
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Pelantikan Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan IMM Muhammad Abduh Fakultas Agama Islam (FAI) UMS berlangsung khidmat di Auditorium Moh. Djazman UMS, Senin (16/2/2026).
Momentum ini sekaligus dirangka dengan peluncuran buku Nalar Futurology Maroon, karya intelektual kolektif kader IMM Shabran yang menghadirkan refleksi pemikiran kritis tentang keislaman, kemanusiaan, dan tantangan zaman kontemporer. Acara tersebut dihadiri pembina pondok, pengurus IMM, serta kader IMM Shabran dan kader IMM Muhammad Abduh. Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi pelantikan kepengurusan baru, dilanjutkan dengan agenda peluncuran buku yang menjadi simbol kesinambungan antara kaderisasi organisatoris dan tradisi intelektual.
Launching buku dilakukan secara simbolis melalui penandatanganan oleh Kepala Pondok Shabran UMS, Yayuli, bersama Dwi Kurniadi selaku Kepala Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan (RPK) IMM Shabran 2025 sekaligus editor dan penggagas karya tersebut. Dalam sambutannya, Yayuli menegaskan pentingnya menjaga tradisi literasi di kalangan kader mahasiswa. “Gerakan literasi seperti ini harus terus dirawat, karena kader yang kuat secara intelektual akan mampu menjaga arah perjuangan organisasi dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (17/2/2026). Ia menilai lahirnya buku ini menjadi tanda bahwa pengaderan tidak berhenti pada aktivitas struktural, melainkan juga bergerak dalam penguatan gagasan dan pemikiran.
Sementara itu, Dwi Kurniadi menuturkan bahwa Nalar Futurology Maroon merupakan hasil dari proses panjang diskusi, refleksi, dan pergulatan ide yang hidup di ruang-ruang kaderisasi. “Buku ini bukan sekadar kumpulan tulisan, tetapi jejak pemikiran kader yang ingin membaca zaman dengan nalar yang jernih, kritis, dan bertanggung jawab,” ungkapnya. Ia menjelaskan bahwa buku tersebut ditulis oleh sejumlah kader dengan latar belakang keilmuan beragam sehingga menghadirkan perspektif multidisipliner yang saling melengkapi.
Menurutnya, karya ini lahir dari kegelisahan intelektual kader terhadap berbagai fenomena sosial dan tantangan peradaban modern. “Ini adalah karya nelayan intelektual IMM Shabran dalam mengentaskan para kader dari degradasi intelektual sekaligus kemerosotan moral ideologi IMM yang mulai terkikis,” tegas Adi.
Ia menambahkan bahwa istilah futurology dalam judul buku bukan dimaksudkan sebagai ramalan masa depan, melainkan kesadaran kritis untuk membaca kemungkinan sejarah dan merancang arah perubahan. Lebih lanjut, Adi menilai momentum launching yang bertepatan dengan pelantikan kepengurusan baru memiliki makna filosofis. “Organisasi tanpa gagasan akan kehilangan arah, sedangkan gagasan tanpa gerakan hanya akan menjadi wacana. Buku ini adalah titik temu antara keduanya,” katanya.
Ia berharap buku tersebut dapat menjadi ruang dialog intelektual yang terbuka, baik di kalangan kader IMM maupun mahasiswa secara umum. Menurutnya, kehadiran buku ini merupakan bentuk ikhtiar kolektif dalam merawat tradisi berpikir kritis di tengah arus pragmatisme yang semakin kuat. “Kami ingin kader tidak hanya menjadi pembaca realitas, tetapi juga penafsir zaman yang mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa setiap tulisan di dalam buku merupakan refleksi tanggung jawab moral intelektual kader terhadap masa depan umat dan bangsa. Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak kader IMM menyambut positif peluncuran buku tersebut karena dinilai mampu menjadi referensi diskusi ilmiah dan pengayaan literasi kader.
Beberapa peserta bahkan menyatakan minat untuk mengkaji isi buku dalam forum kajian lanjutan di lingkungan komisariat maupun komunitas akademis. Peluncuran Nalar Futurology Maroon menjadi penegasan komitmen IMM Shabran UMS untuk terus menghidupkan tradisi intelektual sebagai fondasi gerakan mahasiswa.
Dengan menggabungkan semangat kepemimpinan organisatoris dan produktivitas keilmuan, kader diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Momentum pada Senin (16/2/2026) itu, lanjutnya, sekaligus menegaskan bahwa kader IMM tidak hanya bergerak dalam aktivitas struktural, tetapi juga aktif melahirkan gagasan yang relevan, reflektif, dan transformatif bagi perkembangan zaman.
Tingkatkan Kualitas Layanan, RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali Lakukan Groundbreaking Gedung Baru
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-RS PKU ‘Aisyiyah Boyolali resmi memulai proyek pembangunan perluasan Gedung A. Langkah strategis ini ditandai dengan prosesi peletakan batu pertama (groundbreaking) yang dirangkaikan dengan...
IMM FKIP UMS Gandeng Warga Susun SOP Peringatan Dini Banjir di Desa Carikan
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar...
Peduli Korban Gempa NTT, IMM Sukoharjo Gelar Penggalangan Dana
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Sukoharjo melalui Bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM) menggelar aksi penggalangan dana kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak gempa...
Wayang Kulit Jadi Media Dakwah, IMM Jawa Tengah Angkat Lakon Suta Sudarma
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah melalui Bidang Seni, Budaya, dan Pariwisata bersama LSBO PDM Klaten menggelar Pagelaran...
Teknik Mesin UMS Perkuat Kompetensi SDM Hadapi Era Kendaraan Listrik
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat kesiapan sumber daya manusia (SDM) menghadapi perkembangan teknologi otomotif, khususnya kendaraan listrik. Upaya...
Kwarda HW Solo Siapkan 85 Calon Pelatih Lewat Jaya Melati 1
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Kwartir Daerah Hizbul Wathan (Kwarda HW) Kota Solo bersiap menggelar pendidikan dan pelatihan bagi calon pelatih kepanduan HW tingkat dasar atau Jaya Melati...
Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon Sampaikan 5 Pesan dari Ketua Umum PP Muhammadiyah
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Kepala SMP Muhammadiyah 1 Simpon, Kota Solo, The Favourite School, H.M. Rusmanto, menyampaikan lima pesan penting Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, sebagai...
KKN-MAs Sukses Gelar Program “Isi Piringku” di Kab. Malang
MALANG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam upaya meningkatkan kesadaran gizi seimbang sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN-MAs) sukses menggelar program kerja bertajuk “Isi Piringku” di Sekolah...
Monica Subastia Pimpin PP Nasyiatul Aisyiyah Periode 2026-2030
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Puncak perhelatan Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah resmi menetapkan Monica Subastia sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030. Penetapan tersebut melalui Sidang...
Eco Bhinneka Muhammadiyah Berbagi Praktik Baik Eco Sociopreneurship di Muktamar NA
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Eco Bhinneka Muhammadiyah menggelar talkshow “Dari Rumah, Menggerakkan Perubahan” dalam rangkaian Tanwir III dan Muktamar XV Nasyiatul Aisyiyah di Hotel Dwangsa Lorin, Colomadu, Karanganyar,...
Haedar Nashir: Muktamar Harus Menjadi Ruang Musyawarah, Bukan Ketegangan
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengingatkan agar muktamar tidak dimaknai sekadar sebagai forum organisasi atau pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, muktamar...
Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur PPNA Periode 2026–2030
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah yang berlangsung di Kota Solo berhasil menetapkan 13 formatur Pimpinan Pusat Nasyiatul Aisyiyah (PPNA) periode 2026–2030, Sabtu (8/8/2026) dini hari....






