Mobile Swipe Up
Tutup
Scroll untuk melanjutkan membaca
Wrapt Top
Wrapt Left
Wrapt Right
Perguruan Tinggi

Transformasi PTS Jawa Tengah Perlu Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan

Gede, Editor: Alan Aliarcham
Rabu, 11 Februari 2026 16:53 WIB
Transformasi PTS Jawa Tengah Perlu Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan
MUHAMMADIYAHSOLO.COM - Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Jawa Tengah, di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (11/2/2026). (Humas)

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM—Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi menargetkan akselerasi percepatan perguruan tinggi agar lebih adaptif, inovatif, berdampak dan berkelanjutan. Akselerasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem riset yang akan menjawab permasalahan di masyarakat.

Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Fauzan Adziman, menjelaskan ekosistem penelitian Indonesia mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir dan butuh perhatian khusus dari berbagai pihak, khususnya pemerintah.

“Sebetulnya inovasi di Indonesia ini secara ekosistem mulai berkembang dan kita mengharapkan betul-betul bisa membantu untuk menyelesaikan tantangan di masyarakat,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Jawa Tengah, di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (11/2/2026).

Setidaknya terdapat tiga kekuatan riset Indonesia yang harus terus mendapat dukungan pemerintah. Ketiga pilar itu ialah kolaborasi riset kampus dan industri, kebijakan dan budaya kewirausahaan, serta skala pasar domestik.

Indonesia juga menduduki peringkat 8 dari 36 negara dengan jumlah luaran inovasi terbanyak pada negara berpendapatan menengah atas. “Indonesia ini masuk kategori over performer. Ini tergolong baik dibanding negara-negara lain dan relatif terhadap pendapatan negara kita. Artinya kita tidak begitu jauh dengan negara yang setara,” imbuh dia

Untuk mengakselerasikan ekosistem riset Indonesia, pemerintah akan menjalankan akselerasi dua jalur: riset prioritas dan riset strategis. Riset prioritas akan berfokus pada pemerataan riset di Indonesia. Sementara riset strategis akan berfokus pada penyelesaian masalah kritis di Indonesia, seperti persoalan pangan, energi, pertumbuhan ekonomi, hingga pengolahan sampah.

Transformasi PTS Jawa Tengah Perlu Adaptif, Inovatif, Berdampak, dan Berkelanjutan

Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Badan Penyelenggara dan Perguruan Tinggi Jawa Tengah, di Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Rabu (11/2/2026). (Humas)

Fauzan optimis Indonesia tidak termasuk negara yang tertinggal dalam urusan riset dan inovasi. Kendati demikian, masih banyak yang perlu diperbaiki untuk mewujudkan ekosistem penelitian yang lebih baik. Kuncinya adalah kemauan untuk adaptif, inovatif, berdampak, dan berkelanjutan.

Pemerintah, kata dia, terus mengupayakan sejumlah stimulus keuangan untuk mendukung ekosistem riset dalam negeri. Total anggaran riset periode 2025/2026 mencapai Rp81,4 triliun. Naik 21,4 persen dari periode sebelumnya.

Sebanyak 25 persen atau sekitar Rp500 miliar dari anggaran penelitian akan dialokasikan untuk insentif peneliti. Honorarium itu dapat digunakan pada kegiatan penelitian, hilirisasi penelitian, dan pengabdian. Targetnya adalah meningkatnya kesejahteraan para peneliti dan produktivitas riset yang dapat dimulai per tahun 2026.

“Honor ini dibangun sebetulnya dengan harapan ekosistem riset kita bisa positif. Ini memang arahan langsung dari Bapak Presiden untuk menomorsatukan kesejahteraan guru dan dosen,” jelas dia. Fauzan mengatakan prioritas riset akan digeser, dari riset konsumtif, menjadi riset produktif. Riset produktif diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan membawa dampak bagi masyarakat.

Riset saat ini, katanya, harus diarahkan pada pemecahan masalah di masyarakat. Pemerintah turut melakukan intervensi riset lewat kemitraan multipihak dengan badan usaha milik negara, industri dalam negeri, pemerintah daerah, hingga industri mancanegara. “Kami melihat kampus sebagai simpul pertumbuhan ekonomi, tetapi tidak melupakan masyarakat dan lingkungan,” tutur Fauzan.

Fauzan berharap program pendanaan riset tersebut akan membawa dampak positif bagi masyarakat Indonesia. “Yang sangat dinantikan oleh masyarakat itu ada beberapa bidang, yaitu bidang pertanian, kemudian tentunya pangan di dalamnya, kesehatan, dan juga pengentasan kemiskinan,” ujar dia.

Berita Terbaru

Filosofi Teras Bantu Mahasiswa PAI UMS Kelola Aktivitas

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa perlu menyeimbangkan aktivitas akademik dan organisasi agar dapat mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia setelah lulus. Strategi tersebut menjadi pembahasan dalam...

Teknik Sipil UMS Bahas Inovasi Digital untuk Infrastruktur Tangguh Bencana

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mendorong mahasiswa memperkuat kompetensi dalam pemanfaatan teknologi digital, evaluasi desain, dan manajemen proyek...

Siswa DIMSA Sragen Jelajahi Kampus UMS Lewat Teknologi VR

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Teknik Informatika (PTI) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengenalkan teknologi Virtual Reality (VR) kepada siswa...

Dosen UMS Paparkan Model Pengembangan Wisata Berbasis Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Andika Sanjaya, menjadi salah satu pembicara utama (keynote speaker) dalam Virtual Language and Communication...

Kuliah Umum Pendidikan Matematika UMS Bahas Tantangan AI

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) membekali mahasiswa dengan kemampuan berpikir matematis, literasi data, dan...

Mahasiswa Geografi UMS Kembangkan 3 Inovasi Cegah Kebakaran Hutan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Mahasiswa Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memamerkan 12 gagasan inovasi dalam Geography Award for Innovation & Advancement (GAIA) 2026. Tiga di antaranya...

Teknik Mesin UMS Bahas Inovasi Material Berkelanjutan di ICOAMS 2026

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Teknik Mesin Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan The 9th International Conference on Advanced Materials Science (ICOAMS) 2026 untuk...

Abdidaya Ormawa 2026, UMS Boyong Tiga Penghargaan Nasional

MAKASSAR, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meraih tiga penghargaan dalam ajang Anugerah Abdidaya Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) 2026 yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI), Makassar,...

FIK UMS Matangkan Pendirian Program Profesi dan Doktor Kesehatan Masyarakat

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mematangkan persiapan pendirian Program Studi Profesi Kesehatan Masyarakat dan Program Doktor (S3) Kesehatan Masyarakat. Langkah...

Dosen University of Gothenburg Swedia Berbagi Inovasi AI di UMS

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menghadirkan Imelda Taraj dari University of Gothenburg, Swedia, dalam program Visiting...

FEB UMS Inisiasi Kerja Sama Riset dan Publikasi dengan NCKU Taiwan

PABELAN, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menjajaki kerja sama akademik dengan College of Management, National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan....

Siswa SMA Muhammadiyah PK Solo Rasakan Kuliah di FEB UMS

SOLO, MUHAMMADIYAHSOLO.COM- Sebanyak 23 siswa kelas XI SMA Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat mengikuti program Sit In University di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta...