Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Sekolah

Pengembangan Mutu dan Kurikulum Pendidikan Muhammadiyah

Hendro Susilo (Aktivis Pemuda Muhammadiyah Kottabarat Surakarta), Editor: Yusuf R. Yanuri
Selasa, 9 Agustus 2022 13:32 WIB
Pengembangan Mutu dan Kurikulum Pendidikan Muhammadiyah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Kurikulum Pendidikan Muhammadiyah

Untuk kesekian kalinya, Komunitas Pembelajar Kottabarat (KPK) menyelenggarakan diskusi pendidikan dengan tema pengembangan mutu dan kurikulum pendidikan Muhammadiyah. Diskusi ini diselenggarakan secara live di studio SD Muh PK TV, Jumat 5 Agustus 2022.

Tema ini menarik diperbincangkan mengingat kualitas (mutu) pendidikan menjadi sebuah diskursus publik dalam menyikapi perkembangan era disrupsi yang secara langsung berdampak pula pada bidang pendidikan.

Dalam diskusi ini, KPK mengundang aktivis Muhammadiyah yaitu Suyanto, M.Pd (Majelis Kader PDM Surakarta) dan Zaki Setyawan, M.Pd (MPI/Aktivis Pemuda Muhammadiyah Ska). Keduanya merupakan mahasiswa doktoral perguruan tinggi di Surakarta yang sedang melakukan riset disertasi tema pengembangan mutu pendidikan dan kurikulum pendidikan Muhammadiyah.

Ada hal-hal yang menarik yang terlontar dalam diskusi tersebut yang mengajak kita untuk merefleksikan peran pendidikan Muhammadiyah dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Saya mencoba untuk merangkum dari hasil diskusi tersebut kedalam tulisan artikel berikut. 

Mutu Pendidikan Muhammadiyah

Tema pengembangan mutu pendidikan Muhammadiyah ini menjadi konsentrasi riset yang dilakukan Suyanto. Suyanto memaparkan pendidikan Muhammadiyah adalah pendidikan yang berbasis al-Islam dan Kemuhammadiyahan, holistik intergratif, bertata kelola baik, serta berdaya saing dan berkeunggulan.

Pendidikan yang berkualitas merupakan harapan dan kebutuhan semua pemangku kepentingan pendidikan. Orang-orang pasti akan lebih tertarik ketika belajar di institusi yang berkualitas baik. Atas dasar itu, sekolah harus mampu memberikan pelayanan yang bermutu agar tidak tertinggal dan mampu bersaing dengan sekolah lain. Demikian yang diungkapkan Suyanto pada awal sesi diskusi tersebut. 

Lebih lanjut, Suyanto memaparkan konsep penjaminan mutu pendidikan. Penjaminan mutu pendidikan adalah suatu langkah yang disusun berdasarkan visi misi dan tujuan satuan pendidikan bertujuan mengendalikan dan meningkatkan mutu pendidikan.

Pentingnya penjaminan mutu dalam memberikan pelayanan kepada siswa, orang tua dan masyarakat melebihi harapannya sebagaimana komitmen terhadap pengelolaan sumber daya manusia dan untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas. 

Penjaminan mutu membawa dampak pada lembaga pendidikan berupa pelayanan yang optimal kepada siswa, orang tua murid, guru, dan masyarakat. Keinginan dan kebutuhan dari siswa, orang tua dan masyarakat menjadi prioritas program bagi lembaga pendidikan untuk bisa diwujudkan dalam rangka menjaga mutu pendidikan. Mengingat pentingnya meningkatkan dan menjaga mutu pendidikan, manajemen penjaminan mutu di era sekarang ini sangat dibutuhkan dalam dunia pendidikan.

Salah satu faktor yang mendorong adanya gerakan penjaminan mutu di lingkungan pendidikan dasar adalah adanya program Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang dikelola oleh Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP). 

Implementasi sistem penjaminan mutu pendidikan antara lain memperbaiki hasil pemenuhan mutu, meningkatkan target yang belum tercapai, memperbaiki hasil temuan, peningkatan aspek yang memungkinkan dan penetapan sasaran mutu lebih meningkat sehingga setiap aspek dapat dilakukan tindak lanjut dan perbaikan guna meningkatkan mutu sekolah.

Di akhir sesi diskusi, Suyanto menegaskan bahwa pendidikan Muhammadiyah harus memperhatikan dan fokus pada mutu (outcome) pendidikan dengan cara input, proses, output pendidikan menjadi perhatian. Sumber daya manusia di dalam pendidikan Muhammadiyah harus dibangun sumber nilai (etos) bermuhammadiyah, kompetensi SDM, tingkat kesejahteraan dan lembaga terus melakukan “tajdid” mengikuti perkembangan lingkungan luar agar bisa menyesuaikan dan memenangkan persaingan dengan semangat fastabiqul khoirot.  

Pengembangan Kurikulum Tarikh di Dunia Pendidikan Muhammadiyah

Tema pengembangan Kurikulum dan pembelajaran Ismuba menjadi konsentrasi riset yang dilakukan Zaki Setyawan. Zaki juga berpendapat bahwa pendidikan Muhammadiyah bersifat holistik integratif dalam proses pembelajarannya.

Pembelajaran menjadi inti dari proses pendidikan di institusi pendidikan. Kualitas pembelajaran bersifat dinamis dan kompleks. Tanggung jawab kualitas pembelajaran menjadi bagian dari profesionalitas guru, oleh karena itu guru berusaha memberi pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa.

Zaki juga memaparkan bahwa pembelajaran mengalami perubahan orientasi yang disebabkan oleh pergantian paradigma yang semula teacher centered menjadin student center. Perubahan ini menyebabkan peran guru menjadi berubah.

Perubahan peran guru ini menimbulkan konsekuensi bahwa guru harus menjadi ahli tafsir utama kurikulum di kelas. Peran ini tidak tergantikan oleh siapapun maka guru harus menguasai berbagai model dan metode pembelajaran serta terbuka.

Pembelajaran yang bermakna membutuhkan berbagai fasilitas mulai dari media, metode dan teknik pembelajaran yang bervariatif. Sehingga siswa akan terstimulus untuk mengembangkan HOTS mulai dari menganalisis, mengevaluasi, dan mensintesis.

Materi pelajaran ISMUBA merupakan materi ciri khusus dari Sekolah Muhammadiyah. Mata Pelajaran Tarikh seringkali dianggap hanya sebagai pelajaran yang hanya dihafal. Sebagian besar siswa berpikir bahwa pembelajaran tarikh hanya berisi catatan peristiwa atau kronologi kejadian yang dihafalkan kemudian ditulis di lembar jawab soal ujian.

Riset yang dilakukan Zaki fokus pada pembelajaran Tarikh yang inovatif. Dengan metode inovatif diharapkan mampu merangsang siswa berpikir kritis. Outcome dari pembelajaran Tarikh yaitu mematangkan siswa. Kematangan jiwa merupakan bekal menghadapi perubahan zaman. Ujar Zaki saat menjelaskan alasan mengapa tertarik meneliti pelajaran Tarikh dalam kajian disertasinya.

Di akhir sesi diskusi, Zaki menegaskan dan berharap pengembangan pembelajaran yang dilakukan sekolah Muhammadiyah mampu menghadirkan pembelajaran bermakna bagi siswa dan menjawab kebutuhan siswa.

Dalam diskusi tersebut, Zaki juga memberikan contoh riil. Saat terjadi pembelajaran sejarah di dalam suatu kelas yang perlu ada kebermaknaan bagi siswa agar bisa menerima teman lain yang berbeda latar belakang. Sehingga siswa memiliki kesadaran sejarah.

Sebagai kesimpulan, kedua narasumber sepakat bahwa pendidikan Muhammadiyah dari awal berdiri merupakan sekolah Islam modern. Dengan demikian segala ikhtiar untuk menjadikan pendidikan Muhammadiyah maju dan unggul perlu didukung semua pihak.

Kedua narasumber berharap ketika momentum muktamar ke 48 di Kota Surakarta, Muhammadiyah mampu membuat kebijakan-kebijakan yang akan membawa perubahan dalam kehidupan umat dan bangsa di tengah segala persoalan yang membelit. Termasuk dalam bidang pendidikan, mampu menghasilkan kebijakan yang bisa menggerakkan mutu Pendidikan Muhammadiyah ke tingkat yang lebih baik. Sehingga menjadi lembaga pendidikan unggul di era disrupsi ini.

*) Aktivis Pemuda Muhammadiyah Kottabarat Surakarta

Berita Terbaru

Tanamkan Hidup Sehat, 82 Siswa SD Muhammadiyah PK Kottabarat Belajar Merawat Gigi

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebanyak 82 murid kelas II SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat, Kota Solo, belajar menjaga kesehatan gigi melalui kegiatan Parents’ Day bertema “Healthy Teeth,...

Momentum Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa, Murid MTs Muhammadiyah Surakarta Asah Keterampilan Jurnalistik

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-MTs Muhammadiyah Surakarta menyambut Hari Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa dengan menggelar Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda sekaligus seminar bulan bahasa dengan tema “Jurnalis...

Persiapan Hadapi TKA, Siswa SMA Muhammadiyah 2 Solo Gelar Doa Bersama

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Menjelang pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang krusial bagi masa depan siswa kelas XII, SMA Muhammadiyah 2, Kota Solo menggelar kegiatan spiritual berupa sholat...

IPM SMP Muhammadiyah Alam Surya Mentari Tanamkan Kepedulian Sosial melalui Aksi Nyata

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Berbagi tidak harus menunggu berlebih. Satu kebaikan sederhana dapat menghadirkan kebahagiaan bagi banyak orang. Semangat inilah yang diwujudkan Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) SMP Muhammadiyah...

Tiga Kader IPM SMP Mutu Colomadu Ikut Musyda IPM Karanganyar

COLOMADU, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pengaderan di Muhammadiyah tidak selalu dimulai dari langkah besar. Terkadang, ia bermula dari ruang sederhana bernama sekolah, dari Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Ranting, dari...

Dua Siswa SD Muhammadiyah Program Unggulan, Colomadu Juarai Pencak Silat Tingkat Nasional

COLOMADU, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Gembira dan bahagia menyelimuti hati dan wajah dua orang murid SD Muhammadiyah Program Unggulan, Colomadu, Karanganyar, Ananda Alesha Sarah Widyantara dan Syauqi Tapi Al...

SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Peringati Hari Santri dan Bulan Bahasa 2026 dengan Membaca Bersama

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional dan menyemarakkan Bulan Bahasa 2026, SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Surakarta mengadakan kegiatan Membaca Bersama dan Dongeng dengan konsep...

Kepala Kemenag Surakarta Kunjungi MA Muhammadiyah, Apresiasi Pelaksanaan TKA Perdana

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Madrasah ‘Aliyah (MA) Muhammadiyah Surakarta mendapat kehormatan menerima kunjungan Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta, Ahmad Ulin Nur Hafsun, Kamis (29/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi...

Tim Futsal SD Mapan Juara I dan Best Player Turnamen LSBO PDM Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim futsal SD Muhammadiyah 8 Jagalan Solo atau SD Mapan meraih dua penghargaan dalam Turnamen Futsal yang diselenggarakan Lembaga Seni Budaya dan Olahraga...

SD Muhammadiyah PK Solo Ajak Murid Sulap Galon Bekas Jadi Minipond

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 66 murid kelas V SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo mengikuti kegiatan Parents’ Day bertajuk “Kreasi Minipond Ekosistem dari Galon Bekas”...

International Native Speaker Latih Kepercayaan Diri Siswa SD Muhammadiyah 14 Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- SD Muhammadiyah 14 Danukusuman Solo menggelar kegiatan International Native Speaker bertema “Speak Globally, Shine Brightly!” pada Rabu (28/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di aula...

Sempat Sakit, Siswa SMP Muhammadiyah 7 Colomadu Raih Gelar di Ajang Badminton

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Muhammad Fakhri Pratama, siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 7 Program Unggulan Colomadu, meraih juara II cabang bulu tangkis tunggal putra dalam Lomba Sayap...