Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Majelis/Lembaga

Gelar FGD, MPI PDM Solo Hadirkan Kajian Sejarah Lewat Laporan “Langkah Baru”

Ahmad Muwaffiqul Choir, Editor: Sholahuddin
Minggu, 23 Agustus 2026 09:42 WIB
Gelar FGD, MPI PDM Solo Hadirkan Kajian Sejarah Lewat Laporan “Langkah Baru”
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Suasana Focus Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Redaksi Langkah Baru, Sabtu (22/8/2026), di SMP Muhammadiyah PK Kottabarat. [Dok. MPI].

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kota Solo sebagai pusat perkembangan monumental Muhammadiyah menjadi sorotan utama dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Majalah Langkah Baru, Sabtu (22/8/2026),  di SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat. Hasil FGD ini akan menjadi tema laporan utama Langkah Baru edisi November mendatang.

Pempinan Redaksi Majalah Langkah Baru, Sholahuddin, menerangkan bahwa Muhammadiyah Solo memiliki aset sejarah penting di Persyarikatan. Banyak kegiatan Muhammadiyah ataupun organisasi otonomnya yang berpusat di kota Solo.  “Seringkali kota Solo menjadi tuan rumah kegiatan Muhammadiyah dan ortomnya, seperti Muktamar Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah, Muktamar Nasyiatul Aisyiyah (NA) yang pertama saat menjadi ortom dan ke-15, serta deklarasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kottabarat,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa sejarah panjang Muhammadiyah Solo akan menjadi tema besar Majalah Langkah Baru PDM Solo, hal ini sejalan dengan arah gerak MPI Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah yang mulai fokus ke pada pembahasan sejarah-sejarah Muhammadiyah lokal.

“Kami akan menggarap sejarah lokal Muhammadiyah kota Solo, yang nantinya akan membentuk komunitas sejarawan, demi menyelamatkan aset-aset sejarah di kota Solo,” ujarnya.  FGD ini mengundang partisipan dari para sejarawan dan peminat sejarah di Muhammadiyah Solo. Narasumber pertama, Waskito Widi Wardojo, menyebutkan secara historis bahwa Muhammadiyah Solo pada masa kolonial pernah berdampak pada aspek ekonomi, Muhammadiyah menjalin hubungan baik dengan para pengusaha-pengusaha Muslim seperti Sarekat Islam (SI), Sarekat Dagang Islam (SDI).  Ia juga mengatakan bahwa Muhammadiyah Solo berperan aktif dalam pergerakan buruh. Namun, jelasnya,  pergerakan Muhammadiyah Solo dalam menyuarakan hak-hak buruh belum pernah dipublikasikan secara komprehensif.  “Muhammadiyah Solo memiliki tokoh Haji Misbach, seorang tokoh pejuang yang memiliki kecondongan dalam gerakan kiri,” ungkapnya.

Selain itu, kota Solo sendiri menjadi kota yang dipenuhi dengan keragaman pergerakan, terutama pergerakan dalam aspek politik dan ekonomi. Widi mengatakan bahwa keragaman pergerakan di Solo menjadi poin istimewa yang membedakan kota Solo dengan kota yang lain dalam sejarah Islam di Indonesia.  “Adanya SI dan SDI menjadi bukti bahwa kota Solo menjadi pusat perkumpulan pengusaha atau pedagang Muslim,” tambahnya.  Dengan keragaman pergerakan yang ada di Solo, Nurul Khawari menjelaskan bahwa Solo memiliki kecenderungan gerakan Islam yang progresif. Progresivitas gerakan Islam di Solo ditandai dengan berdirinya lembaga pendidikan Mambaul Ulum.

Ia juga menyinggung prinsip arah gerak Haji Misbah yang sering tidak diketahui banyak orang. Menurutnya, prinsip awal arah gerak Haji Misbah untuk memberantas kristenisasi yang dibawa oleh kolonial.  “Lewat pergerakan Haji Misbah, menunjukan bahwa Muhammadiyah tidak pernah menyatukan gerakan politik dan agama,” tuturnya.  Sementara itu, Mohamad Ali, menilai bahwa Muhammadiyah Solo ditinjau dari sejarah, lebih awal lahir dari Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jawa Tengah, sehingga Muhammadiyah di Solo menjadi episentrum pergerakan Muhammadiyah di Jawa Tengah.

Ia juga mengkategorikan alasan Muhammadiyah Solo memiliki peran strategis dalam perkembangan Muhammadiyah, di antaranya, yaitu:

  1. Gerakan Muhammadiyah Solo sangat disogkong oleh para pengusaha, sehingga aspek finansial di Muhammadiyah Solo sangat tercukupi
  2. Diaspora kader dan tokoh Muhammadiyah Solo di Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
  3. Muhammadiyah Solo memiliki Amal Usaha yang sangat banyak, terutama dalam bidang pendidikan

Melalui FGD tersebut, MPI PDM kota Solo terus berikhtiar untuk selalu menghadirkan dakwah bil qolam atau lewat tulisan. Dengan mengangkat tema sejarah Muhammadiyah Solo, MPI PDM kota Solo juga bertekad untuk menghidupkan kembali kajian-kajian sejarah Muhammadiyah sebagai bentuk memperkuat fondasi organisasi.

Rekomendasi Redaksi

Berita Terbaru

Haedar Nashir Serukan Kemakmuran Rakyat sebagai Agenda Utama Indonesia

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menegaskan Indonesia merupakan milik bersama seluruh rakyat. Seluruh penyelenggara negara dan komponen bangsa memiliki tanggung jawab...

Pengkaderan Berkemajuan Tidak Harus Mahal

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pengkaderan Muhammadiyah yang berkemajuan tidak harus mahal. Hal itu diungkapkan Ketua Majelis Pembina Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Solo,...

Muhammadiyah Dorong Kesatuan Waktu Ibadah Lewat KHGT

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Gagasan penyatuan kalender Hijriah terus mengemuka dalam diskursus umat Islam global. Salah satu konsep yang kini dikembangkan adalah Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT), sebuah...

PP Muhammadiyah Tunjuk UMS Kembangkan Infrastruktur Geospasial Persyarikatan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menugaskan Biro Pengembangan Organisasi (BPO) untuk melaksanakan rapat koordinasi dengan Rektor dan Badan Pembina Harian (BPH) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)...

Prodi PAI UMS adakan Pelatihan Deep Learning untuk Guru ISMUBA Sekolah Muhammadiyah di Solo

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Dalam rangka mendukung pengembangan kompetensi guru di bidang teknologi, Majelis Pendidikan Kota Solo bekerja sama dengan Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama...

Cetak Siswa Berpikir Komputasional, Pujiono Bekali Guru dengan Koding dan AI

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Pujiono, narasumber sekaligus anggota Tim Fasilitator Majelis Dikdasmen dan PNF Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menegaskan penguasaan koding dan kecerdasan artifisial (AI) merupakan bekal penting bagi...

Rapat Pleno PWM Jateng 2025 di UMS Ulas Konsolidasi dan Peluang Pengembangan Program

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Rapat Pleno Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah berlangsung di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Rabu, (19/11/2025). Pertemuan digelar di Ruang Rapat Badan Pembina...

Sinergi UMS-MPKSDI PP Muhammadiyah, Kuatkan Kapasitas Instruktur dan Fasilitator Baitul Arqam

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Lembaga Pengembangan Persyarikatan, Pengkaderan, dan Alumni (LP3A) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan kegiatan Coaching TIM Instruktur & Fasilitator Baitul Arqam UMS. Kegiatan yang digelar...

Agus Taufiqurahman Buka Bimtek Pembelajaran Koding dan AI Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembelajaran Mendalam Koding dan Kecerdasan Artifisial, Rabu (12/11/2025) di Hotel Mercure Solo...

Rakornas MPKSDI di UMS Susun Gagasan Baru Sekolah Kader Muhammadiyah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggelar Rakornas dengan menggandeng Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) sebagai tuan rumah. Dalam Rakornas...

Mafindo-MPI PDM Solo Berkolaborasi Selenggarakan Pelatihan Cek Fakta

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) menggandeng Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (MPI PDM) Kota Solo menyelenggarakan Pelatihan Periksa Fakta, Storytelling dan Penggunaan AI,...

Majelis Tablig PDM Solo Kupas Gerakan Ilmu sebagai Wujud Islam Berkemajuan

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo menyelenggarakan kajian internal bersama Korps Mubalig Muhammadiyah (KMM) pada Jumat (5/9/2025) malam. Kegiatan yang dihadiri 15 peserta...