
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan materi ketiga dalam rangkaian Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Fungsionaris Ormawa yang bertempat di Hotel Syariah Lorin Solo.
Materi ini mengangkat tema “Manajemen Konflik Organisasi” sebagai forum penguatan kapasitas kepemimpinan dan tata kelola organisasi mahasiswa di tingkat universitas maupun fakultas. Kegiatan ini dihadiri mahasiswa aktivis Ormawa UMS yang terdiri atas pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa, serta Unit Kegiatan Mahasiswa baik di tingkat universitas maupun fakultas.
Meskipun secara umum memiliki format pelatihan seperti LKMM pada umumnya, materi ketiga ini memiliki kekhasan karena secara khusus membahas dinamika konflik dalam organisasi dan strategi penyelesaiannya secara profesional dan konstruktif.
Nur Aklis, Wakil Dekan I Bidang Pendidikan dan Kemahasiswaan Fakultas Teknik UMS, menegaskan konflik merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dalam organisasi. Menurutnya, konflik bukan selalu sesuatu yang buruk, melainkan bersifat netral dan dapat menjadi destruktif atau konstruktif tergantung pada cara pengelolaannya.
Dinamika Organisasi Sehat
Ia menjelaskan paradigma modern konflik yang menempatkan konflik sebagai tanda dinamika organisasi yang sehat apabila dikelola dengan baik. Materi disampaikan dengan mengulas anatomi konflik, mulai dari isu permukaan hingga akar terdalam seperti kepentingan, kebutuhan dasar, nilai, hingga identitas dan relasi.
“Selain itu, peserta juga diperkenalkan pada tahapan eskalasi konflik menurut Louis R. Pondy serta lima gaya penyelesaian konflik berdasarkan Thomas-Kilmann Conflict Mode Instrument (TKI), yaitu competing, collaborating, compromising, avoiding, dan accommodating,” ungkapnya, Jumat, (13/2/2026).
Pelaksanaan materi berlangsung melalui pemaparan konseptual, studi kasus organisasi mahasiswa, serta simulasi pendekatan mediasi. Nur Aklis menekankan pentingnya membedakan antara task conflict yang dapat memunculkan inovasi dengan relationship conflict yang berpotensi merusak tim. Peserta juga dibekali teknik mediasi seperti active listening, reframing, identifikasi kepentingan berbasis kebutuhan, hingga penyusunan kesepakatan bersama dengan pendekatan win-win solution.
Dalam sesi tanya jawab, salah satu mahasiswa menanyakan bagaimana sikap pemimpin ketika menghadapi kondisi organisasi yang memiliki latar belakang beragam, komunikasi yang tidak efektif, serta adanya pengurus internal yang membawa permasalahan pribadi namun mengatasnamakan organisasi.

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan materi ketiga dalam rangkaian Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa (LKMM) Fungsionaris Ormawa yang bertempat di Hotel Syariah Lorin Solo. (Humas)
Menanggapi hal tersebut, Nur Aklis menjelaskan pemimpin harus mampu mengidentifikasi terlebih dahulu apakah konflik tersebut bersifat personal atau struktural. Pemimpin tidak boleh langsung menggunakan pendekatan bersaing (competing), melainkan perlu mengedepankan gaya collaborating dengan kecerdasan emosional.
Ia menekankan pentingnya dialog personal untuk memisahkan persoalan individu dari kepentingan organisasi. Pemimpin harus tegas dalam menjaga profesionalitas, namun tetap kooperatif dalam membangun komunikasi.
Permasalahan pribadi perlu diselesaikan secara terpisah melalui pendekatan empatik, sedangkan keputusan organisasi harus tetap berbasis pada kepentingan bersama, transparansi, serta aturan yang telah disepakati. Dengan demikian, konflik tidak berkembang menjadi ‘relationship conflict’ yang destruktif.
Kegiatan ini dilaksanakan karena tingginya kompleksitas dinamika organisasi mahasiswa yang melibatkan perbedaan latar belakang, perspektif, serta kepentingan. Kemampuan mengelola konflik menjadi kompetensi penting bagi fungsionaris Ormawa agar organisasi tetap produktif, harmonis, dan berorientasi pada tujuan bersama.
Melalui materi ini, mahasiswa UMS diajak untuk tidak menghindari konflik, melainkan mengelolanya secara dewasa dan profesional. Aktivis Ormawa diharapkan mampu menjadi pemimpin yang tegas, kolaboratif, serta berintegritas dalam membangun budaya organisasi yang sehat dan berdaya saing.
Mahasiswa UMS Gagas Gerakan Udara Bersih untuk Pelajar lewat GerakDampak Academy
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Abi Umaroh, mahasiswa Magister Ilmu Hukum (MIH) Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP)...
UMS Nilai Penguatan Literasi Harus Jadi Prioritas Pembangunan Nasional
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) pada 2026 dinilai berpotensi menghambat upaya peningkatan budaya literasi di Indonesia yang dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan...
Mahasiswa Geografi UMS Gagas Program Mengajar Desa di Karanganyar
KARANGANYAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Program Studi Geografi Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggagas program Pengabdian Mengajar Desa di Desa Segorogunung, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan yang...
Mahasiswa UMS Bentuk Lembaga Ibu Sigap, Dorong Desa Blimbing Mandiri Cegah Stunting
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membentuk Lembaga Ibu Sigap di...
UMS Kenalkan Teknologi Tepat Guna, Dongrak Produktivitas Batik Desa Wisata Jarum
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong penguatan industri kreatif berbasis masyarakat melalui penerapan teknologi tepat guna bagi perajin batik di Desa Wisata...
UMS Perkuat Kesejahteraan Pegawai lewat BPJS, Dakes, dan Layanan Konseling
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat layanan bagi dosen dan tenaga kependidikan melalui peningkatan program kesejahteraan, layanan kesehatan, hingga dukungan kesehatan mental....
UMS Dampingi Desa Wisata Jarum Kembangkan Produk Ecoprint Berdaya Saing
KLATEN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal. Salah satunya diwujudkan lewat pelatihan kewirausahaan, penamaan...
Pendaftar PMB UMS 2026 Meningkat, Persaingan Masuk Kampus Kian Ketat
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Minat masyarakat melanjutkan studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus meningkat. Hingga Senin (27/7/2026) pukul 14.00 WIB, jumlah pendaftar Penerimaan Mahasiswa Baru...
FT UMS Kenalkan Industri Batik Ramah Lingkungan kepada Mahasiswa Internasional
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada mahasiswa internasional melalui kegiatan field study membatik di Batik MY,...
Dosen PAI UMS Raih Penghargaan Publikasi Internasional Terbaik di AICIRE 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sivitas academica Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Dosen Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Agama Islam (FAI) UMS,...
Atlet UMS Sumbang Emas untuk Indonesia di Kejuaraan Asia Pencak Silat 2026
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Atlet Tapak Suci UMS, Kirana Tias Savira, berhasil mempersembahkan medali emas...
Lantik 79 Dokter Baru, FK UMS Tekankan Profesionalisme dan Pengabdian
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali melantik dan mengambil sumpah 79 dokter baru Angkatan LIX Tahun 2026 dalam prosesi di...






