
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menargetkan akselerasi percepatan perguruan tinggi agar lebih adaptif, inovatif, berdampak dan berkelanjutan. Akselerasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem riset yang akan menjawab permasalahan di masyarakat.
Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan Adziman, menjelaskan ekosistem penelitian Indonesia mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir dan butuh perhatian khusus dari berbagai pihak, khususnya pemerintah.
“Sebetulnya inovasi di Indonesia ini secara ekosistem mulai berkembang dan kita mengharapkan betul-betul bisa membantu untuk menyelesaikan tantangan di masyarakat,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Jawa Tengah, di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (11/2/2026).
Setidaknya terdapat tiga kekuatan riset Indonesia yang harus terus mendapat dukungan pemerintah. Ketiga pilar itu ialah kolaborasi riset kampus dan industri, kebijakan dan budaya kewirausahaan, serta skala pasar domestik.
Indonesia juga menduduki peringkat 8 dari 36 negara dengan jumlah luaran inovasi terbanyak pada negara berpendapatan menengah atas. “Indonesia ini masuk kategori over performer. Ini tergolong baik dibanding negara-negara lain dan relatif terhadap pendapatan negara kita. Artinya kita tidak begitu jauh dengan negara yang setara,” imbuh dia
Untuk mengakselerasikan ekosistem riset Indonesia, pemerintah akan menjalankan akselerasi dua jalur: riset prioritas dan riset strategis. Riset prioritas akan berfokus pada pemerataan riset di Indonesia. Sementara riset strategis akan berfokus pada penyelesaian masalah kritis di Indonesia, seperti persoalan pangan, energi, pertumbuhan ekonomi, hingga pengolahan sampah.

Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Jawa Tengah, di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (11/2/2026). (Humas)
Fauzan optimis Indonesia tidak termasuk negara yang tertinggal dalam urusan riset dan inovasi. Kendati demikian, masih banyak yang perlu diperbaiki untuk mewujudkan ekosistem penelitian yang lebih baik. Kuncinya adalah kemauan untuk adaptif, inovatif, berdampak, dan berkelanjutan.
Pemerintah, kata dia, terus mengupayakan sejumlah stimulus keuangan untuk mendukung ekosistem riset dalam negeri. Total anggaran riset periode 2025/2026 mencapai Rp81,4 triliun. Naik 21,4 persen dari periode sebelumnya.
Sebanyak 25 persen atau sekitar Rp500 miliar dari anggaran penelitian akan dialokasikan untuk insentif peneliti. Honorarium itu dapat digunakan pada kegiatan penelitian, hilirisasi penelitian, dan pengabdian. Targetnya adalah meningkatnya kesejahteraan para peneliti dan produktivitas riset yang dapat dimulai per tahun 2026.
“Honor ini dibangun sebetulnya dengan harapan ekosistem riset kita bisa positif. Ini memang arahan langsung dari Bapak Presiden untuk menomorsatukan kesejahteraan guru dan dosen,” jelas dia. Fauzan mengatakan prioritas riset akan digeser, dari riset konsumtif, menjadi riset produktif. Riset produktif diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan membawa dampak bagi masyarakat.
Riset saat ini, katanya, harus diarahkan pada pemecahan masalah di masyarakat. Pemerintah turut melakukan intervensi riset lewat kemitraan multipihak dengan badan usaha milik negara, industri dalam negeri, pemerintah daerah, hingga industri mancanegara. “Kami melihat kampus sebagai simpul pertumbuhan ekonomi, tetapi tidak melupakan masyarakat dan lingkungan,” tutur Fauzan.
Fauzan berharap program pendanaan riset tersebut akan membawa dampak positif bagi masyarakat Indonesia. “Yang sangat dinantikan oleh masyarakat itu ada beberapa bidang, yaitu bidang pertanian, kemudian tentunya pangan di dalamnya, kesehatan, dan juga pengentasan kemiskinan,” ujar dia.
Mahasiswa UMS Siap Terapkan Terapi Hortikultura bagi Penyandang Disabilitas di Boyolali
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) HealSpace Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bersiap memasuki tahap implementasi teknologi Smart-Wicking dan terapi...
FAI UMS Bergabung dalam Jejaring 80 Prodi PAI Lewat MoU PPPAII
BANDUNG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperluas jejaring akademik nasional melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) multipihak yang diinisiasi...
Pelatihan Kebersyukuran UMS Perkuat Ketahanan Mental Ibu Rumah Tangga di Wonogiri
WONOGIRI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Pelatihan Kebersyukuran bagi komunitas ibu rumah tangga sekaligus pelaku usaha...
Prodi S2 PAI UMS Raih Penghargaan Inovasi Kurikulum Terbaik di AICIRE 2026
BANDUNG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional. Prodi S2 PAI UMS meraih...
FKIP UMS Raih SBBI Awards 2026, Bukti Inovasi Pengembangan Profesi Guru Diakui Nasional
SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM-Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi membanggakan. FKIP UMS meraih penghargaan Excellent Institution for Innovative Professional Teacher...
FAI UMS dan FPIPS UPI Teken MoA, Perkuat Kolaborasi Akademik dan Jejaring Global
BANDUNG, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan dan memperluas jejaring akademik melalui penandatanganan Memorandum of...
BEM FEB UMS Gelar Workshop PKM, Siapkan Mahasiswa Berprestasi hingga PIMNAS
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Workshop Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) sebagai upaya menumbuhkan...
Perkuat Dakwah Persyarikatan, UMS Latih Guru AUM Gatak Menulis Feature
SUKOHARJO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengembangan (LPPA) Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gatak menggelar pelatihan menulis...
Prodi Arsitektur UMS Ajak Orang Tua Perkuat Dukungan Kesehatan Mental Mahasiswa
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Dialog Akademik Bersama Orang Tua/Wali Mahasiswa 2026 secara daring, Rabu (15/7/2026)....
Leadership Training PTMA, UMS Berbagi Praktik Baik Branding dan PMB
YOGYAKARTA, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berbagi praktik baik dalam penguatan branding, reputasi, dan strategi penerimaan mahasiswa baru (PMB) pada Leadership Training Pimpinan Perguruan...
Mahasiswa Farmasi Didorong Ciptakan Inovasi Kesehatan yang Berdampak
PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan komitmennya mendukung lahirnya inovasi bidang kesehatan melalui Seminar Nasional Gebyar Mahasiswa Farmasi 2026 bertema Empowering Health: From...
PPK Ormawa IMM FIK UMS Latih Warga Musuk Olah Alpukat Jadi Selai dan Teh
BOYOLALI, MUHAMMADIYAHSOLO.COM – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melatih masyarakat...






