Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Sekolah

Pentas Dalang Cilik, SD Muhammadiyah 1 Solo Bawa Pesan Anti Fraud

Jatmiko, Editor: Yusuf R. Yanuri
Jumat, 4 November 2022 17:18 WIB
Pentas Dalang Cilik, SD Muhammadiyah 1 Solo Bawa Pesan Anti Fraud

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Aksi dalang cilik mewarnai kegiatan National Anti-Fraud Conference (NAFC) 2022 di kota Surakarta, 3-4 November 2022.

Kegiatan tersebut bertema Mulat Sarira Angrasa Wani.

Pagi itu, semua pandangan hadirin tertuju pada penampilan di panggung utama. Ada dalang cilik Gibran Maheswara Javas Setyawan alias Ki Gibran yang memainkan wayang-wayangnya.

Siswa kelas olahraga VC yang akrab dipanggil Gibran itu mengisahkan anti kecurangan berbahasa Indonesia selama 15 menit.

“Dari cerita tentang anti kecurangan, maka tokoh yang saya mainkan adalah Pandawa dalam menyatukan visi dan misi untuk membangun suatu negara,” urainya sambil tersenyum.

Sutradalang Ki Agung Sudarwanto yang berkarya dalam sajian tersebut disajikan oleh dalang cilik Ki Gibran, mengungkap tema ‘Mulat Sarira Angrasa Wani’ menyampaikan pesan bahwa manusia harus selalu berinstropeksi diri.

“Jika dikaji dalam konsep budaya Jawa, menyampaikan pesan bahwa seseorang harus selalu berkontemplasi pada dirinya sendiri. Aku saka sapa, aku arep ngopo, pungkasane urip apa,” ujar Agung.

Dalam penggarapan lakon yang disajikan selama 15 menit, Gibran memfokuskan pada semangat persatuan ataupun kolaborasi tokoh pandawa dalam mewujudkan negara Amarta.

“Pagelaran itu didukung oleh putra-putri Ki Cahyo Kuntadi Sukesi Rahayu. Keempat putranya, Gelar, Brama, Rambu, Rangkung yang ikut mewarnai dalam pertunjukkan spektakuler dalam dua videotron,” imbuhnya.

Kemudian dia melanjutkan, “Si sinden kencur yaitu rangkung, juga menyajikan tembang pangkur yang berisi tentang cita-citanya. Didukung 35 personel. Aksi pagelaran tersebut wujud nyata dalam mapak Hari Wayang Dunia,” beber Agung.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Surakarta Kentis Ratnawati membacakan sambutan Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka yang menjadi keynote speaker pada NAFC ini.

Ia mengungkapkan salah satu cara yang dipakai untuk mencegah dan mengantisipasi kecurangan adalah dengan menerapkan program dan pengendalian anti kecurangan yang didasarkan pada nilai-nilai utama yang menjadi tuntunan perilaku aparatur pemerintah.

Pada tanggal 27 Juni 2021 yang lalu, Presiden Joko Widodo, telah meluncurkan core value Aparatur Sipil Negara (ASN). Yaitu BerAKHLAK Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Peluncuran core value ini bertujuan untuk menyeragamkan nilai-nilai dasar bagi seluruh ASN di Indonesia. Sehingga dapat menjadi fondasi budaya kerja ASN yang profesional.

Dengan adanya Core Value ini diharapkan setiap ASN memiliki semboyan dan semangat yang sama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. ASN harus mampu memberikan pelayanan yang prima untuk membantu masyarakat. Harapan ini juga didukung dengan diresmikannya employer branding ASN “Bangga melayani bangsa”.

Penerapan nilai-nilai tersebut menciptakan suatu lingkungan yang mendorong perilaku dan ekspektasi yang berlaku. Bahwa para pegawai dapat menggunakannya untuk memandu tindakan-tindakan mereka. Nilai-nilai tersebut membantu menciptakan suatu budaya kejujuran dan etika yang menjadi dasar yang bertanggung jawab kerja bagi aparatur pemerintah.

Dalam falsafah budaya Jawa kita, mengenal filosofi tridharma yang pernah dicanangkan oleh Sultan Agung Raja Mataram dan Mangkunegara I (Raden Mas Said) untuk menjadi pegangan bagi setiap warga negara.

Rumangsa melu handarbeni, Wajib melu hangrungkebi, dan Mulat sarira hangrasa wani. Filosofi ini menjadi populer menjadi pegangan pemerintahan.

Dalam konteks pengendalian diri, khususnya pada frasa “mulat sarira hangrasa wani” yang secara sederhana berarti “berani mawas diri” menjadi sangat relevan untuk diterapkan oleh setiap aparatur pemerintah.

Keberanian untuk mengevaluasi diri yang dilakukan secara konsisten memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi diri. Berani mawas diri atau berani melihat diri sendiri adalah wujud instropeksi untuk melakukan perbaikan secara terus menerus dan berkesinambungan terhadap kekurangan yang dimiliki dan memperbaikinya untuk melangkah lebih jauh kedepan.

Mencari dan menemukan kekurangan diri bukan hal mudah untuk dilakukan. Apalagi bila tidak didukung niat untuk melakukannya.

Memberikan kesempatan kepada penerima layanan publik untuk memberikan koreksi terhadap kekurangan layanan Pemerintah Kota Surakarta melalui kanal aduan merupakan bentuk kongkrit yang dilakukan.

Berita Terbaru

Outing Class ke YPAC, Murid Kelas IV SD Muhammadiyah PK Solo Semai Empati

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 82 murid kelas IV SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo belajar memahami empati, kepedulian, dan rasa syukur melalui kegiatan outing class...

Siswa SMK Muhammadiyah 5 Solo Juara 1 Lomba Pidato MAPSI 2026

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Siswa SMK Muhammadiyah 5 Solo, Joko Susanto, meraih Juara 1 Lomba Pidato dalam ajang Mata Pelajaran Agama Islam dan Seni Islam (MAPSI) 2026...

Field Trip Edukatif SD Muhammadiyah PK Solo: Dari Bajak Sawah hingga Kayak

SLEMAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 81 murid kelas III SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti field trip edukatif di Ledok Sambi Ecopark, Pakem, Sleman, Rabu...

Guru-Karyawan SD Muh 1 dan SMP Muh PKBS Didorong Perkuat Profesionalisme dan Komitmen Persyarikatan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Profesionalisme guru tidak cukup dibangun melalui kemampuan mengajar di ruang kelas. Komitmen terhadap sekolah, kebersamaan, dan persyarikatan juga menjadi bagian penting. Hal itu diungkapkan...

SMP Muhammadiyah 7 Kota Solo Gelar Pawai Kebudayaan di CFD

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-SMP Muhammadiyah 7 Kota Solo menggelar pawai Kebudayaan  bertajuk “Bersama Melangkah, Bersama Menginspirasi, Bersama Membangun Generasi Berprestasi”, Minggu (6/9/2026). Pawai ini menampilkan kepiwaian siswa-siswi...

Pemanfaatan AI di Sekolah Muhammadiyah Didorong Berlandaskan Nilai AIK

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pembelajaran menjadi salah satu perhatian dalam Rapat Kerja (Raker) Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen)...

SD Muhammadiyah 1 Solo Bangun Kelas Humanis, Integrasikan Koding dan AI

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo terus mengembangkan pembelajaran yang menempatkan murid sebagai bagian utama dalam proses pendidikan. Memasuki usia 91 tahun, sekolah tersebut...

62 Prestasi Diborong Siswa SD Muhammadiyah 1 Solo Sepanjang Agustus 2026

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Siswa-siswi SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo menorehkan 62 prestasi sepanjang Agustus 2026. Capaian tersebut diraih dalam berbagai bidang, mulai dari olahraga, seni, hingga...

Renang Jadi Cara SD Muhammadiyah 1 Solo Asah Bakat dan Motorik Siswa

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kolam renang menjadi ruang belajar berbeda bagi siswa kelas III SD Muhammadiyah 1 Ketelan Solo. Alih-alih membawa buku dan duduk di dalam kelas,...

Karnaval Budaya hingga Pentas Seni, SD Muhammadiyah PK Solo Semarakkan HUT ke-81 RI

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Semangat kebersamaan antara sekolah dan masyarakat terlihat dalam Karnaval dan Jalan Sehat Bersama Warga RW IX Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Minggu (30/8/2026)....

Tanamkan Peduli Lingkungan, Siswa MTs Muhammadiyah Solo Praktik Pilah Sampah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kepedulian terhadap lingkungan ditanamkan sejak dini oleh MTs Muhammadiyah Surakarta melalui Gerakan Madrasah Bersih dan Bebas Sampah (GEMAS). Puluhan siswa kelas VII dan...

Lurah Goes to Madrasah, Siswa MTs Muhammadiyah Solo Diedukasi Bahaya Narkoba

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kelurahan Purwodiningratan bersama tim gabungan dari Puskesmas, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Badan Narkotika Nasional (BNN), serta...