Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Memotret Dinamika Isu Pendidikan

Tim Redaksi, Editor: Sugiharko Sahid
Senin, 27 September 2021 11:27 WIB
Memotret Dinamika Isu Pendidikan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Hendro Susilo (Litbang Perguruan Muhammadiyah Kottabarat)

 

Oleh : Hendro Susilo *)

MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tulisan ringan ini saya buat hanya sebagai potret dinamika isu-isu pendidikan yang terjadi di tanah air. Tidak ada tendensi apapun, hanya sebagai luapan kegembiraan belaka karena diskursus terkait bagaimana meningkatkan mutu pendidikan di tanah air akhir-akhir ini ramai di perbincangkan dan didiskusikan publik. Secara pribadi, saya bersyukur bahwa dialektika pendidikan terjadi ditengah-tengah masyarakat kita.

Dinamika dunia pendidikan nasional ramai di perbincangkan. Isu-isu strategis pendidikan mulai dari peta jalan pendidikan Indonesia, program sekolah dan guru penggerak, Penghapusan Ujian Nasional, Perubahan Kurikulum, Pembubaran BSNP dan Sekolah penerima BOS menuai pro kontra di masyarakat. Saya berprasangka baik, bahwa muara dari isu dan pro kontra yang terjadi sebenarnya sama, yakni sama-sama memiliki keinginan bagaimana agar mutu pendidikan bisa berkualitas baik.

Catatan kritis terkait konsep peta jalan pendidikan Indonesia dalam hal konsideran tentang perubahan teknologi,sosiokultural, dan lingkungan yang condong menekankan keterampilan teknis,kurang mengasah kemampuan strategis serta kurang mampu menemukan basis argumen mengapa pendidikan keagamaan inklusif, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, perdamaian,kemandirian menjadi kian penting masuk dalam kurikulum pendidikan menjadi daya kritik yang tajam.

Begitu juga dengan program sekolah penggerak dan guru penggerak, ada catatan-catatan kritis terkait pelaksanaannya, seperti tidak disertai naskah akademik yang bisa dipertanggungjawabkan secara konsep dan rasional. Kebebasan inovasi dianggap abai aspek historis, religiusitas dan falsafah bangsa sehingga ormas-ormas  penyelenggara pendidikan melakukan kritikan bahkan sampai mengambil sikap mengundurkan diri dari program sekolah penggerak. Kritik tatanan regulasi yang tidak diperhatikan kemendikbud pun menjadi daya kritik yang cukup tajam  terkait kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan.

Terbaru, misalnya saja adalah pembubaran BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) oleh kemendikbudristek. Melalui Permendikbudristek 28/2021 pasal 334 yang mencabut peraturan kedudukan BSNP. Pro kontra pun terjadi dan kritikan dari publik pun gencar. Ada pandangan publik bahwa pembubaran BSNP berpotensi melanggar UU. Penghapusan badan mandiri yang diganti dengan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan yang berada di bawah kementerian menghilangkan sifat kemandirian yang menjadi amanah UU. Intinya membubarkan BSNP lalu membentuk badan baru yang mirip tapi berbeda berpotensi menyisakan persoalan seperti cakupan standar mutu pendidikan nasional dan kemandirian.

Kemendikbudristek pun memberikan keterangan terkait pembubaran BSNP. Bahwa untuk mendorong mutu pendidikan perlu menjaga 2 prinsip, pertama independensi dan kedua adalah partisipasi publik. Independensi yang diharapkan kementerian adalah pemisahan fungsi penyusunan standar, fungsi penyelenggara pendidikan dan fungsi evaluasi. Prinsip partisipasi publik akan tetap berlanjut dengan dibentuknya dewan pakar standar nasional pendidikan. Saya kira ini sebuah dialektika yang menarik  untuk dilihat kedepannya bagaimana implementasi dan hasil yang diperoleh dari kebijakan ini.

Pro konta selanjutnya adalah hadirnya permendikbud Nomor 6 tahun 2021 tentang perhitungan jumlah siswa (minimal 60) untuk Dana BOS Reguler. Kritikan tajam dari masyarakat adalah di tengah situasi pandemi dan banyak anak-anak Indonesia yang sulit memperoleh akses pendidikan, seharusnya pemerintah lebih memperhatikan perlindungan pada hak pendidikan. Kebijakan Perhitungan jumlah siswa untuk dana BOS menunjukkan bahwa pemerintah mengabaikan peranan penyelenggaraan pendidikan swasta, tidak melindungi hak-hak pendidikan anak dan melanggar keadilan sosial.Realitanya di lapangan masih banyak sekolah-sekolah baik di kota maupun pinggiran yang jumlah siswa dibawah 60. BOS merupakan hak siswa yang memang dikelola sekolah untuk mewujudkan  hak-hak pendidikannya.

Jika kita memotret dinamika dan isu-isu dunia pendidikan di tanah air, seharusnya pemerintah terutama kemendikbudristek perlu ambil langkah bijak. Ditengah keterbatasan kapasitas pemerintah untuk benar-benar memajukan pendidikan nasional, kita sebagai warga bangsa perlu bergandengan tangan bersama-sama membangun pendidikan. Partisipasi publik yang menyelenggarakan pendidikan tidak boleh dianggap sebelah mata peranannya. Penyelenggara pendidikan swasta telah mengabdikan diri untuk bangsa dan negara dalam membangun kualitas SDM, maka sudah sepantasnya pemerintah mengucapkan terima kasih dan mendukung dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang adil dan konstruktif untuk semua anak bangsa. Bravo Pendidikan kita !

*) Aktivis Pemuda Muhammadiyah Solo

Berita Terbaru

RS UMS A.R. Fachrudin Layani Kesehatan Peserta Refleksi Milad ke-68 UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit Universitas Muhammadiyah Surakarta (RS UMS) A.R. Fachrudin menerjunkan tim medis untuk memberikan layanan kesehatan kepada peserta Refleksi Hari Jadi ke-68 Universitas...

Ustaz Pujiono Bekali Kontingen HW Boyolali untuk Mahrojan Penghela di Pemalang

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Boyolali melepas 20 peserta kontingen Mahrojan Penghela yang akan berlaga di Pemalang pada 23–25 Oktober 2026. Pelepasan...

Milad ke-61, KOKAM Solo Tanamkan Keberanian Lewat Refleksi Sejarah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Solo akan menggelar kajian peringatan Milad ke-61 Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) sekaligus nonton bareng film Kedung...

Desa Cerdas IMM Abduh UMS Perkuat Pendidikan dan Lingkungan

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Surakarta (FAI UMS) menggelar Pengabdian dan Pemberdayaan Organisasi (PPO)...

RS UMS A.R. Fachrudin Ajukan Verifikasi Ambulans Gawat Darurat

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Rumah Sakit UMS A.R. Fachrudin mengajukan verifikasi rekomendasi Ambulans Gawat Darurat kepada Dinas Kesehatan Kota Solo, Senin (19/10/2026). Langkah ini dilakukan untuk memastikan...

Sekolah Muhammadiyah Karanggede Dukung Silaturahmi Akbar FGM

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Jajaran kepala sekolah dan madrasah Muhammadiyah se-Kecamatan Karanggede menyatakan dukungan terhadap Silaturahmi Akbar Forum Guru Muhammadiyah (FGM) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November...

FGM Boyolali Perkuat Dakwah dan Penerimaan Siswa Baru

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali, Pujiono, mengajak guru dan pengelola sekolah Muhammadiyah meninggalkan jejak kebaikan selama mengemban amanah. Ia juga mendorong...

UMS Dampingi PCA Gatak Bikin Minyak Jelantah Bernilai Ekonomi

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendampingi anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, mengolah minyak jelantah menjadi sabun cair pencuci piring. Program pengabdian masyarakat...

UMS Hadirkan Pakar Bangladesh dalam Pelatihan Herbal di Gatak

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali anggota Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, dengan pengetahuan budidaya dan pengolahan tanaman obat melalui pelatihan herbal berbahan...

MI Muhammadiyah 01 Manyaran Karanggede Salurkan Bantuan Air Bersih untuk Warga Ngasinan

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang sedang mengalami krisis air bersih, Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) 01 Manyaran, Karanggede, Kab. Boyolali menyalurkan bantuan air bersih...

UMS Peringkat 1 PTS dan 5 Nasional dalam THE WUR 2027

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menempati peringkat pertama perguruan tinggi swasta (PTS) dan peringkat kelima secara nasional dalam Times Higher Education (THE) World University...

Keris Berusia 500 Tahun Jadi Cendera Mata UMS untuk Wakil Dubes RI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan cendera mata berupa keris kepada Wakil Kepala Perwakilan atau Deputy Chief of Mission (DCM) KBRI Kuala Lumpur sekaligus...