Gibran Maheswara dari SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta

Namanya Gibran. Dari Solo. Tapi bukan Gibran yang itu. Ini Gibran kecil. Masih kelas 5 SD. Saat orang tuanya menikah, mereka mengundang penampilan wayang kulit. Saat itu Gibran belum lahir. Tapi pertunjukan wayang itu begitu berpengaruh dalam kehidupannya. Hingga hari ini.

Gibran sebenarnya tidak benar-benar dari Solo. Ia dari Jaten, Karanganyar. Tapi, orang Karanganyar lebih senang mengaku sebagai orang Solo. Sebagaimana orang Cimahi lebih senang mengaku sebagai orang Bandung dan orang Bantul lebih senang mengaku orang Jogja.

Nama lengkapnya Gibran Maheswara Javas Setyawan. Ia lahir di Kota Karanganyar tepatnya tanggal 10 Juni 2011. Saat berusia tiga tahun, ia melihat rekaman pernikahan orang tuanya, Agus Setyawan dan Handayani. Itulah pertama kali Gibran melihat wayang. Ketika rekamannya selesai, Gibran menangis. Ia tidak mau berhenti. Ingin memutar tayangan itu terus-menerus. Rupanya, Gibran suka wayang sejak dalam pikiran.

Setelah itu, Gibran dimasukkan ke sanggar seni oleh orang tuanya. Ia belajar wayang. Menjadi dalang cilik. Akhirnya, usaha itu menemui hasil dalam waktu yang tidak terlalu lama.