Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

PP Muhammadiyah Sayangkan Unjuk Rasa di UMMAD, Ajak Semua Pihak Kedepankan Tabayun dan Dialog

Tim Redaksi, Editor: Yusuf R. Yanuri
Senin, 27 Maret 2023 21:36 WIB
PP Muhammadiyah Sayangkan Unjuk Rasa di UMMAD, Ajak Semua Pihak Kedepankan Tabayun dan Dialog

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) Pimpinan Pusat Muhammadiyah (PP Muhammadiyah) memberikan tanggapan secara resmi terhadap aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Madiun (BEM UMMAD).

Sebelumnya, diketahui bahwa Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah (UMMAD) Kota Madiun menggelar aksi unjuk rasa. Mereka menuntut rektor mundur.
Aksi unjuk rasa yang berlangsung di kampus Jalan Panjaitan Kota Madiun. Para mahasiswa tampak mengusung keranda mayat dengan tulisan ‘RIP Intelektualitas’.

Keranda itu sebagai simbol matinya intelektualitas di Kampus UMMAD Kota Madiun. Ini karena rektor Prof Dr Sofyan Anif diduga melakukan rekrutmen dosen yang belum memenuhi kualifikasi atau ijazah S-2 atau dari kalangan praktisi.

“Jangan Kampus kami ini dijadikan tempat mencari makan, bukan sebagai tempat mengabdi kepada Muhammadiyah,” ujar Ilham Mujahidin, koordinator aksi dalam orasinya Selasa (18/3/2023).

Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyayangkan adanya aksi unjuk rasa tersebut. Karena persoalan yang menjadi tuntutan para mahasiswa dalam unjuk rasa itu bisa didialogkan bersama pimpinan universitas secara baik-baik karena pimpinan selalu terbuka terhadap aspirasi dari siapa pun.

Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah sudah mempelajari semua tuntutan dan isu yang berkembang dalam aksi unjuk rasa mahasiswa UMMAD tersebut. Pimpinan Muhammadiyah juga sudah meminta laporan dari sejumlah pihak terkait aksi tersebut.

Dari kesimpulan sementara, didapati bahwa tuntutan yang disampaikan pengunjuk rasa itu lebih banyak tidak adanya kesesuaian dengan kondisi dan perkembangan yang sebenarnya. Karena itulah PP Muhammadiyah mengajak semua pihak mengedepankan tabayun (dialog).

Demikian disampaikan Majlis Diktilitbang PP Muhammadiyah dalam Konferensi Pers di Kantor Majlis Diktilitbang Yogyakarta, Jumat (24/3/2023) malam. Hadir dalam kesempatan itu Ketua PP Muhammadiyah KH. Ahmad Dahlan Rais M.Hum, Wakil Ketua Majlis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Khudzaifah Dimyati, Ketua Lembaga Bantuan Hukum Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LBH PP Muhammadiyah) Taufiq Nugroho, SH, MH serta Wakil Ketua PDM Madiun Warsito, S.Sos.

Dahlan Rais menjelaskan sebelumnya Majlis Diktilitbang PP Muhammadiyah memang telah menunjuk Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai universitas pembina di Universitas Munammadiyah Madiun (UMMAD) Madiun. Termasuk menunjuk Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif untuk memimpin sementara di UMMAD.

“SK (Surat Keputusan) penugasan kepada UMS untuk membina UMMAD. Termasuk juga penugasan kepada Pak Rektor UMS sekaligus. Yang dilakukan yakni memimpin, memperbaiki dan memajukan UMMAD. Saya lihat yang sudah dilakukan memperbaiki sarana prasarana, system organisasi dan pembelajaran,” ungkap Dahlan Rais.

Ditambahkan Dahlan Rais, dalam penugasan itu Rektor UMS tidak sendirian tetapi juga mengerahkan SDM (Sumber Daya Manusia) ke UMMAD untuk mempercepat perbaikan.

“Termasuk membawa pendanaan ke UMMAD dengan jumlah yang cukup besar. Jadi tidak betul kalau dikatakan cari makan. Karena ini tugas besar dari PP Muhammadiyah. Sekali lagi ini tugas pembenahan, memastikan jalannya organisasi itu dengan baik. Pembangunan fisik sudah banyak berubah. Bukan untuk bermaksud apa-apa, semata-mata melaksanakan tugas PP memajukan UMMAD. Ini ibarat legan golek momongan. Meski momongannya itu dari penugasan PP,” tambah Dahlan Rais.

PP Muhammadiyah memberikan tugas ke UMS tidak sekali ini saja, tetapi sudah dua kali untuk melakukan pembinaan kepada Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah yang butuh pembinaan.

“Yang pertama itu mendirikan UMKT (Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur) dan Alhamdulillah berkembang sangat bagus sekarang,” ujar Dahlan.

Menurut Dahlan Rais, dalam catatan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) terbagi dalam tiga kategori. Yaitu perguruan tinggi yang pesat dalam berkembang, lalu perguruan tinggi yang lambat dalam berkembang dan ketiga perguruan tinggi yang cenderung stagnan atau redup.

“Ada 173 PTMA, kategorinya beda-beda. Lha UMMAD ini masuk dalam kategori stagnan atau redup. Maka butuh pembinaan agar cepat dilakukan perbaikan sehingga bisa lekas berkembang dengan baik,” katanya.

Khudzaifah Dimyati menambahkan Majlis Diktilitbang PP Muhammadiyah menilai telah banyak yang dilakukan kepemimpinan baru Rektor UMMAD, yaitu pada aspek Sumberdaya Manusia (SDM), Sarana dan Prasarana, Sistem Administrasi Organisasi dan pembenahan pembenahan lain.

Bahkan sejumlah pihak juga mengakui pergantian kepemimpinan yang dilakukan oleh Majlis Diktilitbang PP Muhammadiyah memberikan dampak yang positif untuk kemajuan Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD).

Wakil Ketua Pimpinan Daerah Munammadiyah (PDM) Kota Madiun Warsito, S.Sos menuturkan, setelah kepemimpinan sekarang, UMMAD dipandang mengalami progres yang baik dipandang dari segi sarana dan prasarana kampus.

“Intinya dari fisik dan sarpras menunjukkan perubahan yang luar biasa dan itu diakui masyarakat Madiun dan mahasiswa,” ujar Warsito

Warsito juga menuturkan adanya sistem pengelolaan keuangan baru pada periode kepemimpinan sekarang ini. Sehingga lebih transparan dan akuntabel.

Wakil Ketua PDM Madiun itu juga optimistis bahwa UMMAD ini akan mengalami kemajuan untuk ke depannya.

“UMMAD akan maju dan berkembang dengan kepemimpinan sekarang karena lebih tertata. Karena saat ini saja sudah ada perubahan yang sangat luar biasa, baik sarana prasarana maupun sistem pembelajaran, dan itu diakui oleh masyarakat Madiun dan sekitarnya. Itu ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah mahasiswa baru pada tahun ini,” katanya.

Sementara itu Wariyatun, S.Sos., MAAPD, dosen Progran Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial UMMAD menuturkan adanya perubahan yang relatif cepat ke arah perbaikan dan kemajuan di bawah kepemimpinan yang baru.

“Sejak saya bergabung tahun 2020 sampai detik ini saya merasakan betul UMMAD mengalami perubahan yang cepat dengan manajemen baru,” ujar Wariyatun.

Dia menambahkan perubahan yang signifikan terlihat dari segi infrastruktur maupun suprastruktur. Ia mencatat beberapa poin perubahan yang terjadi setelah manajemen baru.

Dari segi infrastruktur UMMAD sekarang telah tertata baik dari gedung, ruang dosen, maupun sarana dan prasarana belajar di kelas. “Perubahan dari aspek infrastruktur sangat kelihatan, ” ujar Wariyatun.

Dari segi suprastruktur ia mencatat terjadi perubahan pada sistem. Sistem keuangan yang dahulunya manual kini telah dibuat sistem administrasi online, sehingga terdapat transparansi dalam aspek keuangan.

“Dari aspek SDM juga mengalami perubahan, yang kini terdapat tes dan rekrutmen yang jelas dan sistematis, serta penempatan dosen disesuaikan dengan bidang ilmunya dan jumlah dosen disesuaikan dengan rasio mahasiswa. Saya melihat teman dosen sekarang semangat,” kataya.

Selain itu dari segi akademik terdapat sistem Siakad yang akan membantu mahasiswa dalam melangsungkan aktivitas akademik. Dari segi penelitian dan pengabdian masyarakat kini sudah terdapat kejelasan sistem dengan dibentuknya Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) dan dibentuknya sistem BIMA, yang memungkinkan dosen dapat dengan mudah mengunggah proposal penelitian.

“Kemarin antusiasme dosen tinggi, sehingga ada 30-40 proposal masuk, ” ujar Wariyatun yang juga menyoroti adanya transparansi, partisipatif, akuntabel dan distributif di UMMAD saat ini.

Berita Terbaru

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...

Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...

Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...

Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...

Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...

Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...

Teknik Mesin UMS Bahas Inovasi Material Berkelanjutan di ICOAMS 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 untuk...

Abdidaya Ormawa 2026, UMS Boyong Tiga Penghargaan Nasional

MAKASSAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar,...

FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...

Dosen University of Gothenburg Swedia Berbagi Inovasi AI di UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menghadirkan Imelda Taraj dari University of Gothenburg, Swedia, dalam program Visiting...

FEB UMS Inisiasi Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan NCKU Taiwan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjajaki kerja sama akademik dengan College of Management, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan....

Siswa SMA Muhammadiyah PK Solo Rasakan Kuliah di FEB UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 23 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat mengikuti program Sit In University di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta...