
Oleh : Hendro Susilo *)
MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tulisan ringan ini saya buat hanya sebagai potret dinamika isu-isu pendidikan yang terjadi di tanah air. Tidak ada tendensi apapun, hanya sebagai luapan kegembiraan belaka karena diskursus terkait bagaimana meningkatkan mutu pendidikan di tanah air akhir-akhir ini ramai di perbincangkan dan didiskusikan publik. Secara pribadi, saya bersyukur bahwa dialektika pendidikan terjadi ditengah-tengah masyarakat kita.
Dinamika dunia pendidikan nasional ramai di perbincangkan. Isu-isu strategis pendidikan mulai dari peta jalan pendidikan Indonesia, program sekolah dan guru penggerak, Penghapusan Ujian Nasional, Perubahan Kurikulum, Pembubaran BSNP dan Sekolah penerima BOS menuai pro kontra di masyarakat. Saya berprasangka baik, bahwa muara dari isu dan pro kontra yang terjadi sebenarnya sama, yakni sama-sama memiliki keinginan bagaimana agar mutu pendidikan bisa berkualitas baik.
Catatan kritis terkait konsep peta jalan pendidikan Indonesia dalam hal konsideran tentang perubahan teknologi,sosiokultural, dan lingkungan yang condong menekankan keterampilan teknis,kurang mengasah kemampuan strategis serta kurang mampu menemukan basis argumen mengapa pendidikan keagamaan inklusif, pendidikan Pancasila dan kewarganegaraan, perdamaian,kemandirian menjadi kian penting masuk dalam kurikulum pendidikan menjadi daya kritik yang tajam.
Begitu juga dengan program sekolah penggerak dan guru penggerak, ada catatan-catatan kritis terkait pelaksanaannya, seperti tidak disertai naskah akademik yang bisa dipertanggungjawabkan secara konsep dan rasional. Kebebasan inovasi dianggap abai aspek historis, religiusitas dan falsafah bangsa sehingga ormas-ormas penyelenggara pendidikan melakukan kritikan bahkan sampai mengambil sikap mengundurkan diri dari program sekolah penggerak. Kritik tatanan regulasi yang tidak diperhatikan kemendikbud pun menjadi daya kritik yang cukup tajam terkait kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan.
Terbaru, misalnya saja adalah pembubaran BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) oleh kemendikbudristek. Melalui Permendikbudristek 28/2021 pasal 334 yang mencabut peraturan kedudukan BSNP. Pro kontra pun terjadi dan kritikan dari publik pun gencar. Ada pandangan publik bahwa pembubaran BSNP berpotensi melanggar UU. Penghapusan badan mandiri yang diganti dengan Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan yang berada di bawah kementerian menghilangkan sifat kemandirian yang menjadi amanah UU. Intinya membubarkan BSNP lalu membentuk badan baru yang mirip tapi berbeda berpotensi menyisakan persoalan seperti cakupan standar mutu pendidikan nasional dan kemandirian.
Kemendikbudristek pun memberikan keterangan terkait pembubaran BSNP. Bahwa untuk mendorong mutu pendidikan perlu menjaga 2 prinsip, pertama independensi dan kedua adalah partisipasi publik. Independensi yang diharapkan kementerian adalah pemisahan fungsi penyusunan standar, fungsi penyelenggara pendidikan dan fungsi evaluasi. Prinsip partisipasi publik akan tetap berlanjut dengan dibentuknya dewan pakar standar nasional pendidikan. Saya kira ini sebuah dialektika yang menarik untuk dilihat kedepannya bagaimana implementasi dan hasil yang diperoleh dari kebijakan ini.
Pro konta selanjutnya adalah hadirnya permendikbud Nomor 6 tahun 2021 tentang perhitungan jumlah siswa (minimal 60) untuk Dana BOS Reguler. Kritikan tajam dari masyarakat adalah di tengah situasi pandemi dan banyak anak-anak Indonesia yang sulit memperoleh akses pendidikan, seharusnya pemerintah lebih memperhatikan perlindungan pada hak pendidikan. Kebijakan Perhitungan jumlah siswa untuk dana BOS menunjukkan bahwa pemerintah mengabaikan peranan penyelenggaraan pendidikan swasta, tidak melindungi hak-hak pendidikan anak dan melanggar keadilan sosial.Realitanya di lapangan masih banyak sekolah-sekolah baik di kota maupun pinggiran yang jumlah siswa dibawah 60. BOS merupakan hak siswa yang memang dikelola sekolah untuk mewujudkan hak-hak pendidikannya.
Jika kita memotret dinamika dan isu-isu dunia pendidikan di tanah air, seharusnya pemerintah terutama kemendikbudristek perlu ambil langkah bijak. Ditengah keterbatasan kapasitas pemerintah untuk benar-benar memajukan pendidikan nasional, kita sebagai warga bangsa perlu bergandengan tangan bersama-sama membangun pendidikan. Partisipasi publik yang menyelenggarakan pendidikan tidak boleh dianggap sebelah mata peranannya. Penyelenggara pendidikan swasta telah mengabdikan diri untuk bangsa dan negara dalam membangun kualitas SDM, maka sudah sepantasnya pemerintah mengucapkan terima kasih dan mendukung dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang adil dan konstruktif untuk semua anak bangsa. Bravo Pendidikan kita !
*) Aktivis Pemuda Muhammadiyah Solo
Lebih dari Sekadar Hafalan, Tasmi’ 30 Juz Jadi Spirit Perjuangan Kader IMM Solo
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kader Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Solo menuntaskan Hafalan Al-Qur’an 30 Juz di Masjid Balai Muhammadiyah PDM Solo pada Sabtu...
Buka Puasa Bersama Alumnus MABAS UMS, Jaga Api Dakwah Berdampak
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Ustaz Dwi Jatmiko menegaskan esensi buka puasa bersama alumnus Ma’had Abu Bakar Ash-Shiddiq (MABAS) Universitas Muhammadiyah...
Sambut Ramadan, PRA Bangetayu Kulon Santuni Santri Panti Asuhan ‘Aisyiyah
SEMARANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, suasana hangat dan penuh keakraban terasa di Panti Asuhan ‘Aisyiyah, Jalan Srikandi X/61, Kota Semarang,...
Ramadan, Hizbul Wathan UMS Ajak Mahasiswa dan Warga Ikut Edukasi dan Aksi Bersih
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menghadirkan kegiatan inspiratif bertajuk “NGASIH (Ngabuburit Asik Sambil Bersih-Bersih)” pada Senin (23/2/2026), di Area Kampus 1 dan...
PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi Sosialisasikan KHGT
SAMBI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi, Kab. Boyolali, menggelar kegiatan Kajian dan Sosialisasi KHGT (Kalender Hijriyah Global Tunggal) bertempat di Aula Masjid At-Taqwa, Sabtu (21/2/2026). Kegiatan...
Sebanyak 8 PCNA di Karanganyar Ikuti Gelar Baitul Arqam untuk Perkuat Ideologi Kader
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Sebanyak delapan Pimpinan Cabang Nasyiatul Aisyiyah (PCNA) se-Kabupaten Karanganyar telah melaksanakan Darul Arqam Nasyiatul Aisyiyah (DANA) I pada 16–17 Februari 2026 bertempat di SMP...
Pengurus IMM Pondok Shabran dan IMM Muhammad Abduh Resmi Dilantik
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran dan IMM Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam (FAI) UMS periode 2026-2027 resmi dilantik,...
IPM PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Gelar Tarhib Ramadan dengan “Pelita”
SAMBI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam rangka menyambut datangnya bulan suci Ramadan, Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PR IPM) PonpesMU Manafi’ul ‘Ulum Sambi menggelar kegiatan Pelita (Pelajar Ikhtiar Taat)...
Peluncuran Buku “Nalar Futurology Maroon” Warnai Pelantikan IMM Shabran dan IMM Muhammad Abduh
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pelantikan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan IMM Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam (FAI) UMS berlangsung khidmat di...
Redefinisi Padusan, IPM Pilih Bersihkan Kali Jenes
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Menjelang datangnya bulan Ramadan, Pimpinan Daerah (PD) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kota Solo menggelar aksi simbolis yang mendobrak kebiasaan lama. Pada Ahad...
‘Aisyiyah Gatak Bekali Orang Tua Siswa tentang Pendidikan Anak
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Bertempat di Gedung Tirto Wirejo Wironanggan, Rabu (04/02/2026), Majelis PAUD-Dasmen Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Kabupaten Sukoharjo menggelar acara menarik yaitu seminar parenting untuk...
‘Aisyiyah Gatak Gelar Seminar Anti-Narkoba untuk Remaja
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Majelis Hukum dan HAM Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak, Sukoharjo, bekerja sama dengan Majelis Kesehatan menggelar Seminar Anti-Narkoba dengan tema “Level Up Your...





