Gerakan Tajdid Muhammadiyah dalam Membangun Civil Society

Pergulatan Muhammadiyah dengan globalisasi bukanlah sesuatu yang bisa dihidari. Sebagai organisasi modern  yang telah berusia 106 tahun pada tanggal 18 November 2018 lalu, Muhammadiyah diakui telah memiliki peran penting dalam membangun civil society (Sutikno, 2015).

Dampak globalisasi yang menjerat manusia ke dalam aktivitas yang cenderung pragmatis dan tidak mengindahkan nilai kemanusiaan, serta situasi politik yang cenderung berorientasi pada kekuasaan dan mengabaikan pembangunan manusia secara utuh.

Muhammadiyah yang lahir dengan berbagai latar belakang sosial-empiris seperti pendidikan, ekonomi, dan politik hadir untuk menumbuhkan sebuah gagasan gerakan pembaharuan (tajdid) agar peradaban manusia tetap maju dan mampu bergulat dengan perkembangan zaman.

Semangat inilah yang diwariskan oleh KH. Ahmad Dahlan kepada generasi penerus Muhammadiyah demi terwujudnya masyarakat utama sebagaimana yang telah dicita-citakan oleh Muhammadiyah sejak awal berdiri.