Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Opini

Brainstorming, Praktik Pembelajaran Problem Solving

Muhammad Khairul Safa’at, Editor: Sholahuddin
Selasa, 16 Januari 2024 08:14 WIB
Brainstorming, Praktik Pembelajaran Problem Solving
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Muhammad Khairul Safa’at

Pernahkah pembaca mendengar metode brainstorming dalam sebuah proses pembelajaran? Iya, brainstorming merupakan salah satu metode pembelajaran berbentuk penggalian ide kreatif atas suatu permasalahan nyata, dengan cara berdiskusi untuk menghasilkan gagasan. Pada proses pembelajaran, metode ini dapat meningkatkan antusiasme siswa dan mengajarkan untuk berpikir solutif kreatif. Brainstorming cocok diterapkan pada seluruh mata pelajaran sekolah, terlebih pada pembelajaran Al-Islam, Kemuhammadiyahan dan Bahasa Arab (Ismuba) jenjang SMA.

Saya mencoba menuliskan pengalaman dalam penerapan metode ini. Metode brainstorming saya terapkan pada pembelajaran Ismuba mapel Aqidah Akhlak di kelas X. Metode ini secara garis besar saya terapkan melalui tiga langkah yang akan saya uraikan agar pembaca memiliki gambaran.  Langkah pertama adalah penggalian ide secara individu. Pada proses ini, siswa diminta menjawab secara individu beberapa pertanyaan tentang suatu permasalahan yang hangat diperbincangkan hari ini pada selembar kertas. Jawaban tidak boleh sama dengan siswa lain dan harus berdasarkan pemikiran ide sendiri. Contoh pertanyaan dimaksud sebagai berikut:

Masalah bullying menjadi pembahasan yang serius di sekolah manapun, termasuk di SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, Solo. Masalah ini terus berkembang sampai muncul istilah baru cyberbullying (perundungan di dunia maya). Menurut kamu, sebagai pelajar Muhammadiyah yang berkarakter cerdas, apa saja penyebab cyberbullying? Bagaimana usaha kamu mengurangi, bahkan menghilangkan cyberbullying di sekolah?

Setelah langkah penggalian ide, siswa melakukan diskusi kelompok. Siswa dalam satu kelas yang sudah menulis jawaban masing-masing, dibagi menjadi lima kelompok, terdiri dari tiga  kelompok putri dan dua kelompok putra. Setiap siswa dalam satu kelompok diminta berdiskusi dan membandingkan jawaban masing-masing, kemudian menentukan jawaban terbaik dari pertanyaan yang telah ditanyakan di awal. Proses pencarian jawaban terbaik bisa dengan cara memilih satu diantara sekian jawaban dalam satu kelompok, atau menggabungkan 2 ide jawaban.

Memberikan Masukan

Langkah ketiga adalah siswa melakukan presentasi. Perwakilan setiap kelompok, mempresentasikan jawaban di depan kelas dan disimak oleh siswa lain. Dalam proses ini, siswa lain diperbolehkan memberi masukan atau saran terkait presentasi temannya. Dengan metode ini, saya merasakan selama proses pembelajaran berlangsung, siswa menjadi lebih aktif dan kreatif. Permasalahan yang terjadi di lingkungan sekitar, akan dicari solusi penyelesaiannya oleh siswa. Ini mendorong siswa menjadi problem solver dalam menghadapi masalah di sekitar.

Saya juga bertanya kepada siswa dalam proses refleksi pembelajaran. Salah satu siswa menyatakan metode belajar seperti ini sangat seru, membuat suasana kelas menjadi aktif berdiskusi. Metode brainstorming mendorong siswa berdiskusi dan memecahkan suatu permasalahan secara bersama-sama. Demikian catatan refleksi metode pembelajaran yang saya lakukan dalam proses pembelajaran di kelas.

Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Penulis adalah guru Ismuba SMA Muhammadiyah PK Kottabarat Solo. 

Berita Terbaru

Fenomena Phubbing yang Merusak Kehangatan Keluarga

Perkembangan teknologi digital memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan gadget tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga digunakan untuk bekerja, mencari informasi, hiburan, hingga...

Krisis Empati di Era Media Sosial: Ketika Jempol Lebih Cepat daripada Hati

Media sosial telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern. Berbagai platform seperti Instagram, TikTok, X, dan Facebook memungkinkan seseorang berinteraksi dengan orang...

SAGU SAMU, Gerakan Bersama Menjemput Masa Depan Sekolah

Sekolah swasta hidup dan berkembang karena kepercayaan masyarakat. Kepercayaan itu diwujudkan dalam bentuk hadirnya peserta didik yang memilih sekolah kita sebagai tempat belajar dan bertumbuh....

Mendesain Pelepasan dan Mendesain Cari Murid

Membuat acara pelepasan siswa yang meriah memang penting. Menata panggung, menyusun susunan acara, mengundang tamu, hingga mendokumentasikan kegiatan bisa dilakukan dalam hitungan hari atau minggu....

Pendidikan, Kepemimpinan, dan Masa Depan Bangsa: Refleksi dari Indonesia dan Iran

Pendidikan bukan sekadar urusan sekolah, melainkan fondasi kualitas sumber daya manusia dan kepemimpinan suatu bangsa. Jika ingin melihat masa depan sebuah negara, lihatlah bagaimana negara...

Hardiknas 2026: Sekolah Makin Banyak, Tapi Kenapa Masa Depan Anak Muda Terasa Makin Gelap?

Setiap tanggal 2 Mei, Indonesia kembali memperingati Hari Pendidikan Nasional. Anak-anak memakai seragam terbaik, guru berdiri di lapangan sekolah, pidato tentang masa depan bangsa kembali...

Mengapa Pelecehan Masih Dianggap Biasa?

Setiap tahun, nama R.A. Kartini kembali diangkat ke permukaan. Perempuan mengenakan kebaya, kutipan-kutipan inspiratif dibagikan, dan narasi tentang emansipasi memenuhi ruang publik. Kita seolah sepakat...

Dekat Tapi Jauh : Saat Ibadah Tak Lagi Menghadirkan Makna

Judul “Dekat Tapi Jauh: Saat Ibadah Tak Lagi Menghadirkan Makna” menggambarkan jarak batin yang sering dialami banyak orang: ritual tetap dijalankan, tetapi rasa kedekatan dengan...

Tabayun di Era Digital: Belajar dari Haditsul Ifki untuk Melawan Hoaks

Di era digital yang serba cepat ini, arus informasi bergerak jauh melampaui kemampuan manusia untuk memverifikasinya. Dalam hitungan detik, sebuah kabar dapat menyebar luas melalui...

Lulus Seleksi, Tapi Dibunuh Biaya

Setiap tahun, ribuan pelajar Indonesia merayakan satu momen yang dianggap sakral: pengumuman kelulusan seleksi masuk perguruan tinggi. Nama yang terpampang di layar seolah menjadi tiket...

Megahnya SPPG, Rapuhnya SD: Ironi dari Majalengka

Majalengka hari ini sedang berdiri di antara dua wajah pembangunan yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, berdiri bangunan SPPG yang megah, bersih, dan tampak...

Kasih Sayang Ayah, Fondasi Kuat bagi Tumbuh Kembang Anak Perempuan

Islam menempatkan anak dalam posisi yang sangat penting dalam konteks pendidikan, karena tugas suci ini termasuk fardlu ‘ain bagi setiap orang tua. Maka dosa besar...