Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Umum

Prof. Zakiyuddin Baidhawy: Budaya Pengajian sebagai Motor Peradaban Muhammadiyah

Tim Redaksi, Editor: Sholahuddin
Minggu, 30 November 2025 20:17 WIB
Prof. Zakiyuddin Baidhawy: Budaya Pengajian sebagai Motor Peradaban Muhammadiyah
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Prof. Zakiyuddin Baidhawy (tengah) bersama tokoh Muhammadiyah Boyolali. [Istimewa].

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Semarak Milad ke-113 Muhammadiyah di RS PKU Aisyiyah Boyolali, Sabtu (29/11/2025), menghadirkan tausiyah inspiratif dari Prof. Zakiyuddin Baidhawy, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah sekaligus Rektor UIN Salatiga. Dalam ceramahnya, ia menegaskan bahwa karakter utama warga Muhammadiyah adalah memberi untuk kehidupan, bukan untuk kematian.

“Orang Muhammadiyah itu sedekah untuk kehidupan, bukan untuk kematian. Warga Muhammadiyah seperti kunang-kunang: jumlahnya sedikit di banyak tempat, tetapi sinarnya menerangi kehidupan. Sekolah jadi, perguruan tinggi jadi, rumah sakit jadi, masjid juga jadi. Inilah orientasi hidup yang membuat amal usaha Muhammadiyah tumbuh di mana-mana,” ujar Prof. Zakiyuddin dalam kegiatan bertema “Etika Muhammadiyah Strategis dan Spirit Peradaban”.

Siaran pers yang diterima Muhammadiyahsolo.com, Minggu (30/11/2025),  menyebutkan acara yang digelar di Aula H. Jalal Sayuti tersebut merupakan kolaborasi LKKS Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali, Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Boyolali, dan RS PKU Aisyiyah Boyolali. Pimpinan Muhammadiyah–Aisyiyah, ketua majelis/lembaga, ortom, dan jajaran rumah sakit turut hadir meramaikan kegiatan.

Kekuatan Muhammadiyah pada Pengajian

Dalam ceramahnya yang panjang dan mendalam, Prof. Zakiyuddin menegaskan bahwa pusat kekuatan Muhammadiyah ada pada budaya pengajian. Menurutnya, dalam tradisi Jawa dikenal istilah kumpul–kembul–tukul: berkumpul, berinteraksi, lalu memunculkan gagasan pembangunan.

“Jangan meremehkan pengajian. Banyak amal usaha Muhammadiyah bermula dari pertemuan kecil, dari obrolan sederhana tentang kebaikan. Dari situlah peradaban Muhammadiyah dibangun. Pikiran Muhammadiyah itu besar, tetapi langkahnya dimulai dari yang kecil: jamaah dan pengajian,” ungkapnya.  Ia menilai tema milad “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” sangat sejalan dengan Pembukaan UUD 1945. Semangat itu, katanya, sudah dicontohkan oleh ulama-ulama klasik.

“Imam Syafi’i dan Ibnu Hajar menekankan pengulangan ilmu untuk membentuk karakter. Itulah yang dilakukan Kiai Ahmad Dahlan ketika mengajarkan Surah Al-Ma’un selama hampir empat bulan. Tujuannya satu: agar ayat itu hidup sebagai tindakan nyata — merawat fakir miskin, menyantuni yatim, dan menjaga kaum lemah,” jelasnya.

Dari Al-Ma’un inilah Prof. Zakiyuddin menekankan nilai dasar warga Muhammadiyah. “Inti dakwah Al-Ma’un adalah caring and sharing: peduli dan berbagi. Karena itu warga Muhammadiyah memberi bukan untuk kematian, tetapi untuk kehidupan: membangun sekolah, rumah sakit, panti, dan layanan sosial yang menyelamatkan manusia.”

Aktivis Aisyiyah Boyolali berfoto bersama Prof. Prof. Zakiyuddin Baidhawy. [Istimewa].

Prof. Zakiyuddin juga menyoroti bahwa banyak rumah sakit Muhammadiyah berdiri berkat patungan warga. Rumah sakit Muhammadiyah banyak berdiri dari sertifikat tanah para warga. Bukan karena punya kekayaan besar, tetapi karena keberanian moral, kepedulian, dan keyakinan bahwa ibadah harus diwujudkan dalam kontribusi nyata.

Direktur RS PKU Aisyiyah Boyolali, Zahrosofi Ahmadah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaannya yang menjadikan RS PKU Aisyiyah Boyolali sebagai tuan rumah silaturahmi warga Muhammadiyah. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi agenda rutin dan memperkuat semangat bermuhammadiyah di lingkungan rumah sakit.

Sementara itu,  Ketua PDM Boyolali, Ali Muhson, mengajak seluruh warga terus menghidupkan kajian Islam di semua lapisan. “Ngaji di Muhammadiyah itu harus mencerdaskan. Majelis-majelis harus berperan sesuai bidangnya — ekonomi, hukum, pendidikan — untuk menciptakan masyarakat tercerahkan,” tegasnya.

Kegiatan milad ini diharapkan menjadi momentum memperkokoh komitmen warga Muhammadiyah dalam merawat tradisi pengajian, memperluas amal usaha, dan menghidupkan nilai Al-Ma’un melalui tindakan nyata

Berita Terbaru

Ustaz Dwi Jatmiko: Lima Fase Manusia, Momentum Memperbanyak Bekal Takwa

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Tema tentang lima fase manusia dan momentum perbanyak bekal takwa menjadi tema ceramah yang disampaikan Ustaz Dwi Jatmiko pada acara pengajian Subuh Barokah di...

BikersMu Sleman Rayakan Milad Ke-1 dengan Aksi Sosial dan Dakwah di Jalanan

KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – BikersMu Chapter Sleman memperingati milad pertama dengan menggelar touring dakwah yang dipadukan dengan bakti sosial, layanan kesehatan gratis, dan pengajian di kawasan...

Guru Besar UMS: Investasi Rp1.010 T Buktikan RI Masih jadi Magnet Investasi

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Realisasi investasi Indonesia pada semester I 2026 yang mencapai Rp1.010,6 triliun dinilai menjadi sinyal positif terhadap daya saing nasional di tengah dinamika...

PP Muhammadiyah Restui KucingMu, Siapkan Langkah Menuju Klinik hingga Rumah Sakit Hewan

YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Komunitas Kucing Muhammadiyah (KucingMu) yang sempat viral setelah meluncurkan Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM) khusus kucing kini mendapat dukungan dari Pimpinan Pusat...

Hari Anak Nasional 2026, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Penuhi Hak Anak

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Peringatan Hari Anak Nasional yang jatuh setiap 23 Juli menjadi momentum bagi keluarga dan masyarakat untuk memastikan terpenuhinya hak-hak anak. Guru Besar...

Dosen UMS Ungkap Fakta Baru Manuskrip Al-Qur’an Keraton Surakarta Berusia Lebih dari 200 Tahun

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Dosen Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Ainur Rhain, bersama tim peneliti mengungkap temuan baru mengenai manuskrip...

Delegasi Belanda Apresiasi Model Perdamaian Lintas Iman Muhammadiyah Berbasis Aksi Lingkungan

JAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pendekatan Muhammadiyah dalam membangun perdamaian melalui aksi lingkungan lintas iman mendapat apresiasi dari Delegasi Kedutaan Besar Kerajaan Belanda. Pendekatan tersebut dinilai mampu...

Gelombang Panas Global Kian Ekstrem, Guru Besar UMS Soroti Pentingnya Adaptasi Iklim

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Gelombang panas ekstrem yang melanda sejumlah negara di Eropa dalam beberapa pekan terakhir kembali memunculkan kekhawatiran terhadap dampak perubahan iklim. Suhu yang...

Menang di Trofeo Wonorejo Cup, Doskar UMS FC Bawa Pulang Gelar Juara

SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) turut ambil bagian dalam pertandingan eksibisi Wonorejo Cup IV bertajuk “Piala Bersama 2026” melalui tim sepak bola Doskar...

PDM Boyolali Lantik Pengurus BikersMu, Perkuat Dakwah lewat Komunitas Otomotif

BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM — Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Boyolali resmi melantik Pengurus BikersMu Chapter Boyolali periode 2026–2028 pada Selasa (16/6/2026). Pelantikan yang digelar di Dukuh Kemel,...

Muhammadiyah Pandang Malam Satu Suro sebagai Budaya, Tauhid Tetap Utama

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Muhammadiyah memandang tradisi Malam Satu Suro sebagai bagian dari kebudayaan masyarakat Jawa yang lahir dari proses sosial dan sejarah. Namun, tradisi tersebut...

Pertamax Naik ke Rp16.250, Pengamat UMS Soroti Beban Kelas Menengah

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Kenaikan harga Pertamax dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Isu yang ramai dibicarakan mulai dari ancaman inflasi...