Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Membangun Cabang dan Ranting Perlu Kolaborasi

Sholahuddin, Editor: Sholahuddin
Senin, 16 Februari 2026 11:08 WIB
Membangun Cabang dan Ranting Perlu Kolaborasi
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo saat hadir pada Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan oleh majalah Langkah Baru. [MPI PDM Solo].

Ketua Lembaga Pengembangan Cabang, Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Solo, Sumanto, mengatakan lembaganya sudah menyiapkan indikator-indikator untuk memonitor perkembangan Muhammadiyah baik di Cabang, Ranting maupun masjid. Dari berbagai indikator itu, program LPCRPM melibatkan semua unsur pembantu pimpinan (UPP), termasuk Lazismu.

Sumanto menyebutkan bahwa masjid diukur menggunakan 15 indikator, Ranting dengan 19 indikator dan Cabang diukur dengan 21 indikator. “Kami tengah menyiapkan video untuk memaparkan berbagai indikator untuk menilai Cabang, Ranting maupun masjid Muhammadiyah, termasuk Cabang Unggulan, Ranting Unggulan dan Masjid Unggulan,” jelasnya. Dari indikator tersebut, Cabang Unggulan di Kota Solo adalah PCM Laweyan, Ranting Unggulan adalah PRM Semanggi, dan Masjid Unggulan adalah Masjid Nurul Hidayah.

Untuk membangun Cabang, Ranting dan masjid (CRM) yang kuat, perlu sinergi dan kolaborasi dari semua unsur Persyarikatan di Kota Solo, termasuk UPP dan lembaga. Membangun CRM tidak bisa dilakukan secara individualistik. “LPCRPM hanya mendata dan menganalisis,” jelasnya. Setelah ada pemetaan kekuatan dan kelemahan CRM, majelis dan lembaga yang harus turun untuk menyelesaikan persoalan di CRM ini. LPCRM juga akan menawarkan solusi kepada UPP untuk membenahi CRM sesuai bidangnya masing-masing. Termasuk untuk penguatan program ekonomi untuk kepentingan dakwah Persyarikatan di CRM, harus Majelis Ekonomi yang turun tangan.

Supervisor LPCRPM PDM Kota Solo, Azhari, menambahkan LPCRPM berfungsi seperti drone yang terbang untuk memotret kondisi CRM. Lembaga ini kemudian menggerakkan UPP dan lembaga untuk turun membenahi. Misalnya, ada masjid yang bermasalah, siapa yang akan menangani? Tentu tergantung problemnya. Karena itu, peran Lazismu menjadi sangat penting untuk ikut membantu menyelesaikan berbagai problema di tingkat CRM. Wadah Lazismu, jelas Azhari, harus diberdayakan untuk mengatasi masalah pendanaan. Namun, dari berbagai indikator di Ranting, keterlibatan mereka pada program Lazismu masih rendah. “Ini yang harus digalakkan,” tegas Azhari pada FGD yang digelar Langkah Baru.

Badan Pengurus Lazismu PDM Kota Solo, Muladi Wibowo (pegang mik) saat menyampaikan pendapatnya ada forum FGD yang diselenggarakan majalah Langkah Baru, belum lama ini. [Dok. MPI Kota Solo.].

Kolaborasi dengan Lazismu

Wakil pengurus Lazismu Kota Solo, Muladi Wibowo, mengatakan kolaborasi sangat dibutuhkan untuk penguatan CRM. Namun, kolaborasi membutuhkan effort (usaha) dan tindakan konkret. Nah, agar kolaborasi CRM dan Lazismu lebih mudah dilakukan, akan lebih baik untuk membuka kantor layanan (KL) baik di PCM maupun di masjid. Pengumpulan dana zakat, infak, sedekah (ZIS) ini nantinya 75-80 persen akan dikembalikan ke KL untuk memberdayakan program di Cabang maupun masjid.  Sayangnya, belum banyak masjid Muhammadiyah yang bersedia membuka KL Lazismu. Di antara beberapa masjid yang membuka KL, justru berasal dari masjid yang bukan dikelola oleh Muhammadiyah.  Tentu ini menjadi pekerjaan rumah agar pengelola masjid Muhammadiyah bersedia lebih perhatian kepada proram Lazismu.

Muladi melanjutkan  bahwa pihaknya punya banyak program untuk pemberdayaan, misalnya,  beasiswa Sang Surya dan beasiswa Mentari. Cabang dan Ranting bisa merekomendasikan mahasiswa atau siswa untuk bisa mendapatkan beasiswa ini. “Kami juga siap untuk berkolaborasi dalam program kesehatan, bakti sosial, pendonoran darah, dan sebagainya,” jelasnya. Bahkan, program Lazismu Pusat mewajibkan ada program Indonesia Mobile Clinic, program gizi dan stunting, termasuk layanan ambulance.

Lazismu sebenarnya juga punya program untuk pemberdayaan UMKM. Lazismu Kota Solo pada 2025 menargetkan 10-15 mitra UMKM baru. Meskipun, kata dia, bantuan untuk setiap UMKM ini tidak banyak, sekitar Rp3,5 juta. Apakah aktivis Pemuda Muhammadiyah bisa mengajukan bantuan ke Lazismu? Muladi mengatakan prinsipnya bisa. Namun, perlu ada rekomendasi Cabang dan Ranting agar pengajuan ini lebih mudah untuk diterima. Bantuan ke UMKM ini sifatnya perorangan, tidak bisa untuk organisasi.

Peran Majelis Pendidikan

Pada kesempatan terpisah, Ketua Majelis Pendidikan PDM Kota Solo, Mohamad Ali, berkomitmen membantu agar di Cabang maupun Ranting lebih mandiri. Tentu saja, komitmen ini melalui sekolah Muhammadiyah yang berada di Cabang dan Ranting bersangkutan.

Selama ini, lanjut Mohamad Ali, sekolah Muhammadiyah di Kota Solo sebagian dikelola oleh Cabang maupun Ranting, dan sebagian lainnya dikelola PDM, dalam hal ini Majelis Pendidikan. Sejauh ini, sekolah Muhammadiyah yang dikelola Majelis Pendidikan kontribusinya ke Cabang maupun Ranting di mana sekolah itu berlokasi itu dirasa kurang. Uang iuran siswa (UIS) dan uang iuran guru (UIG) dari sekolah yang semula dikumpulkan dan dipusatkan di Majelis Pendidikan (Majelis Dikdasmen) PDM Kota Solo, pengelolaannya ditata ulang sejak dua tahun terakhir. Sebagian uang UIS-UIG yang disetorkan oleh pihak sekolah ke Majelis Pendidikan PDM itu dikembalikan lagi ke Majelis Dikdasmen PCM.    “Selama ini kan tidak. Kalau pun ada, jumlahnya tidak seberapa,” jelas Mohamad Ali kepada Langkah Baru, belum lama ini.

Dengan adanya pola seperti itu, diharapkan para pengelola sekolah punya kesadaran untuk berkomitmen menghidupkan Cabang dan Ranting di mana sekolah itu berada. Dengan demikian kehadiran Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) menjadi nilai tambah bagi Cabang dan Ranting. Selain itu, orientasi pengelolaan sekolah tidak harus ke Majelis Pendidikan atau Dikdasmen sentris, tetapi juga berdampak positif ke lingkungan sekitar. “Uang itu bisa dimanfaatkan untuk pengembangan sekolah tapi juga untuk dakwah secara keseluruhan. Karena penggunannya fleksibel,” urai Mohamad Ali.

Langkah ini menjadi hal riil karena ada sumbangan nyata dari AUM kepada Muhammadiyah di akar rumput. Pemberdayaan tidak semata soal uang, tapi juga ada supporting dari AUM yang ada di Cabang maupun Ranting.

Sumber: Majalah Langkah Baru edisi 23/Januari-April 2026.

Berita Terbaru

PDM Boyolali Lantik Pengurus BikersMu, Perkuat Dakwah lewat Komunitas Otomotif

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali resmi melantik Pengurus BikersMu Chapter Boyolali periode 2026–2028 pada Selasa (16/6/2026). Pelantikan yang digelar di Dukuh Kemel,...

Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...

Pertamax Naik ke Rp16.250, Pengamat UMS Soroti Beban Kelas Menengah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Isu yang ramai dibicarakan mulai dari ancaman inflasi...

Muhammadiyah Investasikan Rp800 Miliar untuk Bangun Pabrik Infus

MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, melakukan groundbreaking (peletakan batu pertama) pabrik infus milik Persyarikatan, PT Suryavena Farma Indonesia, Kamis (11/6/2026), di...

Akademisi UMS Ingatkan Pentingnya Kepastian Teknis dalam Ekspor Satu Pintu

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Akbar Pratama Kartika menilai kebijakan ekspor satu pintu yang melibatkan Badan Usaha...

Indonesia Open 2026 Banyak Beri Pelajaran soal Teknologi dan Analisis Olahraga

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Perhelatan Indonesia Open 2026 yang menghadirkan atlet-atlet bulu tangkis terbaik dunia dinilai menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mempelajari perkembangan pembinaan olahraga...

Jurus Mahasiswa UMS Tenangkan Sapi Sebelum Penyembelihan Kurban

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Penyembelihan hewan kurban di Lapangan Timur Masjid Hj. Sudalmiyah Rais Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis (28/5/2026), menjadi pengalaman berharga bagi...

UMS Dampingi Anak Migran Indonesia di Sabah, Ajarkan Kelola Uang Saku dan Dasar Komputer

SABAH, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Tim Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM KI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan penguatan literasi keuangan dan pelatihan dasar komputer bagi siswa...

PCA Gatak Gelar Pengajian Safari Dakwah dan Pelepasan Calon Jemaah Haji

GATAK, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Siang yang cerah, usai Salat Jumat, Jumat (08/05/2026), gedung Tirta Wirejo, Wironanggan dipadati  jemaah pengajian Safari Dakwah dan jemaah calon haji Kecamatan Gatak, Sukoharjo tahun...

Padukan Syiar dan Tadabur Alam, Santri Pondok KHAD MTs Muhammadiyah Surakarta Rihlah ke Gunungkidul

GUNUNGKIDUL, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pondok Putra KH Ahmad Dahlan (KHAD) MTs Muhammadiyah Surakarta melaksanakan kegiatan Rihlah dan Tadabur Alam di Kabupaten Gunungkidul, Sabtu–Minggu (9–10/5/2026). Kegiatan ini...

Melaju Bersama Dakwah, BikersMu Surakarta Gelar Touring ke Pacitan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Lebih dari 50 warga Muhammadiyah dan simpatisan yang tergabung dalam komunitas BikersMu Surakarta menggelar touring ke Pantai Buyutan dan Pantai Kasap, Pacitan,...

Atlet Panahan Kota Solo Ikuti Lomba Degradasi untuk Porprov Jateng

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Para atlet panahan Kota Solo, Minggu (3/5/2026) melaksanakan kegiatan lomba degradasi. Degradasi akan dilaksanakan dua tahap. Tahap pertama bulan Mei dan tahap kedua bulan...