Dengan melihat sejarah pertumbuhan dan perkembangan persyarikatan Muhammadiyah sejak kelahirannya, memperhatikan faktor-faktor yang melatarbelakangi berdirinya, aspirasi, motif, dan cita-citanya serta amal usaha dan gerakannya, nyata sekali bahwa didalammya terdapat ciri-ciri khusus yang menjadi identitas dari hakikat atau jati diri Persyarikatan Muhammadiyah. Secara jelas dapat diamati dengan mudah oleh siapapun yang secara sepintas mau memperhatikan ciri-ciri perjuangan Muhammdiyah itu adalah sebagai berikut.
- Muhammadiyah adalah gerakan Islam
- Muhammadiyah adalah gerakan dakwah Islam amar ma’ruf nahi munkar
- Muhammadiyah adalah gerakan tajdid
- Muhammdiyah sebagai Gerakan Islam
Telah diuraikan dalam bab terdahulu bahwa Persyarikatan Muhammadiyah dibangun oleh KH Ahmad Dahlan sebagi hasil kongkrit dari telaah dan pendalaman (tadabbur) terhadap Alquranul Karim. Faktor inilah yang sebenarnya paling utama yang mendorong berdirinya Muhammadiyah, sedang faktor-faktor lainnya dapat dikatakan sebagai faktor penunjang atau faktor perangsang semata. Dengan ketelitiannya yang sangat memadai pada setiap mengkaji ayat-ayat Alquran, khususnya ketika menelaah surat Ali Imran, ayat:104, maka akhirnya dilahirkan amalan kongkret, yaitu lahirnya Persyarikatan Muhammadiyah. Kajian serupa ini telah dikembangkan sehingga dari hasil kajian ayat-ayat tersebut oleh KHR Hadjid dinamakan “Ajaran KH Ahmad Dahlan dengan kelompok 17, kelompok ayat-ayat Alquran”, yang didalammya tergambar secara jelas asal-usul ruh, jiwa, nafas, semangat Muhammadiyah dalam pengabdiyannya kepada Allah SWT.
Dari latar belakang berdirinya Muhammadiyah seperti di atas jelaslah bahwa sesungguhnya kelahiran Muhammadiyah itu tidak lain karena diilhami, dimotivasi, dan disemangati oleh ajaran-ajaran Al-Qur’an karena itupula seluruh gerakannya tidak ada motif lain kecuali semata-mata untuk merealisasikan prinsip-prinsip ajaran Islam. Segala yang dilakukan Muhammadiyah, baik dalam bidang pendidikan dan pengajaran, kemasyarakatan, kerumahtanggaan, perekonomian, dan sebagainya tidak dapat dilepaskan dari usaha untuk mewujudkan dan melaksankan ajaran Islam. Tegasnya gerakan Muhammadiyah hendak berusaha untuk menampilkan wajah Islam dalam wujud yang riil, kongkret, dan nyata, yang dapat dihayati, dirasakan, dan dinikmati oleh umat sebagai rahmatan lil’alamin.
- Muhammadiyah sebagai Gerakan Dakwah Islam
Ciri kedua dari gerakan Muhammadiyah dikenal sebagai gerakan dakwah Islamiyah. Ciri yang kedua ini muncul sejak dari kelahirannya dan tetap melekat tidak terpisahkan dalam jati diri Muahammadiyah. Sebagaimana telah diuraikan dalam bab terdahulu bahwa faktor utama yang mendorong berdirinya Persyarikatan Muhammadiyah berasal dari pendalaman KHA Dahlan terdapat ayat-ayat Alquran Alkarim, terutama sekali surat Ali Imran, Ayat:104. Berdasarkan Surat Ali Imran, ayat : 104 inilah Muhammadiyah meletakkan khittah atau strategi dasar perjuangannya, yaitu dakwah (menyeru, mengajak) Islam, amar ma’ruf nahi munkar dengan masyarakat sebagai medan juangnya. Gerakan Muhammadiyah berkiprah di tengah-tengah masyarakat bangsa Indonesia dengan membangun berbagai ragam amal usaha yang benar-benar dapat menyentuh hajat orang banyak seperti berbagai ragam lembaga pendidikan sejak taman kanak-kanak hingga perguruan tinggi, membangun sekian banyak rumah sakit, panti-panti asuhan dan sebagainya. Semua amal usaha Muhammadiyah seperti itu tidak lain merupakan suatu manifestasi dakwah islamiyah. Semua amal usaha diadakan dengan niat dan tujuan tunggal, yaitu untuk dijadikan sarana dan wahana dakwah Islamiyah.
- Muhammadiyah sebagi Gerakan Tajdid
Ciri ke tiga yang melekat pada Persyarikatan Muhammadiyah adalah sebagai Gerakan Tajdid atau Gerakan Reformasi. Muhammadiyah sejak semula menempatkan diri sebagai salah satu organisasi yang berkhidmat menyebarluaskan ajaran Agama Islam sebagaimana yang tercantum dalam Alquran dan Assunah, sekaligus memebersihkan berbagai amalan umat yang terang-trangan menyimpang dari ajaran Islam, baik berupa khurafat, syirik, maupun bid’ah lewat gerakan dakwah. Muhammadiyah sebagai salah satu mata rantai dari gerakan tajdid yang diawali oleh ulama besar Ibnu Taimiyah sudah barang tentu ada kesamaaan nafas, yaitu memerangi secara total berbagai penyimpangan ajaran Islam seperti syirik, khurafat, bid’ah dan tajdid, sbab semua itu merupakan benalu yang dapat merusak akidah dan ibadah seseorang.
Sifat Tajdid yang dikenakan pada gerakan Muhammadiyah sebenarnya tidak hanya sebatas pengertian upaya memurnikan ajaran Islam dari berbagai kotoran yang menempel pada tubuhnya, melainkan juga termasuk upaya Muhammadiyah melakukan berbagai pembaharuan cara-cara pelaksanaan Islam dalam kehidupan bermasyarakat, semacam memperbaharui cara penyelenggaraan pendidikan, cara penyantunan terhadap fakir miskin dan anak yatim, cara pengelolaan zakat fitrah dan zakat harta benda, cara pengelolaan rumah sakit, pelaksanaan sholat Id dan pelaksanaan kurba dan sebagainya.
Untuk membedakan antara keduanya maka tajdid dalam pengertian pemurnian dapat disebut purifikasi (purification) dan tajdid dalam pembaharuan dapat disebut reformasi (reformation). Dalam hubungan dengan salah satu ciri Muhammadiyah sebagai gerakan tajdid, maka Muhammadiyah dapat dinyatakan sebagai Gerakan Purifikasi dan Gerakan Reformasi.
Dari GWO Sriwedari, Belajar Jadi Manusia Seutuhnya
Dua kali saya menyaksikan tampilan seni budaya dalam bentuk drama dan pagelaran seni daerah nusantara persembahan dari siswa SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta. Gelaran...
Membangun Amal Usaha Muhammadiyah Unggulan
Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang bergerak atas semangat al-Ma’un dan Al-Ashr (dari etos ke spirit peradaban) dan berkhidmat untuk membangun kemanusiaan, keumatan, kebangsaan, dan internasional...
Apa yang Bisa Dilakukan oleh Pimpinan Muhammadiyah dalam Menghadapi Penurunan Jumlah Warganya?
SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pernyataan Denny JA mengenai penurunan yang signifikan dalam jumlah warga Muhammadiyah dalam 20 tahun terakhir merupakan isu yang perlu dipertimbangkan dengan serius...
Historical Walking, Ikhtiar Pembumian Nilai Kemuhammadiyahan
Sepanjang yang saya ketahui, ada dua buku yang mengupas perjalanan Sejarah Muhammadiyah kota Surakarta. Pertama, Matahari Terbit di Kota Bengawan yang ditulis oleh Dr Mohamad...
Mindful Learning dalam Pembelajaran Kimia
Materi kimia sangatlah menarik. Bila seorang guru mampu membangkitkan minat dan motivasi siswa, materi kimia bisa menjadi sarana berpikir kritis, kreatif, membentuk karakter ilmiah dan...
STEM and Digitalisation (3): Manpower Development, Coaching Students, and Reflective Thinking
Diskusi dan sharing pengelolaan pendidikan bersama akademisi Nanyang Polytechnic Singapura berlanjut sampai hari ke -10. Tema Pengembangan sumber daya manusia untuk pertumbuhan ekonomi, membangun cara...
Melekat Kelas Baru
Di awal tahun pelajaran baru, satuan pendidikan menyiapkan awal tahun pelajaran. Kegiatan awal tahun ditandai adanya berbagai kegiatan. Salah satunya adalah masa pengenalan lingkungan sekolah...
STEM and Digitalisation (2): Menciptakan Iklim dan Ekosistem Inovasi
Baca seri pertama dari artikel ini di sini Hari ke-2, 3, dan 4 pelatihan, kami berdialog dan sharing dengan Mr Yoon Eng Tong dalam forum...
Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)
RESENSI BUKU Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan) Judul Buku : Merawat Intelektualisme Muhammadiyah (Refleksi Seabad Matahari Bersinar di Kota Bengawan)...
STEM And Digitalisation (1): Refleksi Teachers Course di Nanyang Polytechnic Singapura
Hari ini, Senin 17 Juli 2023 saya berkesempatan untuk belajar secara langsung bersama Dr Judy Emily dari Nanyang Polytechnic (NYP) Singapore untuk mendalami model pendidikan...
Romansa Guru Penggerak
Program guru penggerak merupakan bagian dari program merdeka belajar episode ke lima yang digagas oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Program guru pengerak adalah...
Buku Merawat Intelektualisme Muhammadiyah Telah Terbit
Kabar gembira bagi para aktivis dan kader Muhammadiyah di kota Solo. Pasalnya, buku karya Dr Mohamad Ali yang merupakan catatan–catatan sejarah pergerakan Muhammadiyah di kota...






