Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Ortom

Dosen FKIP UMS Bandingkan KKN dan Service Learning lewat Riset di Singapura

Maysali, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 1 Juli 2026 16:15 WIB
Dosen FKIP UMS Bandingkan KKN dan Service Learning lewat Riset di Singapura
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Obby Taufik Hidayat, menyelesaikan program international fieldwork selama enam pekan di Community Leadership and Social Innovation Centre (CLASIC), Singapore Institute of Technology. Program tersebut berlangsung pada 12 Mei–16 Juni 2026. (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Obby Taufik Hidayat, menyelesaikan program international fieldwork selama enam pekan di Community Leadership and Social Innovation Centre (CLASIC), Singapore Institute of Technology. Program tersebut berlangsung pada 12 Mei–16 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari penelitian komparatif berjudul Implementasi Pembelajaran Berbasis Pelayanan (Service Learning) di Perguruan Tinggi di Indonesia dan Singapura. Penelitian tersebut bertujuan membandingkan praktik service learning, community engagement, dan inisiatif inovasi sosial di perguruan tinggi kedua negara.

Riset Obby memperoleh pendanaan internasional dari Sylff Research Grant (SRG) 2026, dukungan hibah Riset Kerja Sama Internasional (RKI) dari UMS, serta fasilitas penelitian dari SIT selama masa fieldwork. Selama di Singapura, Obby berkolaborasi dengan CLASIC di bawah bimbingan Intan Azura Mokhtar selaku direktur CLASIC SIT.

Ia melakukan wawancara semi-terstruktur dengan pimpinan dan staf CLASIC serta sejumlah mahasiswa SIT yang terlibat dalam Social Innovation Project (SIP). Selain itu, ia juga melakukan observasi dan analisis dokumen untuk memahami ekosistem pembelajaran berbasis pengalaman di masyarakat.

Menurut Obby, CLASIC SIT memandang SIP sebagai pedagogi inovatif yang memiliki karakter serupa dengan service learning. Sementara di Indonesia, pendekatan serupa umumnya dikenal melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Fieldwork internasional ini memperkaya pemahaman saya tentang pembelajaran berbasis pelayanan dan inovasi sosial. Selain mengumpulkan data penelitian, saya juga mendapat peluang berharga untuk bertukar ide, belajar dari praktik terbaik internasional, dan membangun jejaring akademik yang bermakna,” katanya, Rabu (1/7/2026).

Selama sekitar 40 hari di Singapura, Obby mempelajari bagaimana mahasiswa SIT menjalankan pembelajaran berbasis masyarakat yang mirip dengan KKN, tetapi dengan pendekatan berbeda. SIP disebut sebagai beyond service learning karena mahasiswa dituntut menghadirkan solusi konkret atas persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Mahasiswa tidak hanya datang ke masyarakat untuk melakukan pengabdian, tetapi mereka juga harus menghadirkan solusi nyata terhadap persoalan yang ada,” ujarnya.

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Obby Taufik Hidayat, menyelesaikan program international fieldwork selama enam pekan di Community Leadership and Social Innovation Centre (CLASIC), Singapore Institute of Technology. Program tersebut berlangsung pada 12 Mei–16 Juni 2026.

Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Obby Taufik Hidayat, menyelesaikan program international fieldwork selama enam pekan di Community Leadership and Social Innovation Centre (CLASIC), Singapore Institute of Technology. Program tersebut berlangsung pada 12 Mei–16 Juni 2026. (Humas)

Melalui SIP, mahasiswa dituntut mengidentifikasi masalah, melakukan analisis kebutuhan, hingga menghasilkan inovasi yang bisa diterapkan langsung. Salah satu contoh yang ditemui Obby adalah pengembangan kursi roda yang dirancang lebih efektif untuk membantu lansia menggunakan transportasi publik. Ada pula proyek aplikasi digital untuk mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai sekaligus mendukung proses daur ulang sampah.

Menurutnya, perbedaan mencolok lainnya terletak pada durasi persiapan. Jika KKN di Indonesia umumnya berlangsung sekitar satu bulan, mahasiswa SIT dapat menjalani proses hingga satu tahun karena harus memahami kondisi masyarakat secara mendalam sebelum terjun ke lapangan.

“Mereka tidak langsung ditempatkan di lokasi. Mahasiswa diberi waktu berbulan-bulan untuk mengenali profil masyarakat, mengidentifikasi masalah, dan memahami kebutuhan mereka. Jadi saat datang, kehadiran mahasiswa benar-benar memberi dampak,” jelasnya.

Obby menilai temuan tersebut dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengembangan pembelajaran berbasis pengalaman di perguruan tinggi Indonesia. Menurutnya, KKN telah memberi manfaat besar, tetapi masih memiliki ruang penguatan, terutama dalam aspek identifikasi masalah, pengembangan solusi berbasis keilmuan, pemberdayaan masyarakat, dan luaran proyek yang lebih aplikatif.

Selain penelitian, Obby juga menjadi narasumber dalam guest lecture di SIT. Pada kesempatan itu, ia memaparkan praktik pembelajaran berbasis pengalaman di Indonesia, khususnya konsep service learning yang diterapkan di perguruan tinggi.

Diskusi tersebut membuka ruang pertukaran gagasan antara kedua institusi. Sejumlah mahasiswa SIT menunjukkan ketertarikan untuk mengenal lebih jauh pembelajaran berbasis masyarakat di Indonesia sekaligus menjajaki peluang kolaborasi dengan UMS.

Kunjungan tersebut juga dimanfaatkan Obby untuk menginisiasi kerja sama antara FKIP UMS dan CLASIC SIT. Menurutnya, pihak CLASIC menyambut positif peluang kolaborasi tersebut. “Harapannya, kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar diwujudkan dalam bentuk kegiatan nyata, seperti pertukaran mahasiswa, kolaborasi penelitian, maupun proyek sosial bersama,” ungkapnya.

Obby menilai kolaborasi internasional menjadi langkah strategis untuk memperluas jejaring akademik UMS sekaligus memberikan pengalaman belajar global bagi mahasiswa. “Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman internasional secara langsung. Dengan berinteraksi bersama akademisi dan masyarakat dari negara lain, mereka akan memperoleh perspektif baru yang dapat memperkaya proses pembelajaran,” katanya.

Berita Terbaru

Pengurus Baru KM3 DPD IMM Jateng Dilantik, Fokus Rekonstruksi Arah Dakwah

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Korps Mubaligh Mahasiswa Muhammadiyah (KM3) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah resmi melantik pengurus baru periode 2026–2028 di...

Sekolah Gender DPD IMM Jateng Dorong Kader Perempuan Aktif di Ruang Publik

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Bidang IMMawati Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah menggelar Sekolah Gender, Politik, dan Demokrasi di Hotel Laras Asri,...

Ustaz Dwi Jatmiko: Setiap Manusia Beriman Pasti Pernah Terluka

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Ustaz Dwi Jatmiko menyampaikan materi “Hati Bercahaya Melepas luka, Mengobati Hati” saat mengisi Kuliah Subuh Muhammadiyah Gajahan, Kota Solo, di TK ABA, Patang Puluhan,...

Awalussanah MIM Digdaya Bolon, Wakil Dekan FKIP UMS Tekankan Adab Lebih dari Sekadar Prestasi

KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Wakil Dekan I Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Dr. Miftakhul Huda, hadir sebagai keynote speaker dalam Awalussanah...

Inovasi SafeTKI Antar Mahasiswa UMS Raih Silver Medal JDIE 2026 di Jepang

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali mengukir prestasi di tingkat internasional. Tim mahasiswa UMS meraih Silver Medal pada ajang Japan Design, Idea, &...

Prodi Ilmu Komunikasi UMS Perluas Jejaring Internasional hingga Afrika Selatan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring internasional melalui penandatanganan nota kesepahaman dengan University...

Sambut Tahun Pelajaran Baru, SMP Muliska Perkuat Profesionalisme Guru

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Muliska) menggelar Workshop Pembelajaran sebagai bagian dari persiapan menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027, Rabu (8/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di...

Pandangan Muhammadiyah tentang Tahlilan dan Esensi Takziah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Perbincangan mengenai tradisi tahlilan kembali mencuat setelah sejumlah unggahan di media sosial menampilkan keluhan keluarga yang sedang berduka karena merasa terbebani menyediakan...

Kader IMM Didorong Jadi Pemimpin Transformasi Ekologis

SALATIGA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Krisis ekologis bukan sekadar persoalan lingkungan, tetapi berakar pada cara pandang manusia terhadap alam. Karena itu, kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) didorong...

Benchmarking ke Kampus Malaysia UKM, Rektor UMS Perkuat Kolaborasi Internasional

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat daya saing global melalui pengembangan jejaring internasional. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan benchmarking Rektor...

BURT DPR RI Apresiasi Layanan Personalized Treatment RS PKU Muhammadiyah Surakarta

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — RS PKU Muhammadiyah Surakarta menerima kunjungan kerja Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR RI untuk meninjau pelayanan kesehatan bagi peserta Program Jamkestama...

Berbagi di Australia, Dosen UMS Soroti Pentingnya Aksi Lokal Berbasis Pengetahuan Global

SURAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Dosen Program Studi Pendidikan Teknik Informatika Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Hardika Dwi Hermawan, menjadi pembicara dalam forum diskusi bertajuk From Global Insight...