
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Enam puluh tiga tahun bukanlah waktu yang singkat bagi sebuah lembaga pendidikan untuk terus bertahan, tumbuh, dan bergerak mengikuti perubahan zaman.
Di tengah dunia pendidikan yang semakin kompleks, SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan Solo memilih merayakan perjalanan panjang itu bukan sekadar dengan seremoni, melainkan dengan meneguhkan kembali pesan utama pendidikan yakni membangun generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan sekaligus kokoh dalam akhlak dan budi pekerti.
Perayaan Milad ke-63 SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan ditandai dengan serangkaian kegiatan yang memadukan agenda seremonial, akademik, dan penguatan nilai-nilai keislaman. Salah satu kegiatan yang menjadi bagian penting dari rangkaian tersebut adalah parenting Islami, yang menghadirkan Soleh Amini Yahman, dosen Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).
Kegiatan berlangsung pada Sabtu, 2 Agustus 2026, di gedung utama SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan, Jalan KH Agus Salim, Laweyan, Solo. Hadir dalam kegiatan tersebut Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Mangkuyudan serta segenap pengurus PRM Mangkuyudan Laweyan.
63 Tahun Menjaga Cita-Cita Pendiri
Ketua Komite Sekolah, Ngatono, dalam sambutan singkatnya menegaskan bahwa perjalanan 63 tahun telah membawa SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan semakin dekat dengan impian awal untuk menjadi pusat pendidikan yang mengedepankan akhlak, budi pekerti, dan sains. Perjalanan enam dekade lebih ini menjadi momentum bagi sekolah untuk menengok kembali cita-cita yang pernah ditanamkan para pendirinya.
Menurutnya, usia panjang bukan alasan untuk berhenti berbenah. Justru, semakin panjang perjalanan sebuah lembaga pendidikan, semakin besar pula tanggung jawab untuk memastikan agar nilai-nilai yang diwariskan para pendiri tetap hidup dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Ngatono mengajak seluruh elemen sekolah dan masyarakat untuk tidak lelah memberikan kontribusi terbaik bagi pengembangan sekolah. Langkah tersebut, menurutnya, penting agar SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memiliki fondasi keislaman yang kuat. Semangat itu dirangkum dalam ajakannya untuk terus bergerak dan terus melangkah dalam kebaikan.
Ketika Teknologi Menjadi “Anggota Keluarga” Baru
Pesan tentang pendidikan yang adaptif terhadap perubahan zaman dan kemudian menemukan relevansinya dalam kegiatan parenting Islami disampaikan oelah narasumber Soleh Amini Yahman. Dengan tema “Menjadi Orang Tua Cerdas di Era Digital”, Soleh Amini mengajak para orang tua melihat perubahan teknologi bukan sekadar sebagai persoalan penggunaan telepon pintar, internet, atau media sosial.
Menurutnya, dunia saat ini telah berubah dengan kecepatan perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Keluarga modern kini menghadapi kehadiran satu “anggota keluarga” baru yang tidak kasatmata, tetapi memiliki pengaruh sangat besar yakni teknologi.
Teknologi telah masuk ke hampir seluruh ruang kehidupan keluarga. Ia hadir dalam cara anak belajar, bermain, berkomunikasi, mencari informasi, membangun pertemanan, bahkan dalam cara anak mengenali dirinya sendiri dan memahami lingkungan sosialnya.
Karena itu, menurut Soleh Amini, memahami pendidikan anak di era digital tidak cukup hanya dengan memberikan nasihat agar anak tidak terlalu sering menggunakan gawai. Orang tua perlu memahami terlebih dahulu lingkungan digital tempat anak tumbuh sekaligus memahami kembali fondasi pengasuhan yang tepat.
Era digital, jelasnya, merupakan masa ketika teknologi informasi dan komunikasi menjadi bagian sentral dari interaksi manusia. Persoalannya bukan sekadar apakah seorang anak memiliki smartphone atau mengakses internet, melainkan bagaimana teknologi telah membentuk sebuah ekosistem kehidupan yang membuat batas antara dunia fisik dan dunia virtual semakin kabur.
Anak Adalah Digital Natives, Orang Tua Harus Beradaptasi
Salah satu persoalan mendasar dalam pengasuhan modern adalah adanya perbedaan pengalaman antara orang tua dan anak dalam berhadapan dengan teknologi. Anak-anak yang lahir dan tumbuh pada era digital merupakan digital natives.
Bagi mereka, teknologi bukan lagi sesuatu yang asing atau sekadar perangkat canggih yang harus dipelajari. Teknologi telah menjadi bagian dari lingkungan alami kehidupan mereka. Sebaliknya, banyak orang tua merupakan digital immigrants, yakni generasi yang mengenal dan mempelajari teknologi digital setelah mereka dewasa.
Perbedaan pengalaman tersebut dapat menciptakan jarak dalam proses pengasuhan. Anak mungkin jauh lebih cepat memahami aplikasi, media sosial, permainan digital, maupun berbagai platform internet dibandingkan orang tuanya. Dalam kondisi seperti itu, orang tua tidak cukup hanya melarang atau membatasi. “Orang tua harus mulai belajar beradaptasi dengan dunia digital. Itu harus,” tegas Soleh Amini dalam paparannya.
Di titik inilah konsep digital parenting menjadi penting. Pengasuhan tidak lagi cukup dilakukan hanya dengan memahami kebutuhan anak di dunia nyata, tetapi juga membutuhkan kemampuan orang tua untuk memahami kehidupan anak di ruang digital.
Dengan demikian, menjadi orang tua cerdas di era digital bukan berarti harus menguasai seluruh teknologi yang digunakan anak. Yang lebih penting adalah membangun kemampuan untuk mendampingi, memahami, mengarahkan, dan memastikan teknologi tetap menjadi sarana yang mendukung tumbuh kembang anak, bukan sebaliknya.
Pendidikan yang Tidak Hanya Berbicara di Ruang Kelas
Rangkaian Milad ke-63 SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan tidak berhenti pada kegiatan parenting. Nuansa pendidikan yang memadukan kemampuan akademik, spiritualitas, seni, dan karakter juga tampak dalam berbagai penampilan siswa.
Para siswa dan siswi menampilkan khataman Al-Qur’an, gerak lagu dan tari, serta pencak silat Tapak Suci. Berbagai penampilan tersebut menjadi gambaran bahwa pendidikan anak tidak hanya dibangun melalui pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga melalui pengalaman, ekspresi seni, kegiatan keagamaan, olahraga, dan pembentukan karakter.
Khataman Al-Qur’an merepresentasikan penguatan nilai spiritual dan keislaman. Gerak, lagu, dan tari memberi ruang bagi ekspresi seni dan kreativitas anak. Sementara pencak silat Tapak Suci menjadi bagian dari pembentukan kedisiplinan, keberanian, dan karakter.
Keseluruhan rangkaian tersebut memperlihatkan wajah pendidikan yang ingin dibangun SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan yaitu pendidikan yang tidak mempertentangkan antara ilmu pengetahuan dan akhlak, tetapi berusaha mempertemukan keduanya dalam proses tumbuh kembang peserta didik.
Milad sebagai Momentum Melangkah Lebih Jauh
Milad ke-63 akhirnya bukan sekadar penanda bertambahnya usia sekolah. Ia menjadi momentum refleksi tentang bagaimana sebuah lembaga pendidikan harus terus menjaga warisan nilai sekaligus membaca perubahan zaman.
Cita-cita untuk menjadi pusat pendidikan akhlak, budi pekerti, dan sains menghadapi tantangan baru yang tidak sederhana. Anak-anak hari ini tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dari generasi sebelumnya. Mereka tidak hanya berhadapan dengan guru, orang tua, buku, dan lingkungan sosial secara langsung, tetapi juga dengan dunia digital yang hadir hampir tanpa batas.
Karena itu, sekolah dan keluarga membutuhkan langkah bersama. Pendidikan tidak dapat hanya dibebankan kepada sekolah, sebagaimana pengasuhan tidak mungkin sepenuhnya diserahkan kepada orang tua. Keduanya harus menjadi mitra dalam menciptakan lingkungan tumbuh yang sehat, aman, bermakna, dan tetap berakar pada nilai-nilai keislaman.
Di usia ke-63, SD Muhammadiyah 11 Mangkuyudan tampaknya ingin menegaskan kembali pesan tersebut: pendidikan adalah perjalanan panjang yang tidak boleh berhenti pada pencapaian akademik, tetapi harus berujung pada lahirnya manusia yang berilmu, berakhlak, berkarakter, dan mampu menghadapi zamannya. Dan perjalanan itu masih panjang. Maka, sebagaimana pesan yang mengemuka dalam peringatan milad tersebut: terus bergerak, terus melangkah dalam kebaikan.
UMS Apresiasi Mahasiswa dari 41 Negara Lewat International Student Award 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memberikan apresiasi kepada mahasiswa internasional melalui International Student Award 2026 bertajuk Recognizing Outstanding Achievement, Contribution, and Excellence di...
Pengurus Lazismu Pakistan Ikuti Penguatan Tata Kelola Bersama UMS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat jejaring internasional melalui pengembangan tata kelola lembaga filantropi Muhammadiyah. Kali ini, Wakil Dekan III Fakultas Agama...
Disertasi Doktor UMS Tawarkan Model Bi-Rahmah sebagai Solusi Pencegahan Bullying
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melahirkan riset yang berorientasi pada penyelesaian persoalan pendidikan. Siti Rahmawati resmi meraih gelar Doktor Pendidikan Agama Islam...
Pustakawan UMS Presentasikan Inovasi IMAM di University Malaya Malaysia
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – UPT Perpustakaan dan Layanan Digital Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengikuti studi banding ke Malaysia yang diselenggarakan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI)...
Pengabdian Masyarakat, Program Studi Profesi Psikolog UMS Tingkatkan Literasi Kesehatan Mental Siswa SMP
KARTASURA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan psikoedukasi bertema kesehatan mental bagi siswa baru...
Program Profesi Psikolog UMS Sampaikan Psikoedukasi di SMP Muhammadiyah 1 Kartasura
KARTASURA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melaksanakan pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan psikoedukasi bertema “Membangun Muhjitos Team yang...
Mahasiswa UMS Gagas Gerakan Udara Bersih untuk Pelajar lewat GerakDampak Academy
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Abi Umaroh, mahasiswa Magister Ilmu Hukum (MIH) Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP)...
UMS Nilai Penguatan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Nasional
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada 2026 dinilai berpotensi menghambat upaya peningkatan budaya literasi di Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan...
Mahasiswa Geografi UMS Gagas Program Mengajar Desa di Karanganyar
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggagas program Pengabdian Mengajar Desa di Desa Segorogunung, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan yang...
Mahasiswa UMS Bentuk Lembaga Ibu Sigap, Dorong Desa Blimbing Mandiri Cegah Stunting
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membentuk Lembaga Ibu Sigap di...
UMS Kenalkan Teknologi Tepat Guna, Dongrak Produktivitas Batik Desa Wisata Jarum
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong penguatan industri kreatif berbasis masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna bagi perajin batik di Desa Wisata...
UMS Perkuat Kesejahteraan Pegawai lewat BPJS, Dakes, dan Layanan Konseling
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat layanan bagi dosen dan tenaga kependidikan melalui peningkatan program kesejahteraan, layanan kesehatan, hingga dukungan kesehatan mental....






