Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Majelis/Lembaga

Haedar Nashir Serukan Kemakmuran Rakyat sebagai Agenda Utama Indonesia

Redaksi, Editor: Alan Aliarcham
Selasa, 18 Agustus 2026 18:32 WIB
Haedar Nashir Serukan Kemakmuran Rakyat sebagai Agenda Utama Indonesia
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan Indonesia merupakan milik bersama seluruh rakyat. (Humas)

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan Indonesia merupakan milik bersama seluruh rakyat. Seluruh penyelenggara negara dan komponen bangsa memiliki tanggung jawab membawa Indonesia menuju cita-cita nasional seperti diamanatkan dalam Pembukaan UUD 1945.

Haedar menyampaikan, 81 tahun perjalanan kemerdekaan Indonesia telah diwarnai berbagai dinamika. Pemerintahan silih berganti dengan tantangan politik berbeda pada setiap era. Meski demikian, Indonesia tetap bertahan sebagai negara bangsa yang memiliki cita-cita besar.

Menurutnya, para pemegang mandat rakyat, baik eksekutif, legislatif, yudikatif maupun institusi negara lainnya, perlu memahami arah pembangunan bangsa. Kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur.

“Indonesia wajib dibawa menjadi bangsa dan negara yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sebagai tujuan nasional yang diletakkan oleh para pendiri bangsa dan termaktub dalam Pembukaan UUD 1945,” ujar Haedar, Senin (17/8/2026).

Ia mengingatkan, Pembukaan UUD 1945 memberikan mandat mengenai kewajiban negara untuk melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Diktum tersebut perlu menjadi pedoman bagi penyelenggara negara maupun warga negara dalam menjalankan kehidupan kebangsaan.

Haedar juga menyoroti perjalanan Indonesia sejak era Orde Lama, Orde Baru hingga Reformasi. Setiap era memiliki corak pembangunan, capaian, dan persoalan masing-masing. Pengalaman tersebut perlu menjadi pelajaran agar Indonesia tidak kehilangan arah dalam menjalankan agenda pembangunan nasional.

Pada era Reformasi, demokratisasi berkembang sebagai koreksi terhadap sistem politik sebelumnya. Tantangannya, menurut Haedar, adalah memastikan pembangunan nasional tetap berkesinambungan dan tidak sepenuhnya bergantung pada visi-misi presiden yang berganti setiap periode.

“Agenda strategis yang harus dipastikan ialah bagaimana visi dan misi hasil politik elektoral melalui serangkaian program dan kebijakan nasional menjadi proses pembangunan yang berkelanjutan untuk terwujudnya tujuan nasional,” jelasnya.

Karena itu, setiap program dan kebijakan pemerintah perlu memiliki nilai strategis, tepat sasaran, serta berkaitan erat dengan tujuan nasional. Pembangunan tidak semestinya berhenti pada kepentingan jangka pendek atau kepentingan politik elektoral.

Kesadaran Bersama

Haedar menekankan perlunya kesadaran bersama di antara para pemegang mandat dan jabatan pemerintahan untuk berjalan searah dalam membawa Indonesia menuju cita-cita nasional.

Kekuasaan yang dijalankan eksekutif, legislatif, yudikatif, serta institusi negara lainnya perlu dibangun di atas prinsip demokrasi dan nilai-nilai Pancasila. Aspirasi, pandangan, dan suara rakyat juga harus menjadi bagian penting dalam mengawal kebijakan negara.

“Di sinilah pentingnya aspirasi, pandangan, dan suara rakyat mengawal setiap pelaksanaan kebijakan dan langkah penting eksekutif, legislatif, dan yudikatif serta lembaga pemerintahan lainnya,” tutur Haedar.

Keterbukaan institusi negara terhadap aspirasi publik, lanjutnya, menjadi kekuatan penting bagi Indonesia dalam mencapai tujuan nasional. Sebaliknya, kesenjangan antara penyelenggara negara dan aspirasi rakyat dapat memperberat perjalanan menuju cita-cita kebangsaan.

Haedar menyerukan kesadaran kolektif bahwa Indonesia merupakan milik bersama. Pemerintah dan seluruh komponen bangsa perlu berjalan bersama dalam mewujudkan tujuan nasional. “Jangan sampai atas nama mandat rakyat setiap pihak berjalan sendiri-sendiri dan merasa mampu sendiri,” tegasnya.

Menurut Haedar, agenda paling penting setelah 81 tahun Indonesia merdeka adalah menciptakan kemakmuran bagi seluruh rakyat dalam kerangka keadilan sosial. Agenda tersebut sejalan dengan kehendak politik untuk membangun kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Mereka yang memiliki kekuatan politik maupun ekonomi, katanya, perlu mengabdikan kekuatan tersebut bagi kepentingan bangsa. “Mereka yang memiliki kekuatan politik dan ekonomi mesti mau mengkhidmatkan diri sepenuhnya untuk mewujudkan keadilan sosial dan kemakmuran rakyat,” kata Haedar.

Haedar juga mengajak seluruh elemen bangsa merenungkan kembali makna kemerdekaan dengan melihat gagasan para pendiri bangsa. Salah satunya gagasan Soekarno dalam sidang BPUPKI mengenai negara yang dibangun bukan untuk kepentingan satu orang atau satu golongan, melainkan untuk semua.

Gagasan tersebut penting untuk terus dihayati agar tidak ada kekuatan tertentu yang mendominasi kehidupan berbangsa dan bernegara. “Jangan sampai ada kekuatan apa pun yang dominan dan menguasai Indonesia, sehingga negara dan bangsa tercinta ini kehilangan jiwa utamanya, yakni Indonesia milik bersama,” tegas Haedar.

Berita Terbaru

Pengkaderan Berkemajuan Tidak Harus Mahal

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pengkaderan Muhammadiyah yang berkemajuan tidak harus mahal. Hal itu diungkapkan Ketua Majelis Pembina Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo,...

Muhammadiyah Dorong Kesatuan Waktu Ibadah Lewat KHGT

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Gagasan penyatuan kalender Hijriah terus mengemuka dalam diskursus umat Islam global. Salah satu konsep yang kini dikembangkan adalah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebuah...

PP Muhammadiyah Tunjuk UMS Kembangkan Infrastruktur Geospasial Persyarikatan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menugaskan Biro Pengembangan Organisasi (BPO) untuk melaksanakan rapat koordinasi dengan Rektor dan Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)...

Prodi PAI UMS adakan Pelatihan Deep Learning untuk Guru ISMUBA Sekolah Muhammadiyah di Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam rangka mendukung pengembangan kompetensi guru di bidang teknologi, Majelis Pendidikan Kota Solo bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama...

Cetak Siswa Berpikir Komputasional, Pujiono Bekali Guru dengan Koding dan AI

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pujiono, narasumber sekaligus anggota Tim Fasilitator Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan penguasaan koding dan kecerdasan artifisial (AI) merupakan bekal penting bagi...

Rapat Pleno PWM Jateng 2025 di UMS Ulas Konsolidasi dan Peluang Pengembangan Program

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Rapat Pleno Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, (19/11/2025). Pertemuan digelar di Ruang Rapat Badan Pembina...

Sinergi UMS-MPKSDI PP Muhammadiyah, Kuatkan Kapasitas Instruktur dan Fasilitator Baitul Arqam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Coaching TIM Instruktur & Fasilitator Baitul Arqam UMS. Kegiatan yang digelar...

Agus Taufiqurahman Buka Bimtek Pembelajaran Koding dan AI Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam Koding dan Kecerdasan Artifisial, Rabu (12/11/2025) di Hotel Mercure Solo...

Rakornas MPKSDI di UMS Susun Gagasan Baru Sekolah Kader Muhammadiyah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rakornas dengan menggandeng Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai tuan rumah. Dalam Rakornas...

Mafindo-MPI PDM Solo Berkolaborasi Selenggarakan Pelatihan Cek Fakta

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) menggandeng Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Kota Solo menyelenggarakan Pelatihan Periksa Fakta, Storytelling dan Penggunaan AI,...

Majelis Tablig PDM Solo Kupas Gerakan Ilmu sebagai Wujud Islam Berkemajuan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo menyelenggarakan kajian internal bersama Korps Mubalig Muhammadiyah (KMM) pada Jumat (5/9/2025) malam. Kegiatan yang dihadiri 15 peserta...

FGM Boyolali Rapat Koordinasi Bahas Workshop Joyful Learning

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Forum Guru Muhammadiyah (FGM) Kabupaten Boyolali melaksanakan rapat koordinasi di SD Muhammadiyah PK Boyolali, Rabu, 3 September 2025. Rapat dipimpin Sekretaris FGM, Dwitya Nadia...