
Oleh : Nuril Hidayati *)
MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Selasa, 22 Maret 2022 berlangsung kegiatan diskusi pendidikan yang bertema “Bincang Program Unggulan Sekolah”. Hadir sebagai narasumber adalah Upik Mairina, selaku Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah PK Surakarta, Ariyanto selaku Guru SMP Muhammadiyah PK Surakarta serta humas sekolah. Diskusi kajian pendidikan ini berlangsung di studio PK TV dan dilaksanakan secara live studio.
Diskusi ini diangkat dengan latar belakang fenomena era disrupsi dimana terjadinya perubahan secara signifikan, dan bidang pendidikan pun terkena dampaknya. Sekolah-sekolah Muhammadiyah, khususnya perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat, harus terus ber-inovasi dengan merancang program sekolah. Muaranya tentu saja terjadi peningkatan kapasitas, prestasi guru dan siswa, serta terjalin kerjasama yang pentahelix/multi pihak sehingga saling bertumbuh dan membangun ciri sekolah yang defferentiator dengan sekolah lain.
Di awal pemaparan, Ariyanto mengatakan bahwa beberapa program Sekolah SMP Muhammadiyah PK adalah menjalin kerjasama dengan pihak lain. Program Home Stay adalah program di mana sekolah menjalin kerjasama dengan masyarakat, dan perangkat desa. Dalam program ini siswa kelas 7 dikenalkan dengan kehidupan masyarakat desa, membantu pekerjaan orang tua asuh di desa selama 3 hari 2 malam. Program ini bertujuan agar siswa dapat mendalami kearifan lokal untuk bekal hidup bermasyarakat. Sedangkan program Edu Trip adalah program kerjasama sekolah dengan instansi lain (Kantor Imigrasi,sekolah Muhammadiyah di luar negeri). Dalam program Edu Trip, siswa kelas 8 belajar kearifan global – internasional, dengan melakukan pembelajaran ke luar negri (Malaysia dan Singapura) selama 4 hari 3 malam. Siswa secara langsung belajar cara membuat paspor, menikmati pembelajaran di pesawat, sekaligus mengenal tempat belajar, cara belajar, tukar budaya, dan tempat wisata di negara tetangga.
Upik juga menyampaikan program unggulan untuk siswa SMA Muh PK, yakni Live In Society yang bertujuan agar siswa dapat menjadi problem solver, yakni mampu memecahkan dan menyusun program penyelesaian masalah sosial di sebuah lingkungan masyarakat (problem solving). Dalam program ini, siswa kelas 10 secara berkelompok bersama tim guru mencari ijin belajar di daerah tertentu, tinggal dan membantu kegiatan di daerah tempat Live in Society, sekaligus siswa membantu mengatasi masalah di tempat tinggal masyarakat tersebut. Lamanya program Live ini Society mulai pengurusan administrasi sampai pembuatan LPJ sekitar 1 bulan. Upik menyampaikan tentang program unggulan SMA Muh PK yang lain adalah Sit in University. Program ini memberikan kesempatan kepada siswa kelas 11 untuk mengenal lebih dekat iklim pendidikan dan pembelajaran selanjutnya, yakni perguruan tinggi. Dimulai dengan kegiatan Jagongan Kampus, di mana sekolah mengundang dosen maupun mahasiswa dari perguruan tinggi untuk menerangkan pembelajaran di perguruan tinggi. Selanjutnya, siswa terjun langsung ke kampus dan mengikuti pembelajaran selama kurun waktu tertentu di Perguruan Tinggi yang bekerjasama dengan sekolah.
Dari semua program kegiatan yang sudah disampaikan, Upik dan Aryanto, sama-sama mengungkapkan dampak program bagi siswa yaitu untuk penguatan karakter. Dengan adanya gelaran penampilan budaya dari daerah sasaran Edu Trip, dan penguatan literasi dalam program unggulan tersebut, menjadikan program unggulan kedua sekolah tersebut mampu mendongkrak prestasi dan budaya akademik dari siswa yang mengikuti. Salah satu program penguatan literasi adalah pembuatan Laporan Kegiatan secara lengkap dan presentasi laporan kegiatan yang dilakukan. Karakter lain yang diharapkan dari program unggulan kedua sekolah ini antara lain akan terbentuk rasa syukur (religiusitas), kemandirian dan tanggungjawab, serta keterampilan sosial siswa.
Sebagai kesimpulan, dapat kita tarik benang merah dalam diskusi ini adalah program unggulan dari kedua sekolah (SMP dan SMA) di perguruan Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat memiliki program kompetitif yang menarik. Dampak nilai kearifan lokal dan kearifan global yang tertanam pada siswa menjadi sarana pembentuk karakter utuh. Begitu juga program Live In dan Sit In di SMA yang merupakan bagian dari eskalasi kurikulum sekolah dapat memberikan pengalaman dan dorongan pada siswa untuk sukses secara akademik dengan karakter yang kuat.
*)LPMP Kottabarat
Ustaz Dwi Jatmiko: Lima Fase Manusia, Momentum Memperbanyak Bekal Takwa
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Tema tentang lima fase manusia dan momentum perbanyak bekal takwa menjadi tema ceramah yang disampaikan Ustaz Dwi Jatmiko pada acara pengajian Subuh Barokah di...
BikersMu Sleman Rayakan Milad Ke-1 dengan Aksi Sosial dan Dakwah di Jalanan
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – BikersMu Chapter Sleman memperingati milad pertama dengan menggelar touring dakwah yang dipadukan dengan bakti sosial, layanan kesehatan gratis, dan pengajian di kawasan...
Guru Besar UMS: Investasi Rp1.010 T Buktikan RI Masih jadi Magnet Investasi
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 yang mencapai Rp1.010,6 triliun dinilai menjadi sinyal positif terhadap daya saing nasional di tengah dinamika...
PP Muhammadiyah Restui KucingMu, Siapkan Langkah Menuju Klinik hingga Rumah Sakit Hewan
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu) yang sempat viral setelah meluncurkan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) khusus kucing kini mendapat dukungan dari Pimpinan Pusat...
Hari Anak Nasional 2026, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Penuhi Hak Anak
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli menjadi momentum bagi keluarga dan masyarakat untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak. Guru Besar...
Dosen UMS Ungkap Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ainur Rhain, bersama tim peneliti mengungkap temuan baru mengenai manuskrip...
Delegasi Belanda Apresiasi Model Perdamaian Lintas Iman Muhammadiyah Berbasis Aksi Lingkungan
JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pendekatan Muhammadiyah dalam membangun perdamaian melalui aksi lingkungan lintas iman mendapat apresiasi dari Delegasi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Pendekatan tersebut dinilai mampu...
Gelombang Panas Global Kian Ekstrem, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Adaptasi Iklim
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa dalam beberapa pekan terakhir kembali memunculkan kekhawatiran terhadap dampak perubahan iklim. Suhu yang...
Menang di Trofeo Wonorejo Cup, Doskar UMS FC Bawa Pulang Gelar Juara
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut ambil bagian dalam pertandingan eksibisi Wonorejo Cup IV bertajuk “Piala Bersama 2026” melalui tim sepak bola Doskar...
PDM Boyolali Lantik Pengurus BikersMu, Perkuat Dakwah lewat Komunitas Otomotif
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali resmi melantik Pengurus BikersMu Chapter Boyolali periode 2026–2028 pada Selasa (16/6/2026). Pelantikan yang digelar di Dukuh Kemel,...
Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...
Pertamax Naik ke Rp16.250, Pengamat UMS Soroti Beban Kelas Menengah
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Isu yang ramai dibicarakan mulai dari ancaman inflasi...






