rokok. Fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sejak 2010, jelas mengharamkan rokok. Keputusan...

Tauhid yang Tertinggal di Puncak Gunung: Logika Mistika Tan Malaka

“Jangan bicara kotor di gunung. Jangan buang sampah sembarangan. Jangan sombong, nanti celaka.” Nasihat-nasihat itu begitu akrab di telinga para pendaki. Setiap langkah menuju puncak...

Kita Bukan Kekurangan Pahlawan, Tapi Kelebihan Penonton

Setiap 10 November, bangsa Indonesia kembali diingatkan pada satu kata yang berat tapi kian terasa ringan diucapkan: pahlawan. Di sekolah-sekolah, anak-anak menyanyikan lagu “Gugur Bunga”...

Ketika Mimbar Jadi Panggung Lawak: Fenomena Gus-gusan yang Lupa Akhlak dan Rendahkan Ilmu

Daftar IsiDakwah yang Kehilangan AkhlakKenapa Fenomena Ini Diberi Panggung?Candaan Boleh, Tapi Jangan BerlebihanKrisis Ilmu di Tengah Budaya ViralDari Popularitas ke PencerahanKembali ke Akhlak dan HikmahFenomena...

MBG dan Ilusi Presiden Seumur Hidup

Pada Minggu (19/10/2025), bakda Magrib hingga Isyak, saya mengikuti pengajian rutin di masjid dekat kompleks perumahaan saya, di Colomadu, Karanganyar. Masjid ini tidak jauh dari...

Leave a comment